
Maaf banget baru bisa update βΉππ
Di Episode kali ini, aku bakal update cerita lebih panjang dehhh...
Jangan bosen ya untuk membacanya ππ
*
*
*
Tibalah saat fajar menjelang, suara kokok ayam pun terdengar dan suara lantunan azan serta dilanjutkan dengan Iqomah yang menandakan bahwa sholat shubuh akan dilaksanakan. Fajar adalah keadaan malam hari, ketika cahaya kemerah-merahan tampak di langit sebelah timur menjelang matahari terbit.
Waktu fajar ditandai dengan cahaya terang yang memancar secara horizontal pada garis cakrawala. Indikasinya yaitu adanya cahaya matahari yang lemah sementara Matahari sendiri masih berada di bawah garis cakrawala.
Siang hari pun tiba, Setelah sampai di area latihan gabungan, personil maupun prajurit TNI AL melakukan upacara pembukaan, untuk berlangsungnya latihan gabungan yang akan dilaksanakan pada malam hari ini.
"Karena dalam pelaksanaan sebenarnya, kemampuan yang seperti ini sangat dibutuhkan dalam melaksanakan pembebasan sandera di dalam operasi sesungguhnya sesuai perintah Komando Satuan Atas," Ujar Korps Marinir.
"Latihan ini bertujuan menajamkan kemampuan para personil maupun Prajurit Marinir. Apabila dibutuhkan, kapan saja, dimana saja, mereka siap. Karena Prajurit merupakan mata dan telinga Batalyon," tegasnya lagi.
Selesai dengan upacara pembukaan tersebut, dilanjutkan lah dengan melakukan persiapan untuk latihan operasi gabungan diperairan tersebut.
Malam hari pun tiba, latihan operasi gabungan pun telah dimulai. Kabar adanya pendudukan wilayah pantai telah terdeteksi, khususnya oleh TNI AL sebagai penguasa laut dan pantai.
Skenario perebutan wilayah itu pun segera disusun, serta menyiapkan operasi pendaratan amfibi.
Para personil maupun prajurit TNI AL yang datang akan melakukan Latihan Operasi Militer yang digelar di Pantai pada Malam hari dengan melibatkan sekitar 2 ribu personel TNI AL, 24 KRI, 10 pesawat udara, dan 18 kendaraan tempur, serta persenjataan artileri itu untuk meningkatkan keterampilan prajurit, baik perorangan maupun kelompok yang selalu siap ditugaskan dimana pun.
Pada saat latihan Operasi, Sebelum mendaratkan prajurit marinir, manuver awal pertempuran laut, mengerahkan pesawat Bonanza G-36 dibantu Helicopter AS565 Panther menggempur pertahanan musuh sehingga membuka ruang gerak KRI mendekati pulau yang menjadi target perebutan.
Dalam senyap malam, infiltrasi pasukan khusus melalui udara dan bawah air dilaksanakan Batalyon Intai Amfibi (Taifib) dan satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) bergerak, menuju bibir pantai untuk menguasai situasi sebelum didaratkannya pasukan di pantai tersebut.
Prajurit TNI Angkatan Laut menyusun formasi saat melakukan latihan tempur anti udara di KRI Semarang.
Setelah pantai dinyatakan aman maka perintah pendaratan pun dimaklumatkan Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I sebagai Panglima Komando Tugas Amfibi dari KRI Semarang.
βPara prajurit petarung samudra yang saya banggakan, musuh sudah menguasai sebagian wilayah kita. Ibu pertiwi memanggil, kita rebut dan tegakkan kembali kedaulatan NKRI. Dengan mengucap Bismillahirahmanirrahim, saya perintahkan: daratkan pasukan pendarat!." Ujar Korps Marinir.
Setelah itu puluhan kendaraan amfibi tank BT-3F dan LVT7 berisi prajurit pendarat keluar dari lambung KRI, menderu dengan asap putihnya menuju pantai.
Akhirnya musuh yang mencoba menguasai wialyah NKRI berhasil ditaklukan dan Korps pasukan pendarat kembali menancapkan bendera Merah Putih sebagai simbol penguasaan.
3 hari melakukan latihan operasi gabungan ini sungguh sangat melelahkan, sungguh menguras tenaga, serta fikiran.
