
Jangan capek untuk membacanya ya π
*
*
*
Setiap hari sejuta keajaiban dimulai saat matahari terbit. Banyak orang yang bilang, matahari terbit punya energi positif bagi setiap orang yang menyaksikannya.
Warnanya yang menguning membuat setiap orang merasakan semangat yang ia sebarkan ke muka bumi.
βSetiap matahari terbit memberikan kita awal yang baru dan akhir yang baru. Biarkanlah pagi ini menjadi awal yang baru untuk hubungan yang lebih baik dan akhir baru dari kenangan buruk.
Ini adalah kesempatan menikmati hidup, bernapas lega, berpikir lebih baik, dan mencintai dengan baik. Bersyukurlah untuk hari yang indah ini. "
--- Norton Juster ---
Tak terasa dering Alarmku di pagi hari pun berbunyi dengan nyaring. Aku bersiap siap untuk mandi dan mempersiapkan segala yang akan aku pakai untuk kepergianku.
Aku sebenarnya tidak pulang kerumahku, melainkan pulang kerumah om ku, karena aku masih ingin berada di kota ini.
Aku enggan berlama lama berada dirumah Kapten Dika, dikarenakan sudah berjanji oleh mamahku akan cepat pergi dari rumahnya, dan minap ke rumah Omku.
Mama, Dira, dan bang rizal tau aku akan pulang ke rumah omku yang berada di kota ini, tetapi tidak dengan kapten Dika yang tidak tau akan kepergian ku ini. Setau dia, aku pulang kerumah ku sendiri.
Kenapa aku tidak memberitahukan nya, dikarenakan aku dan Dira sudah sepakat ingin memberikan kejutan untuk nya, dan aku ingin mengerjainya.
Setelah itu, kami sarapan pagi di meja makan, dengan menu yang seperti biasanya. Setelah makan aku kembali ke kamar untuk kembali mempersiapkan segala kepergian ku, agar tidak ada yang ketinggalan, dikarenakan aku suka lupa atau teledor.
Tiba tiba ada suara pintu kamarku diketuk, aku pun menyuruhnya masuk. Kini dihadapan ku, berdirinya Kapten Dika dengan pakaian seragamnya yang begitu rapi dan dengan atribut yang lengkap.
Aku memandang wajahnya yang amat tidak begitu rela dengan kepergian ku. Aku ingin sekali memberitahunya, But.. Aku sudah berjanji kepada Dira, Mau tak mau aku tetap tidak memberitahu nya, mungkin sore hari baru aku memberitahunya.
" Kenapa belum juga mengirimkan nomor rekening mu?? " Tanyanya kepadaku.
" Aku lupa" Jawabku.
" Nanti jangan lupa lagi. " Serunya sambil memelukku dengan agak menunduk, dikarenakan badanku yang tidak terlalu tinggi.
" Abang tidak bisa berkata apa apa. Jangan lupa Jaga diri baik baik, dan setelah sampai sana hubungi abang. " Ujarnya lagi.
" Iya, abang juga jaga diri baik baik, jangan lupa jaga kesehatan, nanti setelah sampai aku pasti menghubungi abang. " Jawabku.
" Jangan terlalu dekat dengan lelaki disana, apalagi Dony itu. " Ujarnya sambil melepaskan pelukan dan kini ia memegang kedua pundak ku.
" Iya, uda sana berangkat, masa awal masuk sudah telat. " Tuturku kepadanya.
" Ayo, aku hantarkan sampai ke depan. " Kataku lagi sambil memegang tangan nya.
Tiba-tiba, keningku di kecup sebentar olehnya.
" Ayo... " Ujarnya sambil menggandeng tangan ku untuk mengikutinya.
Aku pun menghantarkan ia sampai didepan mobilnya, dan memberikan pelukan perpisahan. Setelah ia pergi, aku pun masuk kekamar dan mengambil koper serta tas ku, dan menunggu bang Rizal.
Disela aku menunggu nya, aku melihat mama dan oma akan pergi juga ke Salon, dikarenakan di Salon nya mama kini ada customer sekaligus teman lama mama yang ingin bertemu dengannya.
Aku pun berpamitan kepada mereka dan mencoba untuk menegurnya terlebih dahulu.
" Mama, Ica pamit pergi ya. " Seruku pada Mama.
" Iya sayang, maafkan mama tidak bisa menghantarkan mu, hati hati dijalan. " Ujar mama padaku sambil memelukku.
" Iya ma. " Kataku,
" Oma Ica pamit ya, Ica minta maaf, karena selama ini membuat Oma marah. " Tutur ku sambil mencoba mencium tangannya. Melihat ku bersikap seperti itu terhadapnya, ia diam saya tanpa menggubris ku.
