I Love You Kapten Songong

I Love You Kapten Songong
Adik Menyebalkan


__ADS_3

Tak terasa, waktu terus bergulir begitu cepat, dan Kini, aku tengah menunggu Kapten Dika diruang tunggu Bandara, tepatnya di Lounge Gate 1.


Aku sudah berpamitan dengan tante, omku, serta keluarga kapten Dika untuk kembali pulang ketempat asalku.


Banyak sekali mereka membelikan buah tangan, maupun barang bawaan lainnya, apalagi rata-rata itu semua pemberian Mama kapten Dika. Itupun sudah ada barang bawaan yang dikurangi dengan penuh penolakan.


Aku tidak bisa membayangkan bila aku pulang sendiri, membawa dan menenteng nenteng semua itu, terlebih lagi siku tangan, jari kaki, lengan tangan, yang lukanya belum kering, dan masih perih ketika terkena air.


Kini aku pulang ke asalku, hanya memakai sendal jepit, kaos lengan pendek, ditambah dengan jaket Oversize, dan celana longgar berwarna coklat muda.


Waktu keberangkatan pesawat kami pada pukul 16.35, dan semoga tidak mengalami Delayed atau kejadian yang tidak diinginkan.


Begitu Kami sampai di Bandara Kotaku, hari sudah mulai gelap, dengan sinar rembulan dan bintang yang turut adil menghiasi gelapnya malam.


Sesampainya di Bandara, adik ku sudah menunggu kedatangan ku bersama salah satu temannya. Beruntungnya, ia memiliki teman yang memiliki mobil, jadi ia bisa meminjam dan sekaligus meminta tolong untuk menjemput ku.


Didalam perjalanan, menuju kost an, aku protes dengan arah Jalan yang menurut ku berbeda menuju arah kost an ku, melainkan jalan menuju arah kontrak an nya. " Lah... Rel... Kok Ngga kekosan mbak !!! " Tanyaku pada adikku yang bernama Farel.


" Kosan Mbak kan sudah kosong hampir sebulan, pasti kotor dan berdebu. Aku capek kalau harus bersih in kamar mbak.. Mending aku bersih bersih kamar kontrakan ku sendiri, daripada kamar kost mbak. " Ujarnya sambil menengok kearahku.


" Dasar Adek laknat... " Kesal ku sambil memukul pundaknya.


" Hahaha.... Nanti mbak tidur dikamar ku, mas Dika tidur dikamar temanku sama aku. Mbak mau makan apa? Nanti kita sekalian berhenti di pinggir jalan cari makan." Tuturnya.


" Terserah, yang penting makan. " Jawabku.


" Mas Dika mau makan apa? " Tanya nya lagi.


" Mas ngikut aja. " Jawab Kapten Dika.


" Oke... Kita mampir di tempat biasa aja Ben. " Ujarnya.


Mobil yang kami tumpangi tiba di rumah makan dekat kontrak an nya. Setelah itu, kami pun memesan makanan dan minuman yang diinginkan.


Pesanan yang kami pesan akhirnya tiba, tanpa pikir panjang aku pun menyantapnya.


" Sumpah, liat mbak kayak gini seperti gembel yang kelaperan, hahaha... " Candanya yang melihat ku makan dengan lahapnya.


" Diem!!! Ngomong lagi Mbak suapin kamu pake sambel ini. " Kesalku.


" Jahatnya... Tau gitu nggak Farel jemput.. " Kata Farel.


" Kamu nggak jemput mbak, baju yang kamu pesan mbak buang ke laut... " Cibirku.


" Sok sok an buang ke laut mbak mbak... Gitu gitu mbak ikut jatuh sekalian pas lagi buang baju. " Ejeknya.


" Cihhhhh... Kalo mbak jatuh kan ada yang nolongin... " Ujarku melirik kapten Dika sambil menjulurkan lidah ke adikku.


" Mentang-mentang sekarang uda ada yang jagain... Awas aja kalo mohon mohon lagi sama aku...

__ADS_1


Adek ku sayang, Farel yang ganteng, mbak minta tolong dong... Hoekkk... Uda cukup, Gak mempan lagi sekarang. " Ujarnya sambil menirukan gaya bicara ku ketika meminta bantuan kepadanya.


Mendengar Farel serta ekspresi mukanya, Kapten Dika dan sahabatnya pun tertawa.


Setelah kami menyudahi menyantap makanan tersebut, kami pun pergi ke kontrakan adikku.


Ketika kami sampai dikontrak an tersebut, aku langsung masuk kamarnya dan merebahkan badan diatas ranjang. Untung saja kamar adikku ini sudah rapih dan bersih, mungkin sesampainya ia disini, ia langsung membersihkan kamar dan kontrakan nya.


Rumah Kontrakan nya ini, berisikan 3 kamar, yang diisi oleh 4 orang laki laki.


