
Kak Alex meminta Bunda untuk duduk didekat Hanabi. Dokter Rudi memberikan air untuk Bunda agar lebih tenang. Bunda menerimanya dan segera meminumnya.
“ Gimana Lex apa kata Dokter?” tanya Dokter Alam.
“ Katanya Nayla butuh transfusi darah." Kata Kak Alex.
" Transfusi darah?" tanya Dokter Rudi.
" Iya, sedangkan yang punya darah sama dengan Nayla itu Ayah.” Kata Kak Alex.
“ Apa rumah sakit nggak punya stok darahnya?” tanya Dokter Rudi.
Kak Alex menggelengkan kepala " Nggak ada tapi rumah sakit juga lagi usaha buat cari donor darah. Kita berdoa aja semoga Nayla cepet dapet pendonor." Kata Kak Alex.
" Ya semoga aja Lex." Kata Dokter Rudi.
“ Apa golongan darahnya?” tanya Dokter Alam.
“ A Rhesus negatif.” Kata Kak Alex.
“ Kalo gitu ambil darah gue golongan darah gue A Rhesus negatif.” Kata Dokter Alam.
“ Lo serius Lam?” tanya Kak Alex.
“ Iya.” Kata Dokter Alam.
" Makasih banget Lam." Kata Kak Alex.
“ Terima kasih Ya Allah.” Ucap Bunda.
“ Yaudah kita ke Dokter Nabila sekarang.” Kata Kak Alex .
“ Rud gue titip Hana.” Kata Dokter Alam.
“ Oke Lam.” Kata Dokter Rudi.
“ Ayo Lex.” Kata Dokter Alam.
Mereka berdua langsung menuju ruangan Dokter Nabila. Mereka langsung masuk tanpa mengetuk pintunya dan itu membuat Dokter Nabila kaget.
“ Saya sudah dapat pendonorannya dok.” Kata Kak Alex.
“ Tapi kita harus cek kesehatan kamu dulu.” Kata Dokter Nabila.
“ Yaudah dok cepat lakukan sekarang.” Kata Dokter Alam yang sudah tidak sabar.
Dokter Nabila memanggil suster untuk membawa Dokter Alam keruang transfusi darah. Setelah melalu beberapa cek kesehatan. Akhirnya Dokter Nabila mengatakan kali Dokter Alam bisa mendonorkan darah untuk Nayla.
Kak Alex langsung memberi tahu kabar itu pada Bunda. Bunda sangat merasa bersyukur dan merasa lebih tenang. Dokter Alam sedang berada dalam ruang transfusi darah, sedangkan yang lain menunggunya diluar.
Setelah darahnya selesai diambil Dokter Alam langsung keluar dari ruangan itu. Bunda langsung mendekati Dokter Alam.
__ADS_1
“ Terima kasih Nak Alam Bunda nggak tahu gimana keadaan Nayla kalo nggak ada kamu.” Kata Bunda menangis sambil memegang tangan Dokter Alam.
“ Udah Bunda nggak usah nangis lagi Nayla sekarang baik-baik saja.” Kata Dokter Alam.
“ Thanks ya Lam.” Kata Kak Alex.
“ Sama-sama Lex.” Kata Dokter Alam.
Dokter Alam melihat jam yang ada ditangannya hampir pukul 5 sore.
“ Lex, gue anter Hana pulang dulu ya udah sore nih ntar gue kesini lagi.” Kata Dokter Alam.
“ Gue juga pamit pulang soalnya gue ada urusan.” Kata Dokter Rudi.
“ Iya makasih ya Lam, Rud.” Kata Kak Alex.
“ Hana ayo kita pulang.” Kata Dokter Alam.
“ Tapi Kak Nayla?” Katanya.
“ Kak Nayla udah nggak papa sekarang Hana kakak anter pulang dulu besok pulang sekolah baru kita kesini lagi.” Kata Dokter Alam.
Hanabi mengangguk “ Nek Hana pulang dulu.” Pamitnya pada Bunda sambil menyalami tangan Bunda.
“ Iya sayang hati-hati.” Kata Bunda.
“ Bun, Alam anter Hana pulang dulu.” Kata Dokter Alam menyalami Bunda.
“ Saya juga pamit Bun.” Kata Dokter Rudi.
“ Iya nak terima kasih karena kamu udah bawa Nayla kesini.” Kata Bunda.
“ Sama-sama Bun.” Kata Dokter Rudi.
