Hyura

Hyura
part 22


__ADS_3

“Aniya Oppa.” Gadis itu sudah tahu apa yang akan Donghae katakan. Dan sekali lagi, dia tidak bisa lagi menerima bantuan orang lain. Sudah terlalu banyak orang yang sudah dia repotkan karena masalahnya. “Aku akan mencari jalan lain.”


Kedekatan antara Donghae dan Hyura bukankah sangat mencurigakan?


Tanpa keduanya sadari dari arah lain ada Kyuhyun yang secara tidak sengaja menyaksikan obrolan tersebut, dia berdiri mematung dengan ekspresi yang tidak terbaca.


“Da Eun mencarimu.”


Kyuhyun sengaja mengucapkan kalimat itu dengan suara yang lebih keras, dia ingin menyampaikan ketidaksukaannya kepada Donghae. Dan saat kakinya secara perlahan menghampiri Hyura, dia mendengus untuk mengintimidasi Lee Donghae.


Tapi sepertinya Donghae benar-benar tidak ambil pusing, dengan santai dia sedikit berbalik untuk bisa menatap Hyura. “Sepertinya Mood anak itu sedang tidak baik, dia ingin terus ada di dekatmu.”


Kyuhyun mendengus lagi.


Tidak ingin sikap Kyuhyun membuat Donghae tidak nyaman, Hyura pun membungkuk. Dia undur diri dari hadapan Donghae dan juga Kyuhyun yang masih menatap sengit dokter anaknya itu.


Setelah memastikan jarak Hyura dengan mereka jauh, Kyuhyun berani untuk mengatakannya. “Aku ayah Da Eun, dan selamanya akan seperti itu.”


Siapa yang meragukannya? Donghae yang tidak mengerti akan ucapan pria dihadapannya itu memutar matanya kesal. “Tanpa kau mengatakannya pun aku sudah tahu, Kyuhyun-ssi.”


“Kalau begitu berhentilah menatap ibu anakku dengan tatapan memuja seperti itu, aku tidak menyukainya.”


“Meskipun dia ibu dari anakmu, kau tidak berhak mengatur hidupnya. Kalian tidak memiliki hubungan apapun, dengan kata lain, aku bebas melakukan itu kepadanya.”


“Dengar Donghae-ssi, selagi aku masih bersikap baik padamu. Jauhi Hyura.”


Ancaman Kyuhyun sama sekali tidak berpengaruh, Donghae tidak akan pernah meninggalkan Hyura apapun alasannya. “Jangan berkata seolah kau adalah segalanya, apa kau tahu penderitaan apa saja yang sudah Hyura lalui sampai hari ini?” Saat melihat ekspresi di wajah Kyuhyun sedikit berubah, Donghae mendengus. “Kau tidak tahu kan? jadi jangan sok tahu dan berdirilah ditempat yang seharusnya kau tempati. Kau hanya ayah bagi Da Eun, bukan suami untuk Hyura.”

__ADS_1


Ucapan itu telak memukul Kyuhyun, Donghae bahkan tidak menyentuhnya namun sesuatu di dalam dirinya terasa sangat sakit. Setidaknya, apa yang Donghae ucapkan memang benar. Dia hanya ayah bagi Da Eun.


Lee Da Eun dan Hyura sedang melakukan sesuatu di ranjang saat Kyuhyun masuk kedalam ruang perawatan, anak itu tersenyum karena asik mewarnai gambar dirinya yang sedang berjalan seraya bergandengan tangan dengan ayah dan ibunya.


Kyuhyun melirik Hyura yang memperhatikan pekerjaan anaknya, kemudian duduk dikursi bagian yang bersebrangan dengan Hyura. “Mwohae?”


“Appa igeo bwa.” Da Eun menunjukkan hasil gambarnya kepada Kyuhyun. “Igeo Appa, eomma rang Da Eun-nie.”


