I Love You Kapten Songong

I Love You Kapten Songong
Ajeossi


__ADS_3



*



*



*



" Ayo kita pulang!! khusus untuk kamu ndre, motor kamu saya bawa, kamu bawa mobil... Anter Dira kemanapun ia pergi, dan sekalian beli brownies di toko biasanya buat mama, ini uang nya." Ujar Kapten Dika sambil memberikan uang kepada Bang Andre dan berjalan pergi menuju parkiran.



" Lu sangka gue pembokat sekaligus supir pribadi keluarga elu ka... Dasar suek elu ka... " Umpat bang Andre



**** Ya Allah, engkau memberikan wajah yang tampan, aura, tinggi badan yang bagus, proporsi badan yang bagus, bahkan sampai dengan jumlah helai rambut yang pas, tapi kenapa engkau melewatkan akhlaknya *** Gumam bang Andre.




****




Kini Aku dan Kapten Dika sedang menaiki motor, sedangkan Dira dan bang Andre menaiki mobil yang digunakan Kapten Dika tadi.



" Uda tenang fikiran nya? " Tanya kapten Dika sambil mengendarai motor.



" Udah... Kenapa? Mau bikin emosi? " Tanya ku.



" Nggak... Kita nggak jadi putus kan, masa Iya baru jadian semalem uda putus. " Tuturnya



" Abang mau kita putus? " Tanya ku.



" Mana ada, ya nggak lah. Susah loh abang dapetin kamu." Jawabnya.



" Masa sihhhh " Goda ku.



" Iya.. "



" Ya kalo abang mau pertahanin hubungan kita ya aku juga ikut... Aku mengingat kata kata Dira yang dia utarakan Tempo hari. " Seru ku pada Kapten Dika.



" Emang dira bicara apa sama kamu? " Tanyanya.



" Ada deh, mau tau aja urusan perempuan... Awas ya bang, aku udah buat keputusan untuk tetap bersama kamu, kalo abang sampe ninggalin aku, aku bakal bejek bejek " Jawabku sambil mempraktekan dengan tanganku.



" Emangnya kamu berani sama abang, secara fisik badan kamu sama abang gedean abang. " Serunya dengan sombong.



" Songong nya mulai ya, emangnya aku nggak berani?? kan ada mas Dito, Dira, bang Andre, bang rizal juga ada, ntar tinggal minta bantuan aja ke mereka." Tutur ku



" Hahaha... Mas Dito itu kakak kamu ya? " Tanya kapten Dika.



" Bukanlah, mas Dito itu Pacar kedua aku. " Jawabku asal.



Mendengar perkataan ku, tiba-tiba kapten Dika memberhentikan motornya dengan mendadak, seketika itu pula aku kaget dengan tindakan yang mendadak ini. Gimana tidak kaget, dia berhenti mendadak serta helm yang aku kenakan terbentur dengan helm yang ia pakai.


.


" Aduhhhh...... " Kagetku, ketika helm kami terbentur.



" Apa?? Mas Dito pacar kedua kamu??? Berarti selama ini abang selingkuhan kamu!!!! Terus aku ini pacar kamu yang keberapa ica?? " Tanya nya dengan marah.



" Iya.., mas Dito pacar kedua aku, kalo abang pacar ke 4 ku. " Tuturku padanya.



" Kamu serius??? " Tanyanya memastikan.



" Iya serius.. Ayah pacar ke satu, mas Dito pacar ke dua, Farel pacar ke tiga brondong ku, kemudian Abang pacar ke 4 ku." Jawabku dengan senyuman.


__ADS_1


" Mas Dito sama Farel saudara kandung?" Tanya nya dan aku meng iyakan.



" Dasar, abang kira, abang ini selingkuh an kamu.. " Serunya sambil mencubit hidungku.



" Ishhhh... Jangan cubit cubit hidung ku, mentang mentang nggak terlalu mancung kayak perosotan... " Jawabku dengan kesal, dan ia pun melajukan sepeda motornya.



Bang nanti kita mampir cari ikan yuk di pasar gitu, ica pingin buat sesuatu. " Kata ku sambil menepuk pundaknya ketika ia sedang mengendarai motor.



" Berasa kayak ojek online, panggil an nya abang abang, terus ditepuk pundaknya suruh berhenti. " Jelasnya.



