
*
*
*
Keesokan harinya, aku bangun seperti biasanya, dengan segala rutinitas kebingungan ku di rumah orang lain.
Pagi pagi, kami sarapan pagi di meja makan dengan memakan makanan yang tersedia diatas meja makan, seperti buah, roti, pancake, dan ada juga susu.
Disela kami memakan makanan tersebut, Oma mengajak kami berbicara santai, ala kadarnya.
" Bella, kesibukan kamu sekarang apa nak? " Tanya Oma sambil mengoleskan selai ke roti.
" Sekarang Bella kesibukannya seperti biasanya Oma, karena model jadi banyak agenda pemotretan disana sini. " Seru Bella dengan senyuman
" Papa sama mama kamu dimana nak? Dan kerja apa sekarang?" Tanya Oma lagi, kami pun yang disini cuma ikut memperhatikan dan jadi pendengar setia.
" Papa diluar kota Oma, lagi ngurusin kantor cabang, sedangkan mama ikut Papa sekalian refreshing katanya Oma. " Jawab Bella dengan bangga.
" Dibidang apa nak papamu kerja? Dan berapa saudara kamu nak?" Selidik oma
" Papa kerja di bidang garment Oma. Dan Bella anak tunggal Oma " Jawab Bella.
" Ohh.. Kalo ica sekarang kesibukannya apa? " Tanya Oma kepada ku.
Aku menelan ludah ku ketika mendengar pertanyaan Oma yang dilontarkan untuk ku, dikarenakan pasti akhirnya bertanya tentang keluarga ku.
" Em, kesibukan ica saat ini kuliah Oma. Ica masih kuliah semester akhir Jurusan ilmu Perikanan dan Kelautan. " Jawabku dengan senyuman.
" Orangtua kamu kerja apa nak? Dan kamu ada berapa saudara nak?" Tanya Oma lagi
" Omaaa, pagi pagi mau sensus penduduk ya?" Tanya dira membuat kami tertawa.
" Hahaha, Oma kan pingin tau calon dari kakak kakak mu Dira. " Jawab Oma.
" Iya deh Oma, lanjutkan kak. " Seru Dira.
" Em, orangtua Ica pedagang Oma. Jualan kecil kecil an di Ruko. Dan ica anak ke 3 dari 4 bersaudara" Jawab ku dengan senyuman.
Aku melihat mimik muka Oma tersenyum kecut mendengar jawaban dariku, seperti sedang meremehkan aku.
" Tidak ada yang lainnya untuk jadi calon kamu Dika? setidaknya yang sepadan dengan keluarga kita. Harusnya kamu seperti Abang kamu ini milih yang sepadan." Seru Oma menusuk ku dan Kapten Dika.
Mendengar perkataan Oma, aku pun menunduk, mungkin memang aku dan dia benar benar tidak berjodoh.
" Omaaa" Seru Dira, bang Rizal, secara bersamaan.
" Apa harus sepadan dengan keluarga kita Oma? Dika nggak suka bila mengukur derajat seseorang dengan kekayaan yang dimiliki." Jawab Kapten Dika dengan kesal.
__ADS_1
" Dira, ajak kak Ica masuk kedalam kamar. " Seru mama, dan kamipun pergi dari meja makan ini.
" Asalkan Oma tau, Ica nggak seburuk yang Oma kira, walaupun tidak sepadan dengan kita, bila dibandingkan dengan Bella yang membuat Dika jijik melihatnya. " Ujar Kapten Dika kembali.
" Jaga ucapan kamu Dika " Seru banget Rizal membela kekasihnya.
" Kamu harus ikuti kata Oma, putuskan Ica dan Oma akan cari calon istri yang lebih baik dari Ica. " Seru Oma dengan tegas
" Dika nggak mau berdebat dengan Oma. jangan minta Dika putus dengan Ica, karena Dika tidak akan memutuskan Ica karena hal sepele seperti ini, cuma gara gara tidak sepadan dengan keluarga kita." Jawab kapten Dika dengan kesal
" Sudahlah ibu, Desti merestui hubungan mereka, ini yang terbaik buat Dika. " Seru mama Kapten Dika menenangkan Oma.
