I LOVE YOU BECAUSE ALLAH

I LOVE YOU BECAUSE ALLAH
BAB 37 : Tulip Orange


__ADS_3

Setelah shalat Dokter Alam kembali ke kamar Nayla. Nayla sedang tertidur diatas ranjangnya. Dokter Nabila baru saja memeriksanya dan memberikan obat padanya. Dokter Alam duduk disamping Nayla. Dia menatap wajah Nayla sambil menggenggam tangannya. Tak terasa hingga dia tertidur disamping Nayla.


Dokter Alam terbangun karena mendengar alarm yang dia pasang. Sudah pukul setengah lima pagi dia bergegas mengambil air wudhu untuk shalat. Kali ini dia ingin shalat dikamar Nayla karena dia takut kalo tiba-tiba Natal membutuhkan sesuatu tapi tidak ada orang. Setalah shalat selesai dia juga berdoa. Tanpa Dokter Alam sadari Nayla melihatnya.


“Ya Allah ya Tuhanku tolong berikan kesembuhan pada Nayla, Hamba sangat mencintainya, Hamba tidak bisa hidup tanpanya. Ya Allah bukakanlah hatinya agar dia mau melakukan operasi agar hamba bisa terus bersamanya hamba sama sekali belum siap jika harus kehilangan dia. Aamiin.” doa Dokter Alam.


Air mata Nayla kembali mengalir. Dia sama sekali tidak menyangka begitu besarnya cinta Dokter Alam untuknya. Padahal dia sudah menyakiti hati Dokter Alam tapi ternyata Dokter Alam masih sangat mencintainya.


Dokter Alam berbalik badan. Dia melihat Nayla yang sedang menangis. Dokter Alam segera mendekatinya dan duduk disampingnya.


“Nayla kamu kenapa? Apa ada yang sakit?” tanya Dokter Alam yang mulai khawatir.


Nayla menggelengkan kepala. “Aku nggak papa.”


“Tapi kenapa kamu nangis?” tanya Dokter Alam.


“Ini bukan nangis cuma kelilipan debu aja.” Kata natal sambil mengucek-ucek matanya.


“Kamu nggak bohong kan sama aku?” tanya Dokter Alam.


Nayla menggelengkan kepala. “Mas, aku mau minum.”


Dokter Alam membantu Nayla untuk minum.


“Udah sekarang mending kamu istirahat aja aku jagain kamu disini.”


Nayla mengangguk dan memejamkan matanya kembali.

__ADS_1


Hari sudah mulai terang. Dokter Alam kelur sebenar untuk mencari makan. Setalah makan dia berjalan menuju toko bunga yang ada didekat rumah sakit. Setelah dia mendapatkan bunga yang dia inginkan dia kembali ke rumah sakit.


Dia berjalan menuju kamar Nayla. Saat membuat pintu ternyata Nayla sudah bangun dia duduk diatas ranjang sambil menatap keluar jendela. Dokter Alam berjalan mendekatinya dan meletakan bunga yang dia bawa diatas meja.


“Nayla, kamu udah bangun?” tanya Dokter Alam mengelus rambutnya.


Nayla mengangguk. “Kamu darimana?”


“Aku baru keluar sebentar dan aku belikan ini buat kamu.” Kata Dokter Alam memberikan buket bunga tulip orange.


Nayla menerima bunga tersebut. “Kamu tahu kenapa aku kasih kamu bunga itu?” tanya Dokter Alam.


Nayla menggeleng. “Tulip orange itu melambangkan kebahagiaan, kehangatan, dan keberuntungan,” kata Dokter Alam.


Nayla hanya diam mendengarkan penjelasan Dokter Alam.


Nayla kembali menangis. Dokter Alam segera menghapus air matanya. “Aku nggak mau lihat kamu sedih terus seperti ini yang aku mau lihat senyuman kamu bukan air mata kamu.”


Nayla memeluk Dokter Alam dan Dokter Alam balas memeluknya.


“Nayla, aku sayang sama kamu aku nggak mau sesuatu yang buruk terjadi sama kamu.” kata Dokter Alam mengelus-elus rambut Nayla.


Nayla terus memeluk Dokter Alam dengan erat sambil menangis. “Aku juga sayang sama kamu mas.”


“Udah nggak usah nangis lagi.” kata dokter Alam melepas pelukan Nayla.


Nayla menghapus air matanya dan tersenyum kearah Dokter Alam.

__ADS_1


“Nah gitu dong senyum kan kamu jadi lebih cantik.” kata Dokter Alam tersenyum.


“Apaan sih mas,” kata Nayla malu.


“Lihat tuh wajah kamu merah.” kata Dokter Alam menggoda Nayla.


“Nggak wajahku nggak merah.” bantah Nayla sambil memegang wajahnya.


“Beneran wajah kamu merah,” Kata Dokter Alam.


“Wajahku nggak merah mas,” bantah Nayla lagi.


“Kalo nggak merah itu wajah kamu kenapa?” tanya Dokter Alam.


“Memangnya wajahku kenapa?” kata Nayla bingung menatap wajahnya didepan cermin.


“Wajah kamu cantik.” kata Dokter Alam dan langsung membuat Nayla tersenyum.


“Apaan sih kamu bercanda terus.” kata Nayla memukul pundak Dokter Alam.


Dokter Alam terdiam melihat Nayla yang sedang tersenyum lebar. “Aku seneng bisa lihat kamu senyum lagi.”


Senyum Nayla menghilang dia diam menatap Dokter Alam. “Mas, aku mau operasi,”


“Kamu serius?” tanya Dokter Alam tidak percaya.


Nayla mengangguk dan Dokter Alam langsung memeluknya. “Makasih Nayla.”

__ADS_1


Nayla mengangguk dan balas memeluk Dokter Alam. Tanpa mereka sadari Kak Alex dan Bunda sedang mengintip dibalik pintu. Mereka merasa senang karena akhirnya Nayla mau melakukan operasi. Dan mereka memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka berdua.


__ADS_2