I LOVE YOU BECAUSE ALLAH

I LOVE YOU BECAUSE ALLAH
BAB 39 : Nayla Kritis


__ADS_3

Semua sedang menunggu Nayla didepan ruang operasi. Semua menunggu dengan cemas dan terus berdoa semoga tidak terjadi sesuatu pada Nayla. Karena merasa tidak tenang Dokter Alam putuskan untuk shalat.


“Lex, gue shalat dulu ya?” kata Dokter Alam.


“Iya Lam,” kata Kak Alex.


Dokter Alam menuju mushola yang ada dirumah sakit. Setelah wudhu dia segera melaksanakan shalat. Selesai shalat dia duduk dan mulai berdoa.


“Ya Allah tolong lancarkan operasi Nayla, Semoga tidak terjadi sesuatu padanya, Hamba tidak bisa kehilangan dia Hamba sangat mencintainya, Hamba mohon Ya Allah tolong biarkan dia kembali pada hamba. Aamiin.” Doa Dokter Alam.


Setelah selesai berdoa dia bergegas keluar mushola. Dia sangat khawatir dengan keadaan Nayla. Dia buru-buru mengenakan sepatunya dan kembali keruang operasi. Dari kejauhan dia melihat Dokter Nabila sedang berbicara dengan Bunda dan Kak Alex. Dokter Alam langsung mendekati mereka.


“Operasinya lancar Lam,” kata Kak Alex.


“Alhamdulillah,” kata Dokter Alam bersyukur.


“Saya akan segera pindahkan Nayla keruang rawat kita tinggal pantau perkembangannya,” kata Dokter Nabila.


“Makasih Dok,” kata Kak Alex.

__ADS_1


“Sama-sama.” kata Dokter Nabila pergi.


Semua bisa bernafas lega. Akhirnya sekarang Nayla baik-baik saja.


***


Semua sedang menunggu Nayla dikamarnya. Mereka sedang menunggu Nayla sadar padahal ini sudah 24 jam seharusnya efek obat biusnya sudah hilang. Mereka semua terus menunggu dengan gelisah.


Tiba-tiba saja Nayla menjadi kejang-kejang. Semua yang ada disitu menjadi panik. Dokter Alam segera memanggil Dokter Nabila. Bersama beberapa perawat Dokter Nabila masuk kedalam kamar Nayla.


Dia langsung memeriksa keadaan Nayla. Tiba-tiba saja denyut jantung Nayla menghilang. Dokter Nabila langsung mengambil alat pacu jantung. Dia terus menggunakannya sampai jantung Nayla kembali berdetak. Setalah melakukannya beberapa kali akhirnya jantung Nayla kembali berdetak.


Dokter Nabila bisa bernafas lega. Dia keluar dari kamar Nayla menghampiri mereka yang sedang menunggu diluar.


“Sebenarnya tadi jantung Nayla sempat berhenti sebentar, tapi untungnya kita masih bisa menyelamatkannya namun denyut jantungnya sangat lemah, Dan Nayla sekarang sedang mengalami koma.” kata Dokter Nabila.


Bunda hampir saja pingsan mendengar pernyataan Dokter Nabila. Kak Alex langsung meminta Bunda untuk duduk. Kak Sasha mencoba menenangkan Bunda.


“Yang kita bisa lakukan sekarang hanya menunggu semoga ada keajaiban,” kata Dokter Nabila pergi.

__ADS_1


Dokter Alam segera masuk kedalam kamar Nayla. Dia melihat tubuh Nayla yang terpasang beberapa alat medis. Dia duduk didekat Nayla sambil menangis.


“Nayla kenapa kamu seperti ini? Tolong bangun Nayla aku tidak bisa hidup tanpa kamu.” Kata Dokter Alam terus menangis.


Kak Alex masuk kedalam kamar. Dia mendekati Dokter Alam yang terus menangis menunduk sambil memegang tangan Nayla.


“Sabar Lam kita harus kuat,” kata Kak Alex.


“Tapi gue nggak bisa kehilangan dia,” kata Dokter Alam.


“Gue tahu kita semua juga nggak mau kehilangan Nayla, saat ini yang bisa kita lakukan cuma berdoa agar Nayla bisa segera sadar,” kata Kak Alex.


“Iya Lex,” kata Dokter alam.


“Lam gue anter Bunda sama Sasha pulang dulu ya?” pamit Kak Alex.


“Iya biar gue yang jagain Nayla,” kata Dokter Alam.


“Makasih Lam gue duluan,” kata Kak Alex.

__ADS_1


“Sama-sama,” kata Dokter Alam.


Kak Alex langsung pergi meninggalkan kamar Nayla.


__ADS_2