
*
*
*
" Apa konsekuensi nya Kapten? "Tanya Ica
" Bantu saya membaca semua surat yang di berikan itu.. Dan ingat ini, kamu masih punya hutang nyawa kepada saya, karena saya telah menyelamatkan kamu." Seru Kapten dika dengan senyuman sinis penuh kemenangan.
" Apa utang nyawa, dan itu semua di baca???" Seru Ica sambil menunjuk semua surat tersebut.
" Hm... Kenapa nggak mau???" Seru Kapten
" Oh tiiidd dakkk Kapten. " Seru Ica.
" Bagussss" Ucap kapten Dika berjalan menuju ke tumpukan surat tersebut, lalu mengambilnya dan memberikan tumpukan surat tersebut di samping ica duduk.
" Nih, bacakan untuk saya. " Seru kapten dika
"Emmm Iya" Ucap ica menahan kesal, lalu ia pun mulai membuka surat dan dibacanya satu persatu.
" Untuk YTC,
Kapten Dika
Dimanapun berada, pertama kali aku melihat abang, aku benar – benar terkesima. Gimana gak?, mata abang seperti berlian yang menyilaukan, indah tapi sejuk, sampai – sampai mataku tidak berkedip memandang abang ." Seru ica
*** cuih bagai berlian dari mananya, kayak sebongkah kerikil juga*** gumam ica dalam hati.
Melanjutkan lagi isi surat tersebut "Tapi abang jangan marah ya, bukan maksud saya menggoda atau apa, jujur abang emang keren banget dimata ku...
Bentar kapten, isi surat ini juga aku liat di google... Ini juga nyontek di google, aturannya dia juga kena hukum Kapten!!. " Ucap ica sambil memberikan surat tersebut kepada Kapten Dika.
" Ohh.. Yasudah lanjutkan surat yang lain. " Ucap Kapten Dika tegas, tetapi sedang menahan rasa senangnya.
Ica pun membacakan surat berikutnya
" Dear Kapten Dika
yang Selalu Dihati
Cinta, aku tidak mengerti apa itu cinta, namun yang pasti ku sudah merasakannya. Sejak pertama kali melihat kakak disini, hati yang beku ini telah kakak cairkan dengan kewibawaan kakak, tutur katamu yang lembut namun tegas, tatapan matamu yang sejuk, dan juga senyummu yang indah.....
*** eowww... Tutur kata yang lembut!!! Lembut dari hongkong... Macem gini lembut, kuping nya bermasalah kali ni orang hemm... Ini juga kan aku pernah baca, nyontek di google juga kali ni orang... *** gumamku lagi..
Maaf Kapten, ini juga menurut saya Nyontek di google, aku liat isi surat ini juga di google... Kena hukum juga aturannya dia ini. " Protes ku
" Ya sudah lanjutkan membacanya, tidak usah menghakimi orang lain. " Seru Kapten Dika
" Tapi kan, aku dihukum gara-gara nyontek di google, aturannya mereka juga dihukum dong Kapten, bukannya aku menghakimi tapi ingin meminta keadilan. " Protes ku kembali
" Emang kamu kira kesalahan kamu itu karena nyontek di google??? Kamu yang salah kok mbah google yang disalahin!! " Seru Kapten Dika
" Lohhhh, kalo bukan ketahuan nyontek di google terus apa? Perasaan aku ngga berbuat salah!. " Kataku
__ADS_1
" Kamu renungkan aja apa kesalahan kamu, dan lanjutkan membaca suratnya. " Seru Kapten Dika
" Oke, walaupun saya nggak tau letak kesalahan saya dimana, saya benar-benar minta maaf Kapten atas kesalahan yang saya perbuat. Ahh, ini beng beng buat Kapten, untuk rasa permintaan maaf saya" Kataku sambil memberikan coklat beng beng tersebut
" Kamu mau nyogok saya??? Itu juga coklat beng beng dari surat saya itu. " Seru Kapten Dika sambil menujuk suratnya
" Hehe... Nggak bermaksud menyogok Kapten sumpah dehh... Dan Maaf Kapten, Adanya juga ini, nanti setelah pelayaran ini selesai, kalau kita bertemu lagi, aku janji mau kasih permintaan maaf sama ucapan terimakasih kasih saya untuk Kapten.." Seru ku dengan serius
" Janji ya!!! " Seru Kapten Dika dengan senyuman
" Suer dehhhh " Jawabku
" Oke, saya pegang janji kamu... "
" Emmmm, Kapten, saya kan sudah minta maaf tuh, berarti hukuman saya sudah selesai ya.. " Seruku
Tringggg.... Tringggg..... Suara HP Kapten Dika berbunyi " Belum selesai, kamu disini temani saya berbicara dengan mama saya ya.. " Seru Kapten Dika sambil menunjukan handphone nya
" Halo ma, assalamu'alaikum " Kata kapten Dika menjawab telfon tersebut
" Iya Wa'alaikumussalam.. Kapan pulang kak??" Ujar mama kapten Dika
" Sekitar Seminggu lagi lah ma, kalo nggak ada tugas dadakan. " Seru kapten Dika
" Ohhh... Katanya adekmu, kamu lagi romantis romantis nya ya sama ica, sampe fotonya dipamerin ke adekmu lagi." Seru mama Kapten Dika di dalam pembicaraan telepon.
