I Love You Kapten Songong

I Love You Kapten Songong
Kekesalan


__ADS_3





*



*



Setelah kami makan siang, Kapten Dika pun izin untuk balik ketempat ia ditugaskan, karena ia hanya izin untuk istirahat sekalian makan siang diluar.



" Abang pamit dulu, nanti sorean atau malam Abang balik kesini lagi. '' Ujarnya.



" Selesai in tugas Abang dulu baru kesini " Kataku padanya.



" Kalau kamu nyuruh Abang selesai in tugas, mana ada kelar kelarnya, apalagi ntar malem Abang menginap di Barak. " Tegasnya.



" Ya aku ngga tahu. " Kataku.



" Makanya mulai sekarang kamu harus tau, katanya mau jadi Jalasenastri Ibu Dika. " Candanya.



" Haah, emangnya aku setuju! " Kataku.



" Mau ngga mau harus setuju. " Jawabnya dengan tegas.



" Yaudah, ayo bang, nanti Abang telat.. " Ujarku menarik tangannya untuk mengikutiku ke depan halaman rumah.



" Hati hati di Jalan Abang, " Ujarku lagi.



" Iya, kalau ada perlu apa apa minta tolong ke Bibi saja, dan kalau kamu ngantuk, kamu bisa tidur dikamar Abang, atau kamar yang kamu pakai sebelumnya. " Tutur nya.



" Iya Abang ku sayang. " Kataku dengan malu malu.



Mendengar ucapanku, dia pun tersenyum, dan langsung mengecup keningku " Yaudah sana masuk... " Ujarnya padaku.



" Iyaa.. " Ujarku sambil melihat mobilnya yang kini berjalan menjauhiku.



Setelah aku memasuki rumah Kapten Dika, aku pun masuk kedalam kamarnya. Aku melihat kamarnya kini begitu rapih, tidak seperti sebelumnya kulihat, yang amat sangat berantakan.



Di atas ranjang, aku menemukan 1 bucket bunga mawar merah yang dirangkai dengan indah. Melihat bucket tersebut, aku tersenyum kagum oleh perbuatan nya ini. Aku memegang, mencium baunya untuk merasakan harumnya mawar yang segar dan juga merasakan ketulusan serta rasa sayang yang ia berikan lewat mawar ini .



Melihat sebuah tulisan note pada mawar tersebut, aku pun membuka dan membacanya. Dengan seketika aku makin terharu akan sikap dan kata-katanya ini. Berasa seperti melayang dibuatnya, bahkan hatiku ikut berbunga bunga, dan banyak sekali kupu-kupu beterbangan.



Setelah aku puas memandang mawar ini, aku teralih ke nakas kamarnya, disana terpampang fotoku dan fotonya saat berada di pinggir pantai. Ya, ini adalah foto dimana aku masih belum menyukainya, dan pada hari dimana aku masih mengikuti pelayaran di hari terakhir.


Dan ada satu foto lagi ketika kami melakukan selfie, dimana pada saat acara pertunangan kak Rizka.



Aku pun mengambil foto tersebut dan melihatnya sambil tiduran diranjang dengan senyuman yang tak henti hentinya.



Aku sangat senang akan perlakuan dia kali ini, seketika aku ingat akan perkataannya tadi yang akan melamar ku. Tanpa fikir panjang, aku langsung menelfon Mama ku, untuk memberitahu.



Panggilan ku terhubung, dan diangkat

__ADS_1



"Assalamu'alaikum mah, gimana kabarnya? " Tanyaku basa basi.



" Waalaikumsalam, allhamdulilah Mama baik, gimana? Apa uangnya kurang?? '' tanya Mama.



" Ishhh mana ada uang yang kurang. " Jawabku.



" Hahaha... Kapan kamu pulang?? " Tanya mama.



" Ngga tau mah, belum pasti, masih ingin liburan disini. " Ujarku.



