I Love You Kapten Songong

I Love You Kapten Songong
Lamaran


__ADS_3

Maaf banget baru bisa up...


Karena hampir seminggu ini author sakit, kurang enak badan 😢😢 🙏🙏


Semoga kalian suka 😁


****


Kini Kapten Dika, mas Dito, Mas Aris, Mama, dan bapak sedang duduk di ruang tamu melakukan obrolan diselingi dengan candaan, sedangkan para perempuan sibuk mempersiapkan makan Malam.


......


" Dek Dika, maaf sebelumnya, disini mas sebagai perwakilan dari bapak sekaligus keluarga besar ini. Mas pernah dapet selentingan omongan, katanya dek Dika ini suka dan siap untuk melamar adik Mas ya??? Apa benar itu." Tanya Mas Dito.


" Iya Mas, saya suka adik Mas, dan siap untuk melamar bahkan menikahinya. " Jawab kapten Dika.


" Bagus kalau ada niatan untuk menikahinya, Mas sangat setuju. Tapi dek Dika tau sendiri bagaimana keadaan keluarga disini, ya seperti inilah keluarga kami. " Ujar mas Dito.


" Sama saja mas, tidak ada bedanya dengan keluarga kami. " Jawab kapten Dika dengan senyuman.


" Kalau kalian sudah sama-sama suka, dan kamu siap melamar anak bapak, kira kira siap tidak besok kamu melamar Ica dan menghubungi orang tuamu." Tantang bapak.


" Saya siap Pak... Secepatnya saya akan hubungi orang tua saya... " Jawab kapten Dika.


" Nah... Bagus itu, Bapak senang kalau begitu. " Antusias Bapak.


" Bukannya apa apa ini dek Dika, keluarga kami minta seperti ini karena ingin ada kepastian nya, apalagi sekitar 1 bulan lagi Ica magang, merantau jauh di kota asalmu, tentunya kami senang jika ada yang mengawasi maupun yang menjaganya, terlebih lagi bukan hanya tante dan Om dedi saja yang menjaganya, kamu juga sebagai calon suaminya harus ikut serta menjaganya.


Kalau misalkan nih kamu menjaganya, tetapi notabene nya kamu sebagai pacar, pasti banyak sekali omongan tetangga yang tidak enak kita dengar, maka dari itu, untuk mengurangi dosa, mau pun selentingan omongan orang yang tidak enak, kami melakukan hal ini. Apalagi kamu memang sudah siap menikah dengan adik mas, jadi untuk apa berlama-lama pacaran, hanya untuk menambah dosa, iya tidak dek Dika. " Tutur mas Dito.


" Iya benar Mas, sebenarnya saya ingin menikah dalam waktu dekat, Mas.. pak... Bu.. Tetapi ica masih belum siap untuk menikah. Sebenarnya saya sudah merasa mantab dengan ica, apalagi saya tidak mau berlama-lama pacaran, karena takut dengan yang sudah sudah. " Jawab kapten Dika.


" Kalau untuk urusan anak Mama satu ini, mama bisa atur. " Ujar mama ikut menanggapi.


" Terimakasih bu... " Ujar kapten Dika menyalami tangan Mama.


" Yang terpenting, kamu jangan sekali kali buat dia nangis, kalo sampe, bakal mas Aris kuliti " Tegas mas Aris.

__ADS_1


" Iya Mas. " Seru kapten Dika.


" Nanti malam kamu tidur dirumah Mas ya dek, soalnya kalau disini nggak enak sama tetangga." Kata Mas Dito.


" Oh iya Mas." Jawab kapten Dika.


" Yasudah, karena kamu disini cuma izin cuti selama 3 hari, kamu lekas hubungi orang tua kamu, bisa tidak dalam waktu dekat ini kalau perlu besok untuk kesini melamar Ica. " Kata Bapak mengingatkan lagi.


" Iya Pak, kalau begitu saya permisi sebentar... Saya mau menghubungi orang tua saya dulu... " Ujar kapten Dika pamit untuk menghubungi keluarga nya.


***


Keesokan harinya.


" Dek Dika, kata Mama, keluargamu datang jam berapa kira kira? " Sela mas Dito, sambil menyantap makanan dipagi hari.


" Sebentar lagi mungkin sampai mas. Pak Iwan travel langganan Ica tadi sudah saya telfon Mas, katanya sudah sampai Bandara. " Ujar kapten Dika.


" Jadinya siapa saja yang datang kemari? " Tanya Mas Dito.


" Ada 5 orang Mas, Mama saya, Adik, Abang, Om dan Nenek saya. Karena dadakan, jadinya hanya beberapa yang bisa ikut, padahal kalau nggak dadakan, pada mau ikut mas. " Jawab kapten Dika.


" Iya tidak apa apa mas, walaupun dadakan, yang terpenting niatnya mas, mau menambah keluarga sekaligus menjalin silaturahmi. " Seru kapten Dika.


" Iya, benar itu.. Emm... Karena Acaranya malam, Mas mau pergi ke kecamatan dulu, mau ngantor... Kalau mbak mu, dia mau ngajar di tk. Tapi kamu tenang aja dek, Nanti Farel kesini, jemput kamu. " Ujar Mas Dito.


