I Love You Kapten Songong

I Love You Kapten Songong
Cerita Kapten Dika


__ADS_3


Flashbackkk




Cerita kapten Dika masih berlanjut...



Ia pun lanjut bercerita lagi " Setelah aku sampai Bandara, aku langsung menaiki taksi Bandara dan menuju ke rumah yang ia sewa. Karena memiliki kunci duplikat rumah nya, Aku pun mengambil kunci dan membukanya.



Aku mengerutkan dahiku ketika aku telah membuka pintu kontrak an nya, dengan sayup sayup aku mendengar suara. Bukan suara laki-laki, namun suara perempuan, suaranya terdengar seperti suara perempuan yang sedang mendesah.



Mungkinkah aku salah dengar? Aku tidak salah dengar, suara desahan perempuan itu terasa semakin kencang. Dari suaranya saja aku bisa membayangkan, betapa nikmat percintaan panas yang di lakukannya itu.



Bahkan sayup sayup aku mendengar suara decitan ranjang yang kasar, hal ini menunjukkan betapa panas dan bergairahnya perempuan itu di dalam percintaan panasnya yang dilakukan sekarang.



Tanpa ku berfikir panjang, dengan perlahan aku langsung mendekat ke sumber suara, yang mana suaranya berasal dari kamarnya.



Aku melihat kamarnya, yang pintu tersebut tidak ditutup melainkan terbuka. Pipiku mulai memanas, bukan karena terangsang, tapi terbakar oleh rasa malu dan sekaligus marah.



Aku melihat nya sedang bercinta dengan seseorang laki laki yang tidak ku kenal.


Keduanya telanjang bulat, laki laki itu nampak begitu nikmat bercinta diatas tubuhnya, ia menggoyangkan pinggulnya dengan begitu cepat dan kasar hingga ranjang berdecit.



Ia dengan pasrah menerima perlakuan tersebut sambil mendesah begitu nikmat nya, ketika laki laki itu menggagahinya.



Aku juga melihat dengan mata kepala ku sendiri, bagaimana tangan Laki laki itu dengan lihay yang sedang meremas dan memainkan payudara miliknya, dengan rakus nya laki laki itu ******* payudara satunya menggunakan mulut dengan sangat bernafsu.



Perasaan ku hancur seketika melihat dia melakukan adegan tersebut...



Wanita itu, adalah wanita yang sangat aku cintai dan sangat aku rindukan, tetapi kenapa melakukan hal begitu senonoh!!...



Tangan itu, tangan yang biasanya menggenggam, menggandeng tangan ku ketika aku dalam keadaan suka maupun duka, kini telah melingkar di leher lelaki tersebut.



Mulut itu, yang selalu memberikan aku motivasi, semangat, dan nasehat nasehat kini tenggelam dengan suara desahannya.



Percintaan mereka terhenti ketika dia sadar melihatku yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya yang tengah menyaksikan adegan panasnya.



Tanpa basa basi, aku langsung meninggalkan tempat tersebut, dan meninggalkan rumah terkutuk itu.



Sampai sekarang aku memutuskan secara sepihak hubungan ku dengannya, dan aku benar-benar merasa frustasi dengan apa yang telah ia perbuat selama ini.



Kupikir dengan adanya aku di pindah tugaskan, aku bisa melupakan kenangannya dalam benak ku, namun itu semua salah.



Setiap aku melakukan sesuatu, fikir an ku malah terngiang-ngiang oleh kenangan yang indah bersamanya, dan di lanjutkan dengan semua adegan yang sangat kubenci" Cerita nya dengan raut wajah yang sedih.



***



Mendengar ia bercerita dengan raut wajah yang sedih, kuletakan minuman serta makanan yang ku pegang, laluku kupeluk nya dan ku ketenangkan.



" Aku mohon Sebentar saja, kita seperti ini, oke... 5 menit.." Katanya sambil membalas pelukan ku.



Aku pun diam tanpa membalas perkataannya.



" Aku nggak tau harus berkomentar apa, yang jelas mungkin dia bukan jodoh mu, Allah akan segera menggantikan dan mempertemukan jodohmu... Ingat bang ada lagu afgan... jodoh pasti bertemuuu... " Kataku pelan sambil menyanyi kan lagu afgan.



Ia pun melepaskan pelukan ku dan tersenyum, tiba tiba ia mencubit hidung ku "awwww... Sakit tau, mentang-mentang hidung aku ngga seberapa mancung.. " umpatku kesal.



" Hahaha " Tawanya sambil mengelus kepala ku dan mengacak rambut ku.



" Ih, uda aku cepol rapih rapih, malah diacak acak, kan kayak orang gila kalo kayak gini" Aku mendengus kesal dengan perlakuan nya kepada ku.



" Hahaha, sini aku bantu benerin. " Katanya semakin mengacak-acak rambutku lagi.



" Banggg... Jangan semakin dirusak " Kataku kesal.