Setelah melakukan latihan operasi gabungan, setiap personil maupun kelompok, diberi tugasnya masing-masing untuk mengamankan maupun mempertahankan kedaulatan negara.
Disamping itu, Kapten Dika dan rekan rekan nya, di beri tugas/misi yaitu untuk mengamankan pembebasan sandera di dalam operasi, sesuai perintah Komando Satuan Atas.
*
*
***
Di tempat lain, yang mana aku tengah melaksanakan Ujian Akhir semester.
Selesai mengerjakan ujian tersebut, aku dan sahabat karib ku pergi kekantin kampus untuk bercuap cuap.
" UASnya tadi susah bener, perasaan aku uda belajar, tapi nggak ada yang masuk di otak. " Seru Agil seraya mengaduk aduk jus alpukat nya dengan sedotan.
" Eleh, bukannya nggak masuk ke otak, kamunya aja mungkin nggak serius belajar nya" Ujar Tika.
" Iya kali ya, liat materi kuliah nya aja uda pengap apalagi bacanya, mending baca novel online, daripada belajar materi kuliah, tau sendiri aku uda nggak suka matkul nya, apa lagi dosennya nyebelin kayak gitu. " Cerocos Agil.
" Huuuu, pantesan... Minta di tonyor juga tu pala ke tembok biar pinteran dikit hahaha " Candaku
" Kalian pada mau magang dimana bulan depan nanti? " Ujar April.
" Aku mah ngikut kalian aja" Seru Agil.
" Tapi kan kita nggak bisa semuanya masuk ke perusahaan itu Agil, anak gila ku...(Agil kalo menurut kita, itu singkatan dari Anak GILa hehe)." Seru Tika
" Kalo aku mungkin mau magang di Kota S, karena ada om ku disana, biar kalo ada apa apa kan masih ada saudara hehe.." Jawabku pada mereka sambil memakan siomay.
" Ohhhh, aku juga mau ikutan kesana, mau uji nyali ke pulau sebrang, aku ngikut kamu ya ca haha.. " Ujar April.
" Aku juga sih pingin kesana, kita sekalian liburan bareng kalo weekend, yang terpenting masih satu kota tapi beda perusahaan kan gak papa, hehe" Seru Tika.
" Oke fiks, yang terpenting aku ngikut aja, kalian kemana walapun beda perusahaan. " Seru Agil.
" Tapi kita orang nggak mau di ikutin sama kamu loh, ya kan guy's.. "Canda April
" Bener banget " Jawab ku dan Tika dengan Serempak.
" Kalo aku nggak boleh ikut, makanan ini nggak aku traktir. " Seru agil sambil membujuk.
" Deallll" Jawab kami serempak.
" Makanan ini, kamu semua yang bayar, Ok. " Seru Tika, dan diiyakan oleh Agil.
" By the way, gimana nih cerita kamu dengan Kapten Dika ca? Ada kemajuan pastinya. " Tanya Tika penasaran.
" Emmmm.... Menurut ku sih masih stak disitu aja, ya kan nggak ada apa apa diantara kita. " Ujarku sambil meminum es lemon tea.
" Gimana nggak ada apa apa, bukannya Kapten Dika uda sering ngutarain perasaannya sama kamu, masa iya kamu nggak ada rasa gitu sama Kapten Dika " Kata April.
" Gini ya pril, kalian kan pada tau kayak apa dulu aku sama Kapten Dika, aku belum bisa menjalin hubungan dengan dia, walapun dia sering mengutarakan perasaan nya... Sebenarnya ada rasa kasihan waktu aku nolak dia, tapi ya mau gimana lagi, mau di bilang munafik ya sebenarnya ada rasa, tapi sedikit... Aku mau membalas perasaannya, tapi ya butuh proses juga, karena aku masih takut dengannya, pasti susah menjaga hubungan dengan dia, secara cukup ku akui dia itu ganteng, mapan, cool, baik, tapi ya, kamu tau sendiri menjaga cowok yang kayak dia, untuk kita seorang itu susah, secara aku kayak gini, cantik engga, sexy ya engga, apalagi tajir... " Curhat ku
" Ya memang sih, denger cerita kamu pas itu, aku juga kesel sama Kapten Dika, dan pada akhirnya dia kena karma oleh ucapan nya sendiri, karena dia menyukaimu. " Seru Tika.
