
Terima kasih buat pembaca novel ❤❤"I Love You Kapten Songong"❤❤ sudah menemani author hingga episode ini. Jujur, membaca komen kalian membuat author sangat senang. Author ingin menyampaikan permintaan maaf, untuk para readers semua, karena author tidak bisa mengabulkan permintaan kalian untuk up episode pada akhir akhir bulan ini, bahkan hingga hampir setahun ya 😄🤗🙏🙏
Sedikit Curhat, sebenarnya ini cerita uda lama author buat, tetapi belum sempat ke save di HP Author, jadi banyak bab yang sudah author kerjakan malah hilang 😭😭.
Ditambah lagi karena HP Kentang author minta di lem biru ( Lempar beli yang baru) jadinya Aplikasi author kekeluar sendiri, dan karena author orang nya lupa an, Author lupa mau masuk akun aplikasi ini menggunakan email/akun yang mana? kata Sandi nya apa?? Dah lah,,, lengkap sudah halangan author untuk menulis novel 😢😢
Tapi Alhamdulillah sekarang uda bisa masuk ke aplikasi ini lagi dan upload bab novel, gara-gara pake app Faceb00k.
Yaah... karena udah lama author tidak buka fb, bahkan mungkin sudah jamuran, author buka lagi dikarenakan sedang dilanda ke gabutan, dan dari situ lah, ternyata akun app ini pake akun FB 😄😄
**klo ada obat biar kagak lupaan, author pengen pesen dong 😄😄**
Terima kasih dari saya selaku Author "I Love You Kapten Songong"
Jangan lupa like, share, dan vote sebanyak-banyaknya ya
Author peluk online 🤗🤗🤗
Happy Reading..
*
*
*
Setelah kejadian di apartemen milik Bella, aku diam dengan melihat keadaan diluar kaca samping ku, tanpa berbicara kepadanya. Begitu pula dengan kapten Dika, ia pun ikut terdiam sambil mengendarai mobil menuju apartemen milik bang Rizal
Selang Beberapa menit kemudian, sampai lah kami di apartemen milik bang Rizal. Cukup ku akui apartemen milik nya ini sangat bagus dibandingkan dengan milik mbak Bella. Sangat luas, Mewah, Bersih, wangi, dan tentunya apik jika dipandang, pantas saja Mbak Bella mengambil Surat Kepemilikan apartemen ini, dikarenakan apartemen ini begitu bagus... Yah, maklum juga apartemen nya orang tajir, dibandingkan dengan aku yang hanya butiran rins0, kalau kena air bisa kanyut 😄😄
Kami pun berjalan, dengan Kapten Dika yang berjalan di depan ku " Kamu duduk disitu dulu, kalau mau minuman ambil saja di sana. " Ujarnya menunjuk ke ruang makan atau dapur, dan ia langsung berjalan menjauhi ku entah kemana.
Tak butuh waktu lama, bang Rizal pun datang menghampiri ku. " Dika dimana? " Tanyanya padaku.
aku melihat kearahnya " Bang Dika tadi didalam Bang. " Jawabku.
'' Oh yasudah... Kamu mau makan apa dek? " Tanyanya kembali sambil berjalan menuju kulkas.
" Nggak usah bang. Aku uda kenyang. " Kataku dengan senyuman, tapi fikiran masih terbayang bayang akan di apartemen Mbak Bella.
Dia mengambil botol minum, dan meneguknya "Junk food mau?? " Tawarnya lagi setelah selesai minum.
Aku menimbang tawarannya " Boleh deh bang." Jawabku dengan malu malu.
Selagi menunggu datangnya pesanan online kami, aku hanya memainkan game di handphone sedangkan bang Rizal, ia sedang menerima panggilan telepon.
Tingggg... Tingg...
Suara dering pintu apartemen bang Rizal terdengar.. Dengan seketika, Bang Rizal berjalan membuka pintu apartemen nya, dan mengambil Makanan yang kami pesan yang telah sampai.
*** akhirnya setelah ratusan purnama menunggu..*** Gumam ku dalam hati.
Ia duduk di depanku " Ayo dimakan!! Ini sebagai ucapan terimakasih abang karena kamu sudah mau membantu.. " Serunya sambil membuka kotak pizza, dan sebagainya.