" Iya sayang, kami berangkat dulu ya.. " Ujar mama mengalihkan, sambil mencium kening kepalaku, dan berjalan pergi.
Sedangkan Dira, ia pergi sejak tadi pagi, untuk bersekolah, dengan para sahabatnya, dan disini tinggallah aku yang sedang menunggu bang Rizal.
Beberapa menit setelah aku menunggu, akhirnya Bang Rizal pun menghampiri ku.
" Ayoo kita berangkat " Ujarnya
" Iya bang.. " Jawabku sambil berjalan mengekorinya.
" Kamu sudah tau alamat lengkap rumah om kamu? " Tanya bang Rizal sambil mengendarai mobil.
" Sudah Bang, tante saya sudah share lokasinya. Daerah xxxx, Perumahan samping rumah makan bu neng. " Jawabku.
" Oh, perumahan itu. " Seru bang Rizal yang tau daerah itu.
" Nggak papa nih bang, Ica dianterin sama Abang? " Tanya ku
" No problem, lagian nggak terlalu jauh juga. " Jawabnya.
" Ohhhh... Emang abang tidak kekantor? " Tanyaku dengan pelan.
" Urusan di kantor ada asisten dan sekertaris saya yang mengaturnya. Cuma nanti siang harus ke kantor untuk meeting. Terlebih lagi Untuk apa menggaji mereka besar tetapi saya yang lebih capek dari mereka... " Ujarnya sambil mengendarai mobil.
*** iya sih tau, yang pak bos nya itu siapa... *** gumam ku dalam hati.
Didalam mobil, kami tidak membicarakan hal lainnya, hanya berbicara ala kadarnya.
Sekitar 30 menitan, mobil yang kami naiki akhirnya sampai di rumah tanteku tercinta, untung saja bang Rizal paham daerah sini, jadinya tidak susah payah untuk mencarinya.
Sebenarnya aku sudah lama sekali tidak berkunjung kerumah tanteku ini, kira kira sudah 4 tahunan lebih aku tidak ke kota ini, dikarenakan jangkauannya yang terlalu jauh dari rumahku. Dan selebihnya tanteku lah yang sering main kerumah kami, jika liburan tiba.
__ADS_1
Sebelum itu, tante ku ini tinggal nya nomaden, atau pindah sana sini, tetapi kali ini ia memiliki rumah sendiri, jadinya ia tidak nomaden lagi.
Aku pun baru tau, dan baru melihat rumah miliknya ini, karena terakhir kali aku berkunjung ke rumah tante ku, ia masih menyewa rumah.
Aku segera mengabari tanteku, ketika sampai didepan gerbang rumah miliknya ini, karena aku takut jika salah masuk rumah.
" Assalamu'alaikum tante, ica udah di depan gerbang, tante dimana? Rumah nya nomor C 12 kan te? " Ujarku melihat gerbang rumah nya tertutup, tetapi pintu rumahnya terbuka.
" Waalaikumsalam, Iya Blok C 12 masuk aja ca, gerbang nya langsung di geser.... Bentar bentar, tante keluar... " Ujar tante Puspa
" Iya te " jawabku sambil mematikan teflon.
Tak selang beberapa lama, tanteku berjalan menghampiri ku, sambil memegang handphone.
Aku pun langsung membuka pintu gerbang, agar bang Rizal bisa memarkirkan mobilnya.
" Akhirnya sampe kerumah tante ya" Ujarnya langsung memelukku
Aku masuk ke rumah tanteku sambil membawa koper, sedangkan bang Rizal juga masuk dan membawakan tas jinjing ku.
" Ini siapa ca" Tanya tante yang melihat bang Rizal yang kini berdiri disampingku membawa tas jinjing ku.
" Ini bang Rizal tante... " Jawabku.
" Perkenalkan, saya Rizal tante.. Rizal langsung pamit ya tante... " Jawab bang Rizal sambil menyalami.
" Jangan dulu, mampir sebentar dulu tempat tante, pasti capek kan... " Seru tante Puspa.
Mau tak mau, Bang Rizal pun singgah ke rumah tante, mungkin merasa tidak enak atau tidak sopan untuk menolaknya.
" Silahkan duduk... Inilah gubuk tante, yang ala kadarnya, mohon dimaklumi... Maaf juga kalau ponakan tante ini sudah merepotkan kamu selama tinggal disana... " Seru tanteku yang sudah diceritakan oleh mamaku.
