I Love You Kapten Songong

I Love You Kapten Songong
Bertemu Keluarga ku


__ADS_3

*


*


*


Selepas itu, kapten Dika pun mengobrol dengan orangtua ku.


Disela obrolan " Ngomong ngomong nak Dika ini kerja dimana ya kalau boleh bapak tau? " Tanya bapak penasaran.


" Sekarang saya Dinasnya di Batalyon xxx pak. " Ujar kapten Dika.


" Emmm tentara berarti ya. Sama Om nya ica, Dedi Affandi kenal?" Tanya Bapak.


" Iya kenal pak. Satu tempat dinas dengan Om Dedi" Jawab Kapten Dika.


" Alhamdulillah kalau kenal. Berarti Nanti saya bisa tanya tanya tentang kamu ke Om dedi dong..." Seru bapak dengan senyuman.


" Iya Pak. " Kata Kapten Dika


*** Mati aku, kalau om Dedi bicara ke bapak kalau aku suka memarahinya. **** Gumam Kapten Dika.


" Sebenarnya bapak dan ibu ini tidak suka, dengan ica yang dekat dengan tentara. Ya karna kamu tau sendiri, tentara itu jarang ada dirumah, transfer sana sini. Apalagi waktu itu anak saya pernah jadi pendiam, suka melamun, sampai sampai tidak semangat, setelah ia pulang dari pelayaran SMA. Dia tidak berbicara sama sekali, tidak mau menceritakan masalahnya dia selepas pelayaran tersebut. Bapak jadi khawatir, apalagi mamanya, sampe datang ke kantor sekolah nya, namun pihak sekolah tidak tau apa apa. Akhirnya, Jeje teman karibnya itu memberitahu mama, kalau Ica habis dimarahi oleh tentara tersebut karena masalah percintaan yang menurut bapak sendiri sepele, ya tau sendiri jaman SMA masih cinta monyet. " Cerita bapak.


Jedyarrrrr....


Mendengar bapak ku bercerita, Kapten Dika dan aku pun menelan ludah.


*** Bapakkkk.. Tentara yang bapak omong in sekarang ada didepan bapak*** kerutuk ku dalam hati.


" Dari situ kami tidak menyukai tentara, karena telah membuat anak bapak ini jadi pendiam. Namun mau bagaimana lagi, om Ica juga tentara, masa iya saya membenci adik saya sendiri... Pokoknya bapak sangat membenci orang itu, kalau bapak sampai ketemu dia, bapak jadiin samsak satu kampung sini, terus bapak bejek-bejek jadi Rempeyek." Ujar bapak sambil menirukan dengan tangan dan kakinya.


Mendengar perkataan Bapak, Kapten Dika hanya menelan ludah, dengan wajah yang begitu khawatir akan nasibnya.


" Bapak emang tau orangnya???... " Seru Mama memecah keheningan.


" Aku saja sudah lupa pak. " Bohongku


" Ya Bapak nggak tau orang nya... Tapi Kalau Allah sudah berkehendak mau bagaimana lagi.. Siapa tau dia kemakan sumpah Bapak, terus akhirnya bapak bertemu... Salah sendiri buat sedih anak kesayangan bapak ini.. Awas aja kalau sampai ketemu Fajri atau Fajar atau siapa lah itu bapak lupa akan bapak kremes sampe lumer..." Kata bapak dengan percaya diri


" Tu mbak denger baik baik kata bapak, mbak itu anak kesayangannya, apa apa mbak, apa apa Mbak, capek aku mbak. " Ujar Farel protes, dengan berjalan mengdekati kami dan duduk disamping mama.

__ADS_1


" Kamu juga anak kesayangan bapak rel."Jawab bapak menanggapi.


" Sudah... Kalian ini kebiasaan, nggak malu apa ada nak Dika. " Amarah Mama.


" Nggak papa Bu.. Pakkk!! Sebelumnya Saya mau minta maaf... Kalau saya ... " Ujar kapten Dika khawatir


" Aduhhhh...... " Potong ku dengan akting meringis kesakitan.


" Kenapa nak. " Tanya mama dan bapakku yang khawatir denganku.


" Nggak tau mah, kaki ku yang habis kepentok tadi, tiba tiba sakit. " Bohongku untuk mencegah Kapten Dika bicara jujur.


Aku tau jika Kapten Dika jujur apa yang akan terjadi, pastinya ibu dan bapak ku pasti langsung mengusirnya, dan hubungan kami pun akan terputus.


" Ayo bawa kekamar. " Jawab mama sambil menuntun nya, sedangkan kapten Dika sudah berdiri disamping ku dengan membantu ku berjalan.