" Wahhhh... Banyak sekali bang... Ini untuk kita makan bertiga!! " Tanyaku karena melihat banyaknya pesanan makanan yang ia beli.
" Hahaha... Ada ada aja kamu dek. nggak mungkin sebanyak ini kita yang makan semua.. ini bukan buat kita aja, nanti kotak yang ini dan ini, untuk Alvin sama Azizah di rumah. Ayo dimakan." Katanya sambil mengambil sepotong pizza dan melahap nya.
" Ohhh... Iya Bang. " Ujar ku sambil mengambil 1 potongan pizza.
Tiba tiba datang lah Kapten Dika berjalan kearah kami, dengan mengeringkan rambutnya yang basah menggunakan handuk.
" Lama bener kamu ini dek!!! Kenapa kamu dek, masih jam segini uda mandi, nggak seperti biasanya. Jangan jangan kalian habis ngapa ngapain di apartemen Bella yaaa!! " Curiganya Seraya Tangan kiri yang sibuk memegang Pizza, dan tangan kanan memegang handphone.
Uhukkk...
Aku pun tersedak ketika Mendengar perkataan bang Rizal.
" Pelan pelan kalau makan. " Ujar Kapten Dika langsung memberikan aku minum.
Ia melingkarkan Handuk dileher nya " Ini semua gara-gara abang yang nggak becus jaga pintu apartemen!!! Cuma berdiri jaga pintu apa susahnya coba, kok bisa sampai kecolongan nggak ngeliat Bella masuk apartemen." Kesal Kapten Dika mengalihkan pembicaraan.
" Kok salah abang?? Lagian abang mana tau kalau ada Bella ketika abang menerima telfon dari kantor.." Tanyanya bingung.
" Sudahlah bang, sekarang kita harus menyusun rencana untuk Bella. Dan yang perlu abang ketahui, Bella itu tidak hamil, ini hanya akal akalan nya dia saja. " Ujar Kapten Dika.
" Tadi abang melihat dia dan rekan bisnis abang keluar dari apartemen nya. Kemungkinan yang membuat perusahaan kacau balau adalah dia. Kamu tau apa yang mereka bicarakan? " Tanya bang Rizal penasaran.
" Coba abang tanyakan ke Ica, dia yang paling menghayati dan mendengarkan pembicaraan mereka. " Goda Kapten Dika yang sedang melihat ku menikmati makanan junk Food di atas meja.
Mendengar perkataannya, aku pun menengok kearahnya. " Kok aku??? Jelas Jelas Abang!!!" kesal ku.
" Elehhh... Kelihatannya kamu paling menghayati dehh.." godanya Lagi.
"Mana ada!!! Udahlah Aku nggak denger!!! Aku nggak denger!!! " Kesal ku seraya mengingat kelakuan mbak Bella sambil berjalan menjauhi mereka, menuju Depan Televisi. Mendengar Obrolan mereka yang semakin mengarah kesana, aku pun berjalan menjauh dari radar pendengaran ku.
" Sebenernya Apa yang terjadi?? " Tanya bang Rizal sambil menyerngit kan dahinya bingung.
Bang Dika menghela nafasnya " Mereka having se*, dan apesnya, kami bersembunyi di bawah kolong ranjang nya. " Ujar Kapten Dika yang masih ku dengar.
mendengar perkataannya bang Rizal tertawa "Hahahaha... Kamu ada di bawah kolong ranjangnya!!! Ketika mereka having se*... Hahahhaha.... " Tawa bang Rizal dengan terbahak bahak, hingga matanya sedikit berair karena tertawa.
Bang Dika melempar handuknya yang dileher ke muka bang Rizal " Sudah puas ketawa nya!!! " Kesal Kapten Dika.
Bang Rizal pun berusaha meredakan tawanya, dan membuang asal handuk tersebut "Terus apa yang kamu tunjukkan ke abang?? " Tanya bang Rizal.
" Aku mengambil semua rekaman CCTV , dan ada beberapa fail yang terkait dengan perusahaan Abang, mungkin nanti bisa abang cek." Ujar Kapten Dika memberikan flashdisk.
" Di CCTV yang kamu copy ini, ada adengan 21++ nya nggak?" Tanya bang Rizal.
__ADS_1
" Tentunya ada, abang mau liat milik Bella untuk terakhir kalinya??" Tanya kapten Dika menjahili.