" Makanya itu, ngucapin kata maaf sih gampang banget, tapi kalo untuk ngilangin bekas luka dihati yang dia buat waktu itu masih ya susah, jadi untuk memulai lagi dengannya itu ya butuh proses, takut luka ini belom sembuh uda dibuat lagi sama dia. " Seruku lagi.
" Ciahhh, bekas luka, jijik kali aku... Dioperasi plastik geh biar ilang hahaha " Ucap April memecahkan suasana.
" Hahaha, kalo bisa dioperasi aja uda aku operasi pril. " Kataku.
" Terus kalo misalkan nih ya, kalo Dony itu nih nembak kamu, Kapten Dika juga nembak kamu lagi, apa yang kamu lakuin, kamu milih yang mana? " Tanya Tika.
" Kalo Dony sih kayaknya nggak bakal an nembak aku, secara dia nganggep aku cuma sekedar sahabat nya, ya kalau hatiku sudah siap untuk menerima Kapten Dika ya bakal an aku Terima. " Ujarku
" Ya kan kalo misalkan Dony nggak nganggep kamu sahabat kamprettt " Ujar April.
" Ya mungkin aku milih Dony hahaha" Canda ku.
"Kalo itu pilihan mu sih kita cuma bisa memberikan suport untukmu, kalau memang itu pilihan mu. " Ujar Tika
" Makasih kalian.. Kalian memang sahabat terbaik ku.. " Ucap ku sambil memeluk Agil dan Tika karena aku ditengah mereka, karena tempat duduk yang kita pakai itu melingkar.
" Iya sama-sama, terus Kapten ini sekarang lagi kemana? Tumben nggak ngehubungin kamu? " Tanya Agil dengan penasaran.
." Emmm, katanya dia lagi ada dinas keluar kota, aku ngga tau kemana dan ngapain. " Jawabku sambil menyedot air minum ku.
" Oh, berapa bulan? Jangan jangan dia mau perang? " Tanya April.
" Kalo itu sih aku nggak tau, secara aku nggak ngepo in urusan dia" Seru ku lagi
" Seharusnya kamu tau lah, secara kamu mau jadi istrinya, apalagi mau di ajak ke rumah calon mertua hahaha... Pi pi pip calon mantu, pi pi pip calon mantu... Hahaha ( lagu tiktok)" Seru April.
" Kamprett kalian emang.... Udahlah pusing aku, kayak mana nanti kalo dirumah nya, sama mamahnya itu, apa yang bakal aku lakuin, Boro boro istri, jadi pacarnya aja aku belom siap.. aku aja belom ada fikiran malahan untuk jadi istrinya." Jawabku.
" Kalo kami sih cuma bisa suport dan ngikutin alur cerita yang kamu buat... Haha... " Jawab Tika.
__ADS_1
Tak terasa hari demi hari berlalu, Ujian Akhir semester pun telah usai, tinggal menunggu nilai keluar dan menunggu informasi yang akan melakukan perbaikan nilai atau ujian ulang jika nilainya kurang dari rata-rata.
Dering hpku berbunyi, Tringggg....
Ku angkat telfon tersebut " Assalamu'alaikum.."
" Waalaikumsalam, Ca, sekedar mengingatkan, lusa kita akan berangkat kerumah abang, pesawat nya berangkat pukul 16.00, dan kamu tunggu di kosan saja, nanti sudah ada yang menjemput. " Suaranya menjawab.
" Ahhh iya, saya pikir tidak jadi kesana bang. " Seruku
" Ya jadi, maaf abang nggak bisa jemput karena masih ada kerjaan yang harus diselesaikan tepat waktu. " Ujarnya
" Ah iya bang." Jawab ku.
" Ya sudah.. " Ujarnya sambil mematikan telepon.
" Tumben banget, ngomong nya irit, habis dikasih sajen apa disana ya. " Kataku sambil bicara sendiri.
Setelah itu, aku mempersiapkan apa yang harus dibawa untuk pergi ke rumah Kapten Dika.
*
*
Tibalah dimana pada jam 13.40 aku menunggu seseorang yang akan mengantarkan ku ke bandara. Waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke Bandara ke kosan ku sekitar 30 menit.
Beberapa menit setelah aku menunggu, suara klakson mobil pun terdengar, aku pun lagsung melihat siapa yang mengendarai mobil tersebut...
" Ayo,,, mobil sudah siap " Ujarnya sambil keluar dari dalam mobil.
