I Love You Kapten Songong

I Love You Kapten Songong
Bersama Kapten Dika


__ADS_3

Happy Reading



*



*



Esoknya, sekitar pukul setengah 5 pagi suara dering alarm ku berbunyi dengan nyaring ke telinga ku.



Aku tidak tau keberadaannya HP ku dimana, dari situ aku baru sibuk mencarinya.


Selesai menemukan handphone ku, aku mematikan alarmnya dan melaksanakan sholat subuh.



Setelah sholat, aku mengecas handphone serta menghidupkan data seluler nya, alangkah terkejutnya aku, banyak panggilan tak terjawab serta banyak chat yang tertuju padaku.



Aku pun membalas chat tersebut satu persatu, yang tak kalah kagetnya banyak panggilan telepon yang berasal dari Kapten Dika, aku pun mengirimkan chat kepadanya dan bertanya kenapa dia menelfon ku.



Setelah kucukupkan membalas pesan pesan tersebut aku pun tidur lagi wkwk..



Tak terasa, sinar matahari hari semakin meninggi, serta suara sering telfon ku berbunyi.




Tring...


Tring...



"Aish... Siapa sih pagi pagi gini nelfon... " Kataku masih ngantuk dengan meraba raba keberadaan handphone ku



Aku pun menjawab telfon tersebut masih dalam keadaan ngantuk berat. "Hallo, assalamualaikum..."



" Waalaikumsalam, kamu masih tidur ya? " Seru nya di dalam telfon.



" Hmm.. Ini siapa ya? " Kataku dengan pelan sambil memejamkan mata.



"Bangunnnn... Kamu nggak kenal suara saya? Atau no saya nggak kamu simpan?? " Seru nya dengan kesal.



" Hah, siapa ya... " Kataku sambil mengingat ngingat suara siapa ini.



Aku langsung terduduk seketika mengingat suara siapa ini, seketika itu pula mata ku terbelalak kaget.



" Hah iya, aku nggak tidur kok, tadi cuma nge prank hehe" Kataku lagi dengan mencoba bercanda.



" Aku sudah di depan kosan kamu" Katanya padaku



" Apa?? Mau ngapain " Kataku dengan terkejut.



" Gak usah kaget gitu geh, udah sini keluar, bukain gerbangnya " Katanya



" Iya sabar, tunggu 5 menit haha" Kataku langsung mematikan telfon.



Aku pun langsung pergi ke kamar mandi, mencuci muka, sikat gigi dan langsung memakai dalam an baju (Br*), karena kalau tidur kebiasaan tidak memakainya. Pasti tau kan kalian wahai kaum hawa😄😄



Setelah itu aku pun berjalan keluar membukakan pintu gerbang untuknya.



" Tinggal masuk aja kenapa bang, lagian uda di buka juga Gerbang nya" Kataku padanya



" Nanti kalau langsung masuk disangka maling lagi. " Katanya sambil berjalan di belakang ku.



Ia pun masuk dan duduk di dalam kosan ku "mau ngapain abang kesini, aku mau belajar buat ujian akhir besok" Kataku padanya sambil mengikat rambut ku dengan gaya cepol.



" Aku cuma mau bilang, besok aku ada dinas keluar kota, mungkin sekitar 2 minggu mungkin bisa lebih, jadi nanti kamu yang mengantarkan ke Bandara teman abang, dan abang tunggu di bandara. " Katanya



" Oh, kenapa nggak lewat telfon aja bang? " Kataku



" Ya sekalian mau liat kamu" Katanya



" Elehhh pagi pagi nggak usah gombal, basi tau bang. Terus yang anterin aku nanti ke bandara ganteng nggak bang orang nya? "



" Nggak, uda tua, kamu mau? " Kata dia



" Mohon maap, aku masih anak dibawah umur haha..." Canda ku



" Kamu Udah makan? " Katanya padaku



" Belom, abang uda makan? Kalo belom nanti ica beliin, abang mau apa? "



" Nggak usah, aku uda beli tadi di jalan, tapi ketinggalan di dalam mobil. Ayok anterin ambil di mobil " Katanya padaku



"Oh,, yaudah" Kataku sambil berdiri.



Kami pun berjalan menuju mobil untuk mengambil makanan yang dia beli.



" Buka aja pintu mobilnya, makanan nya ada di kursi penumpang " Katanya



" Iya. " Kataku sambil membuat pintu mobil.



