I LOVE YOU BECAUSE ALLAH

I LOVE YOU BECAUSE ALLAH
BAB 40 : Nayla Kembali


__ADS_3

2 bulan kemudian.....


Sudah dua bulan lamanya tapi Nayla belum bangun juga. Setiap hari setelah pulang bekerja Dokter Alam selalu datang untuk menemani Nayla. Seperti juga hari ini Dokter Alam datang untuk menemui Nayla.


“Assalamualaikum,”


“Walaikumsalam,” jawab Kak Alex.


“Lo udah Dateng Lam?” tanya Kak Alex.


“Iya.” jawab Dokter Alam sambil meletakan tulip orange yang dia bawa.


“Kalo gitu gue pamit pulang ya?” tanya Kak Alex.


“Iya,” kata Dokter Alam.


Kak Alex beranjak pergi. “Makasih Lam Lo mau jagain Nayla.”


“Sama-sama Lex.” kata Dokter Alam tersenyum.


Kak Alex pergi meninggalkan kamar Nayla. Dokter Alam duduk disamping Nayla.


Dia menatap sedih Nayla. “Nayla! Kapan kamu bangun?”


Tangan Dokter Alam membelai rambut Nayla.


“Apa kamu nggak capek tidur terus seperti ini? Semua orang kangen sama kamu.”


“Apa kamu lupa kalo kita akan menikah? Jadi tolong bangun Nayla aku kangen sama kamu!” kata Dokter Alam.


Jam didinding menunjukkan pukul 7 malam. Dokter Alam beranjak mengambil wudhu untuk shalat. Selama Nayla koma Dokter Alam selalu melakukan shalat dikamar Nayla


Selain itu setelah shalat dia juga mengaji. Bahkan dia meninggalkan Al-Qurannya dikamar Nayla.


Setelah wudhu dia segera melaksanakan shalat. Tak lupa dia juga selalu berdoa.


“Ya Allah ya Tuhanku tolong sadarkan Nayla dia sudah terlalu lama seperti ini, tolong bawa kembali dia kepada hamba. Aamiin.”


Setelah selesai shalat Dokter Alam mengambil Al-Quran yang telah dia simpan. Dia membaca beberapa surat Al-Quran. Disaat sedang membaca tiba-tiba Nayla menggerakkan tangannya. Tak lama setelah itu Nayla membuka matanya.


Dia melihat laki-laki yang dicintainya sedang duduk dilantai sambil memegang Al-Quran. Nayla berusaha untuk bicara karena keadaannya saat ini sangat lemah.


“Mas!” panggil Nayla dengan suara lemah.


Dokter Alam menoleh kearah Nayla dan langsung menghampirinya. Dia sangat senang sekali setelah lama dia menunggu akhirnya perempuan yang dicintainya sadar juga.


“Kamu udah bangun?” tanya Dokter Alam.


Nayla mengangguk sambil tersenyum. “Aku nggak mimpikan?” tanya Dokter Alam tidak percaya.


Nayla menggelengkan kepala. Dokter Alam langsung memeluk tubuh Nayla sambil tak henti-hentinya mengucap syukur.

__ADS_1


“Terima kasih ya Allah,”


Dokter Alam terus memeluk Nayla. “Mas, lepasin! Badanku sakit semua,” kata Nayla.


“Maaf Nay aku seneng banget akhirnya aku bisa denger suara kamu lagi,” kata Dokter Alam.


Dokter Alam segera memanggil Dokter Nabila. Tak lama Dokter Nabila datang untuk mengecek keadaan Nayla.


“Alhamdulillah Nayla baik-baik saja dia sudah melewati masa kritisnya untuk selanjutnya tinggal kita pantau perkembangannya,” kata Dokter Nabila.


“Makasih Dok,” kata Dokter Alam.


Dokter Nabila meninggalkan kamar Nayla. Dokter Alam mengambil ponselnya dia akan menghubungi Kak Alex. Dia ingin memberitahukan kabar gembira ini.


“Nay, aku tinggal keluar sebentar,” kata Dokter Alam.


Nayla mengangguk. Dokter Alam segera keluar dari kamar dan menutup pintunya kembali. Dia mencari kontak Kak Alex dalam ponselnya. Setelah menemukannya dia segera menghubunginya.


Drrrt... Drrrt.... Drrrt...


“Assalamuaikum Lam, ada apa?” tanya Kak Alex.


“Walaikumsalam, gue mau kasih kabar kalo Nayla udah sadar.” kata Dokter Alam.


“Alhamdulillah Lo serius Lam?” tanya Kak Alex.


“Gue serius Lex,” kata Dokter Alam.


Dokter Alam mencegahnya. “ Lex, bisa nggak kalo Lo kesini besok aja soalnya gue mau berdua dulu sama Nayla."


“Gue ngerti, Oke gue kesana besok aja.” kata Kak Alex.