Mereka bertiga meninggalkan rumah sakit sedangkan Kak Alex dan Bunda masih disana menemani Nayla. Dokter Alam melajukan mobilnya menuju rumah. Beberapa menit kemudian dia sampai dirumah. Dia segera menggendong Hanabi yang tertidur di mobil.
Saat akan membuka pintu tiba-tiba pintu terbuka. Seorang wanita sekitar 40 tahunan berdiri didepan pintu.
“ Bibi kapan pulang?” Tanya Dokter Alam.
“ Tadi sing den.” Kata Bi Suci nama pembantu Dokter Alam.
“ Yaudah Bi bantu saya bawain tasnya Hana.” Kata Dokter Alam.
“ Iya den.” Kata Bu Suci mengambil tas Hana dari Dokter Alam.
Dokter Alam menggendong Hana menuju kamar. Begitu sampai didepan pintu kamarnya Bu Suci langsung membukakan pintunya. Dokter Alam masuk dan langsung membaringkan Hana ditempat tidur. Bi Suci meletakan tas Hana diatas meja belajarnya.
“ Yaudah den saya mau balik ke dapur dulu.” Kata Bi Suci.
“ Iya Bi makasih.” Kata Dokter Alam.
__ADS_1
Bi Suci kelua dari kamar Hana dan langsung menutup pintunya. Dokter Alam duduk dipinggir tempat tidur Hana. Dia menatap wajah Hana yang sedang tertidur lalu mengecup keningnya. Kemudian Dokter Alam melepas sepatu Hana dan berjalan keluar kamarnya.
“ Bi.” Panggilnya.
“ Iya den.” Kata Bu Suci berlari dari arah dapur.
“ Nanti tolong jaga Hana saya mau keluar mungkin pagi saya baru pulang.” Kata Dokter Alam.
“ Iya den.” Kata Bu Suci.
Dokter Alam berjalan menuju kamarnya setelah selesai mandi dan shalat dia segera pergi menuju rumah sakit. Beberapa menit kemudian dia sudah sampai dirumah sakit. Dia segera menuju ruang rawat Nayla karena tadi Alex mengirim pesan padanya kalo Nayla sudah dipindah keruang rawat jalan.
Alex langsung masuk kedalam dia melihat Bunda duduk disebelah Nayla sambil memegang tangannya. Sedangkan Kak Alex duduk di sofa yang ada disana.
“ Assalamualaikum.” Kata Dokter Alam.
“ Walaikumsalam.” Kata Bunda dan Kak Alex bersamaan.
“ Lo udah dateng Lam?” tanya Kak Alex.
“ Iya, Gimana keadaan Nayla?” tanya Dokter Alam yang berdiri disamping Nayla.
“ Kondisinya udah stabil tadi Dokter kasih dia obat penenang biar bisa istirahat.” Kata Kak Alex.
“ Yaudah Lex Lo sama Bunda pulang aja biar malam ini Gue yang jaga Nayla.” Kata Dokter Alam.
“ Beneran Lo nggak papa malam ini jaga Nayla?” Tanya Kak Alex.
“ Iya biar Lo sama Bunda bisa istirahat.” Kata Dokter Alam.
“ Yaudah kita pulang sekarang thanks ya Lam.” Kata Kak Alex.
“ Iya.” Kata Dokter Alam.
“ Ayo Bun kita pulang.” Kata Kak Alex.
Bunda mengangguk setelah mencium Nayla dia langsung keluar bersama Kak Alex Dokter Alam ikut mereka keluar.
“ Gue titip Nayla Lam kalo ada apa-apa kabari gue.” Kata Kak Alex.
“ Iya Lo tenang aja gue pasti jagain Nayla.” Kata Dokter Alam.
“ Assalamualaikum.” Kata Kak Alex.
“ Walaikumsalam.” Kata Dokter Alam.
Setelah Bunda dan Kak Alex pergi Dokter Alam kembali masuk kedalam. Dia duduk disebelah Nayla sambil memegang tangannya dan mengelus rambutnya. Dia menatap wajah Nayla yang sedang tertidur karena pengaruh obat. Walaupun dengan keadaan seperti ini dia masih terlihat cantik.
Dokter Alam menatap jam didinding sudah menunjukkan pukul setengah 8 malam. Dia berjalan keluar menuju mushola karena dia belum shalat isya. Selesai shalat dia berjalan ke kantin rumah sakit untuk membeli makanan karena dia belum sempat makan waktu dirumah.
Setelah selesai makan dia kembali ke kamar Nayla. Dia membuka pintunya perlahan dan duduk disampingnya hingga dia tertidur.
__ADS_1