Ceklek.....



aku pun membukanya dan menemukan makanan yang ia beli.



*** bunga ini buat siapa ya? *** gumam ku dalam hati ketika melihat Bucket bunga di atas kursi penumpang.



Lalu aku mengambil makanan tersebut dan menutup pintu mobilnya.



Ketika aku berjalan di depannya " Loh, kok bunga nya nggak diambil. " Katanya padaku.



Langkah ku terhenti ketika ia berbicara seperti itu "Emang bunga itu buat aku?? " Kataku tidak percaya



" Iya, emangnya buat siapa lagi? " Katanya



"Ya aku nggak tau... Beneran itu buat aku?? " Kataku.



" Iya buat kamu! " Katanya sambil mengambil mengambil bunga tersebut.



" Seriously?? "



" Iya, ini serius buat kamu. " Seru nya sambil memberikan bucket tersebut



Aku pun tersenyum sambil mengambil bucket bunga tersebut " Terimakasih, tapi jangan kayak gini lagi ya bang, pagi pagi uda buat aku baper. " Kataku padanya



" Aku suka liat kamu senyum kayak gitu, uda ayok masuk, aku lapar " Katanya sambil berjalan menuju kosan.



Sesampainya dikosan, kami duduk dan menikmati makanan tersebut. " Setelah ini abang mau kemana? " Kataku

__ADS_1



" Ya disini, kenapa? Ngusir? " Katanya



" Ya bukannya ngusir, aku mau belajar, kalo abang disini aku nggak fokus mau belajar nya.."



"Aku masih pingin liat kamu, aku janji nggak bakal gangguin kamu belajar, kalo ada yang gak tau, tanya aja, siapa tau abang bisa bantu." Katanya



" Ih gombal, ngga mungkin kalo nggak ngeganggu" Kataku



" Yaudah gini deh, aku liat drama Korea yang dos, apa dot, itu aja yang kata April kamu suka itu, terus pake headset. Sambil nungguin kamu belajar, gimana? " Serunya



" Dots bang, yaudah, beneran ya nggak ngeganggu?? Janji??"



" Iya janji, tapi malemnya kita jalan ya, gimana?? " Katanya.



" Yaudah, tapi bentar aja ya, jangan pulang malem malem. " Kataku



" Iyaaaa" Katanya.



Aku pun menghidupkan laptop ku, dan memberikan tontonan drama tersebut kepada nya.



" Ini headset nya " Kataku sambil menyodorkan headset kepadanya.



Kami pun duduk berjauhan, karena aku takut ia akan mengganggu konsentrasi ku.



Beberapa jam kemudian, aku melirik kearah nya, karena menurut ku, dia diam seribu bahasa.



Ketika aku melihat nya, ia sedang tertidur sambil duduk menyenderkan punggung nya di Tembok, sambil memakai headset serta ada laptop di depannya.



*** Bisa bisa nya tidur sambil senderan, kecapean mungkin ya, mana kalo tidur makin ganteng aja kamu bang... Tapi maaf aku masih belum bisa menerima kamu.*** Gumam ku dalam hati sambil mematikan laptop, dan mencabut headset dengan hati hati..




Setelah itu, karena perut ku sudah terasa lapar, aku pun memasak di dapur umum kosan dan mengambil kebutuhan nya di kulkas.


Aku menggoreng ayam yang masih tersisa di kulkas dan membuat sambal, maklum anak kosan hehe



Setelah memasak, aku kembali ke kamar kost membawa hasil masakan ku.



Aku kembali menatapnya yang sedang tidur, dan memberikan nya bantal untuk senderan kepala nya. Perlahan aku meletakkan bantal dikepala nya, namun ia terbangun dengan kegiatan ku ini.



"Ohh, maaf ngga sengaja buat abang bangun, cuma mau ngasih bantal aja, biar nggak sakit kepalanya" Kataku padanya sambil melepaskan bantal.



" Aku ganteng ya, aku pura pura tidur lagi aja berarti biar kamu puas memandang kegantengan ku haha... " Katanya sambil tertawa



" Ishh, yaudah pura pura tidur lagi sana" Kataku sambil menarik bantal di senderan Kepala nya.