" Jangan jangan kamu disana punya pacar ya, makanya betah disana. " Selidik Mama.



" Emmm, sebenarnya iyaa mah" Ucapku ragu ragu.



" Kamu ini jangan pacar pacaran terus, nasib kuliah mu bagaimana kalau kamu kerjaannya pacaran. Kan Mama sudah bilang, jangan pacaran, nanti mamah akan kenalkan dengan anak teman Mama, jadi kamu jangan takut kalau tidak laku." Kesal Mama.



" Tapi mah, Ica sayang banget sama dia, kuliah ku juga baik baik saja kok mah. Aku janji, nilaiku akan baik baik aja mah. " Jawabku memohon.



" Awas saja kalau nilai kamu jelek. Jangan sampai kamu kecewa in Mama, sekarang cari kerja itu susah." Ujar Mama.



" Mah, Ica mau kasih tau, tapi jangan marah ya" Kataku jujur.



" Iya, tapi jangan aneh anehh... " Jawab Mama.



" Mah, pacar Ica mau melamar, kira kira menurut Mama bagaimana? " Tanyaku to the point.



Mamaku diam seketika mendengar kataku.



" Mah, mamah... " Kataku lagi



" Sayang, sekarang kamu sudah besar ya... Kalau kamu suka dengan orang tersebut Mama tidak apa apa, tapi mamah berhak mengenalkan anak teman mamah kepada kamu, jadi kamu harus memilih antara pacar kamu atau anak teman Mama ini. Dan juga ajaklah dia main kerumah, agar Mama dan Bapak bisa tau apakah dia baik untuk kamu atau tidak.. " Jawab Mama dengan pelan.



" Iya mah. " Kataku



" Apakah kamu sudah siap untuk menikah? " Tanya Mama.



" Jujur, Sebenarnya aku belum siap menikah mah." Jawabku.



" Pikir mamah, setelah kamu selesai kuliah, Mama akan menikah kan kamu dengan anak sahabat Mama, karena Mama dan bapak takut, waktu kami tidak cukup untuk melihat kamu menikah. Bapak juga khawatir tidak bisa menikah kan kamu dengan lelaki yang kamu sayangi kelak.." Ujar Mama.



" Mah, jangan bicara seperti itu, Mama dan Bapak akan selalu ada disetiap do'aku. Karena aku selalu mendoakan mamah dan Bapak, agar panjang umur, sehat selalu dan mendapatkan banyak rezeki yang berkah.. Masa Mama nggak mau melihat Farel menikah juga, dan menggendong anak kami.." Kataku.



" Mama senang kamu selalu menjadi anak yang berbakti kepada orangtua. Ya Mama juga ingin melihat kalian menikah dengan orang yang kalian sayangi.. Kamu tidak terpaksa menikah kan kalau Mama berbicara seperti ini? " Tanya Mama.



" Mah, aku tau maksud Mama baik, Ica merasa tidak terbebani, tapi apa boleh buat kalau Mama sudah berbicara seperti itu, terlebih lagi jika mama, bapak, serta yang lainnya sudah setuju aku menikah, kalaupun aku tidak setuju menikah, pasti mama tetap memaksa aku menikah juga. Apalagi sudah ada yang mau melamarku... " Jawabku.



" Hahaha kamu tau aja kalau mama suka memaksa.. Yasudah kalau kamu sudah berbicara seperti itu. Mama tunggu secepatnya laki laki itu datang kerumah. Jika kamu sangat mencintai dia dan Mama, Bapak setuju, mamah tidak akan menjodohkan anak sahabat Mama ini. " Tutur Mama.



" Iya, terimakasih mah, Ica sangat sayang sekali mempunyai Mama yang baik seperti Mama. " Ujarku senang.

__ADS_1



" Iya sayang... Tante kamu tau prihal ini? " Tanya Mama.



" Tante belum tau mah, yang tante tau cuma kakak dari pacar Ica, bahkan tante setuju bedengan pilihan Ica ini. " Kataku.