" Iya tante, tidak merepotkan kok tan. " Seru bang Rizal dengan senyuman.
" Mau minum kopi atau yang lainnya? '' tanya tante.
" Iya kopi boleh tan. " Ujar Bang Rizal.
" Tunggu sebentar, tante buatkan kopinya. " Seru tante ku.
Beberapa menit kemudian, tante puspa membawa nampan yang berisikan kopi serta teh, dan menyajikan nya di atas meja.
" Monggo di minum kopinya!! " Seru tante Puspa
" Iya tan.." Jawab bang Rizal dengan senyuman.
" Kamu ini kerja di daerah mana Zal?? " Tanya tante
" Di daerah xxxx tan. " Jawab bang Rizal.
" Ahhh, tidak papa tan, saya masuk siang. " Jawab bang Rizal.
" Kalau menurut tante, pantas saja Ica mau dengan kamu, orang kamunya itu ganteng, dewasa, mapan, baik, mana manis lagi.. Kalau tante seumuran kamu juga pasti tante klepek klepek deh.. " Ujar tante dengan senyuman.
" Tante bisa saja " Jawab bang Rizal dengan senyuman.
" Tanteeee... Bang Rizal bukan... " Jawabku langsung dipotong oleh tanteku.
" Aduh iya, tante lupa, tante mau jemput Azizah di tk... Kalau tante tinggalin tamu, nanti nggak sopan, kamu aja gimana ca yang jemput Azizah?? Nggak jauh kok. Keluar perumahan ini terus belok kanan, nggak jauh dari situ ada tk Kartini." Ujar tante.
" Yasudah, Ica juga kangen sama Azizah, mana kunci motornya tan. " Tanya ku
" Sebentar, tante ambilkan Kuncinya. " Ujar tanteku mengambilkan kunci motor nya.
Tak menunggu waktu lama, tante pun membawa kunci motornya dan memberikan kepada ku.
" Ini kunci motornya, motornya ada di depan, helm nya ada di motornya. Kamu masih ingat kan wajah azizah? nanti kalau tidak ingat bilang aja sama gurunya mau jemput Azizah anaknya om Dedi gitu." Seru tante sambil memberikan kunci motor.
" Ya masih inget lah tante, kan sering video call. Yasudah tan Ica berangkat dulu, Assalamualaikum... " Seru ku sambil berjalan keluar rumah
" Waalaikumsalam... " Jawab tante.
" Oh iyaa, maaf ya, Ica nya tante pinjam sebentar.. " Ujar tanteku lagi.
***
Ditempat lain.
Aku sedang mengendarai motor matic yang dimiliki oleh tanteku, menuju Tk Kartini yang mana tk tersebut adalah tempat azizah sekolah.
Tak butuh waktu lama, aku sampai di depan sekolah nya. Aku memarkirkan motor dan mencari aziza diarea sekitar Taman kanak-kanak ini.
Seketika aku menemukan anak kecil perempuan yang tengah duduk kursi taman, dengan rambut yang dikuncir kuda, dan memakai jepit bunga pada rambutnya. Ia adalah Azizah yang tengah duduk menunggu orangtua/Wali yang akan menjemputnya untuk pulang kerumah.
Aku pun langsung berjalan untuk menghampirinya.
" Azizah.... Kamu masih ingat tidak dengan mbak Ica.... " Sapaku padanya sambil berjongkok didepan nya.
" Mbak Ica.... " Serunya kaget, kemudian memeluku.
" Kok Mbak disini, dimana Bunda? " Tanya nya.
" Bunda nggak bisa jemput, sekarang Zizah pulang sama mbak Ica ya.... " Ujarku padanya
" Iya, tapi zizah mau beli itu" Ujarnya sambil menunjuk penjual kembang gula dan sosis bakar.
" Zizah emang nya punya uang?? Kak ica lupa nggak bawa uang, nanti sore saja kita jalan jalan bagaimana?? " Tawarku.
" Nggak ada... Tapi janji ya nanti kita jalan jalan." Serunya sambil mengangkat jari kelingking.
__ADS_1
" InsyaAllah janji " Ujarku sambil mengikat janji menggunakan jari kelingking.
" Yeayyyy.... Ayo kita pulang Kak" Jawab nya sambil kegirangan.
Tak butuh waktu lama, aku dan azizah langsung pulang ke rumah.
"Assalamu'alaikum.. " Ujarku dan zizah bersamaan ketika sampai.
" Waalaikumsalam... Aduh aduh... Anak Bunda sudah pulang... " Ujar tante.
" Bundaaaa mau beli sosis... " Ujar zizah manja sambil meletakkan tasnya di atas sofa.
