Hyura

Hyura
part 25


__ADS_3

Masih tanpa menghiraukan Kyuhyun Donghae pun berbalik, dia meninggalkan keduanya dalam keheningan setelah dia melakukan apa yang harus dia lakukan. Kyuhyun tidak memiliki masalah dengan sikap pria itu.


“Cha, sekarang waktunya kau tidur.”


Setelah menyimpan kembali botol air minum milik Da Eun di nakas, Kyuhyun membantu anak itu untuk berbaring. Kyuhyun menarik selimut bergambar pororo sampai batas dada kemudian menggenggam tangan anak itu lembut.


“Eomma?”


“Dia akan pulang sebentar lagi.”


“Da Eun ingin Eomma, Appa.”


Lalu apa yang harus Kyuhyun lakukan?


“Da Eun ingin eomma.” Anak itu menangis, menyebut ibunya yang masih belum juga pulang. “Eomma.”


“Ssstt, uljima.”


“Eomma.”


Tidak tahan dengan tangisan Da Eun akhirnya Kyuhyun memilih untuk menghubungi Hyura, dia mencari kontak wanita itu di dalam ponselnya.


Deringan pertama tidak di jawab, begitu pun di deringan kedua.


“Eomma.”


“Eomma akan pulang sebentar lagi, Da Eun-ah.”


Apa Hyura sering meninggalkan Da Eun seperti ini?


Lalu dengan siapa Da Eun jika Hyura tidak ada?


Lee Donghae?

__ADS_1


Pantas saja Da Eun bisa sangat akrab dengan Lee Donghae.


“Eomma.”


Kyuhyun menghapus air mata Da Eun dengan ujung ibu jarinya, lalu mengusap perut anak itu untuk membuatnya sedikit tenang. “Nanti saat kau bangun, Appa yakin Eomma sudah pulang.”


Anak itu terisak.


****


Setelah memastikan bahwa Da Eun sudah sangat nyenyak diantara tidurnya, Kyuhyun memutuskan untuk menggunakan GPS di ponselnya. Dia harus berkendara setidaknya setengah jam untuk bisa sampai di lokasi yang GPS tunjukkan.


Sebuah restauran biasa yang masih terlihat sangat ramai meskipun jam sudah menunjuk angka sepuluh.


Kyuhyun masuk kedalam restaurant tersebut untuk mencari Hyura yang belum bisa dia lihat, mungkin saja Hyura bekerja sebagai pelayan atau dia hanya sekedar mampir untuk mengisi perut.


Bau dari daging panggang bercampur dengan alkohol masuk kedalam hidungnya, bersamaan dengan riuh rendah pengunjung yang tampak menikmati obrolan dan makanan.


Wanita paruh baya itu tampak berfikir, kemudian membalas tatapan Kyuhyun. “Mungkin yang kau maksud adalah wanita muda yang baru bekerja hari ini, namanya juga Lee Hyura.”


“Bisa aku bertemu denganya?”


“Dia di dapur_”


“Ahjumma, mana pesananku?”


Wanita itu mendesis kesal oleh suara pelanggannya yang sudah tidak sabar. “Aigoo, kau lihat saja disana.”


Ada sebuah pintu pendek yang tidak Kyuhyun ketahui akan menghubungkannya kemana, dia tetap masuk karena yakin Lee Hyura yang ahjumma bicarakan adalah Lee Hyura yang sedang dia cari.


“____Pakai otakmu, katakan padaku bagaimana caranya kau mengganti semua ini?”


“Maafkan aku.”

__ADS_1


Suara itu sangat jelas terdengar dari tempatnya berdiri, Kyuhyun melihat seorang pria paruh baya sedang memarahi seorang wanita yang tidak bisa Kyuhyun lihat wajahnya. Wanita itu membelakanginya seraya menunduk.


“Mengesalkan saja, cepat selesaikan pekerjaanmu. Banyak sekali tamu yang datang.”


“Akan saya lakukan.”


Kyuhyun mengenali suara itu.


Lee Hyura duduk di sebuah kursi pendek dengan sebuah wadah besar tempat dia mencuci semua peralatan dapur, kedua tangannya menggunakan sarung tangan warna merah muda dengan celemek dibagian depan tubuhnya.


Kyuhyun tidak mendengar isakan, namun dia melihat Hyura menghapus air matanya.


Saat itu juga dia menghela nafas, mungkin ucapan Donghae memang benar. Dia sama sekali tidak tahu apa yang sudah Hyura lalui sampai detik ini.


Wadah-wadah yang harus Hyura bersihkan adalah panggangan yang terbuat dari besi, bukan hanya satu atau dua, jumlahnya sangat banyak. Belum lagi dengan piring dan gelas yang sudah menumpuk.Apa Hyura merelakan waktunya dengan Da Eun untuk mengerjakan semua ini?


Dengan langkah lebar Kyuhyun menghampiri Hyura yang masih bersusah payah membersihkan panggangan, mendengus tapi sengaja tidak mengatakan apapun. Dia menunggu reaksi macam apa yang Hyura tunjukkan saat melihatnya.


Disaat itu lah Hyura menoleh, kaki yang dibalut sepatu pentopel hitam berdiri sejajar disampingnya.


“Berdiri.”


Hyura mendongak karena terkejut. “Kau_kenapa kau bisa disini?”


Seakan tidak memperdulikan pertanyaan Hyura, Kyuhyun menarik tangan kiri wanita itu untuk berdiri. Awalnya Hyura menolak, tapi tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Kyuhyun yang besar.


Kyuhyun secara paksa melepaskan sarung tangan dan celemek yang Hyura pakai, menarik tangan wanita itu untuk keluar dari sana.


“Kyuhyun-ssi, tunggu.”


“Dimana tasmu?”


“Aku belum menyelesaikan pekerjaanku.”

__ADS_1


__ADS_2