
Dokter Rudi berjalan mendekati Dokter Alam.
“ Lam.” Panggilnya.
“ Kenapa Rud?” tanyanya.
“ Kemarin Lo dicariin.” Katanya.
“ Sama siapa?” tanyanya.
“ Sama cewek yang mobilnya kemarin Lo benerin itu lho.” Katanya.
“ Nayla maksud Lo?” tanyanya.
Dokter Rudi mengangguk “ Ngapain Nayla nyariin gue kemarin waktu ketemu dia nggak bilang apa-apa?” katanya.
“ Mana gue tahu Lo mending tanya orangnya langsung.” Katanya.
“ Oke thank you.” Katanya langsung pergi.
***
Aku sedang duduk sendiri dikantin. Aku sudah duduk disan selama 1 jam tapi tanpa memesan apa pun. Yang aku lakukan dari tadi hanya membaca buku. Hari ini Neta sakit dia jadi nggak bisa masuk. Sebenernya aku pingin jenguk dia tapi dia bilang nggak perlu katanya nanti takutnya aku juga ketularan sakit kayak dia.
Saat sedang asik membaca Dokter Alam langsung duduk didepanku.
“ Nay, kata Dokter Rudi kemarin kamu nyariin saya ada apa?” tanyanya.
“ Oh itu dok kemarin rencananya saya mau ngajakin Dokter makan kan saya waktu itu udah janji mau traktir Dokter.” Kataku.
“ Saya kira ada apa Nay, saya kan udah bilang nggak perlu.” Katanya menolak.
“ Tapi kan saya udah janji dok kalo janji itu harus ditepati nanti dosa lho.” Kataku.
Dokter Alam tertawa melihatku “ Kok ketawa sih dok emang apa yang lucu?” tanyaku.
“ Kamu yang lucu.” Katanya.
Seketika wajahku menjadi merah seperti kepiting rebus. Baru kali ini ada yang bilang kalo aku itu lucu.
“ Gimana mau ya dok?” tanyanya.
“ Yaudah saya mau.” Katanya.
“ Jadi kapan dok?” tanyaku.
“ Sekarang juga bisa hari ini saya lagi nggak sibuk.” Katanya.
“ Yaudah ayo berangkat sekarang.” Kataku langsung berdiri.
Dokter Alam ikut berdiri dan berjalan mengikuti aku. Aku langsung masuk kedalam mobilnya. Dan mobil segera meninggalkan gedung kampus.
“ Kita mau makan dimana Nay?” tanyanya.
“ Hem... Didekat sini ada warung bakso yang enak banget dok.” Kataku.
“ Yaudah kita makan disana kamu nanti tunjukin tempatnya.” Katanya yang sedang fokus menyetir.
Setelah sampai didepan warung tersebut kami langsung turun. Aku memesan 2 mangkuk bakso dan 2 gelas es teh manis.
Beberapa menit kemudian makanan kami sudah datang. Kami langsung menyantapnya.
“ Enak kan dok?” tanyaku.
Dia mengangguk sambil masih terus menikmati makanannya. Aku juga melanjutkan makanku. Setelah selesai makan aku langsung mencari dompetku untuk mengambil uang. Tapi aku tidak menemukan dompetku.
“ Aduh gimana nih dompetku kok nggak ada sih?” kataku sambil terus mengaduk-aduk isi tasku.
“ Kemana sih kayaknya tadi pagi udah aku masukin kok sekarang nggak ada.” Kataku masih terus mencari.
Ternyata Dokter Alam dari tadi memperhatikanku “ Kamu nyari apa Nay?” tanyanya.
“ Hem itu dok dompet aku ketinggalan.” Kataku nyengir.
Dokter Alam menatapku “ Boleh nggak kalo saya pinjem uangnya dulu?” Tanyaku yang sebenarnya malu banget tadi niatnya aku yang mau traktir eh sekarang jadi Dokter Alam yang bayar. Ini juga ngapain sih tuh dompet pake ketinggalan segala.
“ Ayo Nay udah saya bayar. Sekarang saya antar kamu pulang.” Katanya.
Aku langsung berjalan mengikutinya menuju mobil. Dia membukakan pintu untukku dan begitu aku masuk dia juga segera masuk kedalam mobil. Didalam mobil aku hanya diam saja tak mengeluarkan suara apapun.
“ Dok, makasih ya tadi udah dibayarin dulu nanti kalo sampai rumah langsung saya ganti uangnya.” Kataku.
“ Udah nggak papa.” Katanya.
“ Nggak bisa gitu dok kan saya yang mau traktir Dokter tapi malah Dokter yang bayarin.” Kataku.
“ Udah nggak perlu dipikirin mau saya yang bayar atau kamu sama saja yang penting sekarang kita udah kenyang.” Katanya sambil tersenyum.
Aku ikut tersenyum mendengarnya. Dokter Alam bener-bener baik ternyata orangnya. Tak terasa kamu sudah sampai didepan rumah. Aku segera turun dari mobilnya.