" Nanti kita beli yaaa, jangan manja gitu geh, malu diliat sama mas nya.... Zizah kenalan dulu sana sama mas nya... " Ajak tante.
" Emmmm... Ini Azizahhh " Salam zizah sambil mengulurkan tangan dengan senyuman yang malu.
" Mas Rizal... Mau beli sosis??? " Tanya bang Rizal.
" Iyaaaa... " Jawabnya pelan sambil menganggukkan kepala dengan senyuman malu.
" Kan katanya azizah tadi, nanti sore mau beli sosis sekalian jalan jalan... " Ujarku
" Iyaaaa... Yaudah, nanti sore aja belinya... " Jawab zizah
" Yaudah, sekarang ganti baju dulu sama bunda ya... " Ujar tante ku, dan diiyakan oleh azizah.
" Maaf ya bang, tadi ica tinggal sebentar... " Seruku pada bang Rizal.
" Iya, bang Rizal izin pamit, mau langsung ke kantor. " Ujarnya padaku.
" Nggak Makan siang disini dulu bang" Kataku
" Nggak usah repot repot, nanti abang makan dikantor saja." Jawabnya
" Nggak repot kok Bang, justru ica yang minta maaf sama abang, karena uda ngerepotin abang... Bentar, ica panggil tante dulu. " Ujarku sambil berjalan kedalam mencari tante ku.
" Katanya Rizal mau langsung pamit ya, kenapa nggak makan siang disini?? " Tanya tanteku
" Maaf tante, Rizal langsung pamit ke kantor. Mungkin lain kali aja tante sekalian mampir. " Ujarnya.
" Janji ya... Tunggu sebentar... " Ujar tante langsung berjalan masuk.
Aku dan bang Rizal pun menunggu tante ku yang katanya sebentar ternyata lumayan lama.
" Maaf ya bang, menunggu lama. " Ujarku merasa tidak enak.
" Iya" Jawabnya singkat.
'' Maaf Bang.. Kalau misalnya tante ica tadi bicara aneh aneh, jangan di buat serius ya bang, anggap saja bercanda.. " Ujarku lagi.
" Berhenti deh ngomong Maaf, daritadi abang capek mendengar kamu minta Maaf.... Abang maafin dan kamu nggak buat salah... " Jawabnya padaku.
Deggg.....
Mendengar kata katanya barusan, aku spontan merasa tidak enak, serba salah dan bingung mau berbicara apa.
" Iya Bang... " Ujarku
Tiba tiba, tanteku berjalan menuju kami dan menenteng tas plastik, yang akupun tak tau itu isinya apa.
" Zal... Yang ini nanti dimakan dikantor ya... Dan yang ini kue untuk dirumah... Biar kamu sering sering main kesini, tempatnya ini jangan sampai hilang dan kembalikan lagi ketante, Biar ada alasan kalau kamu main kesini. " Ujarnya dengan senyuman.
" Ahhhh.... Iya tante... Tante jangan repot repot, Rizal jadi tidak enak... " Jawabnya.
" Ngga repot kok, malah tante terimakasih sama kamu, pokoknya nanti sering main kesini ya, dan jangan sungkan sama tante. " Seru tante dengan senyuman.
" Iya tante, kapan kapan tante juga main ke rumah Rizal, biar nggak Rizal saja yang tau rumah tante. " Ujarnya dengan candaan.
" Iya pasti, nanti kalau ada waktu luang tante main. Zizah sayang... Salim sama mas Rizal... " Kata tante.
" Rizal tunggu ya tante... Anak cantik, kapan kapan main kerumah mas rizal ya... " Ujar Bang Rizal sambil bersalaman dengan azizah.
" Iyaaa. " Jawab zizah sambil mencium tangan Bang Rizal
" Hati hati dijalan ya bang. " Kataku
" Iya..... " Jawabnya.
Selepas kepergian bang Rizal, aku langsung memburu pertanyaan kepada tante ku, dikarenakan dalam fikiran ku banyak sekali yang ingin aku tanyakan kepada tanteku ini. Tante ku ini adalah spesies yang sangat kepo/penasaran pada orang disekitarnya, sampai sampai tak ada gosip yang tidak pernah diketahui oleh tanteku ini.
" Tante... " Panggil ku padanya ketika kami berjalan masuk kedalam rumah.
" Hmmm.... " Sautnya padaku.
" Tante tadi tanya apa aja sama bang Rizal?? " Tanya ku langsung.
*
*
*
*
See you Next Episode
Jangan lupa Likes anda Comment πππ
__ADS_1