I Love You Kapten Songong

I Love You Kapten Songong
Ditipu


__ADS_3


*


*


*




Kapten Dika poV



Tak terasa malam hari pun tiba, aku sampai dirumah dengan keadaan kesal.



Bagaimana tidak kesal??? Dihari pertama ku pindah tugas, ada saja orang yang membuatku kesal. Aku tak tau, kenapa hari ini merasa kesal padahal orang orang tersebut hanya melakukan kesalahan kecil, mungkin aku masih kesal dengan kepergian orang yang aku cintai secara tiba-tiba tersebut.



Bahkan Sejak pagi hingga malam ini dia tak kunjung menelfon ataupun membalas chatku, sedangkan aku lihat pada aplikasi WhatsApp nya ia sedang online.



" Kalau sudah sampai, salam gitu kek... Jangan main asal nyelonong aja kak, mana mukanya ditekuk lagi. " Ujar dira melihat ku masuk tanpa permisi.



Tanpa menghiraukan ucapannya, aku pun langsung masuk ke kamarku, sambil meletakkan pakaian di sembarang tempat, dan menaruh sepatu dengan asal asalan.



" Kak, cepat mandi, ditunggu diruang makan sama Mama, Oma dan bang Rizal. " Seru dira membuka pintu kamar.



" Ya Allah, ni orang habis kerasukan apa ya... Kamar seperti kena gempa" ujar dira melihat kamar dan prilaku kakaknya tersebut.



Aku pun kembali diam, tanpa membalas Ucapan yang dira lontarkan.



Beberapa menit kemudian, setelah aku mandi, aku pun berjalan menuju meja makan, yang mana mereka telah menunggu kedatangan ku.



" Cepetan, lama banget sih, kasian oma dan mama menunggu kamu daritadi. " Ujar Bang Rizal melihat aku berjalan dengan gontai.



" Kenapa nggak duluan saja" Jawabku



Melihat tingkah laku ku yang begitu kurang semangat, dira akhirnya angkat suara.



" Kak, kita ini jarang tau kumpul keluarga seperti ini, seharusnya kakak itu bersyukur bisa dipindah tugaskan disini, apalagi dekat dengan keluarga. " Tanggapan Dira sambil mengambil nasi ke piringnya.



" Ada apa sih anak mama ini, kenapa bawaannya kesal dari tadi? " Tanya mama penasaran.



" Nggak ada apa apa mah. " Ujar ku



" Katanya sudah menjadi Kapten, tapi kok masalah sepele saja sudah lemahhh... Jangan jangan kamu sedang PMS ya ka, makanya kamu uring-uringan gak jelas dari tadi. " Kata bang Rizal. Mendengar ucapan bang Rizal Mama dan Dira menahan tawanya.



" Jangan bawa pangkat Bang kalau tentang perasaan. " Ujarku keceplosan.



" Hahaha, sudah Abang duga, ternyata masalah percintaan.. " Tawa bang Rizal.



" Sudah, ayo makan.. Dan untuk Rizal, Dira, diam jangan ganggu Dika " Ujar Oma menengahi.



" Mama, Oma, Dika ingin menikah!!! " Ujar ku tiba tiba dengan percaya diri.



Uhukk...



Mendengar ucapan ku, oma, dan mama pun tersendak ketika memakan.



Bang Rizal pun memberikan segelas air untuk Oma "Minum Oma... " Kata Bang Rizal yang duduk disamping Oma.



" Apaaaa??? " Kaget Dira.



" Aku sudah yakin ingin menikahi Ica, dan aku tidak ingin berlama-lama menjalin hubungan dengannya tanpa ikatan maupun status. " Ujarku dengan mantap.



" Abang nggak mau dilangkahi oleh mu" Jawab Bang Rizal.



" Kalau jodohku sudah di depan mata dan aku sudah merasa mantap harus bagaimana Bang?" Tanya ku.



" Oma tidak setuju! " Terang oma.



" Kalaupun Oma tidak setuju, Dika akan tetap menikah dengan Ica, karena mama sudah setuju prihal hubungan ku dengan Ica. " Jawab ku.



" Pasti perempuan itu guna guna kamu!! " Ketus Oma.



Mama angkat bicara kepada Oma " Sudahlah Bu, setujui saja Dika. Mungkin dengan adanya Ica, Dika akan bahagia... Ingatkah ibu, ibu mau Dika sayang dengan ibu seperti sediakala. " Ujar mama dengan pelan.



" Ica nggak sebegitu buruknya difikiran Oma. Dika capek selalu berdebat dengan Oma. Oma mau Dika bahagia kan?? " Tanyaku.



" Baik, Oma mengalah... Oma setuju dengan hubungan kalian, tapi jangan harap Oma bisa lunak dengan dia. " Seru Oma.



Deggg



*** Sebegitu bencinya kah Oma terhadap Ica... Aku akan coba terus mengambil hati Oma, agar Oma luluh dengan Ica*** Gumam ku.



" Tapi bagaimana dengan Rizal?? Masa Dika langkahi aku Oma?? Mentang mentang Dika cucu kesayangan Oma. " Terang Bang Rizal.



