
Setelah kelas selesai aku langsung menemui Dokter Alam. Rencananya sih aku mau nepatin janji aku ke dia. Tapi sepertinya hari ini Dokter Alam sedang sibuk. Sejak keluar dari kelas lagi aku tidak melihatnya lagi.
Apa mungkin dia udah pulang?, pikirku.
Aku mencoba mencarinya aku mulai dari kantin, mushola, perpustakaan bahkan aku sampai mencarinya di kantor tapi tidak ada. Aku mencoba bertanya kepada Dokter Rudi yang kebetulan berjalan didepanku.
“ Permisi dok, Dokter Alamnya kemana ya?” tanyaku berusaha sesopan mungkin.
“ Dia tadi udah pulang. Kenapa?” tanyanya.
“ Oooo jadi udah pulang ya dok kalo gitu makasih.” Kataku langsung pergi.
Kira-kira kenapa ya kok Dokter Alam tumben banget pulang cepat. Atau jangan-jangan dia lagi ada masalah. Semoga aja masalahnya cepet selesai.
Karena ternyata Dokter Alam udah pulang aku putuskan untuk langsung pulang juga. Buat apa aku lama-lama di kampus orang udah nggak ada kelas juga. Mending dirumah kan enak bisa rebahan sambil nonton film.
Setalah kira-kira 5 menit akhirnya ojek yang aku pesen datang juga. Aku segera naik dan meninggalkan gedung kampusku. Beberapa saat kemudian aku sudah sampai didepan rumah aku segera membayar dan masuk kedalam rumah.
Aku lihat banyak sekali mobil yang terparkir didepan rumah. Pasti temen-temen Kak Alex lagi pada ngumpul nih. Kira-kira ada Dokter Alam nggak ya ? Tapi aku tak melihat mobilnya disitu. Aku segera masuk kedalam.
“ Assalamualaikum.” Kataku.
“ Walaikumsalam.” Jawab Kak Alex dan yang lain.
Aku lihat diruang tamu ada sekitar sepuluh orang. 4 orang cewek dan 6 orang cowok. Yang aku kenal sih cuma Kak Rio, Kak Juna, sama Kak Bobby dan satu lagi satu cewek yaitu Kak Bella dan selebihnya aku nggak tahu.
Aku tidak melihat Dokter Alam ada disana. Kemana ya dia kok tumben nggak ikut kumpul. Biasanya kalo lagi pada kumpul begini Dokter Alam pasti ikut.
Saat aku mau berjalan menuju kamar tiba-tiba ada suara pintu diketuk. Aku langsung menghentikan langkahku siapa tahu itu Dokter Alam.
“ Sebentar gue buka pintu dulu.” Kata Kak Alex pada teman-temannya.
Aku langsung mencegah Kak Alex agar tak membuka pintunya “ Biar aku aja Kak.” Kataku berlari menuju pintu.
Kak Alex kembali duduk dan mengobrol dengan teman-temannya.
“ Assalamualaikum.” Terdengar suara salam dari luar.
“ Walaikumsalam.” Jawabku sembari membuka pintu.
Aku lihat Dokter Alam berdiri didepanku sambil tersenyum.
“ Alexnya ada?” tanyanya.
“ Ada, masuk aja dok.” Kataku mempersilahkannya masuk.
“ Kak, dicari Dokter Alam.” Kataku.
“ Lama banget sih Lo Lam.” Kata Kak Bobby.
“ Sorry, tadi gue abis dari rumah sakit dulu ada sedikit masalah disana.” Katanya.
“ Tapi masalahnya udah kelar kan Lam?” tanya Kak Bella.
“ Alhamdulillah udah.” Katanya.
Aku merasa seperti kacang disana berdiri nggak ada yang ngajak ngobrol. Aku putuskan untuk ke kamar aja.
“ Kak, aku ke kamar dulu ya.” Kataku.
“ Iya dek.” Jawabnya.
Aku berlari menuju kamarku dan seperti biasa kunci pintunya. Aku bingung kok mereka kumpul terus sih memangnya nggak kerja kayaknya baru beberapa hari yang lalu mereka ketemu. Apa nggak bosen ketemu terus.
__ADS_1
Aku segera ganti baju dan mengambil laptopku. Seperti rencana tadi hari ini aku habiskan waktuku untuk nonton. Lagian mau ngapain lagi kalo nggak nonton. Jalan-jalan gitu bosen aku palingan kalo jalan juga sama si Neta capek pula.
Saat sedang asik menonton pintu kamarku diketuk. Aku langsung membukakan pintunya . Kak Alex berdiri didepan pintu sambil tersenyum.
“ Dek, bantuin kakak dong.” Katanya.
“ Bantuin apa?” tanyaku.
“ Tolong beliin minyak goreng di minimarket depan. Soalnya kakak mau goreng ikan minyaknya abis.” Katanya.
“ Nggak mau ah capek.” Kataku kembali menutup pintu.
“ Tolonglah dek nanti kamu kakak kasih 2 ekor deh ikannya.” Katanya.
“ Beneran?” tanyaku memastikan.
Dia mengangguk “ Mana uangnya.” Kataku mengulurkan tangan.
Kak Alex memberikan uangnya “ Bentar aku ganti baju dulu.” Kataku .
“ Cepetan ya dek kakak tunggu dibawah.” Katanya pergi meninggalkan kamarku.
