I LOVE YOU BECAUSE ALLAH

I LOVE YOU BECAUSE ALLAH
BAB 31 : Keadaan Mama Ratna


__ADS_3

Dokter Alam baru saja selesai operasi. Dia duduk di ruangannya untuk istirahat sebentar. Tiba-tiba ponselnya berdering dia langsung mengangkatnya.


“Selamat siang,” sapa seseorang yang ada di seberang telepon.


“Siang, dengan siapa ini?” tanya Dokter Alam.


“Saya dari rumah sakit jiwa sentosa saya ingin menyampaikan bahwa ibu anda ibu Ratna sedang kritis,” kata orang tersebut.


“Apa mama saya kritis?” tanya Dokter Alam.


“Benar pak dia terus memanggil nama bapak,” kata orang tersebut.


“Saya akan kemana sekarang,” kata Dokter Alam langsung mengambil kunci mobilnya.


Dia berlari menuju tempat parkir. Begitu masuk kedalam mobilnya dia segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat mamanya dirawat. Dia merasa sangat gelisah dia tidak mau kalo terjadi sesuatu pada mamanya. Karena dunia ini hanya mamanya orang tua yang dia punya.


Dia terus melaju kan mobilnya menuju ruang sakit dengan kecepatan tinggi. Dia dalam mobil dia menangis memikirkan keadaan mamanya.


Saat sampai dirumah sakit dia langsung memarkir mobilnya. Dan segera berlari menuju kamar mamanya. Dia depan kamar dia bertemu dengan Suster Rini.


“Gimana keadaan mama aku?” tanya Dokter Alam.


“Kamu lihat sendiri.” kata Suster Rini membukakan pintu untuk Dokter Alam.


Dokter Alam masuk dan melihat mamanya terbaring ditempat tidur dengan infus yang menjalar ditangannya. Dan sebuah luka di pergelangan tangannya. Dokter Alam berjalan mendekatinya. Dia duduk dan menggenggam tangan mamanya.


“Kenapa mama bisa seperti ini?” tanya Dokter Alam.


“Mama kamu berusaha untuk bunuh diri lagi,” jawab Suster Rini.


“Mah,” panggil Dokter Alam pelan sambil membelai rambut mamanya.


Mama Ratna membuka matanya. “ Alam kamu disini nak?” tanya Mama Ratna.


“Iya mah, Alam disini kenapa mama ngelakuin ini?” tanya Dokter Alam.


“Mama mau bersama papa kamu,” kata Mam Ratna.


Dokter Alam menangis. “ Mama jangan seperti ini,” katanya mencium tangan mamanya.


“Mama sudah sadar mama ingin menyusul papa kamu disurga,” kata Mama Ratna.


“Alam mohon mah jangan pernah ngomong seperti itu,” kata Dokter Alam menangis.


“Kamu jangan menangis mama tidak mau membebani hidup kamu,” kata Mama Ratna ikut menangis.

__ADS_1


“Mama bukan beban buat Alam,” kata Dokter Alam.


“Mama senang bisa melihat kamu disini mama juga berharap bisa melihat adik kamu,” katanya.


“Mama bisa bertemu Hana tapi mama harus sembuh dulu,” kata Dokter Alam.


“Jadi namanya Hana? Nama yang bagus,” kata mama Ratna.


“Mama tolong jangan seperti ini Alam nggak bisa kehilangan mama,” kata Dokter Alam.


“Mama sayang sama kamu dan adik kamu kalian berdua adalah anugerah terindah buat mama dan papa,” kata Mama Ratna.


“Mama titip adik kamu,” kata Mama Ratna.


“Mah,” panggil Dokter Alam.


“Jangan menangis sayang mama nggak aku liat kamu sedih kamu harus hidup bahagia, Oh iya perempuan yang datang bersama kamu waktu itu mama suka sama dia,” kata Mama Ratna.


“Hiduplah bahagia bersamanya mama akan selalu mendoakan kalian berdua,” kata Mama Ratna.


Tiba-tiba mama Ratna mengalami sesak nafas. Suster Rini segera berlari mencari Dokter. Dokter Alam terus berusaha membangunkan mamanya.


“Mah bangun mah.” Teriaknya sambil menggoyangkan tubuh mamanya.


Dia terus menggerakkan tubuh mamanya.


“Mah bangun jangan tinggalin Alam, Alam nggak bisa hidup tanpa mama.”


Dokter dan beberapa perawat langsung menerobos masuk kedalam kamar mama Ratna. Dokter meminta untuk Dokter Alam menyingkir tapi dia tidak mau dia ingin terus bersama dengan mamanya.