"Ahahaha... Buat apa abang melihat punya dia yang uda bekas sana sini, rencananya dia mau abang tawarkan ke sana sini... Jangan Bilang kalau kamu mandi ini gara gara melihat adegan live Streaming dan melakukannya bersama Ica???" Ujar bang Rizal memikirkan sesuatu.
" Gak usah ngawur deh bang... Bayangin aja bang, elu ada di posisi kami, ketika mereka having s*x dan kami ada di bawah kolong ranjang, apalagi posisi badan kami yang pas sekali... Lelaki normal mana yang tidak bergairah dengan keadaan yang seperti itu, mana dia melihat Dika Junior yang Menggembung di dalam celana..." cerita Kapten Dika.
Dia tertawa terbahak bahak...
" Hahaha... serius elo ka??" tanya Bang Rizal meyakinkan.
" abang Pikir muka kek gini bercanda!!" ujar Kapten Dika
" hahaha... sorry, Sorry, abang hanya memastikan." seru bang Rizal
"Ketika aku di sana, aku menemukan hal yang berkaitan dengan kecelakaan Ica bang... Kemungkinan dia juga berkaitan dengan Dira, tapi belum aku pastikan secara detail tentang ini.. " Seru kapten Dika memberitahu.
"Brengs*k!!! Kenapa abang dulu suka dengan perempuan Jahan*m seperti itu!!! Jika itu benar Abang akan membuat dia sengsara dan membalas perbuatannya, karena telah berbohong padaku dan berani menyentuh keluarga kita!!! " Seru bang Rizal.
" Aku punya rencana untuk membalaskan semua perbuatannya. " Ujar Kapten Dika.
" Apa rencananya? " Tanya bang Rizal.
".......................... "
".......................... "
Mereka pun menyusun rencana, untuk Membalaskan semua perbuatan yang pernah dilakukan oleh Bella.
***
Sehari setelah kedatangan ku di Kota ini, aku hanya melakukan segala aktivitas di rumah tanteku, sampai aku kesal sendiri dengannya. Sudah jauh jauh aku datang, yang katanya harus segera melakukan pengajuan nikah, dan ternyata ia ada penugasan selama 3 hari ke depan.
***
Ditempat lain.
"Selamat malam.. " Ujar kapten Dika
" Malam.. Malam.. Malam.. Luar biasa.. " Jawab seluruh personil dengan lantang.
" Dengarkan prajurit Delta, saya ingin menyampaikan kegiatan untuk besok.. Besok kita akan melaksanakan latihan di daerah teluk S, perhatikan faktor keamanan, personil maupun materi. Seluruh personil?? Apakah ada pertanyaan??? " Seru kapten Dika
" Siap jelas.. " Jawab seluruh personil.
"Mungkin itu saja dari saya, selamat Malam." Ujar kapten Dika.
" Malam, malam, malam, luar biasa. " Jawab seluruh personil.
****
3 hari pun telah berlalu, kini aku tengah melakukan berbagai tes untuk menjadi seorang istri tentara.
Pertama tama, aku masuk ke kantor kesehatan dengan memberikan berkas berkas yang diminta kepada dokter kowal yang bertugas di sana. Setelah itu, aku masuk ke ruang laboratorium untuk ambil darah, ambil air urine, dan melakukan rontgen dengan membuka baju bagian atas, lalu menunggu hasil foto rontgen tersebut.
Dengan perasaan kesal, cemas, takut, kini datang menghampiriku ketika aku menunggunya. Ditambah lagi, pandangan mataku membuatku Sungguh iri sekaligus kesal, melihat pasangan lainnya di antar dan ditemani oleh calon suaminya, sedangkan aku??? Boro boro dianter, masuk ke area ini saja dihantarkan oleh Om ku. Aku disini hanya bisa menunggu kedatangannya, yang katanya ia sebentar lagi akan sampai menemui ku.
Beberapa menit kemudian, dia pun datang dan duduk di samping ku " Bang, tesnya Minggu depan saja gimana? " Ajak ku sambil Bergelayut di lengannya.
Dia pun menatap ku " Kenapa harus minggu depan, sudah terlanjur hari ini?? Udah dong Jangan takut..." Ujarnya menyemangati ku.