Aku segera mengganti bajuku dan segera keluar. Aku berjalan melewati Kak Alex dan teman-temannya.
“ Nayla mau kemana?” Tanya Kak Juna.
“ Mau Kak Juna temenin nggak?” tanyanya.
“ Nggak usah kak Nayla bisa sendiri kok lagian tempatnya deket.” Kataku.
Saat aku pergi Kak Alex menghentikan langkahku.
“ Dek tunggu.” Katanya.
“ Kamu belinya ditemenin Kak Alam aja ya soalnya kakak takut kamu kenapa-napa.” Katanya.
“ Nggak usah kak aku bisa sendiri kok lagian aku bukan anak kecil lagi.” Kataku melihat kearah Dokter Alam.
“ Nggak, pokoknya kamu harus ditemenin sama Kak Alam.” Katanya.
“ Tapi kak...” kataku menggantung.
“ Nggak ada tapi-tapian. Kamu mau kan Lam?” katanya pada Dokter Alam sambil mengedipkan mata.
Aku bingung kenapa Kak Alex pake ngedipin mata segala atau jangan-jangan mereka merencanakan sesuatu.
“ Iya nggak masalah. Ayo Nay kita jalan sekarang.” Katanya.
Aku mengangguk dan langsung berjalan keluar.
“ Kita mau naik mobil atau jalan kaki?” tanyanya.
Aku berpikir sejenak “ Jalan aja dok deket kok cuma di seberang jalan sana.” Kataku.
“ Yaudah ayo jalan.” Katanya.
Kami berjalan beriringan menuju minimarket. Setibanya disana aku langsung mengambil barang yang diminta Kak Alex tadi dan langsung menuju kasir. Saat didepan kasir aku teringat sesuatu.
“ Dok, tunggu disini bentar ada yang mau saya beli.” Kataku berjalan menuju kotak es krim.
Aku mengambil 2 buah es krim coklat dan membawanya ke kasir.
“ Es krim?” Kata Dokter Alam heran.
__ADS_1
Aku mengangguk sambil tersenyum “ Semuanya 35 ribu kak.” Kata si mbak kasir.
Aku langsung memberikan selembar uang 50 ribu. Setelah menerima kembalian kami langsung meninggalkan minimarket tersebut.
Kuambil es krim yang tadi aku beli dan memberikannya satu pada Dokter Alam.
“ Ini buat Dokter.” Kataku mengulurkan es krim tersebut.
“ Buat saya?” tanyanya.
Aku mengangguk “ Iya, Dokter tadi bilang kalo ada masalah dirumah sakit makanya aku kasih ini.” Kataku.
“ Apa hubungannya sama es krim?” tanyanya.
“ Biasanya sih saya kalo lagi ada masalah atau sesuatu saya selalu makan es krim buat ngilangin stres dan itu terbukti berhasil. Setelah saya makan es krim pikiran saya jadi lebih tenang. Makanya sekarang Dokter harus coba!” Kataku langsung memberikan es krim itu padanya.
Dia menerima es krim tersebut. Aku langsung mengambil satu lagi dari kantung plastik dan langsung memakannya. Dokter Alam juga mengikuti apa yang aku lakukan.
“ Gimana enak kan dok?” tanyaku.
Dia mengangguk sambil terus memakan es krim tersebut. Kami berjalan ke rumah sambil makan es krim dan sesekali berbicara. Tak terasa sudah sampai didepan rumah tapi anehnya didepan rumah sudah tidak ada mobil yang terparkir tinggal mobil Dokter Alam saja.
Kami langsung masuk kedalam rumah. Ternyata benar didalam sudah tidak ada orang mereka semua sudah pergi. Kak Alex muncul dari dalam.
“ Lho kak pada kemana?” tanyaku.
“ Udah pada pulang kalian sih kelamaan belinya.” Katanya.
“ Kok malah nyalahin aku.” Kataku protes.
“ Udah mana minyaknya.” Minta Kak Alex.
Aku langsung memberikan plastik tadi pada Kak Alex.
“ Lex, gue pamit pulang juga ya.” Kata Dokter Alam.
“ Kok buru-buru sih Lam Lo nggak mau ikut kita makan?” Kata Kak Alex.
“ Nggak Lex lain kali aja soalnya gue juga lagi ada urusan dirumah sakit.” Katanya.
“ Oooo Yaudah gue anter ke depan ya.” Tawarnya.
Dokter Alam mengangguk “ Nay, saya pamit pulang dulu.’ Katanya padaku.
Aku mengangguk. Kak Alex meletakan plastik minyak itu diatas meja dan mengantar Dokter Alam keluar. Aku langsung masuk kedalam kamar.
“ Gimana tadi Lam?” Tanyanya.
“ Gimana apanya?” tanyanya balik.
“ Tadi waktu Lo sama Nayla ke minimarket.” Katanya.
“ Yah kita ngobrol sambil makan es krim.” Katanya.
“ Udah itu doang?” tanyanya.
“ Iya, mau apa lagi?” katanya.
Terlihat ekspresi kecewa di wajah Kak Alex “ Udah Lex, gue duluan Assalamualaikum .” katanya masuk kedalam mobil.
“ Walaikumsalam.” Jawabnya melambaikan tangan.
Dalam sekejap mobil Dokter Alam sudah meninggalkan rumah dan Kak Alex langsung masuk kedalam rumah.
__ADS_1