“ Sekali lagi makasih dok. Dokter nggak mau masuk dulu ketemu Kak Alex?” tawarku.
“ Nggak usah Nay saya titip salam aja buat Alex.” Katanya.
Aku mengangguk “ Hati-hati dok.” Kataku.
__ADS_1
Dia langsung melakukan mobilnya meninggalkan rumah. Aku langsung masuk dan menuju kamarku. Aku langsung mencari dimana dompetku ternyata dompet itu tergeletak diatas meja belajarku.
“ Ini dia dompetnya pake ketinggalan segala bikin malu aja.” Kataku mengomel pada dompetku.
Tiba-tiba pintu kamarku terbuka “ Kamu ngomong sama siapa Nay?” tanya Kak Alex.
“ Nggak sama siapa-siapa kok Kak.” Kataku memasukkan dompet itu kedalam tas.
Kak Alex duduk di sebelahku “ Tadi kayaknya aku denger suara mobil didepan kamu pulang sama siapa?” tanyanya.
“ Sama Dokter Alam.” Kataku.
“ Sama Alam?” tanyanya tak percaya.
“ Iya, memangnya kenapa sih Kak?” tanyaku.
“ Nggak papa cuma bingung aja kok kamu bisa dianter sama si Alam.” Katanya.
“ Ya bisalah orang tadi kita habis makan terus Dokter Alam nganterin aku pulang.” Kataku.
“ Alam ngajak kamu makan?” tanyanya.
“ Aku yang ngajak.” Kataku.
“ Kamu?” tanyanya.
“ Iya aku, tapi kak tadi ada kejadian yang bikin aku malu banget.” Kataku.
“ Kejadian apa?” tanyanya.
“ Kan aku ngajak Dokter Alam makan terus waktu udah selesai makan aku mau bayar eh ternyata dompet aku ketinggalan.” Kataku.
“ Terus?” tanyanya.
“ Akhirnya Dokter Alam deh yang bayarin. Sumpah kak aku malu banget tadi niatnya mau aku yang traktir malah jadi Dokter Alam yang bayar semua itu gara-gara dompetku ketinggalan. Pake ada acara ketinggalan lagi tuh dompet.” Kataku.
“ Ya ampun deh kamu itu malu-maluin banget sih makanya lain kali kalo mau ngajak orang makan itu lihat dulu bawa duit nggak jangan sampai kejadian kayak gini terulang lagi. Untung Kak Alam bawa duit kalo nggak gimana nasib kalian berdua?” katanya menasihati.
“ Iya iya.” Kataku.
“ Kamu udah shalat belum?” tanyanya.
“ Belum kak lupa aku.” Kataku menepuk jidatku.
“ Yaudah sana shalat dulu kakak mau keluar sama Kak Sasha dulu.” Katanya.
“ Oke.” Kataku langsung menutup pintu.
Aku langsung mengambil wudhu dan segera shalat. Selesai shalat aku keluar kamar untuk makan malam. Kulihat bunda sedang menyiapkan makan malam. Aku berjalan mendekatinya.
“ Makasih ya sayang.” Kata bunda.
Bunda duduk ditempatnya dan aku pun segera duduk ditempatku . Begitu bunda mengambil makanan aku juga ikut mengambil makanan dan langsung melahapnya.
“ Emang Kak Alex pergi kemana sama Kak Sasha, Bun?” tanyaku.
“ Katanya sih cuma makan malam.” Jawab bunda.
“ Kenapa nggak makan bareng kita aja sih Bun?” Tanyaku.
“ Biar aja mereka lagi pingin makan berdua.” Kata bunda.
Aku hanya mengangguk dan melanjutkan makanku. Selesai makan aku membantu bunda membereskan meja makan, menaruh semua piring kotor ditempat cuci piring dan mencucinya.
Setelah semua pekerjaan sudah selesai aku kembali lagi ke kamarku. Tak tahu kenapa tiba-tiba aku teringat pada Neta gimana kabarnya apa dia udah sembuh. Aku putuskan untuk meneleponnya.
Drrrt... Drrrt... Drrrt...
“ Halo Net.” Kataku.
“ Iya kenapa Nay?” jawabnya.
“ Gimana Lo udah sembuh?” tanyaku.
“ Lumayan udah mendingan Nay.” Jawabnya.
“ Syukur deh.” Kataku.
“ Iya, Lo kenapa telepon gue Nay?” Tanyanya.
“ Gue cuma mau tanya keadaan lo aja kok.” Kataku.
“ Ooo makasih Nay.” Katanya.
“ Lo berangkat ke kampus kapan?” tanyaku.
“ Belum tahu Nay kata dokter gue harus istirahat dirumah dulu.” Katanya.
“ Emang sakit Lo parah? Sampai istirahat dirumah segala.” Kataku.
“ Nggak kok gue baik-baik aja.” Katanya.
“ Udahan ya Nay gue mau istirahat dulu.” Tambahnya.