Aku menghela nafas " Bukannya takut bang, katanya tante Puspa tesnya sakit, mana lagi aku lagi haid. " Seruku dengan kasihan (memelas).
" Ya itu berarti kamu nya takut. Jangan dengerin tante Puspa, mungkin tante Puspa hanya menakut-nakuti kamu. Pokoknya yang semangat, dibuat enjoy aja. " Katanya
Setelah itu, namaku pun dipanggil oleh petugas kesehatan tersebut, dan aku pun memasuki ruangan tersebut. Lalu sebelum aku berbaring, aku disuruh untuk membersihkan dan mengelap area **** * ku menggunakan tisu. Kemudian Aku pun berbaring terlentang dengan kedua kaki Mengangkang seperti orang yang mau melahirkan.
Dokter Kowal tersebut pun mengecek ku, "Mbak Annisa sudah pernah berhubungan ya?" Tanya nya langsung to the Poin.
" Belum pernah dok. " Ujar ku dengan kesungguhan.
Dokter tersebut menatap ku sambil melepaskan sarung tangan karet yang ia pakai " Nggak papa Mbak, jujur saja, kalau sudah pernah melakukan nya nggak papa Mbak!! " Katanya seperti mencurigai ku.
Mendengar perkataannya yang mencurigai ku, aku pun menghela nafas berat " Benar dokter, saya belum pernah berhubungan" Ujar ku meyakinkan.
" Belum pernah berhubungan tetapi selaput dar*h nya kok sudah tipis ya? " Tanya nya seperti menekan ku.
" Saya tidak tau dok. Saya berani sumpah dokter, kalau saya belum pernah melakukan hubungan suami istri mau pun sejenis nya." Ujar ku sambil berkaca kaca.
" Iya iya, saya percaya Mbak. Selanjutnya mohon tunggu diluar ya Mbak, untuk menunggu hasilnya." Kata kowal tersebut dan ku iyakan.
Aku pun langsung keluar ruangan tersebut, dan berjalan melewati Kapten Dika untuk mencari kamar mandi, karena aku sudah tidak bisa membendung rasa kesal sekaligus sedih ku.
" Kamu mau kemana? Apa Tesnya sakit??. " Tanyanya padaku.
" Mau ke kamar mandi. " Jawabku dengan berkaca-kaca.
Melihat ku ingin menangis, ia pun langsung memelukku. "Huu huu huu" Air mataku seketika keluar ketika ia memelukku.
" Tes nya sakit, tapi lebih sakitnya aku dituduh sudah melakukan hubungan suami istri " Ujar ku dengan tangisan.
Untung saja area ini cukup sepi, jadi tidak begitu memalukan jika aku menangis.
" Memangnya apa kata dokter? Apa Kamu sudah pernah melakukan hubungan suami istri?" Tanyanya kembali.
aku kesal " Ihhhh.. diomongin aku itu nggak pernah begituan. Senakal- nakalnya aku, aku nggak pernah kayak gitu bang." Seru ku langsung melepaskan pelukan ku.
" Ya udah, kalau kamu nggak pernah melakukan itu ya jangan nangis.. Dokter itu memang seperti itu, apalagi tau kamu calon abang, mungkin kamu dikerjai nya. Yaudah ayo duduk lagi di sana. " Ujarnya dan ku iyakan.
Setelah menunggu beberapa jam di luar ruangan, hasil tesnya pun keluar.
__ADS_1
" Hasil kesehatan semuanya baik, tidak hamil, dan masih Segel. Awas saja ya Dika, setelah ini mentang mentang dia masih segel kamu langsung nyicip. " Ujar dokter kowal tersebut.
" Ya tidak lah Bu. Saya ngapain nyicip nyicip segala, yang ada langsung eksekusi. " Canda nya.
Mendengar perkataannya aku tersenyum kepada dokter tersebut, dan menginjak ujung kakinya yang terbalut dengan sepatu.
" Hehehe... Dicicip cicip, Kayak makanan dong dokter. " Jawabku kesal namun senyuman.
" Hahahaha... " Tawa mereka.
***
Keesokan harinya, kami masuk ke ruangan lainnya, untuk memberikan berkas berkas yang diperlukan. Lalu, setelah kami menyerahkan berkas berkas, kami diberikan beberapa tes.
