
Warning!!!
Didalam novel ini, banyak sekali muatan kata kata. Jadi dilarang keras untuk bosan membacanya yaaa!! 😁😅😆
Selamat membaca 💕
*
*
Didalam perjalanan menuju Bandara, aku dan kapten Dika tidak banyak melakukan obrolan, seringkali dia mengajak ku berbicara, ataupun bertanya sesuatu yang tidak penting menurut ku.
Aku menanggapi pertanyaannya dengan menjawab sesingkat mungkin, seperti kata ya,, nggak,, atau mungkin,, karena aku masih kesal dengan perbuatan nya.
Begitu pula ketika ada sertu Andre didalam mobil, dan berada di rumah makan, aku memilih untuk diam, dengan bermain handphone, serta memakai earphone.
" Ca... Ica... " Seru sertu Andre.
" Hmmmm " Jawabku
" Kok tumben kamu diem aja dari tadi... makan di rumah makan tadi diem, duduk di belakang juga diem, mana irit ngomong lagi... Awas aja di belakang sendirian ntar kesambet, abang nggak bisa nge ruqyah... " Ocehan sertu Andre yang berada di samping kemudi.
" Hmmmm.... " Jawabku singkat.
" Dari tadi ham hem ham hem, Kamu kesambet?? " Tanya nya langsung memandang ku.
" Nggak bang" Jawabku menoleh kearah nya sebentar.
" Kalian apa lagi berantem sih... " Tanya nya, sambil melihat kami.
" Tuh kan... Berarti tebak an ku bener... Kenapa sih emang nya?" Tanya nya lagi
" Tanya aja itu sama mahluk astral samping abang. " Jawabku dengan asal.
" Hah!! Maksud kamu Dika??? Emang kenapa ka??" Tanya sertu Andre yang tidak di gubris olehnya.
" Kenapa ca?? " Tanya nya lagi.
" Ya kesel aja sama dia dari pagi. " Jawabku.
" Owhh... Memang dia itu ngeselin, kamu baru tau?? " Candanya.
" Uda tau dari lama... " Jawabku
" Disini ada orang yang kalian bicarakan loh" Ucap kapten Dika sambil tangan kirinya menunjuk ke arahnya.
" Mana ada, orang nggak ada apa-apa " Jawabku.
" Hahaha " Tawa sertu Andre.
Tak terasa mobil yang kami naiki sampai ke rumah sertu Andre. Aku melihat rumah yang begitu sederhana jika dibandingkan dengan rumah Kapten Dika yang begitu mewah. Rumah sertu Andre memiliki dinding luar rumah bercat wana abu abu, halaman rumah yang lumayan luas, serta dihiasi dengan bunga warna warni. Kami turun dari mobil, dan melangkahkan kaki menuju rumah tersebut.
"Assalamu'alaikum, ibu, ibuuu" Seru sertu Andre sambil mengetuk pintu.
" Wa'alaikumsalam... " Jawab ibu sertu Andre sambil memeluknya.
" Haduhhh, baru pulang langsung bawa calon mantu buat ibu ya " Seru ibu sertu Andre sambil tersenyum.
" Ibuuu... " Jawab sertu Andre
" Ayo masuk nak Dika, sama nak sama nak siapa? " Ucap ibu sertu Andre sambil menyalami kami.
" Ica bu" Seru sertu Andre sambil melangkahkan kaki kedalam rumah untuk berganti pakaian.
"Ahhh iya, maaf rumahnya berantakan nak, biasa ada anak kecil " Jawab nya sambil tersenyum
" Gimana kabar mamamu nak? Uda lama nggak pernah main kesini. "
" Alhamdulillah baik tante, mama sibuk ngurusin bayi tua nya, biasa si dira hehe... Oh iya dimana Om, kok nggak keliatan ya tante. "
" Hahaha, jangan gitu lah ka, bagaimanapun dira kan adikmu.. Itu om lagi main di belakang sama si Eza anaknya kak Ana... Bentar, tante panggil in dulu. Pak, Bapak!! Ada nak Dika ini" Seru Ibu sertu Andre sambil memanggilnya.
" Iya buk" Jawab bapak sertu Andre.
Keluarlah sertu Andre dari dalam kamarnya, dan duduk disamping ku, " Ngobrolin apa sih, kok kayaknya seru banget, sampe kedengeran ke kamar Andre. " Ucap sertu Andre.
