Hyura

Hyura
part 33


__ADS_3

Dan seolah tidak pernah terjadi apapun, Hyura melambaikan tangan sebagai ucapan perpisahan. Begitu juga dengan Da Eun yang berbalik dan melambaikan tangan. Da Eun percaya jika kepergian ibunya itu tidak akan lama, ibunya pasti akan pulang untuk bermain dengannya.


****


Alunan dari lagu Baby Shrak terdengar dari ruang tengah, Kyuhyun baru saja menyelesaikan pekerjaan yang tertunda karena banyaknya hal yang harus dia lakukan di rumah sakit. Da Eun duduk di sofa putih, tangan kirinya memeluk sebuah boneka kelinci kecil yang dia belikan siang tadi.


“Mwohae?”


Da Eun menoleh kearah ayahnya. “Appa, Pegeoppa.”


Ah, sekarang dia bukan lagi pria lajang yang bisa hidup seenaknya. Meskipun belum menikah dia sudah memiliki seorang putri cantik, dia mungkin tidak lapar, namun Da Eun berbeda.


“Kau mau makan apa? Biar Appa pesankan untukmu.”


Bukan menjawab, Da Eun malah menatap Kyuhyun dengan dua mata bulatnya yang cantik. Terheran karena dia tidak tahu apa yang ingin dia makan, terlebih ibunya tidak pernah membeli makanan, ibunya akan terlihat sangat sibuk di dapur untuk membuatkan sesuatu.


“Wae? Kenapa kau menatapku seperti itu?”


“Tanya Eomma saja, dia pasti tahu harus memasak apa.”


“Eomma?” Lagi-lagi Lee Hyura.


“Eum.”


“Kita pesan saja Da Eun-ah.”


“Wae?”


‘Karena aku tidak bisa memasak’ andai saja Kyuhyun bisa mengatakan demikian. Tapi, poin plus di mata Da Eun pasti akan berkurang jika mengatakan hal itu. “Karena Appa sudah mengantuk, supaya lebih praktis kita pesan saja.”


“Praktis itu apa?”

__ADS_1


Kyuhyun diam sebentar, bagaimana menjelaskannya kepada Da Eun? “Praktis itu tidak usah memasak.”


Da Eun mengangguk mengerti. “Arrasseo.”


“Kau mau apa? Chikin?”


Da Eun mengangguk. “Eum.”


“Arasseo, Chakkaman.”


Sebelum beranjak untuk menelpon restaurant cepat saji Kyuhyun terlebih dulu mengacak ujung kepala Da Eun yang masih tertutupi Beanie, dia membiarkan anak itu kembali larut dalam lagu keluarga Hiu yang sangat disukai anak-anak.


Harinya pasti akan lebih menyenangkan karena kehadiran Da Eun.


****


“Appa?” Suara Da Eun terdengar dari luar kamar, tidak lama kemudian pintu di buka oleh sosok mungil yang masih memanggilnya. “Appa.”


Da Eun menutup pintu hingga menimbulkan suara bedebum, bertelanjang kaki menyusuri lantai kamar ayahnya dengan langkah yang sedikit cepat. Dia naik ke ranjang dengan susah payah, masuk kedalam selimut putih sang ayah lalu berdiam dalam pelukan hangatnya.


“Kenapa belum tidur?”


“Da Eun takut.”


Kyuhyun menepuk-nepuk perut Da Eun agar membuatnya tidur, besok dia harus pergi bekerja pagi sekali. Ada banyak sekali yang harus dia lakukan.


“Appa, kenapa eomma belum datang?”


Seketika itu juga tangan Kyuhyun berhenti, dia menarik nafas berat. “Mungkin pekerjaannya belum selesai.”


“Da Eun sangat menyukai Eomma, apa Appa juga menyukai eomma?”

__ADS_1


Tahu apa Da Eun tentang perasaan orang dewasa.


“Memangnya suka itu apa?” Kyuhyun balik bertanya.


“Saat Eomma membuat Da Eun tertawa, saat eomma memeluk Da Eun, eomma bilang itu suka. Da Eun juga sayang eomma.”


“Appa tidak?”


“Da Eun juga sayang Appa, tapi Da Eun lebih sayang Eomma.”


Kyuhyun seperti tidak terima. “Kenapa seperti itu?”


“Eum, kenapa ya? Da Eun juga tidak tahu.” Lee Da Eun mempersembahkan sebuah tawa menggemaskan, menunjukkan ekspresi bingung yang anehnya malah membuat Kyuhyun tertawa. “Dulu eomma sering mengajak Da Eun jalan-jalan.”


“Benarkah?”


“Eum, Eomma juga sering sekali membelikan Da Eun boneka.”


“Boneka apa yang kau suka?”


“Pororo.” Kemudian Da Eun seperti diingatkan. “Ah, Boneka pororo Da Eun ada di nemo Ahjussi. Nemo Ahjussi pasti lupa mengembalikannya pada Da Eun.”


Kyuhyun seperti merasa tertarik, dia ingin sekali banyak tahu tentang hubungan Hyura dan Donghae. Sedikit banyaknya Da Eun pasti tahu apa yang sudah laki-laki itu lakukan pada Hyura.


“Da Eun suka Nemo ahjussi?”


“Eum, Da Eun suka Nemo Ahjussi.” Da Eun memiringkan tubuhnya untuk semakin meringkuk didalam pelukan Kyuhyun. “Nemo Ahjussi sering membawa banyak sekali makanan untuk Da Eun, nemo Ahjussi juga sering memberi eomma bunga.”


Bunga? Jadi benar, Kyuhyun rasa hubungan mereka lebih dari hubungan antar dokter dan keluarga pasien.


Tanpa Kyuhyun sadari, kedua mata Da Eun mulai terpejam. Kedua mulutnya membuka dengan lucu, persis apa yang selalu dia lihat dari Hyura dulu. Da Eun selalu mengingatkannya pada Hyura, jika dilihat lebih seksama, ternyata Da Eun memang lebih mirip Hyura ketimbang dirinya.

__ADS_1


“Jjalja.”


__ADS_2