" Tidak bisa, kamu selalu saja membela Dika, sudah tidak mau meneruskan bisnis keluarga dan sekarang tidak mau menuruti keinginan Oma. " Ujar Oma.
" Omaa, Dika minta tolong, ini keinginan Dika, kemauan Dika, Ica adalah yang terbaik buat Dika. Yang Oma fikir harus sepadan itu baik tapi lihat kenyataan nya, Bella tidak sebaik yang Oma kira. " Jawab Kapten Dika lagi
" Kenapa kamu bawa bawa Bella!! " Seru bang rizal marah.
"Abang jangan dibodohi oleh cinta bang, lihat Bella aslinya orang seperti apa, dan Oma harus tau keburukkan Bella, yang menurut Oma baik." Seru Kapten Dika sambil menunjukkan handphone dan memutar kan suara.
#Flasback On... #
Ketika Ica dan bang rizal pergi berbicara, Kapten Dika dan Bella masih duduk ditempat nya pada acara pertunangan kak Riska.
kapten Dika melirik Ica dan bang Rizal " Kamu jangan pernah mencoba memisahkan kami, omongan busuk kamu nggak bakal mempan bel " Seru Kapten Dika sebal sambil meneguk minuman.
" Hahaha... Kenapa saya mau memisahkan kamu, apa untungnya buat saya hah? " Tanya Bella dengan senyuman.
" Kamu nggak suka kan, aku mendapatkan seseorang yang aku cintai, karena bukan kamu yang aku cintai. " Seru Kapten Dika.
" Hahaha, salah sendiri kamu menolak perasaan ku mentah mentah, dan memilih perempuan jala*g seperti itu, apa kurangnya aku dibandingkan dia? Dia itu perempuan Jalang, yang lebih buruk dibandingkan dengan aku" Tanya Bella
" Di bukan perempuan jalang, yang perempuan jalang itu kamu!! Gak usah berbuat baik didepan keluarga aku, aku sudah tau semua akal busuk kamu bel. Dan perlu kamu tau dia lebih dari segalanya dari pada kamu walaupun aku baru mengenalnya. Sekarang aku mau kamu putus kan abangku, atau kamu akan menyesal" Ucap Kapten Dika dengan kesal
" Menyesal??? Hahahaha..... Yang harusnya menyesal itu kamu, aku akan membuat perempuan Jala*g itu sengsara, karena berani merebut kamu. Dan satu hal lagi, aku tidak cinta dengan abang kamu, tapi aku ingin membuat Abang kamu bertekuk lutut dibawah kakiku dengan merasakan cinta mati kepadaku, dan menjadikannya bank berjalanku. " Ujar Bella dengan senyuman liciknya.
" Stopp... Sekali lagi kamu bilang dia perempuan Jalang dengan mulut kotor kamu, aku buat kamu menyesal seumur hidup, dan jangan usik abang serta keluarga ku lagi. Aku sudah jijik dengan kelakuan kamu, yang menjajakan diri kesana kemari untuk mendapatkan sesuatu hal yang kamu inginkan. Asal kamu tau, aku tau semua tentang kebusukan kamu dari awal, apalagi aku tidak mau bermain kasar dengan mu mengingat kamu adalah mantan sahabat palsu Clara yang bermuka dua. " Seru kapten Dika dengan geram.
" Hahaha... Salah sendiri kamu memilih Clara, padahal dari awal aku lebih dulu menyukaimu dibandingkan dengan Clara. Aku nggak bakalan berhenti asalkan kamu menjadi milikku seutuhnya. " Ucap Bella sambil tertawa.
" Dasar gila.. " Seru kapten Dika, dan kemudian datanglah Ica serta bang rizal yang kembali duduk di tempat tersebut.
