
Beberapa menit kemudian, setelah aku mandi, aku berjalan menuju kamar yang ditunjuk oleh Dira.
Setelah sampai kamarnya, ku ketuk pintu kamarnya, dan ada sautan yang menyuruhku untuk diperbolehkan masuk.
" Masuk aja, kamarnya nggak dikunci kok.. " Jawabnya
Aku pun masuk kamarnya, dan melihat Dira sedang mengobati luka di lengan kanan Kapten Dika.
"Makanya, kakak itu yang hati hati gitu, biar nggak kayak gini lagi. Coba dulu kakak nggak maksa masuk jadi tentara, pasti nggak sering terjadi kayak gini. " Cerocos Dira sambil memarahi kapten Dika.
" Letakkan dimeja situ saja bi, minuman nya " Seru Dira tanpa menatap ku..
" Ini kenapaa bang? " Jawab ku pada kapten Dika.
" Ah, maaf kak, Dira pikir tadi bibi, taunya kakak... Biasa, kak Dika nyoba Ilmu bela diri baru hehe.. " Jawabnya dengan senyuman.
" Sini aku bantu obati, apa yang perlu aku lakuin... " Tanya ku
" Kakak tinggal membalut bekas luka jahitan ini dengan perban, Dira pamit mau naroh ini kebelakang sebentar." Jawabnya.
" Iya dek. " Jawabku
" Abang kok nggak bilang bilang, kalo lengan kanannya ada luka gini, maaf in aku tadi ya... Aku fikir abang lagi bercanda, terus tadi berdarah nggak? " Crocosku sambil membalut luka bekas jahitan.
" Pelan pelan geh ngomong nya.. " Katanya
" Ya aku khawatir sama abang, apalagi aku tadi nyubit luka abang, pasti sakit banget.. " Kataku
" Uda nggak apa apa, ini juga mau sembuh, Jangan bilang ke mama ya, nanti beliau khawatir terus akhirnya kena omel deh " Serunya sambil tersenyum.
" Iyaa bang, uda selesai... ayo kita makan, terus minum obat, habis itu kita tidur, biar cepet sembuh.. " Kataku kepadanya
" Oke, Ayo kita makan, terus minum obat, setelah itu kita tidur bareng.. " Godanya sambil mengedipkan mata.
" Enak aja tidur bareng, maksud ica ya tidur dikamar sendiri sendiri lah... " Protes ku.
" Hahaha... Bercanda loh, yaudah ayo kita makan. " Serunya lagi sambil menggandeng tangan ku.
Kami berjalan menuju ruang makan, sambil dia masih menggandeng tangan ku.
" Cie ciee.... Sekarang kakak uda ada gandengan nya nih buat pergi ke acaranya kak Riska... " Ujar Dira spontan ketika melihat tangan ku di gandeng oleh kapten Dika, setelah itu langsung ku melepaskan gandengan tangannya.
" Iya dong, emangnya kamu, pacarannya cuma lewat telfon... Pacarnya sampe nggak dikenal kenalin sama kakak sendiri... Kakak penasaran sama laki laki yang kamu pacarin, Lebih ganteng dari kakak atau lebih jelek dari kakak.." Ujar kapten Dika
" Ish kakak ini, yang jelas lebih ganteng dari kakak... Kak ica, tau nggak, setelah kak Dika baru putus cinta, dia kayak orang gila tau kak, jarang mandi, ngomong seadanya, suka marah nggak jelas, terus jelek bangett kayak nggak keurus hahhaa... " Ucap Dira sambil tertawa puas
" Dira Kamu ini.... " Kata kapten Dika
" Sudah sudah... Kalian ini mau makan aja ribut... Kalo Ketemu berantem, giliran gak ketemu kangen... Pusing mama, liat kalian berantem kayak kucing sama anjing... Nggak Malu apa sama Ica!! " Seru mama melerai pertengkaran adu mulut.
" Kak Dika itu mah duluan " Jawab Dira.
" Enak aja, Dira duluan ma. " Bantah kapten Dika.
" Dira, Dika... Kalian ini bener bener ya.. " Bentak mama.
__ADS_1
" Nak, Maaf in mama ya, atas kegaduhan yang mereka buat... " Ucap mama
" Iya mah... "
" Ini dimakan nak, maaf kalau masakan nya kurang pas di lidah mu. " Seru mamanya.
" Engga kok mah, ini uda pas, malah enak,, rasanya kayak masakan ibu dirumah.. " Jawabku
" Yasudah makan yang banyak nak... Jangan malu malu... " Ujar mamanya, dan ku Iya kan.
" Habis makan, kamu istirahat dikamar saja nak, pasti capek. Besok kita pergi ke butik, mamah sudah pesankan gaun buat kamu untuk dipakai diacara sepupu Dira. " Seru Mama kapten Dika
" Iyaa mah" Jawabku
" Terus kakak dirumah sendiri? " Tanya kapten Dika
" Yaiyalah, biasanya juga gitu, gak suka ikut mama ke butik. " Jawab mama kapten Dika.
" Ya kan biasanya mah... Besok kakak mau ikut... " Seru kapten Dika
" Tidak boleh, besok mamah sama calon menantu menantu mamah, mau pergi shopping ke mall sekalian ke butik langganan mama buat ambil pesanan gaun. Baju yang akan kamu dan Rizal pakai sudah mama siapkan... Dira, kamu sudah menghubungi kak Bella kan, buat ikut mama besok. " Ujar mamanya.