" Jangan di gulung gitu, di gerai aja, nanti aku semakin nafsu liat kamu. " Ucapnya



Aku bingung dengan ucapannya " Maksudnya??"



" Kamu tau nggak, ketika aku memeluk mu, dan melihat leher mu, aku ingin menciumnya lalu memberikan tanda kepemilikan ku padamu. " Katanya sambil berbisik padaku.



Mendengar ucapan nya aku langsung menjauh darinya dan bergidik ngeri "Dasar Mesum" Kataku langsung menggerai rambut ku.



" Hahaha, polos banget sih kamu" Katanya dengan tertawa puas.



" Puas banget ya kayaknya. " Kataku kesal sambil berdiri dan bejalan meninggalkan nya.


Melihatku jalan pergi menjauh darinya, ia langsung berjalan mengikuti ku.



" Jangan marah... Aku bercanda kok" Katanya sambil berjalan di samping ku. Aku pun diam tanpa berkata apa apa.

__ADS_1



" Jangan marah dongggg, Oke... " Katanya sambil Menggandeng tangan ku.



" Lepasin " Kataku berusaha melepaskan tangan nya.



" Makanya maafin aku dulu... Oke.. " Katanya dengan memohon.



" Iya aku maafin, udah lepas, aku mau beli telur gulung itu. " Kataku sambil menunjuk ke arah penjual telur gulung.



Dia pun melepaskan tangan ku dan berjalan disamping ku.


" Pak beli Telur gulung nya 5 tusuk, yang ini isinya apa? " Tanyaku pada penjual telur gulung.



" Yang ini isinya sosis neng, mau? " Kata penjual tersebut.



" Emm, yang ini 2 aja pak.. " Kataku



" Kamu mau nggak bang?" Kataku lagi pada kapten Dika.



" Boleh, ikut kayak kamu." Katanya



" Oke.. Pak nambah kayak tadi lagi ya. Mayones nya dikit aja banyakin saosnya. " Kataku



" Iya neng. " Seru penjual tersebut.



Setelah pesanan kami selesai dibuat " Berapa pak semuanya?" Katanya pada penjual tersebut.



" Telur gulung 30rb, yang ada sosisnya 20rb, jadi totalnya 50rb Mas. " Kata penjual tersebut, dan Diapun membayar kan pesanan kami.



" Makan di mobil aja yaaa bang, terus kita nggak kemana mana lagi kan" Seruku padanya.



" Iya gak papa... Kita mau ke bioskop Departement Store, abang sudah pesan tiket nya.. " Katanya



" Emang abang gak bosen uda liat film seharian ini? " Tanya ku



" Ya bosen sih, tapi masih pingin jalan sama kamu " Katanya



" Ya kalo bosen kita jalan jalan ke Departement store aja, cuci mata hehehe " Candaku



" Terserah kamu saja" Ucapnya sambil mengendarai mobil menuju Departement store.




" Kita sekalian beli kebutuhan dapur kamu saja ya. " Ucapnya kepada seraya berjalan disamping ku.



" Nggak usah bang, disini mahal, aku biasa beli di pasar, atau di warung, sayang uangnya hehe" Seru ku



" Udah gak papa. " Katanya



"Beneran nggak usah... Mendingan kita nonton ke bioskop, sayang kan uangnya kalau tidak di tonton. " Kataku sambil mengalihkan topik pembicaraan.



" Katanya nggak jadi nonton? Waktunya masih banyak kok kalau mau belanja dulu. " Katanya sambil menarik tangan ku.



" Ih, masak mau nonton bawa bawa belanjaan, nanti aja setelah nonton" Elak ku dan sekarang gantian aku yang menarik tangannya untuk mengikuti ku.



" Kita mau kemana? " Serunya padaku



" Mau beli es cream, Hauss.. " Kataku, dia pun hanya bisa geleng-geleng hehe




Kami berjalan menuju area Foodcourt, mencari penjual es cream yang aku mau. Setelah aku mendapatkan es cream yang aku mau, kami pun berjalan menuju bioskop sambil memakan es cream.



" Masuk ke teater berapa? " Tanya ku



" Teater 2, ayo pintunya sudah dibuka. " Ujarnya sambil menggandeng tangan ku, untuk memasuki teater 1.



" Duduknya kok paling belakang sih, ini film apa juga yang mau ditonton? " Tanya ku setelah duduk di kursi bioskop.



" Liat aja. " Jawabannya yang membuat ku kesal.



Film pun akhirnya di putar, dengan menampilkan judul yang menurut ku film romantis. Sejujurnya aku tidak menyukai film bergenre romantis ini, tetapi kalau romantis komedi, action romantis, thriller, atau Science-fiction aku suka, yang intinya ada bumbu bumbu romantis nya juga hehe...




Beberapa menit kemudian, setelah film tersebut diputar, aku hanya menguap an tidak menghayati film tersebut, dan pada akhirnya aku tidak tau menau alur cerita film itu karena aku tertidur.