Lalu terdengar suara benturan kepala mengenai dinding "dug... "



Kepala siapa lagi kalo bukan kepala kapten Dika yang terbentur dinding hehe



"Aishh sakit... " Katanya sambil mengusap usap Kepala nya yang terbentur.



"Ahhh... Maaf bang, nggak bermaksud jahil... Sakit ya..." Kataku



"Sakit tau, perih lagi... Kalo gagar otak gimana? " Serunya dengan memelas



" Beneran Maaf... Sini aku tiup biar nggak perih... Mana ada gagar otak, orang cuma gini aja... " Kataku sambil meniup kepala nya.




"Gak usah aneh aneh deh, yang kepentok kan kepala nya, kenapa jadi dadanya yang perih!! Udahlah males... " Kataku



" Ya emang kepala nya kepentok tapi hati ku yang sakit ketika kamu jalan sama cowo lain. " Katanya



" Terserah dong mau jalan sama siapa, wekkk" Kataku sambil berdiri menjulurkan lidah.



"Ayok makan.. Ini aku uda masak, tapi seadanya nggak papa ya, soalnya belum belanja. " Kataku lagi



" Iyaa, Mau kekamar mandi dulu, numpang cuci muka " Katanya sambil berjalan menuju kamar mandi. Lalu kami pun makan makanan tersebut yang dengan melakukan obrolan ringan, dan tak lupa membereskannya setelah makan.




Aku melihat jam yang berada di dinding sudah menujukan jam setengah 2, yang artinya aku harus segera melaksanakan sholat Dzuhur. Ku ambil air Wudhu dan ku ajak dia sholat juga. Kami pun melaksanakan sholat Dzuhur sendiri sendiri, tanpa melakukan sholat berjamaah, dan beruntung nya dia juga membawa sarung di mobilnya, karena di kosan ku tidak ada sarung hehe...



Aku yang duluan selesai sholat, sedang memperhatikan dia sholat dengan khusyuk.. "Abang nggak suntuk nunggu in aku dikosan dan nggak ngapa ngapain?" Tanyaku saat dia selesai sholat.



" Ya suntuk nggak suntuk, tapi mau gimana lagi, untung aja ada itu, jadi lumayan gak suntuk" Katanya sambil menunjuk ke laptop.



Aku pun melihat kearah yang ditunjuk nya "Ohhh... Bagus nggak? Uda sampai episode berapa? " Cerocos ku dengan penasaran.



" Kepo... " Katanya sambil menghidupkan kembali laptop nya.



" Ishh yaudah lah" Kataku sambil memonyongkan bibir cemberut.



" Gitu aja marah, biarin cepet tua... Nama Folder nya apa film tadi itu?" Tanyanya.



" Gak tau, cari sendiri " marahku dengan cemberut.



"Lama lama aku cium kamu kalo cemberut terus.. " Ucapnya.



Mendengar suaranya itu, langsung ku menutup mulut ku denga Tangan " Ishhh, jangan geh... Film nya ada Di data D, nama foldernya Drama Korea, terus disitu ada folder DOTS. " Kataku sambil menutup mulut dengan tangan.



" Hahaha.. Dibuka tangannya kalo ngomong, takut amat bakalan abang cium..." Serunya dengan bercanda.



" Ya Abang kan nekat orang nya... " Kataku sambil melepas tangan dari mulut.



" Hahaha... Iya tah?? " Katanya tetapi matanya fokus dengan drama yang di lihat.



Tanpa aku menjawab pertanyaan nya, dan aku juga penasaran, ku dekati dan duduk di sampingnya, lalu kulihat apa yang dia lihat, ternyata di film tersebut sedang menampilkan adegan kissing (ciuman).



" Pantesan fokus sama laptop, orang lagi adegan begituan. " Sindirku



Ia tertawa, setelah mendengar komentar ku "Hahaha, ya fokus lah, biar tau caranya nyium, terus dipraktek in ke kamu.. pantesan kamu suka film ini, ternyata banyak adegan kayak gituan hahhaha... " Ejeknya



" Ish abang ini, gitu gitu walapun aku sering nonton begituan, tapi kamu itu orang yang pertama nyium aku tau." Seketika wajahku memerah blushing karena malu, aku ingat ketika dia mencium ku dengan paksa.



" Huh, Seharusnya ciuman pertama ku itu aku kasih sama suami aku.." Kataku lagi sambil memegang pipi



" Iya tah??? Yaudah, kalo gitu aku mau tanggung jawab, aku bakal jadi suami kamu, gimana?" Katanya.