“ Iya, cepet sembuh Net.” Kataku.
__ADS_1
“ Iya, makasih.” Katanya menutup sambungan telepon.
Aku letakan ponselku diatas meja dan berjalan keluar untuk mengambil minum. Aku berjalan menuju dapur langsung membuka kulkas. Saat aku akan kembali ke kamar aku mendengar suara pintu diketuk.
Tadinya aku tak menghiraukan ketukan pintu itu. Karena aku berpikir palingan itu Kak Alex yang lagi ngerjain aku. Dia kan sering kayak gitu padahal kan kalo mau masuk tinggal masuk aja orang pintunya nggak dikunci lagian kan dia juga tinggal disini ngapain pake ketuk pintu segala.
Tapi suara ketukan pintu itu masih terus terdengar . Aku letakan gelasku diatas meja dan berjalan menuju pintu. Aku berhenti sebentar dibalik pintu dan orang yang ada diluar masih terus mengetuk pintu.
Aku mengintip lewat jendela. Ternyata itu Dokter Alam tapi ngapain dia kesini malam-malam. Aku menepuk jidatku ngapain lagi kalo nggak ketemu Kak Alex masak mau ketemu aku buat apa kan nggak ada kepentingan . Tanpa berpikir panjang aku langsung membuka pintu.
“ Malam Dok.” Kataku menyapanya.
“ Malam.” Katanya.
“ Dokter kesini mau nyari Kak Alex ya? Tapi Kak Alexnya lagi pergi sama Kak Sasha mau nunggu atau gimana?” tanyaku.
“ Nggak, saya nggak mau ketemu Alex.” Katanya.
“ Terus mau ketemu siapa? Bunda? Tapi bunda udah tidur Dokter mau ngomong apa sama bunda nanti saya sampein.” Kataku.
“ Nggak.” Katanya.
“ Kalo nggak ketemu Kak Alex atau bunda mau ngapain kesini?” tanyaku.
“ Ada yang mau saya bicarakan sama kamu.” Katanya agak gugup.
“ Saya?” tanyaku bingung.
“ Iya, bisa kita ngomong sebentar?” tanyanya.
Aku mengangguk “ Mau masuk dulu?” tanyaku.
“ Nggak perlu disini aja.” Katanya.
Aku mengangguk dan duduk di kursi yang ada diteras. Untuk beberapa saat kami saling diam.
“ Mau ngomong apa Dok?” tanyaku yang sudah tidak sabar.
“ Ada hal yang pingin saya omongin sama kamu tapi nggak disini tempatnya.” Katanya.
“ Terus mau kemana ini kan udah malam?” kataku.
“ Besok kamu ada acara nggak?” tanyanya.
“ Nggak.” Kataku.
“ Kalo gitu besok sore saya jemput kamu.” Katanya.
“ Kemana?” tanyaku.
“ Besok juga kamu bakal tahu.” Katanya.
Aku hanya diam mendengar jawabannya. Tiba-tiba terdengar suara mobil yang masuk ke dalam garasi. Itu pasti Kak Alex dia berjalan kearah kami. Kami berdua langsung berdiri.
“ Lam kapan datangnya?” Tanyanya.
“ Barusan.” Jawabnya.
Kak Alex melirik kearahku lalu kembali melihat kearah Dokter Alam dan tersenyum Dokter Alam juga ikut tersenyum. Aku bingung melihat mereka berdua memang apa sih yang lucu kok senyum-senyum gitu.
“ Kalian kenapa sih memang ada yang lucu?” Tanyaku.
“ Nggak nggak papa kok.” Kata Kak Alex.
Aku terus menatapnya dengan tatapan menyelidiki “ Kamu ngapain sih dek kok ngelihatinnya sampai kayak gitu?” tanyanya.
“ Nggak papa kok aku masuk dulu deh kalo gitu.” Kataku masuk kedalam rumah.
Aku tidak langsung masuk ke dalam kamar. Aku berdiri dibalik pintu untuk mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Tapi aku tak bisa mendengar apapun yang mereka bicarakan.
“ Gimana Lam Lo udah ngajak Nayla pergi?” tanya Kak Alex.
“ Udah besok sore gue jemput dia.” Jawabnya.
“ Oke good luck.” Kata Kak Alex.
“ Thanks bro, gue pulang duluan ya udah malam.” Katanya.
“ Oke.” Kata Kak Alex.
Tiba-tiba pintu terbuka dan aku langsung jatuh ke lantai.
“ Kamu ngapain dek kok duduk dilantai?” tanya Kak Alex.
“ Heemm...” kataku bingung mau jawab apa.
“ Kamu nguping ya omongan Kakak sama Kak Alam.” Tebaknya.
“ Nggak aku nggak nguping kok.” Kataku.
“ Kalo nggak nguping ngapain kamu masih ada disini?” tanyanya.
“ Heemm... Tau ah aku mau ke kamar dulu.” Kataku langsung berlari ke kamar.
Kak Alex hanya geleng-geleng dan berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1