Appa, eomma, Da Eun-nie?”


Da Eun mengangguk. “Eum.”


“Gereom igeo nuguya?” Kyuhyun menunjuk sebuah gambar yang memiliki ukuran lebih kecil dari gambar ketiganya. Gambar itu juga terletak di bagian paling belakang.


“Igeo? Nemo ahjussi-ya.”


“Nemo ahjussi-ga nugu?”


“Da Eun-nie nemo Ahjussi manhi joha-hae.”


Hyura tersenyum seraya mengusap ujung kepala Da Eun sayang. “Nemo ahjussi joha-hae? Aigoo.”


Sudah seakrab itukah Da Eun dengan Lee Donghae?


“Jangan berkata seolah kau adalah segalanya, apa kau tahu penderitaan apa saja yang sudah Hyura lalui sampai hari ini? Kau tidak tahu kan? jadi jangan sok tahu dan berdirilah ditempat yang seharusnya kau tempati. Kau hanya ayah bagi Da Eun, bukan suami untuk Lee Hyura.”


Apa mereka sudah saling mengenal lama? Donghae tidak mungkin berkata seperti itu jika dia tidak mengenal Hyura dengan baik.

__ADS_1


“Da Eun-ah, selesaikan gambarnya Appa dan eomma ingin mengobrol sebentar.”


Kyuhyun menarik pergelangan tangan Hyura agar gadis itu mengikutinya, meskipun harus membuka gaun biru yang mereka kenakan sepertinya Kyuhyun tidak memiliki waktu lagi untuk membicarakan pria itu.


Karena tidak ada siapapun di ruang tunggu, Kyuhyun memutuskan untuk menjadikan ruangan itu sebagai tempat berbicara.


“Wae?” Hyura menarik tangannya agar terlepas dari genggaman tangan Kyuhyun.


“Sebenarnya apa hubunganmu dengan Lee Donghae?”


“Aku tidak mengerti maksud ucapanmu.” Hyura mengusap tangannya yang sedikit perih akibat tarikan pria itu.


“Tidak mungkin Da Eun bisa seakrab itu dengan Donghae kalau kau dan pria itu tidak menjalin hubungan.”


Kyuhyun belum mendapatkan jawaban apapun saat dari arah belakangnya seorang wanita paruh baya sedikit menarik siku tangan kanan Hyura kemudian menampar pipi kirinya keras, kejadian tak terduga itu membuat Kyuhyun sangat terkejut.


Kim Eun Ji berdiri disampingnya dengan tatapan mata tajam, dia merasa sangat puas karena telah memberikan pelajaran pada Lee Hyura yang tidak tahu malu.


“Eomma.”


“Seharusnya aku melakukan ini dari dulu.”


Hyura masih memegang pipi kirinya yang terasa kebas, mencoba menghalau air matanya saat tahu bahwa ibu Kyuhyun lah yang telah melakukannya. Seharusnya dia sudah tahu bahwa pertemuannya dengan Kyuhyun akan berujung masalah.


“Gwenchana?” Gadis itu masih menunduk. “Eomma, micheosseo?” Kim Eun Ji mengarahkan kemarahannya pada Hyura, itu yang membuat Kyuhyun tidak bisa menerima perlakuan wanita itu.


“Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, Apa kau sudah tidak waras? Kenapa kau membatalkan rencana pertunanganmu dengan Hyena?” Kim Eun Ji sudah tidak memperdulikan image wanita terhormatnya saat meneriaki Kyuhyun. Kali ini dia mengarahkan tatapannya pada Hyura.

__ADS_1


“Karena wanita miskin ini kau rela menghancurkan hidupmu? Apa yang harus aku katakan pada orang tua Hyena setelah ini? bagaimana bisa aku menemui mereka dengan wajah ini, Cho Kyuhyun?”


“Aku tidak mencintainya.” Kyuhyun mengucapkannya dengan yakin.


__ADS_2