
*
*
*
*
" Tadi pagi kan mobilnya ada di bawah pohon jambu mbak... Emang dasar kok mbak ini, gitu bilangin adeknya budeg, padahal dia sendiri buta... Hahaha..." Cibir nya.
" Dasar, biar aja kamu kualat sama mbak." Kerutuk ku.
" Mobil itu rencananya mau dipake untuk anterin kita pulang mbak.. Sekalian mau ngelamar mbak..." Katanya lagi.
" Apa???? Ngelamar mbak???" Kagetku
" Iyaaaa... Katanya mbak uda kebelet kawin hahaha" Candanya dengan tawa.
Mendengar Farel tertawa, tika yang duduk disamping nya pun ikut tertawa. Aku yang melihat mereka senang, aku pun menyentil kening mereka satu persatu..
Pletakkk... Pletakkk...
Bunyi sentilan jari yang mengenai kening mereka.
" Aishhh... Sakit tau... Ikut ikutan aja kagak... Padahal Cuma ketawa doang " Gerutu Tika sambil mengusap keningnya.
" Nggak jelas sih Mbak!!! Mana sakit lagi. " Ujar Farel kesal
" Salah sendiri suka ngejekin mbak. " Kataku.
" Ahhhhh... Aduhhhh..." Teriakku kesakitan ketika kakiku yang terluka tidak sengaja menabrak ujung meja.
" Kapok, makanya jangan kualat sama adek sendiri." Kerutuk Farel.
" Gimana ca, apa yang kena? " Ujar Tika Mengamati kakiku yang terpentok meja.
" Ini kena bagian lukanya... Aduhhh... " Sakitku langsung meluruskan kaki diatas kursi.
Melihat ku yang kesakitanku, Tika pun langsung meniup luka kakiku.
" Uda gapapa tik, dan sekalian tolong ambilin salep yang di kamar warna putih. " Pintaku.
Dia pun berjalan dan mengambilkan apa yang ku pinta, lalu aku pun mengoleskan nya.
" Rel, mbak beliin makanan buat kita dong! " Ujarku.
__ADS_1
" Mbak mau apa? Terus Mana uangnya? " Tanya nya sambil menengadahkan tangannya.
" Kamu mau apa tik? " Tanyaku.
" Aku mau ayam geprek sambel matah, minumnya es teh." Jawab Tika.
" Mbak pingin seblak ceker pokoknya paket komplit. Kalo bang Dika samain sama kamu atau sama Tika juga nggak papa. Minuman nya terserah." Seruku pada Farel sambil memberikan uang.
Setelah memberikan uang kepadanya, aku sedikit kesal dengannya. Ia kembali bermain handphone dan tidak bergegas membeli makanan untuk kami.
" Dek, mau nunggu apa lagi. Cepet an beli makannya!! Dari tadi Mbak liatin kok kamu main handphone aja..." Kesalku.
" Ini lagi otw (on the way) mbak. " Ujarnya datar.
" Dari mana otw Farel!!! Kamu dari tadi masih duduk disitu.!!! " Marahku.
" Yang otw kan ojol nya Mbak, aku tadi uda pesan. Yang penting kan sampe makanan nya. Jangan marah marah geh mbak, ntar mas Dika bangun loh... Selagi mbak nunggu makanan nya dateng, mending Mbak siap siap gih berangkat kerumah, apa yang mau dibawa, sekalian minta bantu Mbak Tika... Iya nggak mbak Tika." Jawab Farel dengan santai.
Mendengar ocehan Farel yang menurutku tidak jelas, aku langsung pergi ke dalam kamar untuk membaringkan tubuhku di ranjang, sedangkan Tika mengikuti ku.
Beberapa menit kemudian pesanan kami akhirnya datang. Kami menikmati makanan tersebut dengan lahap, lalu aku, Farel dan Kapten Dika pulang kerumah ku, untuk menghantarkan ku.
3 jam lamanya untuk kami sampai dikediaman ku, dengan mengendarai mobil teman kapten Dika. Sesampainya dihalaman rumah ku, ibuku yang sudah menunggu kedatangan kami pun langsung menghampiri kami.
Mamaku memperhatikan dan langsung memeluk ku " Ya Allah ca, kok bisa sampe kayak gini sih nyungsepnya (jatuh). Mana yang sakit??? " Tanya mama khawatir.