" Ah, bang Andre yang jemput, kirain siapa. " Seru ku setelah tau yang menjemput ternyata bang Andre.
" Emang kamu kirain siapa? " Ujarnya sambil membawa koper ku
" Ya nggak tau, orang katanya bang Dika yang jemput bapak bapak.. " Seruku lagi.
" Enak aja aku dibilang bapak bapak, belom punya anak uda di bilang bapak bapak, liat aja nanti ya... Yaudah ayok masuk mobil. " Katanya sambil membukakan pintu mobil.
" Hahaha... kayak bang Andre berani aja sama atasan.. " Canda ku sambil memasang sabuk pengaman.
" Ya berani lah, jangan diliat dari pangkatnya, ini kan uda di luar, saatnya abang jadi sahabat yang durhaka hahaha... " Canda nya.
" Eleh, itu bukti nya masih pake baju kebanggaan, kan masih keliatan pangkat nya wkwkwk " Canda ku lagi.
" Gampang... ini tinggal di gulung aja kan nggak keliatan lagi. " Katanya
"Iya deh, terserah abang aja... Emmmm, abang nggak ikut sekalian, kan kampung halaman nya sama" Ujarku
" Abang besok berangkat nya, soalnya masih ngurusin untuk pindah tugas... " Jawab nya sambil mengendarai mobil.
" Lah emang nya abang pindah tugas dimana? " Tanya ku lagi
" Dipindahin deket rumah, ya nggak deket deket rumah banget sih, masih 1 kabupaten" Ujarnya
" Wihhh enak dong deket rumah... Cuma abang aja yang pindah? Yang lainnya gimana bang? " Tanya ku
" Abang, dika, sama Robby pindah juga, kan 1 team hehe... "
" Sok i yes 1 team, terus bang Ryan gimana? "
" Ya supaya kamu langsung tau, ntar kalo pake bahasa kami kamu nggak tau lagi... Kalo untuk Ryan dia dapet tugas ke Ambon... " Kata sertu Andre
" Jauhnya.."
" Nggak jauh lah, kalo jauh tuh ke kutub Selatan sana.. " Candanya
" Hahaha... Ya kale, pindah tugas ke kutub Selatan, terus mau menjaga pinguin yang mau perang. " Ujarku sambil tertawa
" Hahaha... Kamu tau nggak, semenjak Kapten Dika tau, kalo dia mau dipindah tugaskan, dia sekarang sering marah marah gak jelas, terus galau hahaha... " Ceritanya
" Ya kali cowo dateng bulan... Ini serius... Kamu tau nggak alasannya apa? " Tanya nya
" Ya karena mau pindah tugas lah bang, aneh abang ini... "
" Ya emang bener, tapi alasan lainnya karena takut jauh dari kamu hahahaha.. " Katanya sambil tertawa
" Elehh, abang ini nggak usah ngaco deh bang, aku sama bang Dika itu nggak ada hubungan apa apa.. "
" Kalo nggak ada hubungan apa apa kenapa dia takut jauh dari kamu, hayoooo... " Godanya
" Ih beneran loh bang... "
" Ngeyel banget, serius... Dua rius malahan... " Ujarnya
" Terserah abang aja lah. " Kata ku pasrah.
Setelah itu, beberapa saat kemudian, mobil yang kami tumpangi sampai di tempat parkiran Bandara dan Bang Andre juga ikut membantuku membawa koper sampai ke area batas pengantar.
Tepat Disana aku sudah melihat keberadaan kapten Dika yang memakai baju dinasnya (PDH), sambil memegang kopernya serta tas ransel yang bermotif Doreng, lalu Kami pun menghampiri nya.
" Sudah menunggu dari tadi ya bang? " Tanya ku kepada kapten Dika.
" Nggak, barusan sampai.. " Jawabnya.
" Makasih ya ndre uda mau jemput Ica, aku tunggu kamu disana.. Ayo ca berangkat.." Ujarnya lagi dan di iya kan oleh sertu Andre
" Ah iyaaa, ayo berangkat... " Jawab ku
" Makasih ya bang Andre. " Kataku kepada bang Andre
" Iyaa, hati hati ya ca, di jalan" Jawab sertu Andre sambil memeluk ku.
*** maaf ya aku peluk, sebentar aja, nanti kalau sudah sampe sana aku bakal traktir*** bisik nya pada ku sambil memeluk ku.
