I Love You Kapten Songong

I Love You Kapten Songong
Surprise Untuk Kapten Dika


__ADS_3


*



*



*




Ditempat lain, Dira sepertinya tidak hanya mengambil cemilan dan minuman, dia sedang duduk berdua di ruang keluarga dengan Oma.


" Oma sangat membeci kak ica ya?" Tanya Dira membuka suara.



" Iya, oma amat sangat membencinya. Oma berusaha mencari cara agar rumput liar itu memutuskan hubungan nya dengan kakak mu." Seru oma sambil menyesap teh hangatnya.



" Oma jahat sekali dengan kak Ica. Dira baru tau ternyata Oma jahat sekali kepada orang. Jika nanti Dira tidak mendapatkan jodoh yang tidak sepadan, apakah oma akan melakukan hal ini dengan pasangan Dira? " Tanya Dira.



" Iya, oleh karena itu, carilah pasangan yang sepadan, dan yang baik bebet bobotnya. " Jawab oma dengan senyuman.



" Apakah oma tidak menginginkan seorang cicit dari kak Dika? Dan kak Dika itu serius oma, dia hanya mau memiliki anak dari wanita yang di cintainya. Sebenarnya yang melakukan hubungan dan membuat keponakan untuk ku itu Oma apa kakak...???" tanya Dira dengan wajah kesalnya.



Mendengar ucapannya, Membuat Oma langsung memukul kecil pada tangan Dira. "aww...sakit Oma!!!" ujar Dira mengusap tanganya yang di pukul oleh Oma.



" Oma... apa Oma ingat?? Dulu kakak sangat mencintai kak Clara. Dia juga wanita dari kalangan berada. Tapi lihat apa yang dia perbuat pada kakak.!! Kak Clara mengkhianati kak dika dan yang lebih parahnya lagi kak Dika sampai frustasi dengan hal itu. Bahkan Oma tau sendiri, kak Dika tidak seperti cucu kesayangan Oma lagi karena sifat dan prilaku nya berbeda setelah ia putus dengan kak Clara..." ujar Dira.



" Dan lihat lah kak Ica, dia memang bukan berasal dari keluarga berada, bahkan status nya itu sangat jauh dari keluarga kita. Tapi kak Ica bisa membuat kak Dika bahagia, dan sifat serta prilakunya kian berubah baik seperti sediakala. Apa oma tidak bisa melihat nya...??? Oma jelas tidak bisa melihatnya, karena Oma tidak selalu tinggal disini.


Kak Dika selalu pendiam, sukar marah nggak jelas, berbeda semenjak putus dengan kak Clara, sudah 6 tahun lamanya oma, dia seperti itu. Apa oma tidak mau cucu tersayang Oma baik, nurut kepada Oma seperti sedia kala??? " Oma hanya diam saja tidak menjawab apa yang di katakan oleh Dira.



" dan satu lagi oma... Dira ini juga seorang wanita suatu saat Dira juga akan mendapatkan pasangan serta menikah dengan seorang pria. Jika dira di perlakukan kejam oleh ibu mertua atau nenek dari lelaki itu, apa oma tidak sedih..???" ujar Dira yang langsung membuat hati oma tersentak.



" Maka dari itu, carilah bebet bobotnya yang baik. " Jawab Oma



" Melihat dari jawaban Oma, Dira bisa melihat bahwa Oma sangat kejam, dan tidak menginginkan Dira untuk bahagia." Seru Dira langsung pergi meninggalkan Oma menuju kamarnya.





****


Ketika Dira meninggalkan Oma yang terduduk di ruang keluarga...



" Cari semua informasi tentang Ica, yang sekarang dekat dengan cucuku..." Ujar Oma didalam telfon.



" Baik Nyonya.. " Jawab orang suruhan tersebut.



" Bagus, saya tunggu secepatnya..." Seru Oma lalu mematikan panggilan telepon nya.


****




Setibanya dikamar, ia melihat ku duduk di sofa sendiri, dan melihat sekeliling mencari keberadaan kakaknya tersebut.



" Loh kak Dika mana kak, kok kakak sendirian. " Tanyanya.



" Dia pergi, mungkin kekamar nya. " Jawabku.


__ADS_1


" Loh, kan disini ada kak Ica, kenapa dia balik kekamar, tumbenan banget, perasaan tadi kalian lagi mesra mesraan. " Tanyanya lagi.



" Dia marah sama kakak. " Jawabku dengan sendirinya.



" Whattt... Kak Dika marah??? Biasanya kak Ica yang sering marahin kakak. Yaudah gak papa kak, lagian biar surprise nya lebih mantab, buat dia marah, sama kesal dari pagi. Hahaha..." Ujar Dira dengan tertawa.



Mendengar dira tertawa senang, aku malah sedikit kesal dengannya.



Tak terasa waktupun kian berganti, pukul 23.50, dering alarm ku berbunyi dengan nyaring. Aku yang kini tertidur disamping Dira pun membangunkan nya.



Kami pun bangun, aku segera mengambil kue yang telah kita beli tadi, dan Dira langsung pergi membangunkan bang Rizal untuk memeriahkan surprise ini.



Kami sudah menyiapkan kue yang dihiasi oleh lilin yang menyala dan tak lupa membawa popper Conffeti untuk memberi ledakan cnffeti yang tidak menimbulkan api.



Ditengah kami bersiap, mama datang menghampiri kami ketika ia sedang mengambil air minum, dirasa kami sibuk mempersiapkannya. Mama langsung paham dengan kesibukan kami, dan mencoba untuk membantu membuka pintu.