" Annisa, kenapa rambutnya tidak di cepol. Nanti kalau menghadap rambutnya di cepol ya. " Ujar ibu Jalasenastri yang sedang memberikan aku nasihat.
" Iya Maaf Bu, saya tidak tahu." Jawabku yang tidak tau kalau diwajibkan, dan anehnya aku tidak bertanya pada tanteku.
"Annisa, sudah berapa lama pacaran dengan kapten Dika? " Tanya ibu Jalasenastri tersebut.
" Sekitar 6 bulan bu. " Ujar ku.
" Hah kok cepat sekali.. Kapten Dika ini pacar kamu yang ke berapa? " Tanya nya lagi.
"Yang pertama bu. " Jawab ku.
" Hah, Cepat sekali, pacaran pertama, baru 6 bulan, sudah mau menikah! Apakah benar sudah mantap dengan pilihan kamu ini? " Tanyanya.
" Iya, Mantab bu. " Jawabku.
" Apakah sudah siap jika ditinggal tugas ke medan perang? " Tanya nya lagi.
" InsyaAllah, saya siap bu. " Jawabku.
........
***
Setelah itu, kami pindah keruangan lainya, dan tentunya aku langsung mencepol rambutku.
Ketika kami duduk, ada telfon berdering..
Dan tentara yang bertugas itu pun mengangkat telfon tersebut.
"Siap!!!" Jawab tentara tersebut di dalam telfon nya.
"Saya ingin menyampaikan, Untuk saat ini komandan masih berada di Jakarta dan siang ini belum bisa kembali. Kemungkinan 3 hari lagi baru bisa kembali. " Ujar tentara yang bertugas.
Setelah Mendengar perkataannya, aku langsung pulang ke rumah menaiki ojek online, sedangkan Kapten Dika tetap berada di tempat ia ditugaskan.
***
" Annisa, apakah benar kamu sudah mantap untuk menerima kapten Fajri Febryandika sebagai suami mu? " Ujar komandan.
" Iya pak, InsyaAllah mantap "
"........ "
"........ "
****
Ketika aku duduk dan melihat kapten Dika berjalan kearah ku "Sudahlah bang aku capek... aku capek capek capek lah bang... Aku ngga mau lah seperti ini... Ngga usah nikah aja kalau gini ceritanya, ngga usah lah..." Protes ku pecah, ketika berhari hari aku melakukan banyak test.
"Jangan kayak gitu... Kita tinggal sekali lagi, habis itu sudah selesai... " Ujar kapten Dika
" Test yang ini, test yang itulah.. Mantap lagi, mantab lagi, mantab lagi, selalu seperti itu, capek lah bang aku bicara seperti itu terus... Aku capek bang, capek... " Seru ku dengan kekesalan
"Abang tau Ica capek, tapi apa tujuan kita sebelum mondar mandir kesini? Apa?? " Tanya nya
" Nikah lah banggg... " Jawabku
" Ica yakin!?? menerima abang sebagai calon suami mu? " Tanya nya lagi
"Emmmm.. Gimana ya bang, sebenarnya aku ragu bang.... Semakin kesini kok sepertinya semakin berat ya menjadi istri Abdi negara... Sepertinya Aku belum siap... " Jawab ku jujur
" Kamu ragu dengan abang??? Kita sudah jauh ketahap ini, masa kamu rela pengorbanan mu selama ini untuk pengajuan nikah... " Ujarnya sambil memijat pelipis Kepala nya
" Ya nggak rela lah, tapi... " Kataku
"Tapi apa??? Tinggal sekali lagi tesnya, setelah itu sudah. " Serunya
Aku pun sumringah ketika mendengar perkataannya "Beneran ya bang tinggal 1 kali lagi..." tanya ku meyakinkan.
" Iya " Jawabnya
" Masa?? "Tanyaku memastikan kembali
" Iya sayangku... " Serunya sambil mencubit pelan pipiku.
***
Setelah semua tes telah kami lalui dengan banyak adegan drama, aku pun pulang ke rumah tanteku, yang tentunya bersama dengan babang ojek online. Jangan tanya Kapten Dika dimana, dikarenakan dia masih ada tugas yang tidak dapat ditunda.
***
*
*
__ADS_1
*
Sampai Jumpa Kembali di Episode Selanjutnya 🤗🤗🤗