" Andreeeee... Gak usah peluk peluk... " Geram kapten Dika sambil melepaskan pelukan kami
" Ahh, Sesuai dengan apa kata mu, aku seperti bapak bapak yang akan menghantarkan anaknya pergi ke kota lain, jadi wajar kan seorang bapak memeluk anaknya... " Jawab sertu Andre dengan enteng.
" Sejak kapan kamu jadi bapaknya? Kamu tau nggak, kamu tidak mirip seperti Bapak nya, tetapi seperti pedofi*" Jawabnya sambil berbisik dan menggandeng tanganku untuk pergi dari bang Andre.
" Enak aja, itu mah kamu ka.. " Jawab sertu Andre sambil setengah berteriak.
" Lain kali, jangan ada cowok yang berani meluk meluk seperti tadi ya.." Ujarnya padaku sambil berjalan ke arah check-in.
" Iyaaaa " Jawabku
Setelah kami melakukan check-in, kami duduk menunggu pesawat yang akan kami naiki di area boarding pass.
" Ca, kamu kira kira liburan semester ini berapa lama? " Tanya nya setelah diam tanpa berbicara.
" Kira kira 1 bulan, sisanya masih ada yang harus aku urus bang, untuk magang. Emangnya kenapa bang? Kok tumben sekarang abang lebih pendiam. " Seruku sambil menunggu
" Oh, gak papa tanya aja " Jawabnya singkat.
" Kenapa sih bang? Abang kalo seperti ini, aku semakin penasaran deh... Apa abang selama disana salah minum obat, atau sekarang sakit? Tapi nggak panas tu. " Tanya ku sambil memegang kening nya.
" Nggak kenapa kenapa icaaa... Selama abang tinggal, kamu kangen nggak sama abang? " Tanya nya.
" Nggak tuh, biasa aja, kenapa emang sih bang? " Tanyaku
" Oh, berarti cuma aku saja yang kangen kamu" Ujarnya dengan pelan.
" Apa??? " Tanya ku memastikan omongan nya.
" nggak kok" Jawabnya.
__ADS_1
" Hahaha... Ya aku kangen lahhh... " Jawabku dengan merasa tidak enak sambil mencubit lengannya dengan pelan.
" Ahhhh " Jawabnya dengan kesakitan.
" Lebay deh, orang nyubit nya pelan gehh.. " Kataku
" Beneran sakit lengan ku ini." Serunya
" No tipu tipu bang, aku ngga bakalan ketipu lagi wekkk... " Kataku sambil berjalan menuju pintu gate 1, karena pesawat nya sudah tiba, dan Dia pun berjalan mengikuti ku.
Sesampainya di dalam pesawat, aku duduk di kursi dekat jendela, dan dia duduk di samping ku.
" Masih sakit? " Tanya ku dengan nada mengejek.
" Nggak " Jawabnya dengan kesal
" Oh, bagus lah kalau uda nggak " Kataku.
Beberapa menit kemudian, setelah pesawat kami melakukan take-off pundak ku terasa berat.
*** Barusan aja pesawat take-off, eh langsung dia tidur, apa dia begadang semalaman??? Gak tau ah, biarin aja, kasian juga *** Gumam ku dalam hati
Beberapa jam kemudian, pesawat yang kami naiki akan sampai ke kota tujuan kami. Pesawat kami akan bersiap siap melakukan landing.
" Bang, bangun, pesawat nya mau landing " Ucapku sambil memegang tangannya untuk membangun kannya.
" Ah, iya, Maaf.." Serunya
" Iyaaa... Nanti setelah kita sampai, kita mau naik apa bang?" Tanya ku.
" Naik mobil, kita nanti di jemput sama pak Jarot. " Jawab nya.
" Oh iyaa... "
Setelah pesawat kami landing dengan sempurna, kami menuruni pesawat, dan menuju ke tempat pengambilan bagasi pesawat, untuk mengambil barang bawaan (koper). Setelah itu, kami keluar dan menunggu pak Jarot yang akan menghantarkan kami kerumahnya.
Beberapa menit kemudian, datanglah mobil berwarna putih, berhenti di depan kami, yang mana mobil itu dikendarai oleh pak Jarot.
" Maaf den sudah menunggu lama, Jalan an macet tadi. " Ucap pak Jarot.