" Aku fikir Fikir dulu deh" Kataku sambil nyelonong menjauhi nya dan kembali belajar.



*** Kalo gini ceritanya kan aku jadi nggak konsentrasi belajarrrr*** Gumam ku sambil memikirkannya.

__ADS_1



" Aku tunggu jawabannya " Serunya sambil menonton film.



Tak terasa waktu begitu cepat, azan magrib sudah berkumandang, saatnya untuk dia pergi kemasjid untuk melaksanakan sholat Magrib. Tentuya Sebelum itu banyak sekali drama yang di buat oleh nya.



" Pakai motor ku saja kemasjid nya, kuncinya ini.. masjid nya sebelah kiri jalan, ikutin jalan itu aja.." Kataku sambil menujukan jalan kearah Masjid, dan di anggukan olehnya.



Dia sudah mandi tadi Sore dikamar kost ku, dan sekarang giliran aku yang mandi sementara dia pergi ke masjid.



Selesai mandi, dan sholat magrib aku ganti baju, dengan memakai kaos polos putih V-Neck, dengan dilapisi cardigan rajut berwarna mocca, dan memakai celana levis panjang, serta berdandan ala kadarnya.



Dia pun sampai dikosan ku, dan langsung memperhatikan ku ketika aku sedang memakai lipstik.



" Kamu mau kemana? Kayak mau pergi aja? " Candaannya.



" Ya Mau pergi sama Diki lah" Bohongku



" Apa?? Sama Diki??? Kan uda janji mau pergi sama abang, kenapa sekarang mau pergi sama Diki. Mana Sekarang Diki nya?? " Crocos nya



" Kan, tadi tanya giliran di jawab malah gitu, mana nanya nya uda kayak sales.. Noh Diki, DIKIbulin mau hahaha..." Tunjuk ku, lalu sambil menggulung rambut hitam ku, dengan membuat cepol.



" Dasar kamu ya" Serunya padaku.



" Ayok berangkat, kita nya kemana? Dan mau naik apa? Mobil apa motor ku? " Tanya ku.



" Naik mobil aku aja, ini malem dingin, ngga bagus buatt kamu. Kamu mau Ke Departement Store, atau ke taman kota? " Jawabnya.



" Ish, aku loh pake cardigan, uda biasa kali naik motor.. Kita Ke taman kota aja.. " Kataku



"Hmmm.. Oke, siap boss " Katanya sambil hormat kepadaku.



" Ish kayak apa aja loh " kataku sambil menggandeng tangannya untuk keluar dari kamar kost, dan mengunci pintu kosan untuk pergi bersamanya.



Kami berangkat ke taman kota menaiki mobilnya yang berada di halaman kostku.



Lalu lintas malam hari ini cukup lumayan ramai, mungkin karena weekend. Kita sampai ke taman kota dengan menempuh waktu Sekitar setengah jam an.



Setelah sampai di taman kota, banyak sekali muda mudi yang berlalu lalang disekitar kita.


" Kamu mau makanan apa? " Katanya sambil berjalan di samping ku.



" odeng, sama takoyaki kayaknya enak hehe" Kataku sambil menujuk kearah stand penjual, dan di iya kan olehnya.



Sesampainya di stand tersebut kami membelinya dan menunggu.



" Kamu mau minum apa? " Katanya



" Terserah, yang penting rasa coklat " Kataku.



" Kamu tunggu sini, biar aku yang beli. " Katanya sambil membayar pesanan kami. Dia pun pergi berjalan menuju stand minuman.



Beberapa saat setelah menunggu nya, dan pesanan ku telah matang, aku melihat nya berjalan menuju ke arahku.



" Duduk di kursi sana saja, disini terlalu ramai pengunjung, sini aku bawain. " Katanya sambil mengulurkan tangannya.



" Ngga usah, ini aku yang bawa aja bang... Ayok kesana" Kataku dengan semangat berjalan menuju bangku.



Kami pun duduk sambil menikmati makanan kami " Disini nggak banyak pengunjung, tapi banyak yang mojok. " Kataku sambil melihat kearah pasangan muda mudi yang tengah asyik berpacaran.