" Mana ada ojek online pake motor kayak gini terus songong nya minta ampun, yang ada pelanggan nya pada kabur. " Cibirku padanya.



Mendengar ucapan ku, Kapten Dika malah tertawa.



" Tapi nggak gratis, kamu harus masak in abang kerang, soalnya abang lagi pingin makan kerang, apalagi kamu yang masakin pasti enak...." Tutur nya.



" Ish, dasar, pasti ada maunya... Tapi aku nggak janji ya bang bakalan enak, soalnya aku nggak suka makan kerang, jadi ya nggak pernah masak begituan. " Jawabku.



" Yaudah, dari pada jadi kelinci percobaan, mending gak usah, mending kamu masakin abang seafood selain kerang. " Serunya sambil mengendarai motor.



"Oke bang... " Jawabku



"Nama panggilan abang diganti kenapa, masa sama kayak Andre. " Ujarnya.



" Yaudah aku panggil kakanda, oppa, ajeossi, atau Abeoji. " Seruku.



" Ish nggak ada yang lainnya apa, sayang kek, mas kek, atau apalah" Protesnya.



" Kakanda pokoknya bagus, beda dari yang lainnya... Kakandaku, kakanda Dika... " Ucapku.


" Pokoknya nggak mau, mending abang aja lagi, dari pada malu malu in. " Jawab nya.



" Yaudah kalo nggak Ajeossi (paman/om) aja titik... itu panggil an kesayangan bahasa korea artinya pacar laki-laki kesayangan.. " Bohongku yang mana artinya adalah Om/paman.




Tak terasa kami sudah sampai di pasar tradisional yang buka 24 jam. Kami membeli berbagai kebutuhan yang akan aku perlukan untuk membuat cemilan yang aku suka dan Dira, serta makanan permintaan Kapten Dika.



Dia dengan pasrah ketika aku ajak mengitari pasar sambil menenteng barang bawaan. Tak terasa kebutuhan yang aku perlukan sudah cukup, saatnya kami pulang ke rumah Kapten Dika.



Ketika sampai dirumah kapten Dika, keadaan dirumah sepi, tidak ada tanda tanda keberadaan bang rizal, oma, ataupun mama kapten Dika, yang ada hanya Dira sedang bermain handphone di ruang keluarga sambil menghidupkan televisi.



Aku meletakkan bahan masakan tersebut ke dalam kulkas, dan ikut duduk disamping Dira, untuk mengistirahatkan tubuhku sejenak.



" Kakak habis dari mana sama kak ica kok baru sampai? " Tanya Dira tanpa melihat kami, tetapi fokus pada handphone



" Kalau ngomong itu liat kesini dek, jangan yang liat HP, berasa kamu nanya sama mbah Google kalo kayak gitu.. " Seru Kapten Dika duduk di samping ku.



" Hehe maaf kak.. "



" Kakak sama ajeossi habis dari pasar tadi" Ujar ku sambil mengedipkan mata pada dira.


Mendengar perkataan ku, dira langsung tertawa senang "Bwhahaha, ajeossi, kenapa nggak sekalian Abeoji... " Jawab Dira.



" Karena ajeossi bahasa Korea yang artinya kesayangan" Jawab Kapten Dika dengan bangga.



" Lebih kesayangan lagi Abeoji atau Appa kak, kalo Appa bahkan cinta mati kak, lebih romantis gitu, kayak di film film Korea." Bohong Dira sambil menahan tawa, karena arti dari Aboeji/appa adalah ayah.



Mendengar perkataan Dira, aku langsung ikut tertawa senang "abang curiga sama kalian, sampe ketawa puas banget kayaknya... " Selidik nya sambil melihat kearah kami.



" Daripada kakanda pilih mana? " Tanya Ica.



" Terserah kalian, ajeossi mau mandi dulu." Jawab kapten Dika dengan bangga.

__ADS_1



" Appa aja kak.. " Teriak Dira.



" Yaudah Appa.. " Jawab Kapten Dika dengan teriak.



Mendengar jawaban nya, aku dan Dira tertawa terbahak-bahak. Dira bahkan tidak menyangka kalau kakaknya tersebut bisa sebodoh dan sebucin itu.