" Ahh, tidak apa apa pak... " Jawabnya
" Ini non ica ya, atuh gelis pisan... Sini non koper nya saya masukin bagasi. " Seru pak Jarot
" Iya Pak ini Ica, terimakasih. " Jawabku sambil menjabat tangannya.
" Sopan pisan atuh.. " Ucap pak Jarot, dan aku memberikan senyuman ku.
" Aden sudah di tunggu kedatangannya, sampe sampe semua masakan yang dimasak itu kesukaan aden semua. " Seru pak Jarot.
" Wahhh enak dong pak, abang ada dirumah nggak pak? " Tanyanya
" Den Rizal barusan pergi keluar kota tadi pagi den, mungkin besok pulangnya. " Jawab nya sambil mengendarai mobil menuju rumah.
" Ohhh.. "
Sekitar 30 menit lebih perjalanan yang di tempuh untuk sampai ke tempat kediaman kapten Dika.
Ketika sampai di depan kediamannya, mataku terbelalak kaget, akan rumahnya yang sungguh megah. Rumahnya megah, dengan pagar besi yang menjulang tinggi, seperti di film film yang sering aku tonton.
" Ayo masuk, biar kopernya dibawa sama pak Jarot " Ucapnya sambil menggandeng tangan ku.
" Ah Iya" Ucapku sambil terpaku dengan dekorasi dalam rumahnya.
" Assalamuallaikum... Mama, kakak sudah pulang" Serunya sambil berjalan menuju ruang keluarga.
" Waalaikumsalam, sayang nya mama" Seru mamanya berjalan kearahnya dan langsung memeluk nya.
" Kakak, dira kangen " Seru Dira berjalan di belakang mamahnya.
" Wahhhh, ini calon menantu mamah ya, manis nya.. " Ucap mamanya sambil bergantian memeluk ku
" Terimakasih tante, tante juga cantik kok.. " Jawabku dengan senyuman
" Ih, kok masih manggil tante sih, mama dong." Seru nya
" Iya mama" Jawabku dengan senyuman.
" Kakak Ica, berasa aku punya kakak perempuan mah kalo gini" Seru Dira sambil memeluk ku.
" Hahaha... Dek, ajak kak Ica ke kamar nya, kasian pasti lelah perjalanan jauh. " Kata mamanya sambil tersenyum padaku.
" Oke siap mah, ayo kak, ikut Dira.. " Ajak Dira sambil merangkul badanku
" Ah Iya... Ica permisi dulu ya mah" Kataku
" Iya nak... " Jawabnya
" Kak, kamu ganti baju dulu sana, kalo mau mandi sudah mama siapkan air hangat, setelah itu ke meja makan, kita makan bersama. " Seru mamanya.
" Iya ma. " Jawabnya.
*
*
*
Di tempat lain
" Ini kamar kakak, kalau ada perlu apa apa, bilang sama Dira ya kak, kakak kalau mau ganti baju atau mau mandi sudah di siapkan air hangat sama bibi. Kalau sudah selesai Dira tunggu dikamar Dira,, ketuk aja kamar Dira... Kamar Dira ada di sana.. Habis itu kita makan bersama kak... " Seru nya sambil menujuk kamarnya
" Ah Iya, terimakasih Dira " Kataku dengan senyuman
" Iya kak, jangan sungkan sungkan ya sama Dira, anggap saja adik sendiri. " Jawabnya sambil keluar kamarku.
*** Ya Allah, rumah kok segede gini, apa ya nggak sepi ya... Aku mandi deh, biar seger.. " Gumam ku dalam hati
Beberapa menit kemudian, setelah aku mandi, aku berjalan menuju kamar yang ditunjuk oleh Dira.
Setelah sampai kamarnya, ku ketuk pintu kamarnya, dan ada sautan yang menyuruhku untuk diperbolehkan masuk.
" langsung Masuk aja bik, kamarnya nggak dikunci kok.. " Jawabnya
Aku pun masuk kamarnya, dan melihat Dira sedang.......
*
*
*
Questions!!
Β° Apa yang dilakukan Dira???
Terimakasih yang sudah membaca novel ku, Jangan lupa like and comment ya.. Dengan adanya likes dari kalian, aku bakal giat untuk melanjutkan kisah novel iniππ
μλ
See you next Episodeππ
__ADS_1