“Tolong tuan bisa tunggu diluar!” kata seorang Suster.


“Nggak saya nggak mau saya mau dini.” kata Dokter Alam masih memeluk mamanya.


“Tolong tuan kerja samanya jika anda seperti ini kami tidak bisa menolong ibu anda.” kata seorang Suster mencoba untuk menarik tubuhnya.


Suster Rini langsung menarik tubuh Dokter Alam untuk keluar dari kamar mamanya. Suster Rini memintanya untuk duduk menunggu diluar. Dokter Alam menunggu dengan hati dan pikiran yang kacau. Dia benar-benar tidak ingin kehilangan mamanya.


Tidak lama Dokter akhirnya keluar. Dia segera mendekatinya untuk menanyakan keadaan mamanya.


“Maaf kami sudah berusaha sebisa mungkin tapi sepertinya tuhan berkehendak lain,” katanya.


“Apa maksudnya? Nggak mama saya belum meninggal dia masih hidup.” Kata Dokter Alam langsung masuk kedalam kamar mamanya.


Dia membuka selimut yang digunakan untuk menutupi tubuh mama Ratna. Air matanya kembali mengalir dia langsung memeluk tubuh mamanya. Dia sudah tidak tahu harus gimana lagi. Orang yang dicintainya lagi-lagi pergi meninggalkannya. Bagaimana caranya dia mengatakan ini pada Hanabi? Hanabi masih terlalu kecil untuk kehilangan mamanya?

__ADS_1


Suster Rini mendekati Dokter Alam. Dia memeluk tubuh Dokter Alam.


“Kamu harus kuat, Lam!” kata Suster Rini.


“Aku nggak bisa seperti ini,” kata Dokter Alam.


“Ini semua sudah takdir kita tidak bisa merubahnya,” kata Suster Rini.


“Gimana caranya aku ngomong sama Hanabi? Dia pasti sangat sedih mendengarnya,” kata Dokter Alam.


“Aku yakin Hanabi pasti baik-baik saja dia anak yang kuat, tapi kamu juga harus kuat untuk menghadapinya Gimana Hana bisa kuat kalo kamu lemah seperti ini?” kata Suster Rini.


Dokter Alam melepas pelukan Suster Rini. “Kamu bener Rin, aku harus hadapi semua ini aku yakin ini semua yang terbaik buat mama.”


Dokter Alam membelai wajah mamanya yang sudah pucat. Lalu dia mengecup kening mamanya dan menutup tubuh mamanya kembali.


“Kamu tunggu diluar aja biar aku yang urus jenazah mama kamu!” kata Suster Rini.


Dokter Alam mengangguk dan berjalan keluar kamar. Dia duduk di kursi yang ada didepan kamar tersebut. Dia mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


“Halo Rud!”


“Ada apa Lam?” tanya Dokter Rudi.


“Nyokap gue nggak ada, Rud.” Kata dokter Alam sambil menitikkan air mata.


“Nggak ada gimana maksud Lo? Bukannya nyokap Lo ada dirumah sakit?” tanya Dokter Rudi kebingungan.


Dokter Rudi sudah dari dulu tahu kalo mam Ratna ada dirumah sakit. Bahkan Dokter Alam mengetahui soal rumah sakit ini dari Dokter Rudi. Karena ada salah satu temannya yang bekerja dirumah sakit itu. Dan orang itu adalah Suster Rini.


Dokter Rudi mengenalkan Suster Rini pada Dokter Alam. Setelah mama Ratna masuk dirumah sakit itu Dokter Alam sering datang kesana untuk melihat keadaan mamanya. Karena terbiasa bertemu akhirnya mereka menjadi dekat.


“Nyokap coba bunuh diri lagi awalnya dia masih bisa diselamatkan, tapi tiba-tiba nyokap sesak nafas dan Dokter tidak bisa menyelamatkan nyawanya,” kata Dokter Alam.


“Lo ada dirumah sakit? Gue susul sekarang,” kata Dokter Rudi.


“Nggak perlu Rud, Lo ke rumah gue aja bentar lagi jenazah nyokap gue bawa pulang. Biar bisa segera dimakamkan,” kata Dokter Alam.


“Oke, gue tunggu dirumah Lo,” Kata Dokter Rudi.


Dokter Alam menutup sambungan teleponnya. Dia berjalan mendekati Suster Rini.


“Gimana Rin apa gue bisa bawa pulang mama sekarang?” tanyanya.


“Bisa, biar gue urus dulu semuanya,” kata Suster Rini.

__ADS_1


__ADS_2