I LOVE YOU BECAUSE ALLAH

I LOVE YOU BECAUSE ALLAH
BAB 14 : Dimana Mama Dokter Alam?


__ADS_3

Aku berjalan menuju kamarku. Begitu aku masuk aku langsung mandi dan duduk diatas tempat tidur. Kuraih tasku untuk mengambil ponsel . Aku ingin menelepon Dokter Alam karena sejak aku sampai dirumah hingga sekarang aku belum meneleponnya.


“ Halo assalamualaikum mas.” Kataku.


“ Walaikumsalam, kamu udah sampai rumah?” tanyanya.


“ Iya udah mas ini baru selesai mandi.” Kataku.


“ Yaudah sekarang mending kamu istirahat .” Katanya.


“ Iya mas kamu juga istirahat.” Kataku.


“ Iya, besok kamu aku jemput ya tapi sebelum ke kampus nganter Hanabi dulu kesekolah ya.” Katanya.


“ Iya, dia masih tidur mas?” tanyaku.


“ Nggak sekarang dia lagi nonton TV begitu kamu pergi dia langsung bangun.” Katanya.


“ Yaudah mas aku mau tidur dulu capek banget aku mas.” Kataku.


“ Iya assalamualaikum.” Katanya.


“ Walaikumsalam.” Kataku langsung menutup sambungan teleponnya.


Kuletakan ponselku diatas meja dan segera menarik selimutku. Aku ingin tidur sebentar setelah itu baru menyiapkan keperluan untuk kuliah besok.


Tok tok tok


Aku mendengar pintu kamarku diketuk tapi aku enggan untuk membuka pintu. Aku kembali memejamkan mataku kembali.


Tok tok tok


“ Nayla bangun.” Kata Kak Alex.


Aku langsung bangun dan membuka pintu. Saat aku membuka pintu aku sudah melihat Kak Alex berdiri didepan pintu sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada.


“ Kenapa sih Kak aku masih ngantuk nih?” tanyaku menyenderkan tubuhku ke pintu.


Kak Alex menggelengkan kepala “ Kamu itu tidur terus tau nggak ini udah jam berapa?” katanya.


Aku hanya menggeleng “ Ini udah jam 18:30.” Katanya.


“ Haaa ... Setengah 7?” Kataku.


Kak Alex mengangguk “ Kok nggak bangunin dari tadi sih?” tanyaku.


“ Tadi udah kakak bangunin tapi kamu nggak buka pintunya jadi kakak tinggal shalat dulu.” Katanya.


“ Yaudah aku mau mandi terus shalat.” Kataku.


“ Kalo udah selesai kamu turun bantuin nyiapin makanan malam.” Katanya.


“ Iya.” Kataku langsung menutup pintu.


Aku berlari menuju kamar mandi. Setelah beberapa menit aku keluar dan segera shalat. Saat aku selesai shalat magrib tiba-tiba terdengar suara azan isya. Jadi aku sekalian saja untuk shalat isya daripada aku turun terus naik lagi buat shalat kan bolak balik.

__ADS_1


Selesai shalat isya aku langsung turun menuju meja makan. Aku lihat hanya ada Kak Alex yang sedang menata makanan dimeja makan. Aku langsung berjalan menghampirinya. Aku langsung duduk dan sepertinya membuatnya kaget.


“ Kamu itu ngagetin aja dek.” Katanya.


“ Bunda mana Kak?” tanyaku.


" Lagi shalat." Katanya


" Ooo..." kataku.


“ Kamu udah shalat?” tanyanya.


“ Udah dong.” Kataku.


“ Kalo gitu bantuin kakak ambil semua makanan yang ada di dapur kakak mau shalat dulu.” Katanya.


“ Oke.” Kataku.


Kak Alex langsung meninggalkan meja makan. Dia berjalan menuju kamarnya. Aku segera menuju dapur untuk mengambil makanan itu. Aku mengambil satu persatu makanan yang ada disana dan meletakannya diatas meja makan.


Setelah selesai aku segera mengambil piring kedalam dapur dan meletakannya diatas meja makna. Tak berapa lama Bunda datang dan aku langsung memintanya untuk duduk.


“ Kakak kamu mana?” tanyanya.


“ Lagi shalat Bun.” Kataku yang masih sibuk menuangkan air kedalam gelas.


“ Tolong kamu panggil dia.” Katanya.


“ Iya Bun.” Kataku meletakan teko tempat air minum itu diatas meja.


“ Kamu kenapa dek?” tanyanya.