“Thanks Lex,” kata Dokter Alam.


“Sama-sama,” kata Kak Alex.


Setelah selesai menelepon Kak Alex Dokter Alam kembali masuk kedalam kamar Nayla. Dia berjalan mendekatinya dan duduk disampingnya. Dia menatap wajah Nayla yang sedang tertidur. Dia menyentuh kepala Nayla dan itu membuat Nayla terbangun.


“Kamu habis telepon siapa?” tanya Nayla.


“Aku habis telepon Alex,” kata Dokter Alam.


“Kak Alex nggak kesini?” tanya Nayla.


“Dia kesini besok,” kata Dokter Alam.


Nayla hanya menganggukkan kepalanya. “Nayla aku seneng banget kamu akhirnya bangun juga,” kata Dokter Alam.


Nayla tersenyum. “Aku juga seneng bisa lihat kamu lagi.”


Dokter Alam menggenggam tangan Nayla sambil menciumnya.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian...


“Nayla hari ini kamu sudah bisa pulang,” kata Dokter Nabila.


Dokter Alam sangat senang mendengarnya. Terutama Nayla dia beberapa hari ini selalu mengeluh ingin segera pulang. Dia merasa bosan berada dirumah sakit terus. Tapi Dokter Nabila mengatakan setelah dia menjalani CT Scan sekali lagi untuk mengecek apa tumor yang ada di kepala Nayla sudah hilang. Dan akhirnya hasil CT Scan itu keluar hari ini.


“Makasih Dok,” kata Dokter Alam.


“Sama-sama,” kata Dokter Nabila.


Setelah Dokter Nabila pergi Nayla langsung bangun dari tempat tidurnya. Dia ingin segera membereskan barang-barangnya.


“Akhirnya aku bisa pulang juga,” kata Nayla memasukkan barang-barangnya kedalam tas.


“Iya Nay aku juga seneng.” kata Dokter Alam membantu Nayla.


Setelah selesai berkemas mereka langsung meninggalkan rumah sakit. Tanpa sepengetahuan Nayla semua orang sudah menunggu Nayla untuk memberikan kejutan.


Sesampainya dirumah Nayla merasa heran kenapa rumahnya sangat sepi. Saat dia masuk juga tidak ada orang sama sekali.


“Mas, kok sepi ya semua pada kemana?” tanya Nayla.


“Aku juga nggak tahu,” kata Dokter Alam pura-pura tidak mengetahuinya.


Dokter Alam meletakan tas Nayla diruang ditengah. Dia jua meminta Nayla untuk duduk menunggu disana. Sebenarnya Nayla merasa sedih kenapa saat di kembali kerumah tidak ada yang menyambutnya. Bahkan Bunda dan Kak Alex juga tidak menyambutnya.


Nayla menyandarkan kepalanya di sofa. Tanpa sepengetahuannya dari belakang semua orang berjalan pelan mendekatinya.


Dan....


“SURPRISE!” teriak semuanya.


Nayla langsung tersadar dia berdiri berbalik arah. Dia melihat semua orang disana ada Bunda, Kak Alex, Kak Sasha, Neta, Hanabi, Dokter Rudi dan beberapa teman Kak Alex yang aku kenal. Tapi dia tidak melihat Dokter Alam.


Nayla tersenyum senang melihat semuanya. Dia tidak menyangka kalo ternyata semua orang ada disini. Dari belakang tiba-tiba muncul Dokter Alam. Dia sudah berganti pakaian. Sekarang dia menggunakan jas, sepatu dan juga rambutnya sangat rapi.


Dia berjalan mendekati Nayla. Nayla tersenyum menatapnya Dokter Alam terlihat sangat tampan mengenakan pakaian itu.


“Kok kamu pakai baju kayak gini?” tanya Nayla.


“Kenapa jelek ya?” tanya Dokter Alam.


“Nggak, bagus kok lebih kelihatan ganteng.” kata Nayla tersenyum. Semua orang yang melihatnya ikut tersenyum.


“Nay, ada yang mau aku sampaiin,” kata Dokter Alam.


“Apa?” tanya Nayla.


“Untuk kesekian kalinya apa kamu mau menikah denganku?” kata Dokter Alam.


Nayla menatap haru Dokter Alam. Dia benar-benar sangat senang mendengarnya. Laki-laki yang dia cintai berulang kali menyatakan cinta untuknya. Dia bahkan sampai mengeluarkan air mata. Tanpa berpikir panjang Nayla menganggukkan kepala. Dokter Alam memberikannya buket bunga tulip pada Nayla. Kali ini bukan satu warna melainkan beberapa warna.

__ADS_1


Dokter Alam langsung memeluk Nayla dan langsung disambut oleh teriaknya semua orang yang ada disana. Mereka tidak memedulikan keadaan sekitar Dokter Alam terus memeluk Nayla dan Nayla melakukan sebaliknya.


__ADS_2