
Kau tidak bisa terus seperti ini, kau harus memulihkan kondisimu dulu.”
Kalau saja bukan karena masalah kesehatan Hyura, Donghae tidak akan pernah secerewet ini. Hyura hanya memerlukan setidaknya dua jam waktu tidur sebelum akhirnya memutuskan untuk ke rumah sakit. Donghae hanya mendengar bahwa dia tidak bisa meninggalkan Da Eun lebih lama sebagai alasan.
“Aku sudah baik-baik saja, oppa.”
Pria itu menghela nafas gusar. Memang tidak pernah ada yang lebih genting untuk Hyura selain Da Eun, Donghae sudah berusaha untuk membujuk wanita itu, namun akhirnya harus mengalah karena sikap keras kepala Hyura.
Donghae hanya mengkhawatirkan kesehatannya, terakhir kali dia mengecek suhu tubuh wanita itu panasnya masih terlalu tinggi.
“Da Eun pasti rewel, dia akan merepotkan banyak orang jika sedang tidak mood.”
Suasana ramai rumah sakit benar-benar tidak bisa meredam dengusan Donghae, apa yang dia lakukan itu bahkan sukses membuat Hyura menoleh padanya. Keduanya berjalan berdampingan dengan Donghae yang belum memakai jubah putihnya. Selain staff dan perawat, tidak ada yang tahu bahwa pria yang memakai kemeja berwarna biru itu adalah dokter spesialis yang sangat terkenal di Korea.
“Aku janji akan segera beristirahat jika aku benar-benar tidak bisa melanjutkan apapun lagi.”
Memangnya kapan Hyura akan menepati janjinya? Hyura termasuk wanita yang hampir selalu mengutamakan orang lain ketimbang dirinya sendiri, tidak heran jika dia akan lebih memikirkan Da Eun ketimbang dirinya yang mungkin saja akan semakin parah jika tidak segera mendapatkan penanganan.
Oh, memangnya siapa yang akan memikirkan dirinya sendiri jika berada dalam posisi Hyura yang serba salah.
Seorang perawat yang memegang sebuah buku yang mirip dengan buku catatan menghampiri keduanya, dia terlebih dulu membungkuk kepada Donghae sebelum menyampaikan apa yang akan dia katakan. “Dokter Kim ingin bertemu dengan anda, dokter Lee.”
“Aku akan segera kesana.”
__ADS_1
Perawat itu membungkuk kembali kemudian meninggalkan keduanya dengan sikap sopan.
“Pergilah.”
“Aku akan melihat Da Eun setelah menemui dokter Kim.”
“Eum.”
Hyura menyaksikan punggung Donghae secara perlahan menjauh lalu menghilang di belokan menuju ruangan dokter Kim yang berada di lantai yang sama dengan ruangan tempat Da Eun di rawat, dia melanjutkan perjalanan dengan lunglai, sesekali merasakan pening karena sakit di kepalanya tidak kunjung reda.
Sebelum bisa masuk ke ruangan Da Eun, Hyura harus melewati beberapa pemeriksaan, dia juga harus memakai gaun serta penutup kepala berwarna hijau yang sudah di steril. Itu untuk kesehatan Da Eun yang tidak boleh terkena Infeksi sedikit pun.
“Eomma?”
Hyura sangat merindukan Da Eun.
“Eomma bogoshipposeo.”
“Da Eun juga merindukan eomma.”
Sebisa mungkin untuk tidak menunjukkan kesedihannya di depan Da Eun, Hyura menghapus air matanya sebelum melepaskan pelukannya itu. Dia kembali memasang wajah cerah, berusaha untuk terlihat baik-baik saja meskipun sebenarnya hatinya sangat sakit.
“Sudah minum obat?”
__ADS_1
Da Eun mengangguk kecil. “Eum.”
“Anak hebat.”
Satu yang Da Eun pahami dari ketidakhadiran ibunya, bahwa dia harus menjadi anak baik untuk bisa membuat ibunya bangga. “Appa membantuku menyelesaikan gambar ini, eomma.” Tangan mungil anak itu meraih buku gambar yang terletak di nakas.
Dengan antusias dia membuka lembar demi lembarnya karena ingin menunjukkan hasil karyanya kepada Hyura, tidak, itu bukan gambar yang sepenuhnya di lukis sendiri oleh Da Eun, Kyuhyun menyelesaikan semuanya dan Da Eun hanya mewarnainya saja.
Pasangan ayah dan anak itu menunjukkan kekompakan melalui sebuah gambar yang benar-benar sangat bagus.
“Ini eomma, ini Da Eun dan ini Appa.”
Gambar itu sepenuhnya menunjukkan sebuah keluarga bahagia dengan senyum yang tergambar di wajahnya, Kyuhyun menggambar dengan baik.
Namun anehnya itu yang membuat air mata Hyura tidak bisa dibendung lagi. Dia mengingat perjanjian konyol yang sudah dia tanda tangani dengan Kyuhyun, sanggupkah dia berjauhan dengan Da Eun?
“Appa sudah janji akan membawa Da Eun jalan-jalan kalau sudah sembuh, eomma akan ikut kan?”
Tangis Hyura semakin tidak bisa di bendung, kali ini dia kembali memeluk putrinya dengan hati nelangsa. Tidak, dia tidak bisa berjauhan dengan Da Eun. Dia tidak bisa membiarkan Kyuhyun membawa Da Eun dari sisinya.
Lalu apa yang harus dia lakukan?
****
__ADS_1