Hyura

Hyura
part 16


__ADS_3

Apa yang oppa bicarakan?” Hyena seperti kesulitan untuk mencerna apa yang sebenarnya Kyuhyun katakan. Meskipun Kyuhyun berbicara dengan bahasa yang dia mengerti, rasanya butuh beberapa waktu untuk Hyena bisa memahaminya.


“Aku tidak mencintaimu.” Kyuhyun melihat ada setitik air mata yang jatuh setelah dia mengucapkan kalimat tersebut. “Aku menyukaimu, tapi ini berbeda dengan cinta.”


“Oppa_”


“Aku tidak mencintaimu.” Kyuhyun menegaskan dengan seluruh keyakinan yang dia miliki, sudah ada seseorang yang memiliki hati dan cintanya. Meskipun wanita itu sudah mengecewakan dan melukainya, Kyuhyun masih merasakan cinta yang begitu dalam untuk wanita itu.


“Bahkan sejak tiga tahun yang lalu, aku selalu menunggumu untuk mengatakan cinta padaku. Kita menghabiskan banyak waktu bersama, menghadiri acara yang sama dan berjalan-jalan. Bagaimana bisa sekarang kau bicara seperti itu padaku? Itu tidak masuk akal, seharusnya kau mengatakannya lebih cepat, agar aku tidak terus membiarkan perasaan ini tumbuh terlalu dalam untukmu.”


Kyuhyun tahu rasanya pasti sangat menyakitkan, namun Kyuhyun tidak memiliki pilihan lain selain mengatakannya.


Hyena wanita yang pintar dan baik, dia pun masih memiliki orang tua yang sangat menyayanginya. Tidak akan sulit untuknya bisa bertemu dengan pria yang benar-benar mencintainya.


“Maafkan aku.”


Setelah mengucapkan kalimat itu Kyuhyun beranjak, dia meninggalkan Hyena yang masih belum mempercayai apa yang baru saja terjadi padanya. Dia pasti sedang bermimpi, tapi mengapa dadanya terasa sangat sakit?


Kyuhyun bahkan tidak kembali menoleh meski mendengar tangisannya.

__ADS_1


***


“Ah, buka mulutmu.”


Lee Da Eun menggeleng, saat ini dia sama sekali tidak memiliki keinginan untuk makan. Apalagi setelah Nemo Ahjussi melarangnya membawa boneka pororo kesayangannya. Nemo Ahjussi jadi semakin jahat padanya.


“Kenapa kau tidak mau makan, Da Eun-ah? Tadi siang kau juga tidak makan.”


“Min Jun Oppa eoddisseo?”


Hyura menunduk, Min Jun adalah anak sebaya Da Eun yang juga memiliki penyakit sama. Mereka berteman sejak keduanya sama-sama menginap di kamar yang sama. Meskipun dengan kesukaan yang berbeda, Da Eun hampir tidak pernah merasakan bosan karena Min Jun.


“Kenapa Da Eun tidak bisa bertemu dengannya, eomma?”


Hati Hyura seperti tersayat, bagaimana cara Hyura menjelaskannya kepada Da Eun?


“Min Jun Oppa pergi pagi ini.”


“Wae?” Ada setitik air mata yang bersiap jatuh dari mata cantiknya. “Ahjumma perawat juga bilang dia sudah pergi, Min Jun Oppa pergi kemana eomma?”

__ADS_1


“Da Eun-ah.” Tangan Hyura mengusap ujung kepala Da Eun sayang, karena penyakitnya lah kini rambut indah Da Eun menghilang. “Suatu hari nanti kau pasti akan bertemu dengannya.”


“Da Eun ingin bertemu Min Jun Oppa hari ini.”


“Lee Da Eun.”


Suara keras Hyura membuat anak itu terdiam, ekspresinya berubah muram dan tak lama kemudian air mata jatuh dari kedua matanya. Tidak ada isakan atau tangisan, yang Hyura lihat hanya ekspresi tersiksa dari anak yang belum mengerti apapun.


Percayalah, hati Hyura saat ini lebih sakit dari siapapun.


“Kalau begitu makannya sama Appa saja bagaimana?”


Lee Hyura dan Lee Da Eun menoleh bersamaan, di ambang pintu, Cho Kyuhyun berdiri dengan senyuman manis dalam balutan kemeja putih yang kedua tangannya di gulung sampai siku.


Seakan terpana secara ajaib Da Eun mengangguk, dia menginjinkan Kyuhyun mendekat padanya. “Eum.”


Wajah Kyuhyun berubah cerah kala dia melangkahkan kaki menuju ranjang Da Eun, dia duduk di bagian sisi yang kosong kemudian mengulurkan tangan untuk meminta mangkuk bubur yang sedang Hyura pegang.


Dengan berat hati Hyura menyerahkan benda itu kepada Kyuhyun, siapa yang menyuapi gadis itu tidak penting sekarang, yang terpenting adalah ada sesuatu yang bisa masuk kedalam perut putrinya.

__ADS_1


“Ah.” Da Eun membuka mulutnya, menerima suapan pertama Kyuhyun yang luar biasa senang. “Anak pintar.”


__ADS_2