Hyura

Hyura
part 7


__ADS_3

Anak kecil yang mengenakan pakaian rumah sakit itu mengenakan sandal dengan gambar kepala beruang diatasnya, tangan bajunya dilipat di area pergelangan karena terlalu panjang. Kyuhyun tidak bisa melihat wajahnya, namun dia bisa mendengar suara tawanya yang begitu merdu.


“Ibumu belum datang?” Pria itu mengenakan jubah putih dengan nametag menggantung di sakunya.


Lee Dae Eun menggeleng. “Wae?”


“Ada yang ingin nemo ahjussi katakan padanya.” Tangan Donghae mengusap ujung kepala Da Eun yang ditutupi topi rajut berwarna pink kesukaannya. “Bukankah ini waktunya untuk tidur? Kajja, nemo ahjussi antar sampai kamar.”


Disaat itulah Da Eun berbalik, wajahnya bisa Kyuhyun lihat dengan jelas. Meskipun pucat dan tirus, namun pesonanya bisa Kyuhyun rasakan. Astaga, anak itu perpaduan sempurna antara dirinya dan Hyura.


Matanya yang besar mirip sekali dengan ibunya, sementara hidungnya yang mancung Da Eun dapatkan darinya. Kyuhyun membeku, hampir tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat Donghae dan Da Eun perlahan mendekat padanya.


“Anyeonghaseyo.” Donghae membungkuk kepada Kyuhyun yang masih terpaku, mungkin saja pria itu mengira Kyuhyun adalah salah satu anggota keluarga pasien.


Keduanya berjalan perlahan dengan tangan mungil Da Eun menggenggam tangan Donghae, berbelok tanpa kecurigaan menuju kamar Da Eun yang sudah tidak terlalu jauh.


“Da Eun-ah.”

__ADS_1


Nama Da Eun mengalun merdu kala sosoknya tidak bisa lagi Kyuhyun lihat, tangan kanannya terangkat menuju dadanya yang tiba-tiba saja menghangat kala mengucapkan nama anak itu.


Ya tuhan, dia memiliki seorang putri.


****


“Darimana saja Cho Kyuhyun?”


Kim Eun Ji berdiri dengan angkuh menyambut kedatangan Kyuhyun yang baru bisa pulang di jam dini hari, tidak banyak pekerjaan yang dia selesaikan di kantor, dia hanya menghabiskan waktu di rumah sakit dengan harapan akan kembali melihat Da Eun.


“Ada yang harus aku selesaikan di kantor, eomma.”


Kyuhyun tidak ingin mendebat ibunya, untuk itu dia ingin segera menjauh dengan menaiki tangga. Kamarnya berada di lantai dua rumah ini. Tapi_


“Sekretarismu bilang kau pergi sebelum makan siang dan sampai jam kerja berakhir kau tidak kembali ke kantor.” Sepertinya Kyuhyun melupakan fakta bahwa ibunya orang bertipikal pantang menyerah, seharusnya dia tahu bahwa kepergiannya hari ini akan menjadi bahan berdebatan panjang. “Apa yang kau lakukan sebenarnya?”


Kyuhyun akhirnya berbalik, dia berhenti di undakan anak tangga kedua untuk melihat ibunya. “Salah satu pegawaiku mengalami kecelakaan, aku datang ke rumah sakit untuk melihat keadaannya.”

__ADS_1


Kedua alis Kim Eun Ji nyaris bertemu, tatapannya menyiratkan ketidakpercayaan atas ucapan Kyuhyun yang menurutnya bohong.


“Jangan berbohong.”


“Aku mengatakan yang sebenarnya.”


Kali ini Kyuhyun mengatakannya dengan ekspresi meyakinkan, memberitahu ibunya bahwa itulah yang dia lakukan hari ini.


“Anggap saja aku mempercayaimu, tapi, jika kau melakukannya lagi. Aku tidak akan segan mencari tahu.” Kim Eun Ji hanya tidak ingin Kyuhyun melakukan kesalahan sama, wanita yang masuk kedalam keluarganya harus wanita baik-baik yang berasal dari keluarga terhormat. “Dan satu hal lagi, luangkan lebih banyak waktu dengan Hyena. Eomma sudah membicarakan masalah pertunangan kalian dengan orang tuanya.”


Tidak ada hal lain yang Kyuhyun ucapkan selain mengiyakan ucapan ibunya. Setelah itu dia berbalik, kembali melanjutkan langkah menuju kamarnya di lantai dua.


Kamar tempat Da Eun dirawat adalah kamar yang dihuni oleh delapan anak yang mungkin memiliki riwayat penyakit sama, Kyuhyun menemukan kamar itu dari nama yang tertera di bagian samping pintu yang sudah ditutup.


Lee Da Eun.


Nama itu dicatat dengan baik diantara nama anak-anak lain.

__ADS_1


__ADS_2