"Dek, nanti kita bikin mpek mpek kesukaan kita yuk, kakak tadi uda beli ikan giling sama yang lainnya. " Tutur ku pada Dira.



" Oke, tapi Dira nggak bisa bantu banyak, soalnya Dira kan nggak bisa masak. Jadi maklumin Dira hanya bisa bantu ala kadarnya." Seru Dira dengan nyengir.



" Iya, nggak papa, yang terpenting kakak di bantu " Jawab ku dengan senyuman.


Aku dan Dira pun mulai memasak cemilan kesukaan kami, dan memasak menu untuk malam nanti.



Tak ketinggalan pula, selesai mandi, kapten Dika pun ingin membantu kami untuk memasak, tetapi apalah daya, bukannya membantu ia malah merusaknya dan membuat keributan bersama Dira.



" Kakakkkk... Uda Dira bilang, kakak duduk aja disofa sambil nonton TV gitu, disini kakak malah bikin Dira dan kak ica pusing... " Omelan Dira ke Kapten Dika.



" Kak ica, liat geh kak Dika, cabe sama bawang putihnya jatuh kemana mana, kalau kayak gini kita buat cuka mpek mpek nya gimana coba... " Adu Dira kepada ku.



" Yaudah, sini, biar kakak aja yang Ulek, kamu ngebentuk mpek mpek ini sama kak Dika, biar dia ada kerjaan... " Seruku sambil mengambil alih pekerjaan nya Dira.



" Nonton TV ahhh... " Seru kapten Dika berjalan pergi, tidak mau membantu Dira.



" Kak Dikaaaaa!!!!... Yaudah kak, putus in aja kak Dika, orang nggak mau nurut geh sama kakak " Teriakan Dira.



" Salah sendiri, tadi kaka mau bantu tapi diusir, giliran pergi dibutuhin" Jawab kapten Dika kepada Dira.



" Yaudah, Dira minta maaf, dan karena dira undang minta maaf, sekarang kakak bantu Dira" Jawab Dira.



" Oke kak... dibentuk kayak gini kan kak, terus kalo uda di masukin ke air mendidih ini kan. " Tanyanya kepadaku dan ku Iya kan.



Sebenarnya, kami memasak dibantu oleh bik Mar juga. Setelah sekian lama kami memasak di dapur, masakan kami pun akhirnya matang.



Lalu, aku mempersiapkan masakan tersebut di meja makan, dan membersihkan dapur yang telah dipakai untuk memasak, dan aku langsung pergi mandi setelah semua pekerjaan tersebut selesai.



Sekarang dimeja, tersedia makanan yang telah kami buat, seperti cumi oseng dengan cabai hijau, lalu ada kepiting soka saus tiram , dan cap cay seafood dengan kuah kental, tentunya bukan hanya makanan seafood saja yang tersedia diatas meja, ada juga menu lainnya bagi yang tidak menyukai makanan seafood, yang mana makanan tersebut telah dimasak oleh bik Mar dan bik Tutik tadi siang.



Ketika makan malam, kami menyantap makanan tersebut dengan Lahab, terkecuali Oma. Mama, Kapten Dika, Dira, Bang Rizal, terkesima dengan hasil makanan ku, mungkin dirasa cocok dengan selera mereka, dan aku mendapatkan pujian yang begitu baik.



Dibandingkan dengan Oma, Oma yang kini masih menatap ku dengan tatapan tidak suka, bahkan tidak memperdulikan bahwa aku disini, dan hanya menganggap aku tidak ada.



Aku mencoba tersenyum dan mengucapkan terimakasih atas pujian yang mereka berikan, dan mencoba tersenyum ketika Oma melirik dan menatap ku sekilas.



*** Nyeremin banget Nih nenek nenek... Perasaan aku uda senyum ikhlas, tapi yang disenyumin malah menganggap aku patung pancoran kali ya... Anggap aja pendekatan sama calon Mertua yang judes... *** Gumam ku dalam hati.



Setelah kami selesai makan malam, aku dan Dira pun balik ke kamar, untuk melanjutkan tontonan drama Korea kami yang tertunda, dan dilanjutkan dengan tidur.





*



*



*




Jangan lupa Like anda Comment, tekan tombol Love nya yaaaa.... 🙏🙏😊



__ADS_1



See You Next Episode 😊


__ADS_2