" Perasaan Ibu bicara nya pelan. " Jawab Ibu.
" Kan menurut ibu " Kata sertu Andre sambil tersenyum.
Datanglah bapak sertu Andre sambil menggandeng cucu nya yang kini berumur sekitar 2 tahun.
" Wah wah wahhh... Ada tamu... " Ujar Bapak sertu Andre.
" Aduh ponakan om, uda ganteng... Sini sama Om " Ujar sertu Andre mencoba menggendong ponakannya.
" Gak auuukk " Jawab ponakannya dengan gaya cedal nya, yang masih belum fasih untuk berbicara.
__ADS_1
" Ayookkk" Ujar sertu Andre mencoba memaksa dengan mengulurkan tangannya.
" Gak auuukkk " Sambil berpegangan erat dengan ketakutan.
" Jangan kayak gitu geh ndre, si Eza takut sama kamu kalo kamu memaksa, mungkin dia belum terlalu kenal sama muka mu, kamu juga tidak sering pulang kerumah. " Seru ibu sertu Andre.
" Hahaha, abisnya aku kangen sama Eza Bu, liat pipinya pingin Andre cubit... Sekarang dia uda gede ya, uda bisa ngeliat dia jalan secara langsung. "Ucap sertu Andre.
" Ini calon menantu bapak ya?? " Tanya Bapak sertu Andre dengan penasaran, sambil melihat ku.
" Iya, gimana pak, kapan kita ngelamar kerumah nya " Ujar sertu Andre sambil merangkul pundak ku.
" Bang Andre " Ujarku sambil mencoba melepaskan tangannya dari pundak ku.
" Andre!! " Geram bapak nya
" Hahaha bercanda Pak. "
"Ibu melihat kalian sedang duduk bertiga ini, merasa ada yang anehh... Cinta segitiga ya" Goda ibu
" Enak aja, yang ada cinta bertepuk sebelah tangan.. " Jawab sertu Andre dengan senyuman.
" Hahaha, terus ica memilih siapa nihhhh kira kira, antara 2 orang ini atau yang lain.. " Tanya ibu.
Aku hanya menjawab dengan senyuman, karena aku belum bisa menjawab pertanyaan nya.
" Aduhhh, malu malu ica nya, bingung ya, mau milih yang mana... " Jawab Ibu
" Iya tante.. " Jawab ku.
" Om, Ica boleh nyoba main dengan Eza " Tanya ku, karena aku melihat Eza merengek minta sesuatu.
" Iya boleh, coba di ajak Eza nya. " Jawab bapak.
" Ezaa, ikut tante yuk liat kucing... Itu kucingnya ada disana... Meong meong... " Bujuk ku dengan mengulurkan tangan ku, dan ternyata Eza mau iikut.
Aku pun menggendongnya dan berjalan keteras rumah, untuk mengajaknya melihat halaman rumah, agar tidak bosan, dan sesekali mengajaknya berbicara dan bermain.
Di tempat lain mereka yang sedang berbincang bincang, untuk melepas kerinduan..
Beberapa menit kemudian, aku pun masuk kedalam rumah sambil menggendong Eza, untuk meminta sebotol susu yang diinginkan oleh Eza.
" Maaf Bu, Eza haus, katanya dia mau susu.."Kataku kepada ibunya.
" nek... cucu... " Seru Eza dengan gaya cedal nya.
" Iyaa, bentar ya, nenek ambilkan susu. " Jawab nenek
Tak butuh waktu lama, sebotol susu sudah ada di genggaman tangan Eza, dan dia mulai meminumnya sambil ku gendong.
Tak terasa, kini yang aku gendong, berangsur-angsur mulai memejamkan mata, dan tertidur. Setelah aku bertanya pada ibu sertu Andre, aku pun mengikuti perintahnya, dan menidurkan Eza di kamar nya. Pelan pelan ku lepaskan gendongan ku, dan menidurkannya di ranjang kamarnya.
" Ah iya.... Ka, Cak, ayo kita makan. " Ujar sertu Andre, dan kami pun mengiyakan.