" Ya Allah, kok bisa loh kepentok meja, kamu kurang hati hati sih. " Jawab Mama.
" Ya gara gara si curut itu mah, suka usil. " Seruku.
Mama langsung melihat kearah Farel yang sedang memindahkan koper dan barang barang dari mobil ke teras rumah. " Farel, kamu ini kebiasaan ya. Uda tau mbak kamu lagi sakit, masih aja di gangguin. " Ujar mama marah.
Melihat Farel yang dimarahi oleh Mama, aku pun menjulurkan lidah untuk mengejek nya. "Dasar tukang ngadu.. " Kata Farel yang mendengar perkataan mama.
Mama pun mengalihkan pandangannya ke Kapten Dika yang baru selesai menurunkan koper dari mobil.
" Ini pasti nak Dika ya, maafin mama ya, mama khawatir dengan Ica, jadinya lupa semuanya... " Ujarnya dengan senyuman.
" Iya tidak papa bu. " Jawab kapten Dika dengan senyuman.
" Yaudah ayo masuk nak masuk... " Kata mama sambil berjalan dengan merangkul ku dari samping.
Kami pun duduk diruang tamu.
" Makasih banyak ya nak, sudah menghantar kan anak anak mama sampai dirumah, dan maaf sudah merepotkan nak Dika sampai jauh jauh kesini. " Kata Mama.
__ADS_1
" Iya sudah sepantasnya bu, saya menghantarkannya, lagi pula tidak merepotkan, sekalian silaturahmi bu. " Ucap kapten Dika.
" Tapi tetap saja mama merasa tidak enak sama nak Dika ini. " Kata Mama.
" Sudah tidak apa apa Bu.. " Kata kapten Dika.
" Iya, mama sampai lupa tidak memberikan minuman... Mau mama buatin apa? Teh? Kopi?" Tanyanya.
" Terserah ibu saja, saya suka semuanya. " Jawabnya lagi.
" Farel, rel, buatin mas Dika sama mbakmu minum nak! " Ujar Mama memanggil Farel.
" Adu... Adu.. Tamunya sudah datang... Maaf baru bisa menyapa, karena bapak barusan habis nutup warung depan." Ujar bapak masuk menyalaminya, dan Kapten Dika pun membalas dengan senyuman.
" Terimakasih ya nak sudah menghantarkan anak bapak sampai sini" Ujar Bapak lagi.
" Iya pak sama sama. " Jawab kapten Dika.
......
Disela obrolan mereka " Ngomong ngomong nak Dika ini kerja dimana ya kalau boleh bapak tau? " Tanya bapak penasaran.
" Sekarang saya Dinasnya di Batalyon xxx pak. " Ujar kapten Dika.
" Emmm tentara berarti ya. Sama Om nya ica, Dedi Affandi kenal?" Tanya Bapak.
" Iya kenal pak. Satu tempat dinas dengan Om Dedi" Jawab Kapten Dika.
" Alhamdulillah kalau kenal. Berarti Nanti saya bisa tanya tanya tentang kamu ke Om dedi dong..." Seru bapak dengan senyuman
.
" Iya Pak. " Kata Kapten Dika
*** Mati aku, kalau om Dedi bicara ke bapak kalau aku suka memarahinya. **** Gumam Kapten Dika.
" Sebenarnya bapak dan ibu ini tidak suka, dengan ica yang dekat dengan tentara. Ya karna kamu tau sendiri, tentara itu jarang ada dirumah, jarang kumpul dengan keluarga, transfer sana sini. Apalagi waktu itu anak saya pernah jadi pendiam, suka melamun, sampai sampai tidak semangat, setelah ia pulang dari pelayaran SMA. Dia tidak berbicara sama sekali, tidak mau menceritakan masalahnya dia selepas pelayaran tersebut. Bapak jadi khawatir, apalagi mamanya, sampe datang ke kantor sekolah nya, namun pihak sekolah tidak tau apa apa. Akhirnya, Jeje teman karibnya itu memberitahu mama, kalau Ica habis dimarahi oleh tentara tersebut karena masalah percintaan yang menurut bapak sendiri sepele, ya tau sendiri jaman SMA masih cinta monyet. " Cerita bapak.
Jedyarrrrr....
*
*
*
__ADS_1
Jangan lupa vote, likes and comment 🙏😊
See You Next Episode 👋👋👋