" Semuanya cucu kesayangan Oma. " Ujar Oma

__ADS_1



" Abang kan ganteng, dewasa, mapan, gak mungkin nggak ada yang mau dengan abang, lagian sebentar lagi pasti abang dapet dambaan hati yang baru. " Jawab ku.



" Tumben mulut kamu manis, mau abang transfer berapa? " Tanya Bang Rizal.



" Hahaha " Tawa mama dan Dira.



" Gak perlu! Gak kebalik ya, abang mau ditransfer berapa karena Dika langkahi?? " Jawab ku.



" Sudah sudah, emangnya kamu kapan rencana mau melamarnya? " Tanya Mama.



" Secepatnya.. untuk menikah kalau bisa ya secepatnya juga. " Jawabku.



" Emangnya kak Ica mau menikah sama kakak" Canda Dira.



" Diraaa!! " Kesalku.



" Yasudah, kalau Ica sudah siap, mama akan melamarnya untuk mu... " Kata Mama.



" Terimakasih Mama ku tersayang " Jawab ku dengan senang.



" Dek, kamu mau abang kasih informasi nggak tentang Ica " Tanya Bang Rizal.



" Apa Bang? " Jawabku.



Aku pun memperhatikan ia berbicara, sambil mengunyah makanan " Tadi, setelah abang menghantarkan dia, abang sempat cipika-cipiki dan memeluk dia dengan mesra. " Kata Bang Rizal



Uhukkk...


Aku pun tersedak makanan karena ucapannya tersebut.



Aku meneguk air putih digelas "Apa!!! Nggak usah aneh aneh deh Bang!!! " Kesalku.



" Pftttt " Bang Rizal menahan tawa.



" Sudah sana kak, temui kak Ica, dari pada kak Dika disini diganggu Bang Rizal. " Ujar Dira.



" Jauh lah dek,, musti naik pesawat dulu kesana." Jawabku.



" Kak Ica kan nggak balik kak, dia ketempat Om nya yang masih daerah sini. " Ucap Dira.



" Apa?? " Kataku kaget.




Tanpa menunggu waktu lama Aku pun langsung menelponnya, dan untung nya langsung diangkat nya. " Assalamu'alaikum, kirimkan alamat rumah om kamu" Ujarku langsung kepadanya.



" Waalaikumsalam, Om yang mana " Jawab Ica dengan bingung.



" Kata Dira kamu di rumah Om kamu sekarang. Kirimkan alamat rumah Om kamu sekarang, abang kangen. " Ucapku lagi.



" Besok Ica main kerumah Abang, sekarang udah malem Bang. " Terang Ica



" Janji ya, besok kamu kerumah, nanti abang jemput. " Seru ku padanya.



" Iya janji, sekarang aku capek Bang, habis jalan jalan sama tante tadi... Ini juga barusan selesai mandi, gara gara ketumpahan minumannya azizah." Ujar Ica.



" Kenapa abang dari tadi Chat, tapi kamu nggak membalas maupun tidak menelfon, sedangkan abang liat kamu online terus. " Terangku.



" Maaf Bang, Mungkin ketumpuk chatnya " Katanya.



Aku pun beralih untuk menekan video call kepadanya " Abang kangen" Ujarku padanya, yang menampilkan wajahnya dan terlihat rambutnya yang basah selesai mandi.



" Aku juga kangen sama abang... Tapi bukannya kita sudah bertemu beberapa jam yang lalu, masa sudah kangen.. " Jawabnya dengan senyuman.



" Masa katamu??? Aku mau gila karena terus memikirkan mu, kalau kamu tidak ada disampingku 1 detik saja, apalagi tidak ada balasan setiap abang Chat. Kayaknya kamu nggak seperti itu ya??? " Kataku dengan kesal.



" Cihh... Abang nggak punya kesabaran ya??? Apa abang nggak pernah pacaran, ini yang namanya tarik ulur bang!!! Abang kalau sudah ketergantungan denganku akan susah lepas dariku loh... " Jelasnya yang hanya menampilkan mukanya.



" Cihhhh.. Yang nggak pernah pacaran kan kamu???" Terangku padanya


" Selamanya boleh tuh, abang akui itu benar... Abang sudah kalah dengan mu..." Jawabku lagi dengan senyuman.



" Apa abang nggak terlalu blak blakan?? " Katanya.



" Itu memang daya tarikku kan, ngomong ngomong kamu lagi apa?? " Tanya ku.



" Kan aku bilang, aku habis mandi bang... Ini buktinya rambut ku saja masih basah, dan masih menggunakan kimono... " Ujarnya dengan pelan memperlihatkan muka, rambutnya, dan handuk kimono yang dililitkan pada badannya.



" Aah iyaa... Salahnya, dari tadi kamu cuma menampilkan muka aja..." Kata ku



Dia meletakkan handphone, mungkin diatas meja nya, yang hanya menampilkan mukanya lagi " Bang!!! Sekarang aku lagi pengen,, pengen banget buat ngebuka. " Ujarnya dengan wajah yang menggodaku.