" Aishhh.. Mamah ini, jangan keras keras geh ma, kakak malu, disini ada Ica, mana telfon nya di loudspeaker lagi. " Kata Kapten Dika sambil menahan malu
" Hahaha.. Gak papa sih, ngga usah malu malu juga geh sama calon istri sendiri.. Mana Ica, sini mamah mau ngobrol. " Seru mama Kapten Dika
Handphone tersebut pun diberikan kepada Ica
" Assalamu'alaikum tante, ada apa ya tan? " Seruku dengan nada manis
" Waalaikumsalam, nak, jangan panggil tante lagi geh, panggil mamah, biar sama kayak kakak Dika. " Seru mama kapten Dika
" Oh iya maaf tante, eh maksud nya mama.. " Kataku lagi
" Nak, mamah cuma mau bilang, kamu yang baik baik ya sama anak mamah ini, jaga hubungan kalian, jangan sampai ada perpisahan. Mama mau kamu sama anak mamah ini sampai ke jenjang pernikahan. Ya nak yaaa..." Seru Mama kapten Dika dengan nada bersedih
"emmm... maaf ma, ica nggak bisa janji. " kataku
" tolong nak janji sama mamah, mama mau kalian selalu bersama, kasian anak mama nak" kata Mama kapten Dika dengan nada sedih
***jadi nggak tega kalo nggak di iya in.. *** Gumam ku
" Emmmm iii yyaa mahh" Seruku dengan nada terbatas bata
" Terimakasih ya nak, dan mamah boleh minta permohonan lagi nggak sama kamu nak? " Katanya kembali
" Apa mah? " Kata ku lagi
" Kalau nanti kakak Dika pulang, kamu ikut dia pulang ya nak, mamah mau kenalan lebih jauh sama menantu mamah ini... Yaaa nak... " Serunya dengan nada lirih
__ADS_1
*** mama, terimakasih... Mama emang paling ngerti kakak...*** gumam Kapten Dika sambil tersenyum
" Tapi ma, maaf sebelumnya.. Ica masih ada kegiatan perkuliahan, apalagi 2 minggu lagi akan ujian akhir semester mah..." Kataku menolak dengan halus.
" Yasudah, kamu kesininya pada liburan semeter, pokoknya mamah nggak mau ada penolakan, dan kamu Kak, kakak dengerin mamah kan?? Kamu minggu depan nggak usah pulang, liburnya disimpan buat liburan semester.." Katanya kembali
" Tapi mah, mana bisa libur nya disimpen simpen, emangnya apaan. Kakak nggak bisa janji mah. " Seru Kapten Dika kepada mamanya
" Mama pokoknya nggak mau tau, 2 hari aja kak, minta izin... Ya kak... " Seru mama Kapten Dika dengan lirih
" Yaudah mah, kakak usahain.. " Kata Kapten Dika lagi
" Kan Mama Seneng kalau kayak gini... Yasudah, tutup telepon nya ya, mama nggak mau mengganggu keromantisan kalian.."
"Mamaaaaa!!!" Seru Kapten Dika dan diakhiri lah perbincangan melalui via telepon tersebut.
" Maaf sebelumnya kapten, saya ingin segera mengakhiri kebohongan ini. " Ucapku dengan lirih
" Tolong, jangan sekarang... Setelah kamu bertemu secara langsung dengan mamah dirumah saya, baru saya bisa menjelaskan ini kepada mama mengenai semua kebohongan ini... Saya mohon tolong jangan diakhiri sekarang... Yaa" Ucap kapten Dika dengan serius
" Yasudah kalau begitu kapten, saya pamit pergi kembali ke kamar saya.. "
"Ngga nunggu diusir?? " Tanyanya
" Ya ngga lah, saya mah tau diri kapten. " Kataku
" Oh kirain, sekalian bawa itu coklat yang disana" Seru nya sambil menunjuk tumpukan coklat beng beng.
" Ahhh, terimakasih Kapten, itu buat Kapten saja, terlebih lagi itukan coklat yang diberikan oleh fans kesayangan untuk Kapten, masak saya yang makan, kan nggak etis" Seru ku lagi
" Mana ada kesayangan, kesayangan ku itu cuma kamu... apa kamu cemburu hah??? " Tanyanya mengintimidasi
" Hahaha aku terbang melayang layang nih diomong kesayangan, udahlah kapten nggak usah gombal nggak mempan buat aku. Dan satu hal lagi, maaf aku ngga cemburu, ngapain juga cemburu sama kapten, nggak ada faedahnya" Seru ku lagi
" Masak iya??? Cara bicara dan sikap kamu ini ternyata aneh ya, kadang manis, kadang juga tajam menjengkelkan. " Katanya sambil menatap ku
Setelah dia berbicara seperti itu, aku pun berdiri dan berkata " Iya terimakasih atas sanjungan dan pujiannya kepada saya... Dan saya pamit undur diri Kapten... Bye.. " Dengan langsung berjalan meninggalkan nya begitu saja
" Dasar anak ingusan, nggak ada sopan sopan nya. " Umpatnya kesal
Jangan Lupa Likes and Comment
*
*
*
*
See You Next Episode
__ADS_1