
“Persetan dengan cinta, apa cinta bisa memberimu baju yang bagus? Makanan enak dan kehidupan yang mapan? Tidak, kau membutuhkan uang untuk bisa mendapatkan semua itu. Dan sekarang lihat apa yang kau lakukan? kau menghancurkan semuanya.”
Hyura tidak bisa tinggal diam, jika ada orang yang bersalah dalam masalah ini maka Hyura lah orangnya. “Kyuhyun oppa tidak bersalah, eommonim. Aku sudah berjanji padamu untuk tidak menemuinya lagi, tapi sekarang aku yang datang padanya.”
Kyuhyun oppa.
Pria itu menolah pada Hyura.
“Tolong beri waktu sampai operasi Da Eun, aku janji aku tidak akan pernah mengganggunya lagi.”
“Terakhir kali kita bertemu kau juga mengatakan hal yang sama, tapi lihat apa yang terjadi sekarang. Wanita miskin sepertimu memang tidak tahu diri.”
Apa yang Kim Eun Ji ucapkan seolah tidak pernah Kyuhyun dengar, dia hanya menatap Hyura. Mencoba mencerna apa yang baru saja wanita itu ucapkan.
“Kau sudah menandatangani surat tertulis bahwa hak asuh Da Eun akan jatuh padaku.”
“Kyuhyun-ssi.”
Sekarang dia Kyuhyun-ssi lagi.
Jadi seperti ini lah Hyura, wanita plin plan yang tidak bisa memegang teguh janjinya.
__ADS_1
“Aku tidak tahu kenapa kau berjanji seperti itu pada ibuku, tapi jika kau ingin Da Eun sembuh maka ikuti peraturanku. Dan eomma, kita bicarakan ini di rumah.”
“Yak.”
Tarikan Kyuhyun dipergelangan tangan ibunya melibatkan rasa marah, menyeret wanita itu agar menjauh dari Hyura yang masih belum melakukan apapun. Gadis itu masih mematung, menatap punggung dua orang yang perlahan meninggalkannya.
Kyuhyun tentu saja mengingat siapa orang yang telah dia perlakukan tidak sopan, maka setelah memastikan ibunya itu duduk dengan nyaman di kursi penumpang mobil hitamnya, dia menoleh kearah wanita itu. “Apa Hyena juga menceritakan perihal Da Eun padamu?”
“Omong kosong, apa kau sudah memastikan bahwa anak yang wanita sialan itu bawa adalah anakmu? Jangan menjadi pria bodoh, Cho Kyuhyun. Bisa saja wanita itu_”
“Aku mempercayai Hyura, eomma.” Kyuhyun memotong ucapan ibunya. “Aku yakin Da Eun adalah anakku.”
Karena jika Da Eun bukan anaknya Hyura tidak akan mungkin datang padanya untuk meminta bantuan, sumsum tulang belakang mereka juga tidak mungkin cocok.
Kapan ibunya akan mengerti? “Sampai kapan pun tidak akan pernah aku lakukan.”
“Cho Kyuhyun.”
** Second Chance **
Hyura tidak akan bisa melunasi biaya rumah sakit jika hanya duduk-duduk saja, pagi sebelum Da Eun bangun dia sudah sibuk dijalanan. Mengantarkan koran dan beberapa kotak susu yang dia simpan di sepedanya.
__ADS_1
Mantel yang dia pakai tidak bisa menghalau udara seoul yang akan memasuki musim dingin, namun Hyura sama sekali tidak pantang menyerah. Dia harus segera melunasi seluruh tunggakan sebelum Da Eun di operasi.
Kemudian setelah semuanya selesai dia tidak langsung kembali ke rumah sakit, tepat jam 7.30 dia sudah berada di restaurant milik Kyorin untuk bekerja. Akhir pekan biasanya banyak sekali pelanggan yang datang, Hyura harus memastikan bahwa pekerjaannya akan selesai sebelum jam makan malam.
Da Eun mungkin saja akan kesepian jika dia tinggalkan terlalu lama.
“Hyura-ya, bisa kita bicara sebentar?”
Park Kyorin yang baru saja keluar dari sebuah ruangan memanggil Hyura yang tengah membersihkan meja. Selama lebih dari tiga hari Hyura tidak bisa datang bekerja, sebelumnya Hyura sudah mengirimkan pesan memberitahu bahwa dia tidak bisa bekerja karena harus menemani Da Eun.
Apa ada yang terjadi saat dirinya tidak bisa datang bekerja?
“Duduklah.”
Hyura duduk di salah satu kursi yang tersedia di ruangan Kyorin. “Terima kasih.”
Sebelum mengatakan apa yang ingin dia katakan Kyorin tampak menghela nafas, dia menatap Hyura hati-hati. “Aku sudah memberitahukan hal ini kepada karyawan yang lain.”
Tampaknya ada sesuatu yang terjadi, Hyura membalas tatapan wanita itu dengan penuh antisipasi. “Apa ada sesuatu yang terjadi?”
“Hyuk Jae oppa dipindahtugaskan, aku memintanya untuk mengijinkanku tetap tinggal di Seoul. Tapi dia menolakn, dia ingin aku ikut dengannya ke Osaka.”
__ADS_1
“Lalu?”
“Mungkin akan memakan waktu lama mengingat Hyuk Jae oppa tidak mungkin dipindahkan kembali ke Seoul dalam waktu dekat, kami memutuskan untuk menjual restauran ini.”