" Ttu..tungggu.... Katanya sudah mandi kenapa sekarang mau buka buka lagi... " Kataku dengan Gelagapan.

__ADS_1



" Kenapa apanya bang? Kan harus dibuka biar bisa melakukannya... Tapi sayang sekali kalau melihat ini sendirian... Abang juga liat bareng aja, mumpung kita lagi video call..." Terangnya dengan senyuman menggoda.



*** sinting!!! Tidak!!! Stopp!!! *** fikiran ku padanya sambil menutup mata dengan tangan.



" Ngapain abang, Ngga lihat aku!!! Buka matanya!!! Abang jarang bisa lihat ini loh!!! Cepat lihat!!! Ayo lihat!!! " Ujarnya lagi



" Kamu gila mau VCS " Jawabku sambil menutup mata, tanpa melihatnya.



" Cepat lihat!!! Ayo lihat!!! Kenapa malu bang!!! Aku sudah buka nih, sayang banget kalo aku yang melihat sendiri.. Nggak ada siaran ulang pokoknya!!! " Ujarnya meyakinkan.



Aku pun meneguk ludah dan memberanikan diri untuk meliriknya, dengan membuka sebelah mataku.



" Tuhhh lihatt, benar kan!! Sangat manis dan enak, Sayang sekali kalau aku yang melihatnya sendiri. " Ujarnya sambil memperlihatkan buah jeruk yang telah dikupas olehnya.



Glekkk....


*** Rasanya seperti ditipu*** gumamku melihat yang ia tunjukkan.



" Ngggg... Loh lohhh... Kenapa wajah abang merah begitu, apa jangan jangan abang memikirkan sesuatu yang nakal?? " Serunya dengan senyuman menggoda nya.



" Kalau kamu seperti ini, abang bakal menemuimu sekarang juga. " Jawabku dengan kesal.



" Hahaha, cepat kemari, aku kangen... Biar aku bisa peluk sepuasnya.. " Serunya dengan senyuman.



" Kamu akan menyesal hari ini Anisa!!! " kesal ku.



" Itu kan yang aku inginkan, untuk membuat abang kesal. " Ujarnya.



" Dasar... Yasudah katanya kamu capek, cerna dulu makanan nya sebelum tidur, nanti kamu enek... Selamat beristirahat... " Seruku.



" Tunggu!!! Tunggu dulu bang!!" Ujarnya menahan ku.



" Aku sekarang sangat mencintai kamu, dan jangan tanya aku mencintaimu dari kapan, dikarenakan sejarahnya cukup panjang untuk mencintai mu.... Aku cuma ingin mengatakan itu saja. Pokoknya I Love you so much.." Ujarnya dengan malu malu.



" Aku juga sangat sangat mencintai kamu. Jangan tanya aku mencintaimu seberapa besar, karena ukurannya terlalu besar untuk dijelaskan. Yasudah kalau begitu, selamat istirahat, dan jangan lupa ketemu di dalam mimpi. " Jawab ku padanya.



" Iya sayang... Muahhhh...." Serunya dengan cepat langsung mematikan panggilan.



Seketika aku dibuat kaget dengan tingkah nya "Maniss.. Jadi nggak sabar ingin segera dihalal in" Ujar ku dengan monolog.





***




Ica poV



Selingan...



" Mbak... Ini Rank in ML ku..." Ujar Alvin masuk ke kamarku sambil menyodorkan handphone nya.



Aku pun menerimanya dengan senyuman, dengan menahan tawa " Yaudah sinii " Kataku sambil mengambil handphonenya.



" Mbak bisa kan mainin nya?? " Tanyanya memastikan.



" Ya bisalah, cuma nembak nembak minion sama turret aja kok susah. " Jawabku dengan bangga..



Aku pun mencoba memainkan aplikasi permainan tersebut. Sebenarnya aku cuma bisa main, dan tau aturannya saja. Jika di kampus, aku sering melihat teman temanku memainkan permainan tersebut, karena penasaran aku pun mencoba memainkannya dan minta diajarkan oleh teman ku tersebut.



Sudah lama aku tidak memainkan permainan tersebut, dikarenakan temanku pasti marah ketika aku mencoba memainkan permainan tersebut, tau sendiri aku mainya selalu kalah, katanya yang kurang pedas lah ngebuff nya, yang NUB lah, yang sering mati lah, sampai sampai telinga ku tahan banting akan celotehan mereka.



" Ishhh mbak ini, musuhnya itu di kill mbak... bukannya ngerank untuk naikin level malah nurunin level ini mah... Uda sini aku aja yang main... " Ujarnya saat melihat ku bermain ML.



" Kayak gini nih mainnya, masa mati mati terus, kapan menangnya, yang ada kalah... " Celoteh nya lagi.



" Yaudah, main aja sono sendiri... Kan yang penting mbak bisa main, walaupun NUB... Wekkk... " Ejekku sambil menjulurkan lidah dan berjalan pergi meninggalkan nya untuk mengambil air minum.




*



*



*



*




See You Next Episode 😁




Jangan Lupa Likes and Comment 😊😊🙏

__ADS_1


__ADS_2