# Flashback off#
__ADS_1
" Itu bukan aku sayang, itu hanya akal akalnya Dika... Dia cuma mau memisahkan kita." Ucap Bella tidak Terima dengan rekaman yang diperdengarkan oleh Kapten Dika.
Dahi bang Rizal berkerut, ia memendam kemarahannya..
"Untungnya buat Dika merekam ini apa bang? Dika nggak suka abang yang Dika sayangi masuk ke perangkap perempuan jahan*m ini.. Dan Oma, liatlah perempuan yang Oma banggakan ini, apakah pantas berada di samping bang Rizal, kalau kurang bukti lainnya, Dika bisa beri foto foto yang menjijikkan itu kepada kalian. " Seru Kapten Dika marah.
Oma dan mama hanya melihat dan mendengarkan apa yang mereka ucapkan.
" Sudah, diam kamu Dika. " Kesal bang Rizal.
" Sayang... Kamu percaya kan sama aku... Dia itu yang selalu menyukai ku, dia sering aku tolak, karena aku menyukai mu sayang... Percayalah denganku.... " Seru Bella memohon dengan tatapan sedu
" Kamu juga diam Bella!!! Mulai sekarang hubungan kita putus sampai disini dan aku nggak mau liat kamu didepan mata ku lagi... Aku sudah muak dengan tingkah laku mu... Dan ternyata kebaikan mu itu semua palsu untuk ku, atau jangan jangan kita bertemu itu semua adalah akal akal mu, agar bisa membuat kakak dari orang yang kamu cintai bertekuk lutut di kakimu...
Hahahaha..... Aku sungguh salut dengan mu, seharusnya kamu tidak menjadi model melainkan menjadi aktor... " Ucap bang Rizal dengan lantang.
" Jangan percaya sayang, itu semua bohong, aku cinta sama kamu sayang." Tangis Bella sambil memohon.
" Hahaha... Dia adik ku, mana mungkin aku lebih percaya kamu dibandingkan dengan adikku sendiri... Sekarang kamu pergi dari sini atau aku akan memanggil satpam untuk menyeret kamu pergi dari sini. " Ujarnya bang Rizal lagi.
Setelah mendengar ucapan bang Rizal, Bella pergi dari kediaman Kapten Dika. Begitu pula dengan bang Rizal, ia langsung berjalan pergi menuju kamarnya.
" Oma lihat sekarang, itu perempuan yang oma anggap baik, yang sepadan dengan keluarga kita!!! Kebaikan dan kemualian seseorang bukan ditentukan dari derajat kekayaannya Oma, percuma kaya tapi sifat dan prilaku minus. " Seru Kapten Dika sambil berjalan pergi meninggalkan Oma yang sedang dirangkul oleh Mama.
Di tempat lain, Dira mengajak aku berbicara, ngobrol, untuk mengalihkan pembicaraan yang tadi. Aku hanya menjawab seadanya ketika Dira bertanya kepada ku, karena fikiran ku masih ada di tempat lain.
Tiba tiba, terdengar suara pintu kamar terbuka, dan iya pun langsung masuk kekamar ku.
"Dek, kakak ingin berbicara berdua dengan kak ica dulu ya" Seru Kapten Dika masuk kekamarku dan di iyakan oleh Dira.
" Ngga usah difikir kan omongan Oma tadi. " Serunya sambil memegang pundak ku dan menatap mataku.
" Mungkin perkataan Oma bener bang, kita memang nggak cocok" Seruku dengan tatapan sendu.
" Stop, abang nggak mau denger kamu ngomong kayak gitu lagi... Oke " Ucapnya lagi.
" Bang, aku pingin sendiri dulu, nanti kita obrolin lagi masalah ini..." Seruku dengan tatapan sedih.
Mendengar perkataan ku, dia langsung memeluk ku sebentar mencoba menenangkan ku dan pergi meninggalkan aku.
*
*
*
See You Next Episode 🙏😊
__ADS_1
Jangan lupa Likes And Comment, dan Jangan lupa Jaga Kesehatan di Musim Pandemi ini ya 🙏💕💕