Hyura

Hyura
part 19


__ADS_3

Ya, meskipun kau ayah kandungnya.” Donghae mengulangi kata-katanya dengan jelas. “Karena Hyura tidak bisa menjadi pendonor, berdoa saja semoga hasilnya cocok.”


“Bagaimana jika aku bisa menjadi pendonor untuknya?”


Donghae tampak menimbang. “Jika sumsum tulang belakangmu cocok, kami akan segera melakukan sterilisasi. Da Eun akan dikarantina selama satu minggu untuk mengosongkan sumsum tulang belakangnya. Dalam satu minggu itu usahakan untuk tidak terkena infeksi atau terluka. Jika tidak_”


Donghae melirik Hyura yang juga pasti sedang mendengarkan penjelasannya.


“Jika tidak?”


“Kami tidak akan bisa menyelamatkan Da Eun.”


Kenyataan itu telak memukul Kyuhyun, mulai sekarang dia harus menjaga diri agar bisa menyelamatkan putrinya.


Setelah sedikit mendengarkan penjelasan dokter Lee, Kyuhyun langsung berpamitan. Dia kembali membenarkan baju tangannya yang sempat di gulung sampai siku. Jas hitam yang dia pakai berada di tangan kanannya.


Hyura terlihat masih duduk di depan ruang perawatan Da Eun.


“Kau harus menepati janjimu.”

__ADS_1


Bagaimana mungkin gadis itu akan mengingkarinya, Hyura tidak memiliki pilihan lain selain menandatangani surat perjanjian yang sudah dia sepakati dengan Kyuhyun. Jika sumsum tulang belakang Kyuhyun cocok dengan Da Eun, maka operasi akan segera dilakukan. Dan jika Da Eun sudah sembuh, Hak asuknya akan beralih pada Kyuhyun.


****


“Apa yang sebenarnya kau lakukan?”


Kyuhyun sudah memutuskan untuk kembali ke Apartementnya, ibunya yang keras kepala sudah sembuh dan tidak ada alasan lain lagi untuknya bisa tinggal di rumah ini. Kyuhyun mengemasi semua pakaiannya dalam satu koper besar, bersiap untuk pindah dan menjauh dari Kim Eun Ji.


“Aku akan kembali ke Apartementku.”


“Mwo? Cho Kyuhyun.”


“Apa ini ada hubungannya dengan wanita miskin itu?”


Tangan Kyuhyun terkepal pada pegangan kopernya. “Bukan, aku yang memutuskan semua ini sendiri.”


Kemudian tanpa memperdulikan umpatan Kim Eun Ji, Kyuhyun menyeret kopernya menuju mobil. Dia meletakkan benda itu di kursi penumpang bagian belakang, menyalakan mesin lalu keluar dari area rumah orang tuanya yang luas.


Sejujurnya Kyuhyun sudah pernah mempersiapkan masa depannya dengan Hyura, saat Kyuhyun melamarnya dulu, dia membeli sebuah Apartemen yang akan dia tinggali dengan gadis itu. Meskipun tidak cukup besar, namun berada di kawasan elit yang keamanannya terjaga.

__ADS_1


Kyuhyun menghabiskan setidaknya waktu empat bulan untuk tinggal disana, sebelum kembali pindah ke rumah kedua orang tuanya atas bujukan sang ibu. Kondisi saat itu juga tidak memungkinkan, dokter mendiagnosis Kim Eun Ji dengan gagal ginjal.


Dan kini, setelah sekian tahun Kyuhyun akan menempati Apartement itu kembali.


Tidak ada sambutan hangat dari seseorang atau pun tercium aroma masakan dari arah dapur seperti yang selalu dia impikan, hanya ada kekosongan dan kehampaan serta rasa sesak.


“Bagaimana? Kau suka?”


Kyuhyun melihat bagaimana Hyura tersenyum, sangat indah dan cantik. Matanya dengan awas memperhatikan sekeliling, meneliti apa yang sudah Kyuhyun siapkan sebelum hari pernikahan mereka.


“Sangat suka, ini lebih dari cukup Oppa.”


“Aku membelinya dengan uangku sendiri, kau tidak perlu khawatir. Kalau ada yang tidak kau suka, kau boleh mengatakannya padaku. Aku akan segera menggantinya untukmu.”


Bagaimana mungkin Hyura tidak menyukainya.


Gadis itu berbalik, tersenyum kepada Kyuhyun lalu berlari untuk menyongsong tubuhnya. Mereka berpeluk mesra, anugerah terbesar untuk Hyura adalah bisa bertemu dengan Kyuhyun.


“Terima kasih.”

__ADS_1


“Seharusnya aku yang mengatakan itu, terima kasih karena sudah mau jadi istriku.”


__ADS_2