Hyura

Hyura
part 17


__ADS_3

Hyura tidak tahu sejak kapan Kyuhyun menjadi seakrab itu dengan Da Eun, namun selain merasa lega karena Da Eun mau makan, ada perasaan lain yang tidak bisa Hyura artikan. Da Eun adalah satu-satunya keluarga yang dia miliki, Jika anak itu ikut dengan Kyuhyun apakah Kyuhyun akan mengijinkan mereka bertemu?


Sesuatu di dalam hatinya terasa sangat sakit, hingga dalam sepersekian detik pandangannya mengabur karena air mata.


Hyura terisak, menunduk seraya menghapus air matanya yang jatuh.


Disaat itu lah Da Eun menoleh pada ibunya. “Apa Eomma marah karena Da Eun ingin bertemu dengan Min Jun Oppa?”


Menegarkan dirinya di depan Da Eun, setelah menghapus air matanya Hyura mendongak. Mencoba tersenyum kepada Da Eun yang menatapnya sedih. “Ani, eomma tidak marah sayang. Eomma hanya senang karena kau mau makan.”


Da Eun kembali muram. “Kalau begitu agar eomma tidak sedih Da Eun akan makan dengan baik.”


“Eum.”


Hanya saja, Hyura tidak sanggup lagi menahan sesak di dadanya. Air matanya terus keluar meskipun dia sudah berusaha untuk menghentikannya. Dia beranjak dari kursi. “Eomma ingin ke toilet sebentar.”


Anak manis itu mengangkat wajahnya sedih, menatap sang ibu yang berjalan dengan bahu bergetar dan suara tangisan yang jelas terdengar. Kyuhyun menyaksikan semua itu dengan hati terluka.

__ADS_1


Dia ingin sekali menyusul Hyura, tapi Da Eun yang terpenting untuk sekarang.


“Eomma menangis lagi, appa?”


“Eum?”


“Kemarin eomma menangis, saat menunggu Da Eun tidur eomma juga menangis. Hari ini eomma juga menangis.”


Tangan kiri Kyuhyun terulur untuk mengusap ujung kepala Da Eun yang tertutupi beani berwarna kuning cerah. “Tidak apa-apa sayang.” Katakanlah ini pengalaman pertama Kyuhyun menghadapi sosok kecil yang tidak akan mengerti meskipun dia menjelaskannya secara detail.


Dia seperti tidak tahu apa yang harus dia katakan selain kalimat itu.


Tangan mungilnya menggenggam telunjuk tangan kanan Kyuhyun, seolah memberitahu Kyuhyun bahwa dia tidak ingin ditinggalkan. Rasa kagum menyeruak saat itu juga, dia mengagumi perpaduan yang tercipta antara dirinya dan Hyura. Wajah anak itu benar-benar cantik.


Sekarang dia bertambah serakah, jangan biarkan hanya Hyura saja yang memiliki Da Eun. Sebagai ayahnya, Kyuhyun pun berhak atas Da Eun. Bagaimanapun anak itu adalah darah dagingnya.


“Da Eun sudah tidur?”

__ADS_1


Kyuhyun mendongak saat suara Hyura terdengar dari ambang pintu, mengamati Da Eun dengan matanya yang sembab karena habis menangis. Hidung gadis itu bahkan terlihat masih memerah.


“Eum, beberapa waktu lalu.”


Hyura melangkah mendekat untuk mengusap ujung kepala Da Eun yang seperti tidak terganggu, kemudian pemandangan tangan Da Eun yang menggenggam telunjuk tangan Kyuhyun tertangkap oleh matanya.


“Dia tidur setelah perawat memberinya obat.”


Gadis itu berbalik seraya mengangguk, dia duduk di sofa panjang masih dengan ekspresi yang belum berubah. Dia melirik Kyuhyun, menyaksikan sekali lagi apa yang tengah pria itu lakukan kepada Da Eun.


Tatapan mata Kyuhyun untuk Da Eun adalah tatapan kasih seorang ayah terhadap anaknya, begitu lembut dan menyejukkan.


Apakah nantinya Kyuhyun akan bisa menjaga Da Eun dengan baik?


Keputusan untuk menyerahkan Da Eun kepada Kyuhyun tiba-tiba saja menguasai pikirannya. Haruskah dia melakukan itu untuk putrinya? Kemudian Hyura mengalihkan pandangannya kepada Da Eun yang masih terlelap. Hyura tidak bisa terus menyaksikan penderitaan Da Eun.


“Aku sudah memutuskan.”

__ADS_1


Kyuhyun yang sejak tadi hanya menatap Da Eun pun menoleh kearah Hyura. “Memutuskan apa?”


__ADS_2