Aku tak tau mereka melakukan apa, karena itu urusan kaum laki laki, aku hanya bisa tiduran dikamar, setelah itu aku menarik selimut dan tertidur hingga pagi.


Keesokan harinya, sekitar pukul 8 pagi, aku pergi ke kampus bersama sahabat karib ku yaitu Tika, dengan menaiki motor kesayangannya.


Sebelumnya, Tika sudah berjanji untuk menjemput ku, yang mana ia satu kelompok magang denganku.


Setelah kami sampai di ruang tunggu jurusan, kami menunggu dosen tersebut, dengan sabar.


" Sabar ya Tika... Sabar... " Monolog nya dengan pelan.


" Mungkin masih dijalan tik, yang sabar... " Ujarku.


" Emmm... Kan kita semua jadi magang di kota xxx nih, walaupun beda perusahaan sih. Kita cari rumah kontrak an aja, biar bisa bareng bareng, kan perusahaan nya nggak beda jauh juga. " Usul Tika.


" Aku sih ngikut aja, yang terpenting kita bisa bareng, walaupun nggak satu perusahaan. " Jawabku.


" Kan Sabtu Minggu perusahaan itu libur tuh, nah aku tinggal dirumah om ku pas hari libur. Soalnya aku nggak enak kalau 3 bulan minep disana. Apalagi dari rumah om ku ke perusahaan sekitar setengah jam, yang ada telat terus aku" Jawabku.


" Iya juga... Sama calon mertua mu jauh nggak tempat magang kita?" Tanya Tika lagi dengan senyuman.


" Mau Ngeledek ya anda?" Kataku.


" Hahaha, tinggal jawab aja napa?" Serunya.


" Ya lumayan deket." Jawabku.


" Caaa... ntar malem kamu minep dirumah aja sih, kan enak aku ada temennya. " Serunya.


" Emmmm aku nggak bisa minep dirumah kamu tik, soalnya habis ini aku langsung pulang kerumah. " Jawabku.


" Iya juga sih, nanti orangtua kamu pasti khawatir sama kamu. Lagian kamu sih, kok bisa jatuh sampe kayak gini. " Crocos nya.


" Husttt... Kalian bisa diem dulu nggak??? Ada Bu Dini dateng tuh" Ujar Sandi duduk di seberang kami.


Ada 6 orang dari kampus kami yang melakukan magang di perusahaan tersebut, dengan 3 orang termaksud aku, dan 3 orang dari jurusan lain.


Setelah kami melakukan bimbingan dengan dosen pembimbing, kami langsung balik ke kontrak an adikku.


" Assalamu'alaikum... " Seruku langsung masuk ke kontrak an.

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam.. " Jawab Farel.


" Kok sepi amat? Kamu uda makan belom? " Tanyaku padanya.


Ia duduk dengan memainkan handphonenya di ruang tamu " Iya sepi lah, orang mas Dika lagi tidur, karena malemnya begadang. " Jawabnya tanpa menatapku.


Aku dan Tika pun duduk disamping nya " Dek!!! Kamu Uda makan belum!!! " Tanya ku dengan lantang di telinganya.


Ia langsung mengusap ngusap telinganya dan marah kepadaku " Biasa aja kali, aku ngga budeg mbak. " Serunya kesal.


" Lagian kamu ditanyain mbak nggak dijawab... Di depan mobil siapa itu? " Tanyaku lagi.


" Aku belum makan mbak ku yang cantik.. Dan itu mobil temennya mas Dika." Ujarnya tanpa menatapku melainkan sibuk dengan game dihandphone nya.


" Yaudah beli gih... " Jawabku.


" Mana uangnya? " Serunya langsung menatap ku dan menengadahkan tangannya.


" Ada duit matanya ijo.. " Cibirku.


" Hisss.... " Dengus nya kesal sambil menatap handphone nya kembali.


" Didalem ada temennya bang Dika? Kapan dateng?" Tanyaku.


" Didalem nggak ada temennya mas Dika mbak.. Tadi malam temennya cuma nganterin mobil aja, terus balik. " Jawabnya tanpa menatapku lagi.


" Hah? Mobil itu dari tadi malem disini? Kok tadi pagi aku ngga liat? Terus mobil itu mau dipake kemana? " Tanyaku.


" Tadi pagi kan mobilnya ada di bawah pohon jambu mbak... Emang dasar kok mbak ini, gitu bilangin adeknya budeg, padahal dia sendiri buta... Hahaha..." Cibir nya.


" Dasar, biar aja kamu kualat sama mbak." Kerutuk ku.


" Mobil itu nanti mau dipake untuk anterin kita pulang mbak.. Sekalian mau ngelamar mbak..." Katanya lagi.


" Apa???? Ngelamar mbak???" Kagetku


°° Eehhemmm... Eehhemmmmmm... Siapa yang mau dilamar nih??? 😄😄


*


*


*


*


See You Next Episode 😊


Jangan Lupa Like and Comment 🙏😊😊

__ADS_1


__ADS_2