Mama pun membuka pintu kamar Kapten Dika dengan perlahan. Kami masuk ke kamarnya, dan melihat kamar nya begitu gelap, kemudian bang rizal pun langsung menghidupkan saklar lampu kamarnya.



Mata kami kaget, melihat kapten Dika duduk di ujung pojok ranjangnya, dengan wajah yang lesu, serta ia terdiam memandang dengan tatapan kosong.



*** masa iya, dia seperti ini gara gara kejadian tadi*** Gumamku ketika melihatnya.



" Selamat ulang tahunnn..." suara kami yang lantang dan ditambah dengan ledakan Conffeti membuat ia yang Mendengar langsung terbangun akan lamunannya.



" Happy birthday to you... Happy birthday to you... Happy birthday happy birthday... Happy birthday to you.... " Seru kami menyanyikan lagu selamat ulang tahun.



" Make a wish kak " Seru Dira kepada kapten Dika, dan aku pun menyodorkan kue didepannya.



" Cie, sekarang umur nya kak Dika tambah tua.. Berarti sama an dong umurnya sama bang Rizal. " Ujar Dira menggoda kakaknya, dikarenakan umur kedua kakaknya ini sangatlah tidak berbeda jauh, selisih 1 tahun.



" Enak aja, tetap abang yang paling tua, dibandingkan kalian berdua. " Kata bang Rizal seraya menoyor kening kepala Dira.



Melihat kelakuan kakak beradik ini, kamipun yang melihatnya ikut tertawa.



" Abangggg... " Kesal Dira.



" Makasih ya ma, sudah melahirkan Dika dan sudah menjadi mamah terbaik untuk Dika. " Seru Kapten Dika langsung memeluk mamanya.



" Iya sayang... Mama sangat bahagia dan bangga memiliki anak seperti kalian." Kata mama sambil mencoba merentangkan tangan ke kami.



Dira, dan bang Rizal pun langsung berhamburan memeluk sang mama dengan senang.



" Ayo Sekarang kita kebawah, potong kue nya. " Seru bang Rizal kemudian, lalu mengambil kue dari tangan ku dan berjalan menuju ke lantai bawah mendahului kami.



" Sini nak,. " Ujar mama kapten Dika berjalan sambil merangkulku mengikuti mereka.



Kami pun memotong kue nya, dan mencicipi sedikit, dengan dilanjutkan obrolan ringan dan gurau an di ruang keluarga ini.



Kini Satu persatu dari kami pun pergi kekamar, untuk melanjutkan tidurnya lagi, tinggal lah aku dan kapten Dika berdua.



" Ca, besok kamu beneran jadi pulang?? " Tanyanya langsung kepadaku, sambil memandangku.

__ADS_1



" Iya jadi, aku sudah membereskan semua pakaian dan barang barangku. " Jawabku.



" Tidak bisa kah, menetap 1 atau 2 hari lagi disini??? " Tanyanya lagi dengan muka sendunya.



" Tidak bisa bang, ica sudah berjanji pada mama Ica untuk menginap disini 4 harian. " Jawabku lagi.



" Kamu sudah bilang pada mama, dan Dira akan pulang besok?? " Tanyanya lagi.



" Sudah bang, Ica sudah pamit ke mama, Dira, bang Rizal, kecuali oma, karena ica belum sempat berbicara kepada nya. " Jawabku jujur.



" Rencananya mau balik jam berapa? Biar Saya pesankan tiket sekarang." Serunya sambil menatap ku.



" Rencananya pagi jam 8 an bang. " Kataku.



" Kenapa tidak sore saja, biar abang bisa antar kamu. Kalau besok pagi abang tidak bisa, harus apel pagi. Ohh... Abang besok bisa" Serunya dengan pelan.



" Gak usah aneh aneh deh bang... Besok abang itu harus masuk, lagian abang baru dipindah tugaskan dikantor baru... Mamah juga sudah bilang ke bang Rizal akan menghantarkan aku pulang. " Jawabku terus terang.



" Sebenarnya, kamu itu calon abang atau calonnya abang Rizal sih, kok kamu lebih memilih dihantarkan bang Rizal.." Tanyanya.



" Ya calonmu lah bang... Jangan cemburu gitu geh sama abang sendiri, lagian sikon tidak mendukung untuk abang menghantarkan aku. " Kataku sambil mencubit pelan lengannya.



" Kamu udah beli oleh oleh untuk orang tua mu?" Tanya nya.



" Belum, nanti aja. " Jawabku singkat.



" Kan besok kamu pulang, masa tidak membawa apa apa, besok abang pesankan oleh oleh untukmu, dan abang minta nomor rekening mu. " Ujarnya padaku.



" Ngga usah bawa oleh oleh bang!! Barang bawaan, dan pakaian ku yang kamu beliin aja banyak, gimana mau bawa oleh oleh lagi, gak kuat aku bawanya. Lagian buat apa juga minta nomor rekening ku. " Seruku padanya.



" Mau abang transfer, gak ada penolakan, pokoknya segera kirim ke abang. " Ujarnya.



" Lagian, kalau mau mengganti uang tiket nya nanti saja kan bisa bang. " Ujarku menebak nya.



" Pokoknya aku tunggu nomor rekening kamu. " Serunya sambil pergi meninggalkan ku.



Setelah dia meninggalkan ku sendirian, aku juga langsung pergi masuk ke kamar untuk melanjutkan tidur ku yang tertunda.






*



*



*





See You Next Episode 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2