
Dengan amarah yang siap memuncak Kyuhyun berbalik. “Apa kau tahu apa yang Da Eun katakan sebelum dia beranjak tidur? Dia bertanya tentangmu.”
Lee Hyura menunduk dalam.
“Dimana kau simpan tasmu, ayo kita pulang.”
“Aku tidak bisa pulang sekarang, masih banyak yang harus aku bersihkan.”
“Lee Hyura.”
Suara tinggi Kyuhyun menyedot perhatian hampir semua orang, dia berdiri marah dengan tatapan yang sepenuhnya tertuju pada Lee Hyura. Suara itu juga berhasil mengundang si pemilik restaurant, dia menghampiri keduanya dengan langkah tergesa, tidak ingin keributan kecil itu membuat pelanggannya merasa tidak nyaman.
“Apa yang kalian berdua lakukan di tempatku? Dan kau_kau belum menyelesaikan pekerjaanmu, pergi bersihkan semuanya.”
Kyuhyun mendengus, bersikap tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Hyura mengangguk saat wanita itu menyuruhnya untuk kembali ke dapur.
“Yak, aku tidak akan segan untuk melakukan apa yang akan membuatmu menyesal jika kau masuk lagi kedalam.”
“Anak muda, kau tidak mendengar apa yang aku katakan barusan? Wanita ini belum menyelesaikan pekerjaannya.”
Kyuhyun kembali menoleh kearah Hyura. “Ambil tasmu, sekarang juga.”
__ADS_1
Maka kali ini Hyura tidak memiliki pilihan lain, dia menuruti apa yang Kyuhyun katakan.
“Ayo.”
Tarikan itu tidak banyak mendapatkan perlawanan, Hyura melangkah dibelakang Kyuhyun dengan tangan kanan yang ditarik keras.
Amarah Kyuhyun memuncak, wanita yang melahirkan putrinya itu adalah wanita yang belum bisa dia mengerti jalan fikirnya. Ibu mana yang rela meninggalkan putrinya yang sedang sakit dengan orang lain sementara dirinya sibuk dengan pekerjaan yang upahnya tidak seberapa.
Kyuhyun melepaskan tangan Hyura setelah mendapatkan tempat yang benar-benar bagus untuk meluapkan kekesalan, dia berkacak pinggang dengan dada yang terus naik turun. Sepertinya keputusan untuk mengambil Da Eun adalah keputusan terbaik yang pernah dia ambil.
“Jangan pernah menunjukkan diri di depan Da Eun.”
“Mwo?”
“Kyuhyun-ssi.”Kyuhyun akhirnya berbalik, dia menatap Hyura yang tampak sangat terkejut karena ucapannya. “Setelah Da Eun tinggal denganku, lakukan apa yang ingin kau lakukan. Sepertinya uang adalah segalanya untukmu, kau bahkan meninggalkanku demi setumpuk uang yang ibuku tawarkan.”
Semuanya tidak seperti yang Kyuhyun bayangkan.
Namun Hyura tidak ingin memperpanjang perdebatannya dengan Kyuhyun, meskipun pandangannya mengabur oleh air mata, meskipun hatinya sakit, Kyuhyun tidak akan pernah memahami perasaannya. Penjelasan pun mungkin sudah sangat terlambat.
“Jadi, setelah Da Eun sembuh. Aku tidak ingin kau menemui Da Eun, jikapun kau melakukannya secara diam-diam aku akan tahu.”
__ADS_1
“Bagaimana mungkin kau bisa mengatakan hal semenyakitkan itu padaku, aku ibunya.”
“Kau ibunya, tentu saja. Tapi aku tidak melihat sikap seorang ibu di dalam dirimu, Da Eun sedang sakit dan kau malah menyibukkan diri untuk mengumpulkan uang. Apa uang yang ibuku berikan tidak cukup untuk membiayai seluruh keperluanmu?”
“Hentikan.”
“Katakan padaku, apa selama ini kau pernah mencintaiku tanpa memandang statusku?”
Hyura sudah melakukannya, Hyura mencintai Kyuhyun tanpa memandang siapapun. Hyura mencintai Kyuhyun dengan sepenuh hatinya.
“Tidakkan? Kau mencintaiku karena uangku.”
“Hentikan, aku mohon.”
“Jadi tidak heran bagaimana sikapmu sekarang, kau tidak lebih dari perempuan yang hanya mengincar harta.”
Isakan itu tidak menghentikan Kyuhyun untuk meluapkan seluruh kekesalan dan kemarahannya, ingatannya akan Hyura yang tidak pernah datang ke acara pernikahan mereka tidak akan pernah lenyap dari kepalanya. Mengharapkan Hyura kembali padanya adalah suatu kesalahan.
Mungkin saja Da Eun juga tidak pernah berarti baginya.
.
__ADS_1
jangan lupa untuk vote , like dan dukungan nya ya teman teman buat karya ku ini.. selamat membaca semoga menghibur kalian