Melihat kapten Dika sudah membantu ku berjalan, Mama langsung jalan didepanku untuk menunjukkan jalan menuju kamarku.


" Kalau abang mau hubungan ini tetap berjalan, Jangan ngaku kalau tentara itu adalah Abang." Bisikku.


Mendengar ucapan ku, ia diam tidak merespon ucapanku.


" Sampai sini saja nak, ica biar sama ibu saja. " Ujar mama didepan pintu kamarku.


Lalu mama ku menunjukkan arah kamar mandi yang ia maksud.


***


Sore harinya, mas dan Mbak ku beserta keluarga kecilnya datang mengunjungi ku dirumah. Kini rumah kami yang tadinya hanya segelintir orang, sekarang ramai akan keluarga yang berdatangan.


"Nduk, bapak dan Mama boleh masuk? " Tanyanya, Aku pun meng Iya kan.


" Nduk, bapak mau tanya, sebenarnya kamu suka nggak dengan nak Dika? " Tanya nya langsung.


" Ya suka Pak. Memang nya kenapa ya pak? " Tanyaku balik


" Gini nduk, kalau kamu suka dengan nak Dika, mama dan bapak merestui kalian, bahkan mas dan Mbak mu juga. Tapi permasalahan nya, apakah kamu siap untuk menjadi istri nya, kalau tidak siap Mama akan menjodohkan kamu dengan anak sahabat Mama. " Jelas Mama.


" Apa?? Istri mah?? Kalau untuk jadi istri aku belum siap, Mama kan sudah pernah ica ceritakan. " Jujur ku.


" Ya Mama tau, tapi kan sekarang kamu sudah mau lulus, sedangkan sahabat Mama ini, ingin cepat cepat menjodohkan kalian, kalau kamu memang siap jadi istrinya kan mamah bisa ada alasan untuk membatalkan nya. Mama nggak suka melihat kalian pacaran, karena menambah dosa, mending langsung nikah biar halal sekalian, tidak menambah dosa." Seru Mama dengan senyuman.

__ADS_1


" Iya iya, ica siap jadi istri nya bang Dika, dari pada ica jadi istri orang yang belum ica kenal. Tapi untuk saat ini, ica belum siap menikah mah" Ujarku.


" Yasudah... Tapi apakah kamu siap menjadi istrinya nak Dika?? Jarang selalu ada untuk istri, keluarga, karena sering dipindah tugaskan, transfer sana sini.. Kamu tau sendiri bagaimana jadi istri tentara seperti tante kamu itu.. " Tutur Bapak.


" Ya siap nggak siap pak, karena mau bagaimana lagi kalau memang itu pekerjaan nya. " Jawabku.


" Sudah besar ya ternyata anak mama ini. " Puji Mama


"Kalau kamu sudah tau resiko nya, dan tetap mau dengannya, Bapak dan mama mu cuma bisa mendoakan kalian... Yasudah, kamu dikamar saja, biar cepet sembuh." Ujar bapak.


" Iya Pak... Mah, nanti bilang ke Farel suruh bawa Lani ke kamarku, aku kangen banget sama Lani. " Ujarku kepada orang tuaku.


" Iyaaa" Jawab mama.


****


Kini Kapten Dika, mas Dito, Mas Aris, Mama, dan bapak sedang duduk di ruang tamu melakukan obrolan diselingi dengan candaan, sedangkan para perempuan sibuk mempersiapkan makan Malam.


......


" Dek Dika, maaf sebelumnya, disini mas sebagai perwakilan dari bapak sekaligus keluarga besar ini. Mas pernah dapet selentingan omongan, katanya dek Dika ini suka dan siap untuk melamar adik Mas ya??? Apa benar itu." Tanya Mas Dito.


" Iya Mas, saya suka adik Mas, dan siap untuk melamar bahkan menikahinya. " Jawab kapten Dika.


" Bagus kalau ada niatan untuk menikahinya, Mas sangat setuju. Tapi dek Dika tau sendiri bagaimana keadaan keluarga disini, ya seperti inilah keluarga kami. " Ujar mas Dito.


" Sama saja mas, tidak ada bedanya dengan keluarga kami. " Jawab kapten Dika dengan senyuman.


" Kalau kamu sudah suka, dan siap melamar anak bapak, kira kira siap tidak besok kamu melamar Ica dan menghubungi orang tuamu. " Tantang bapak.


*


*


*


*


°°°Kira kira Kapten Dika siap nggak??? 😄


Jangan lupa Vote, like dan comment, agar author lebih semangat dalam melanjutkan cerita 🙏☺☺😊

__ADS_1


See You Next Episode


.


__ADS_2