" Wahhh... Tante kamu sudah setuju, Mama tidak sabar ingin cepat cepat bertemu dengannya. Sayang, sudah dulu ya, nanti malam dilanjut lagi, ini mama lagi ada pembeli." Ujar mama.



" Iya mah" Ujar ku sambil mematikan telfon.


Setelah aku menelfon, aku Merasa dikepala ku dari tadi ada yang mengganjal, aku pun mencoba membalik bantal tersebut, dan menemukan kotak yang berisikan sepasang cincin yang indah.



Aku kembali tersenyum, akan sikapnya yang menurut ku romantis. Aku mengambil cincin tersebut dan mencobanya ke jari manisku. Dirasa cincin tersebut terlalu besar di jariku, ku lepas cincin tersebut dan kembali ku pasangkan pada jari tengah ku.



" Cukup sekali dengan jari tengah ku, walaupun dengan paksaan.. Nanti aku pura pura tidak tahu ahh.. Lalu senang ketika dia memberikan ini." Ideku entah kemana



Aku mencoba melepaskan cincin nya dari jari tengah ku, namun nihil, cincin ini seolah tidak mau lepas dari jari tengah ku.



Kemudian aku mencari handbody, siapa tau dengan diberi handbody cincin ini bisa lepas. Tak butuh waktu lama, aku menemukan handbody dan menumpahkan nya ke cincin serta jari tanganku. Aku terus mencoba melepaskan nya, dengan mencabut cincin dan mencoba memutarnya.



Setelah beberapa lama mencoba melepaskan cincin, cincin yang kugunakan saat ini pun terlepas dan jatuh ke lantai kamar.



Klangggg...



Cincin tersebut jatuh dan menggelinding tepat di bawah ranjang tidur. Aku pun mengambil cincin tersebut dengan posisi tengkurap, agar dapat meraih cincin tersebut dengan mudah.


Ketika sudah mendapatkan cincin tersebut, mataku melihat kotak berwana coklat, yang bertuliskan "Clara". Jujur saja aku sangat penasaran dengan kotak itu. Dengan ragu ragu aku pun mengambil kotak tersebut dan membukanya.



Mataku Terbelalak kaget dengan apa yang ku lihat ini. Didalam sebuah kotak ini, banyak sekali foto kebersamaan Kapten Dika, dengan Clara, atau mantan kekasihnya. Lalu aku mengalihkan mataku untuk melihat cincin yang sekarang ku pegang. Ketika kuperhatikan dengan benar, cincin ini ada inisial yang bertuliskan huruf "D&C", berarti cincin ini milik wanita tersebut, bukan untuk ku. Bodohnya diriku, yang merasa bahagia akan cincin milik orang lain.



" Wah, sungguh hebat sekali akting kamu bang." Monolog ku sendiri dengan getir.



Aku jujur, kini rasa dihatiku sangat sakit, dengan banyak pertanyaan yang kini ada di otak ku. Apakah dia hanya melampiaskan wanita tersebut padaku? Atau Dia masih sayang dan belum melupakan wanita itu? Atau maksud dia apa, dia ingin cepat cepat menikah dengan ku, tetapi hatinya masih untuk wanita lain?. Aku sungguh sungguh kesal, marah, cemburu, dan ingin sekali aku melampiaskan kekesalan ini padanya.



Dengan perasaanku yang begitu marah, tanpa pikir panjang, aku langsung mengirimkan pesan chat kepadanya. "Saya sangat berterimakasih Atas semua yang telah Anda berikan kepada saya" Isi Pesanku terhadapnya.



Setelah mengirimkan pesan untuk nya, seketika itu pula aku langsung memblokir nomornya.






*



*



*




Terimakasih sudah mau membaca novelku 🙏



See You Next Episode 😊



__ADS_1


Jangan Lupa Likes and Comment 🙏🙏😍


__ADS_2