Kami berlima duduk di ruang makan, berbagai lauk pauk, sayur, dan tak lupa buah turut serta tersedia di atas meja makan. Setelah Kami menikmati makanan tersebut, kami juga melakukan obrolan serta canda tawa. setelah dicukupkan kami bertukar cerita kapten Dika dan aku pun pamit untuk pulang ke rumah.
*
*
*
Sebelum pulang kerumah, tak lupa kami menuju butik, untuk mengambil gaun ku yang telah selesai diperbaiki.
" Loh, ini kita ngapain berhenti di salon bang, katanya mau pulang." Tanya ku pada Kapten Dika
"Nggak jadi pulang, mama tadi mengirimkan pesan, agar kamu diantarkan ke salon mama. " Jawabnya sambil memarkirkan mobil.
" Mama ada disalon juga?" Tanyaku sambil berjalan masuk menuju salon tersebut.
Bukannya Kapten Dika menjawab, dia malah menggandeng tangan ku menuju salon tersebut.
" Ada yang bisa saya bantu" Tanya karyawan tersebut.
" Mba, Reservasi atas nama ibu Desti. " Seru Kapten Dika kepada karyawan salon tersebut.
" Ah iya, ibu Desti ya, tunggu disitu dulu ya mas" Seru karyawan tersebut.
" Aku masuk sendirian nih? " Tanyaku padanya.
" Iya lah, apa mau abang temen in" jawabnya dengan jail
" Ishh, mama sama Dira kemana Bang? " Tanyaku
" Mungkin masih di Jalan menuju kesini. " Jawabnya lagi sambil melihat jam tangan.
" Abang tunggu in aku disini ya, sampe mama sama Dira dateng, kalau mereka uda dateng, aku di tinggal juga gak papa." Seru ku
" Mb, mari ikut saya" Seru karyawan tersebut tiba tiba mendatangi kami.
" Ahh, iya sebentar ya Mba, saya menunggu ibu Desti dulu. " Jawabku
" Iya mbak. " Ucap karyawan tersebut.
Beberapa menit kemudian, mama dan Dira pun sampai di salon ini, para karyawan yang melihat mama kapten Dika pun memberikan salam hormatnya dengan menundukkan Kepala nya.
__ADS_1
" Loh, nak kok kamu masih nunggu Mama sama Dira disini. " Tanya mama Kapten Dika.
" Iya mah, kalo sendirian masuk rasanya sepi nggak ada mama sama Dira, " Jawabku dengan senyuman.
" Yasudah kalau gitu kita masuk, dan kakak pulang aja kerumah, nanti ica biar pulang sama mama. Kamu jemput Oma kebandara." Seru mama dan di iyaa kan oleh Kapten Dika.
" Bu, semuanya sudah kami siap kan... Mari mb ikut saya... " Seru karyawan tersebut.
Kami pun memasuki salon tersebut ke area Spa, dan melakukan berbagai macam Treatment.
Butuh waktu lama, untuk kami dimanjakan oleh berbagai treatment di Spa ini. Semua badan ku terasa segar, dan harum, ketika keluar dari ruangan ini.
Setelah itu, aku memakai baju yang telah di beli tadi, dan di make-up oleh karyawan disini.
Untuk perlengkapan lainnya seperti tas, sepatu high heels, yang kupakai sekarang ini sudah ada disini, mungkin sudah di siapkan oleh mama dan Dira.
Beberapa menit setelah aku, mama dan Dira di Make-up, kami menaiki mobil yang di kendarai oleh pak Jarot menuju tempat acara.
Tak terasa, waktu begitu cepat, sedangkan sinar matahari berganti dengan sinar rembulan. Yang mana pesta tersebut akan dimulai di grand ballroom.
Kata Dira, sepupunya akan melakukan acara pertunangan dan dilanjutkan dengan acara keluarga.
" Ayo sayang kita masuk, jangan malu malu, kamu cantik kok, jadi harus percaya diri. " Seru Mama Kapten Dika sambil menggandeng tangan ku, sedangkan Dira ada di samping kiri ku ketika tiba diacara tersebut.
" Tenang kak, sebentar lagi kakak Dika pasti datang, karena dia sekarang lagi menjemput Oma di bandara" Seru Dira memegang tangan ku.
Kami pun menyalami kerabat, serta keluarga yang aku tidak tau siapa saja namanya. Mungkin mereka bertanya tanya tentang aku, siapa aku? Kok bisa kenal? Aku hanya menjawab dengan seadanya, karena Mama serta Dira ikut membantu menjawab pertanyaan yang di lontarkan kepadaku.