“ Aku disuruh Bunda untuk panggil kamu.” Kataku.


“ Yaudah ayo turun.” Katanya.


Kami berjalan beriringan menuju meja makan. Saat sampai kami segera duduk ditempat masing-masing. Kami langsung mengambil makanan masing-masing dan langsung menyantapnya dalam tenang. Tidak ada suara apapun selain suara piring dan sendok yang sedang beradu.


Kami semua fokus pada makanan masing-masing. Setelah selesai aku dan Kak Alex segera membereskan meja makan. Sedangkan Bunda sudah ke kamar Kak Alex memintanya untuk langsung istirahat karena akhir-akhir ini Bunda sering banget kecapekan.


Aku membawa semua piring kotor kedalam dapur. Kak Alex yang ada di dapur sibuk sedang mencuci piring. Aku mendekatinya dan membantunya.


“ Aku bantuin Kak.” Kataku sambil mengambil piring dan mengelapnya dengan menggunakan serbet dan meletakannya dirak piring.


“ Makasih.” Katanya.


“ Iya, Kak aku mau tanya?” tanyaku.


“ Tanya apa pasti soal Alam?” tebaknya.


“ Kok tahu sih?” tanyaku.


“ Ya tahulah Nay memangnya selain Alam ada yang mau kamu tanyain?” Tanyanya.


“ Nggak ada sih.” Kataku.

__ADS_1


“ Benerkan? Mau tanya apa?” Tanyaku.


“ Kakak tahu kalo Dokter Alam punya adik?” tanyaku.


“ Tahu, tapi waktu kakak lihat adiknya masih bayi mungkin sekarang dia sudah besar.” Katanya.


“ Kok nggak ngasih tahu aku?” tanyanya.


“ Yah mana kakak tahu kalo kamu belum tahu.” Katanya.


“ Ih kakak nyebelin.” Kataku.


“ Kok kamu malah marah sama kakak lagian yang penting kan sekarang kamu udah tahu." katanya.


Aku hanya diam memikirkan sesuatu sambil terus mengelap piring. Kak Alex langsung menyenggol tanganku dan itu hampir membuat piring yang aku pegang jatuh.


" Eh kak jatuh nanti piringnya." Kataku yang kaget.


" Kamu mikirin apa lagi sih kan udah ketemu sama adiknya ?” tanyanya.


“ Yang aku pikirin itu bukan masalah adiknya tapi mamanya Dokter Alam.” Kataku.


“ Mamanya?” tanyanya.


“ Iya kak, waktu tadi aku tanya dia bilangnya mamanya ada dirumah sakit memangnya mamanya Dokter Alam sakit apa sih kak?” tanyaku.


“ Mana kakak tahu setahu kakak sih waktu itu Mama Ratna baik-baik aja.” Katanya.


“ Jadi namanya Ratna?” tanyaku.


Kak Alex menganggukkan kepala “ Aku jadi penasaran dia orangnya kayak gimana ya? Soalnya waktu aku dirumah dokter Alam aku nggak nemu fotonya sama sekali.” Kataku.


“ Mana mungkin nggak ada fotonya waktu terakhir kakak disana masih ada fotonya kok.” Katanya.


“ Emangnya kakak terakhir kesana kapan?” Tanyaku.


“ Sekitar 3 tahun lalu.” Katanya.


“ Ih kakak itu sih lama banget.” Kataku.


“ Iya sih.” Katanya.


“ Kira-kira kenapa ya kak kok nggak ada fotonya mama Ratna?” Tanyaku.


“ Yah mungkin fotonya disimpan sama Alam.” Katanya.


“ Tapi kenapa harus disimpan?” tanyaku.


“ Mana kakak tahu kamu tanya aja sama Alam, Udah kakak mau ke kamar dulu.” Katanya.


“ Eh kak ini kan belum selesai.” Kataku menghentikan langkahnya.


“ Kamu lanjutin.” Katanya langsung pergi dari dapur.


Aku langsung segera menyelesaikan pekerjaanku dan pergi ke kamar. Aku masih penasaran sebenernya Mamanya Dokter Alam itu orangnya sepeti apa? terus kenapa mamanya dirumah sakit ? sebenarnya mamanya sakit apa sampai harus dirawat dirumah sakit. Apa mungkin sakitnya parah makanya harus dirawat? Tapi dirawat dirumah sakit mana? . Aku terus memikirkan hal itu hingga tak sadar aku sudah tertidur.

__ADS_1


__ADS_2