" Ya disana rame umpel umpelan, kamu mau? " Katanya



" Ya nggak mau, tapi disini kayak obat nyamuk ngeliatin orang pacaran. " Jawabku



" Ya udah, anggap aja ini kita lagi pacaran juga" Katanya



" Hmm, siapa yang mau pacaran sama abang hehe" Canda ku.




Tiba tiba ia mengusap ujung mulutku yang terkena saos dengan ibu jarinya "kalo makan pelan pelan, jangan kayak anak kecil, belepotan kan... Kamu beneran nggak mau pacaran sama abang?" Katanya



" Ihh Aku bisa ngusap sendiri... Bukannya nggak mau, tapi belom ada ketertarikan lagi... Kenapa sih abang suka sama aku? Secara dibilang cantik ya engga, sexy juga engga!" Kataku dengan penasaran.



" Gimana ya ceritanya, mungkin ini berawal dari kamu nggak tertarik dengan abang, mungkin dari situ abang tertarik ingin tau kenapa dengan kamu, karena kamu berbeda dari perempuan lainnya, yang mana mereka mencari perhatian, sok kalem, keganjen an, dan banyak lagi yang buat aku risih... Kecantikan, bentuk fisik nggak berguna untuk ku, yang terpenting hati kamu baik dan aku nyaman dekat dengan kamu. You know, Aku telah kehilangan orang yang aku cintai, karenanya aku tutup pintu hatiku dengan rapat rapat.. Perlahan lahan tanpa kusadari kamu telah membukanya, dengan tingkah lakumu, dan seluruh otak ku itu hanya mikirin kamu, aku ngga tau itu kenapa. Maybe, ini konyol menurut mu, tapi apalah dayaku kalau aku begitu mencintaimu.." Katanya




" Ishhh, yang bener loh, ntar aku terbang nih kalau abang sanjung in terus " Kata ku



" Bener, ngga bohong. " Katanya sambil membuka jari tangan dengan bentuk huruf v ( peace)



" Aku jadi penasaran kenapa abang kehilangan dia atau putus cinta gituu... Eh nggak jadi deh, kalo abang nggak mau cerita gak papa... Emsss kita pergi beli gula gula aja yuk. " Kataku akan berdiri



" Nggak papa... mungkin kamu harus tau, kenapa aku putus dengan dia, dan itu membuat aku frustasi." Katanya


Tangan ku di tahan oleh nya untuk duduk kembali.



"Beneran, kalo nggak mau cerita nggak papa, aku memaklumi kok. " Kataku sambil merasa bersalah karena telah mengorek luka di hatinya.



" Ini rahasia ya, abang bingung mau cerita dari mana... Dulu dia adalah orang yang aku kagumi sekaligus yang sangat aku cintai. Aku seperti ini, menjadi tentara karena kecintaannya terhadap tentara. Yah kalau difikir sampai sekarang aku tetap menyukai profesi ini meskipun aku sudah tidak bersamanya, meskipun banyak penentangan dari keluarga. Dia suka dengan seragam yang di gunakan, kerapihan, serta keberanian tentara dalam membela negara, oleh sebab itu ia menyenangi tentara.. Hubungan kami terjalin sejak kuliah, sampai akhirnya aku menjadi seorang tentara yang ia kagumi.. Beberapa tahun berlalu setelah aku di tugaskan di suatu daerah, aku kembali tanpa memberitahu nya karena ingin memberikan suprise untuknya. Tapi tanpa di sengaja, aku melihatnya melakukan adegan yang tidak senonoh. Hubungan kami sebelum nya pun baik baik saja, tanpa ada masalah apapun. Meskipun dia akhir akhir ini dia aneh, dan jarang menghubungi ku, aku pun memaklumi karena pekerjaan kita masing masing yang cukup sibuk " Jelasnya



Flashbackkk




Cerita kapten Dika masih berlanjuttttt...



Ia pun lanjut bercerita lagi " Setelah aku sampai Bandara, aku langsung menaiki taksi Bandara dan menuju ke rumah yang ia sewa. Karena memiliki kunci duplikat rumah nya, Aku pun mengambil kunci dan membukanya.


Aku mengerutkan dahiku ketika aku telah membuka pintu kontrak an nya, dengan sayup sayup aku mendengar suara................





*



*



*



°° Penasaran nggak kelanjutan ceritanya?




Jangan lupa like and Comment 😁😍




See you next Episode...

__ADS_1


__ADS_2