
Kini Hyura hanya bisa memandangi wajah indah Da Eun dari selembar foto, dia tidak bisa tidur, memejamkan mata adalah sebuah kesulitan disaat yang dia ingat hanya Da Eun. Buah hatinya.
Dia pun hanya bisa membaui Lee Da Eun dari sepotong pakaian milik gadis itu, jangankan untuk memeluk, bertemu saja rasanya akan sangat sulit. Kyuhyun tidak akan membiarkan dia menemui Lee Da Eun meski sebentar.
Apa Da Eun baik-baik saja?
Hyura yang berbaring diranjang akhirnya bangkit, dia mengingat bahwa bisa saja melihat Da Eun jika dia berusaha. Bukankah Kyuhyun harus pergi bekerja? dia bisa melihat Da Eun dari jauh.
Dengan penuh keyakinan Hyura menyambar tas miliknya, keluar dari apartement kecilnya untuk bertemu dengan Da Eun.
Apartement Kyuhyun berjarak satu jam dari apartement miliknya, Hyura harus setidaknya naik bis dari halte terdekat untuk bisa sampai disana. Jam di pergelangan tangannya menujukkan pukul tujuh pagi, jika Kyuhyun memutuskan untuk tinggal disini maka dia bisa melihat Da Eun.
Lima belas menit dia berdiri di jarak yang tidak terlalu jauh dari pintu utama, namun di lima belas menit berikutnya dia memilih untuk masuk dan naik Lift agar bisa lebih dekat dengan Da Eun.
Apa Kyuhyun tidak akan pergi bekerja?
Hyura kembali melirik jam di pergelangan tangannya.
__ADS_1
Kemudian tanpa dia duga pintu apartement milik Kyuhyun terbuka dari dalam, Hyura melihat Da Eun keluar dalam genggaman tangan Kyuhyun. Dia sangat cantik, terbalut dalam pakaian yang pas di tubuhnya.
Meski masih memakai beanie, Da Eun terlihat sudah lebih segar.
“Kajja.”
Setelah menutup pintu Kyuhyun kembali menggenggam tangan mungil Lee Da Eun, menyusuri lorong untuk turun menuju Basement. Mobil milik Kyuhyun terparkir diantara banyaknya mobil di ruang bawah tanah. Dalam diam Hyura mengkuti kemanapun Kyuhyun melangkah.
Sesekali dia tersenyum saat mendengar suara kecil Da Eun yang bertanya atau mengatakan sesuatu kepada ayahnya.
“Kau duduk disini.”
Saat itu lah Kyuhyun menyadari bayangan seseorang yang terus memperhatikannya, dia menajamkan pandangan kemudian tahu bahwa wanita yang berdiri di jarak yang tidak terlalu jauh darinya itu adalah Lee Hyura.
Hyura seperti ragu, namun Kyuhyun yakin bahwa gadis itu ingin menemui Da Eun.
Maka sebagai tanda bahwa Kyuhyun tidak menyetujui ide Hyura tersebut, pria itu menoleh. Tanpa mengatakan apapun dia berusaha untuk membuat Hyura tahu bahwa dia sama sekali tidak akan membiarkan Hyura mendekat padanya. Tatapan tajamnya sudah menunjukkan segalanya.
__ADS_1
Hingga Hyura pun memutuskan untuk mundur dan mengubur asa nya dalam-dalam.
Tidak ingin membuat Da Eun tahu bahwa ibunya ada disini, Kyuhyun segera masuk dan duduk di belakang kemudi. Beberapa menit kemudian yang Hyura saksikan adalah mobil Kyuhyun yang keluar dari basement untuk meninggalkannya.
“Da Eun-ah.”
****
Apa semua orang salah melihat? Atasan mereka berjalan dengan senyum cerah bersama seorang anak perempuan yang tingginya saja masih kalah dari panjang kakinya. Memeluk boneka kelinci yang sejak kemarin tidak pernah dia tinggalkan sedikit pun.
Da Eun berjalan di depan Kyuhyun dengan polah menggemaskan, sesekali mengagumi apa yang dilihat dan tidak tahu bahwa sejak kakinya melangkah di lobi perusahaan ayahnya dia sudah menjadi pusat perhatian.
“Selamat pagi sajangnim.”
Para karyawan yang berpapasan membungkuk dan menyapa tanpa meninggalkan perhatian dari Da Eun.
“Da Eun-ah, lewat sini.”
__ADS_1
Jika saja Kyuhyun tidak memiliki Lift khusus untuk dirinya sendiri, sudah bisa dipastikan jika Da Eun pasti akan menjadi bahan perbincangan, dalam satu menit Lift yang Kyuhyun naiki tiba di lantai tempat ruangannya berada.
Kim Ryeowook yang sedang duduk di mejanya langsung bangun saat mendengar suara pintu Lift yang terbuka.