Setelah film tersebut selesai, Tiba-tiba, tangan ku ada yang menepuk-nepuk, siapa lagi kalau bukan kapten Dika.



" Ca, Ica, bangun, ayo pulang, filmnya sudah selesai. " Ujarnya sambil menepuk tangan ku.


__ADS_1


" Hemmm,, iya... " Kataku sambil mengucek mataku.



" Tu, sampai ada iler nya di lenganku" Ujarnya sambil menunjuk lengannya, dengan spontan aku langsung melihat lengan yang ditunjukkannya.



" Apaan sih, orang gak ada geh" Kataku kesal sambil memukul lengannya.



Dia pun tertawa " Hahaha ", aku pun berjalan pergi meninggalkan nya, karena aku kesal telah ditipu olehnya.



Dia pun berjalan mengikutiku di belakang, sampai ke area parkir. Disana aku bingung mencari mobilnya, karena di sana ada beberapa mobil yang sama dengan yang kami pakai, mungkin karena aku lupa plat mobilnya, sehingga aku muter-muter tidak jelas.



Dirasa aku mencari mobil tersebut, dia pun langsung menggandeng tangan ku, dan menunjukkan mobilnya.



" Itu mobilnya," Ujarnya sambil membunyikan suara mobil melalui kunci.



Tanpa pikir panjang, aku langsung masuk dan mengambil posisi enak untuk tidur lagi di kursi depan.



" Kamu ngapain bang, jangan deket deket geh" Ujarku karena melihatnya mendekati ku.



" Apaan sih, fikiran mu mesum, seatbeltnya dipakai " Serunya sambil memakai kan seatbelt.



" Kan aku bisa pakai sendiri" Protes ku.


Beberapa menit kemudian, kami sampai dikosan ku tercinta.



" Ca, bangun, kita sudah sampai.. " Ujarnya.



Aku pun menguap dan mengucek mataku " Hoammm... Uda sampe ya.. "



" Iya, yasudah, kamu masuk dan lanjut tidur lagi... Good night, mimpi indah... " Ujarnya sambil mengelus kepala ku.



" Iya bawel. Hati hati dijalan.. " Kataku dan diiyakan olehnya. Aku pun berjalan menuju kosan ku, setelah itu, aku berganti pakaian, cuci muka, sikat gigi dan tidur.



Beberapa jam kemdian, Disaat aku tertidur di malam hari, di tempat lain, melainkan di tempat Kapten Dika berada, yang mana ia telah sampai di messnya.



" Gimana kencan nya?? Dia suka nggak?? " Ujar sertu Robby tiba tiba datang.



" Astagfirullah, kaget gua rob.. " Jawab Kapten Dika



" Haha gua penasaran Ka, gimana kencan nya, berjalan mulus pastinya. " Tanya sertu Robby lagi.



" Ya gitu, semua yang elu ajarin ke gua, gua gunain... " Ujar kapten Dika



" Terus sukses nggak? Pasti dia cinta deh sama elu, secara elu sekarang romantis, nggak kayak pahatan patung es lagi.. Hahaha... " Kata sertu Robby



" Dibilang sukses nggak juga, dia nggak terlalu suka bunga yang aku berikan, apalagi film yang kamu rekomendasikan itu, dia bahkan tidur saat nonton film itu, tapi gak papa aku suka, dia tidur di lengan tangan ku. " Kata Kapten Dika



" Hah, nggak suka bunga? Tumbenan permpuan nggak suka bunga, terus dia nggak suka gitu film romantis?? Berarti salah strategi kita, Coba tadi beliin tiket horor sekali an, mungkin dia nggak tidur tambah elunya yang kesenengan karena dipeluk nya hahaha... " Ujar Sertu Robby.



" Gak papa, yang penting gua bisa deket sama dia"



" Itu sih mau mu... Elu mah cuma bisa bikin strategi buat ngejatuhin musuh, kalo ngejatuhin pasangan masih bau kencur, perlu ada pengawasan, hahaha... " Ujar Sertu Robby



" Kamprettt elu ya.... Andre mana, tumben dia nggak kepo kayak elu... Udah sana tidur besok subuh kita harus berangkat dan malam harinya kita akan melakukan latihan operasi gabungan selama 3 hari, dan kamu pasti bakalan capek. " Kata kapten Dika.




" Siap Kapten " Ucap sertu Robby sambil memberikan penghormatan






*



*



*





°°°Gimana, uda tau kan kelakuan Clara (mantan Kapten Dika) yang membuat kapten Dika Frustasi.



°°° Questions!!!


-- Sebenarnya Clara itu cinta nggak ya sama Kapten Dika? Kalo cinta kenapa dia melakukan hal seperti itu??





Jangan Lupa Likes and Comment 😁🙏



__ADS_1


See You Next Episode💕😁


__ADS_2