Hyura

Hyura
part 15


__ADS_3

Sebuah gerakan kecil tangan yang sedang dia genggam membangunkan Hyura dari tidurnya, sosok mungil yang sejak kemarin tertidur lelap itu akhirnya membuka mata. Hyura merasa sangat lega, tersenyum untuk menyambut Da Eun yang juga membalas senyumannya.


“Eomma.”


Sebuah ciuman lembut dia hadiahkan untuk Da Eun. “Eum.”


“Appaneun?”


Hyura tertegun. “Appa?”


“Kemarin aku bermain dengan appa, eomma. Sekarang Appa dimana?”


Apa ayah yang dimaksud Da Eun adalah Kyuhyun? Darimana Da Eun tahu Kyuhyun adalah ayahnya? apa Kyuhyun yang mengatakannya?


“Eomma.”


Hyura seperti tersadar dari lamunan, dia kemudian semakin mencondongkan tubuhnya untuk kembali mendaratkan sebuah ciuman di kening Da Eun. “Ada yang harus Appa lakukan, sayang. Kalau sedang tidak sibuk dia akan kembali kesini untuk melihat Da Eun.”


Dengan senyuman yang sama anak itu tersenyum, wajahnya masih sangat pucat namun senyum yang dia tunjukkan sangat manis. Dia seperti sangat senang.


Apa karena kehadiran Kyuhyun?

__ADS_1


***


Pihak rumah sakit menelpon setengah jam sebelum Kyuhyun masuk ke ruang rapat, memberitahu bahwa Da Eun sudah bangun. Jika saja dia bisa memilih, Kyuhyun tentu akan lebih memilih untuk datang ke rumah sakit.


Tapi, rapat hari ini tidak bisa diwakilkan. Kyuhyun harus menghadirinya demi kelangsungan perusahaan yang sudah susah payah ayahnya bangun.


Maka beberapa menit setelah rapat resmi di tutup, tidak ada hal lain yang Kyuhyun lakukan selain memberitahu sekretaris Kim bahwa dia tidak bisa kembali ke ruang kerjanya. Tidak ada hal lain yang lebih penting selain Da Eun dan kesehatannya.


“Kyuhyun oppa.”


Kyuhyun yang merasa namanya di panggil itu berhenti, ada seorang wanita yang sangat dia kenali berjalan menghampirinya dengan senyuman. “Hyena-ya.”


“Untung saja Oppa masih disini.” Wanita itu datang padanya dengan tampilan yang sangat cantik, rambut panjangnya di gerai dengan apik, handbag yang dia pegang adalah salah satu koleksi brand ternama. Siapapun yang melihatnya tentu saja akan langsung tahu bahwa dia bukan gadis dari keluarga sembarangan.


“Aku sedang terburu-buru.”


Hyena sudah berusaha untuk mengerti Kyuhyun, namun sepertinya tidak pernah ada harapan untuknya bisa memiliki hati pria itu. “Makan siang denganku, bagaimana? Ada yang ingin aku bicarakan denganmu.”


Kyuhyun tampak menimbang, dia mengecek waktu di arloji yang terpasang dipergelangan tangan kirinya. “Baiklah, hanya sebentar.”


“Gumawo.”

__ADS_1


Membutuhkan waktu hanya lima belas menit untuk sampai di restauran yang Hyena pilih, mereka duduk di meja kosong yang terletak tidak terlalu jauh dari jendela. Secangkir kopi panas di depan Kyuhyun sementara Hyena memilih Jus sebagai penghilang rasa hausnya.


Bisa di katakan hubungan keduanya terjalin atas keinginan orang tua kedua belah pihak, Hyena adalah salah satu putri konglomerat Kim yang tentu saja akan semakin mempermulus jalan Kyuhyun mendapatkan kejayaan.


Dengan manner yang baik dan berpendidikan tinggi seperti yang Kim Eun Ji inginkan.


“Appa dan Eomma ingin kita bertunangan dalam satu bulan ini, eommonim juga sudah menyetujuinya.”


Kyuhyun mengalihkan tatapan dari kepulan asap di kopinya kepada Hyena. Apa?


“Bagaimana pendapatmu, Oppa?”


Tentu saja Kyuhyun sedang tidak dalam keadaan yang baik untuk membicarakan pertunangan apalagi pernikahan, prioritas utama pria itu sekarang adalah Lee Da Eun. Maka, dengan tatapan yakin dia bersuara. “Rasanya hubungan kita tidak bisa dilanjutkan Hyena-ya.”


Bagai petir menyambar, ucapan itu membuat Hyena bahkan tidak bisa bernafas. “Mwo?”


“Aku memiliki seorang putri.”


Hyena membeku, nyaris tidak tahu perasaan macam apa yang dia rasakan sekarang. Kyuhyun pasti sedang mencari alasan untuk menghindarinya, bagaimana mungkin Kyuhyun memiliki seorang putri sementara dirinya saja belum menikah.


“Kau sedang bercanda kan, oppa?”

__ADS_1


“Maafkan aku, aku tahu tidaklah cukup untukku jika hanya meminta maaf.”


__ADS_2