" Terus Lani ini ikut mbak sama Mas atau bagaimana? " Tanya kapten Dika.


" Ya Seperti biasanya, Lani di titipkan ke nenek dan kakek nya. " Seru Mas Dito.


***


Malam hari pun tiba, selepas sholat maghrib, aku dan segenap keluarga besar kami, sekaligus keluarga Kapten Dika mulai berdatangan, dengan memenuhi kediaman ku.


Aku tidak bisa berkata kata, karena rasanya senang, bahagia, sekaligus ada rasa deg deg an, ketika perwakilan dari pihak keluarganya mengutarakan maksud dan tujuannya.


Perwakilan keluarga dari kapten Dika mengutarakan maksud kedatangan mereka, yaitu untuk melamarku.

__ADS_1


Lalu prosesi lamaran ini dilanjutkan dengan jawaban dari perwakilan keluarga ku, dengan menanyakan kesediaan ku untuk dilamar.


Aku pun memberikan jawaban, dengan menerima lamarannya tersebut. Kemudian kapten Dika memberikan tali pengikat kasih dalam bentuk cincin yang disematkan ke jari manis tangan ku.


Ketika jari manis telah disematkan ke jari manis tanganku, semua pihak keluarga yang datang pun senang dan bertepuk tangan. Begitu pula dengan ku, yang tak henti henti nya tersenyum senang. Aku tidak menyangka jika aku telah dilamar oleh kapten Dika, yang mana dulu ia sangat aku benci.


Setelah itu, untuk mempererat hubungan antara dua keluarga, kami melakukan sesi perkenalan satu sama lain yang bersifat lebih informal, diiringi dengan canda tawa sebagai bentuk untuk saling mengenal dan mencairkan suasana.


Lalu, Prosesi lamaran ini ditutup dengan doa singkat dari pemuka agama didaerah ku, agar seluruh perencanaan pernikahan kami nantinya dapat berjalan dengan lancar.


Sebagai wujud perayaan akan berakhirnya proses lamaran, keluarga kami menikmati santapan malam bersama, sekaligus menjadi kesempatan bagi para keluarga untuk saling mengenal dan mengobrol dengan lebih santai.


" Terimakasih banyak Bu, sudah menjaga sekaligus merawat anak saya disana, dan mohon Maaf Bu, kami sudah merepotkan ibu sekeluarga disana. " Ujar mamaku kepada mama kapten Dika.


" Saya merasa tidak direpotkan sama sekali kok bu, saya sudah menganggap ica seperti anak saya sendiri. Kemarin saya sudah mengajak Puspa tantenya ica, tapi azizah sakit, jadinya ya mereka tidak bisa hadir kesini." Seru mama kapten Dika.


" Iya bu, dia tadi pagi minta maaf karena tidak bisa datang kemari. Ya, mau bagaimana lagi, karena anaknya sakit, daripada dipaksa kesini nanti tambah sakit." Jawab mamaku.


" Emm... Bu, saya mau tanya, kira kira kapan ya enaknya dilaksanakan akad nikah untuk mereka berdua, saya pingin cepet cepet nimang cucu kayak Ibu... " Ujar Mama Kapten Dika setelah melihat Oma tertawa bersama Lisa anak dari mas Dito.


" Sebenarnya saya juga mau secepatnya, tapi mau gimana lagi Ica nggak mau cepat cepat menikah. Kalau saya sih yang terpenting anak saya ada yang mau dengan serius, dia nya baik, bertanggungjawab, mapan, terus kami juga suka ya lanjut... Nanti coba saya bujuk lagi ya bu, semoga tahun ini kita bisa jadi besanan. " Seru mamaku dengan senyuman.


" Amiinn bu, sebenernya saya ini nggak menyangka loh bu, kalau mau punya besan dari anak saya Dika ini, karena sebelumnya Dika ini sudah lama tidak membicarakan masalah perempuan, harus saya dulu yang memaksanya." Kata Mama Kapten Dika.


" Kalau mas nya Dika itu memangnya belum ada calon bu. " Tanya mamaku.


" Belum bu, baru putus cinta. Kalau ada perempuan yang menurut Ibu Baik untuk anak saya satu ini, saya mau mendaftar deh bu, siapa tau cocok hahaha... " Seru Mama Kapten Dika dengan candaan.


" Haduh bu, bingung saya kalau disuruh mencarikan. Tidak usah mencarinya bu, Mas nya Dika suruh tinggal disini selama 1hari saja, mungkin perempuan dari kampung sini banyak yang kepincut dengan anak ibu, secara anak ibu kan ganteng, mapan, dewasa, sampai sampai tantenya ica si puspa mengira kalau calonnya ica itu mas nya Dika, bukan Dika nya hahaha... " Candaan Mama ku.


" Hahaha ada ada aja si Puspa ini... " Balas Mama Kapten Dika.


*


*


*

__ADS_1


See You Next Episode 😁


Jangan lupa vote, likes, and comment 🙏🤗


__ADS_2