Cukup kuakui, aku terkesan dengan mama Kapten Dika, serta adiknya, yang sangat baik terhadap ku, walaupun baru kemarin kami bertemu secara langsung, dirasa seumur jagung pun belum.
Tak selang beberapa menit kemudian, Kapten Dika pun datang kearah ku.
" Kamu cantik" Bisik nya pada telinga ku.
" Ish gombal " Kataku dengan mencubit tangan nya.
" Kamu mah suka cubit cubit yang. " Jawab kapten Dika.
" Yang yang, pala lu peyang... Ngomong yang yang lagi aku kuncrit nih bibir nya. " Seru ku dengan pelan.
Mendengar ancaman ku, dia malah tertawa dan Memonyonngkan bibirnya " Nih, nih kalau bisa" Banyak keluarga, serta tamu yang mendengar suara tawanya dan menolehkan muka kearah kami.
" Ihhh... Kalo ketawa jangan kenceng kenceng geh, itu pada noleh kesini semua bang" Seruku.
" Biarin aja... Pengang lengan ku" Serunya sambil memegang tangan ku dan meletakkan nya di lengan nya
" Mau kemana " Tanya ku.
" Kamu nggak mau bertemu dengan oma dan abangku? " Tanyanya.
" Ya mau lah, tapi pelan pelan ya bang, soalnya susah pake sepatu high heels ini " Seruku sambil menunjuk ke sepatu ku.
" Siap ratuku " Jawabnya spontan, mendengar jawaban nya, aku pun merasa tersipu malu dan mencoba mencubit lengan nya lagi.
Ketika aku sampai disana, aku pun menyalami oma dan abangnya kapten Dika.
" Namanya siapa nak" Seru oma kapten dika
" Ica Oma " Seruku dengan senyuman.
" Ica, nanti selepas acara kita ngobrol bareng ya, Oma mau kesana dulu" Seru Oma Kapten dika menuju kerabat kerabat nya dan aku pun mengiyakan.
" Tumben abang sendiri, dimana Bella " Seru Kapten dika.
" Masih dijalan, tadi ada kerjaan. " Serunya.
" Owhh.. " Tak selang beberapa lama, Bella pun datang menghampiri kami. Ketika ia berjalan menuju kami, Banyak sepasang mata memandang kearah nya.
***Gimana pada nggak meliat kearahnya, uda cantik, body nya nggak usah ditanya, kayak gitar Spanyol lagi... Ditambah model bajunya aja kayak gitu, baju belum jadi dipake, mana kalau Jalan gunung kembarnya bergejolak, seakan-akan akan keluar dari peristirahatan nya*** Gumam ku
" Maaf sayang sudah menunggu " Seru Bella sambil mencipika-cipiki abang Kapten Dika.
Setelah Kami bersalaman, kami pun duduk dan mengobrol sambil mencicipi appetizer (hidangan pembuka) yang disediakan.
Acara pun dimulai pertunangan dari pasangan tersebut melakukan sesi pertukaran cincin. ketika pasangan tersebut menyematkan cincin tunangan ke jari manis pada tangan kiri oleh keduanya secara bergantian. Ketika cincin selesai terpasang di jari keduanya, kebahagiaan serta keharuan pun mewarnai acara ini.
" Ka, Abang boleh pinjam ica sebentar, untuk berbicara berdua saja? " Tanya Bang Rizal yang merupakan abang Kapten Dika.
" Boleh bang, silahkan. " Seru Kapten Dika
" Ayo ica ikut abang sebentar, ada yang ingin abang bicarakan." Seru bang rizal, dan aku mengiyakan.
*** Apa yang telah aku perbuat dengan Bang Rizal??? Perasaan aku baru bertemu dengan nya, mana mau bicara berdua tanpa ada Kapten Dika lagi, aku harus gimana??? Aku salah apa ya Allah*** Gumam ku dalam hati memikirkan permasalahan apa yang aku perbuat dengan bang Rizal.
*
*
*
°°° Question!!
°°° Hayo tebak, bang Rizal mau bicara apa?? 😁
See You Next Episode 😊😍
Jangan Lupa Likes and Comments 👍👍💕❤
__ADS_1