" Mama pelit... " Seru kapten Dika pelan.
" Sudah mah, besok kita bersenang-senang... " Ujar Dira sambil menggoda kapten Dika dengan menjulurkan lidah.
Setelah selesai makan, kami pun kekamar masing-masing. Aku pun kembali ke kamar ku, dan menidurkan badan ku sambil mencoba menelfon mamaku tersayang.
" Assalamu'alaikum mah. " Sapaku terhadap mama ku di telfon
" Iya mah, kirimin ica 5 m ya mah, hahaha " Canda ku terhadap mama
" Kiriman dari mama 5 m kemaren udah abis? " Balas mama dengan candaan.
" Uda abis mah, buat dugem hahaha... " Candaku.
" Awas ya kalo dugem beneran, mama gantung kamu di tiang listrik biar kapok. " Sering Mama.
" Ya nggak lah mah... Lagian mamah ini aneh, uda tau anak nya nelfon itu ya pasti kangen, masa setiap nelfon minta uang mulu. " Kataku pada mama.
" Kirain mau minta uang sama mama hahaha " Seru mamaku didalam telfon dengan tertawa.
" Gimana nak, ibu temen kamu uda baikan? " Tanya mama
" Belum mah. " Jawabku dengan pelan
" Masih dirumah sakit? " Tanya mama lagi.
" Mah, ica boleh ngomong jujur nggak? Tapi mama jangan marah ya. " Seru ku pada mama.
" Pasti ada yang kamu tutupi dari mama, mama nggak akan marah kalo kamu bener, tapi kalo kamu nggak bener pasti mama marah lah, kan itu buat kebaikan kamu sendiri nak, ngomong jujur sama mama sekarang, kalo nggak mama bakal jemput kamu. " Seru mama yang membuat ku takut kualat terhadap nya.
" Ica mau jujur mah, sebenarnya ibunya temen Ica itu nggak masuk rumah sakit, tetapi Ica mau ngelurusin kesalah pahaman antara Ica sama ibunya temen Ica, kalo lama-lama Ica ngebohongin ibunya temen Ica kan bisa sakit hati, terus silahturahm terputus, kan dosa ya mah. " Seru ku mencoba menjelaskan.
" Iya itu tau kalo bohong dosa, kok bisa loh nak kamu bohong sama orangtua, bohongin mama, bohongin ibunya temen mu, kenapa kamu nggak jujur. terus ibunya siapa yang kamu bohong in, beneran ibunya April? " Tanya mamaku penasaran.
__ADS_1
" Iya mah Maaf... Janji ya Mama jangan marah. Di tunda dulu marahnya, ya mah... Mama kalo nggak marah marah makin cantik mah. "
" Giliran ada maunya aja mama di sanjung sanjung. " Seru mama
" Janji ya mah nggak marah marah " Ucap ku dengan memastikan.
" Iya..." Seru mama
" Sebenarnya bukan ibunya April, tapi ibunya bang Dika mah.." Ucap ku langsung
" Ya Allah nak nak, kamu berarti sekarang minep di tempat rumah laki laki... Mamah kan uda bilang jaga diri, kamu kan perempuan mana pantes minep di rumah laki laki yang bukan muhrim masih mending itu saudara kamu. Apalagi tinggal kamu anak perawan mama satu satunya, kalau di apa apa in sama laki laki itu gimana nak... Pokoknya besok pulang kerumah om Dedi, atau perlu mama jemput kamu, atau Om Dedi yang jemput kamu? " Ocehan mama
" Mama kan uda janji sama Ica nggak marah marah.. " Seru ku dengan perasaan penyesalan.
"Gimana mama nggak marah, kamu uda kelewatan... Kalau bapak dan mas kamu tau, pasti langsung jemput kamu kesana. " Seru mamah marah
" Ica mohon mah, jangan bilang ke bapak sama mas Dito mah, InsyaAllah disini ica baik kok mah, keluarga nya juga baik sama ica, 3 hari ica bakal pulang ke rumah om Dedi. "
" 3 hari??? Pokoknya besok pulang, tempat om Dedi saja, kamu di sana bisa temenin bulek mu." Seru Mama
" Mah, kali ini aja percaya sama ica ya.. " Ucapku memohon sambil menangis
" Sampai segitunya kamu mohon sama mama, apa itu pacar kamu?? " Tanya mama penasaran
" Dia bukan pacar ica mah, tau sendiri ica nggak pernah pacaran, apalagi Mama ngelarang ica tidak diboleh pacaran... Ica disuruh pura pura ke keluarga nya jadi calonnya dia, dari pada nilai ica jelek ya ica iyain, dan sekarang ica mau terus terang dan berkata jujur, kalo ica langsung ngomong jujur sekarang kan nggak enak mah, mana lagi ica baru dateng, ica janji bakalan kerumah om dedi. " Permohonan ku.
" Yasudah, mamah pegang kata-katamu. Pokoknya Jangan macem macem disana, dan ibadahnya jangan lupa. " Seru mama
" Iya mah, Mama baik dek, ica makin sayang sama mama"
"Kamu cepet selesai in kuliah kamu dan mama akan kenalin kamu sama anak temen mama, calon untuk kamu. "
" Ish mama ini, main langsung kenalin kenalin ke anak temen Mama. " Kesal ku
" Siapa tau jodoh, udah dulu ya, Mama mau ngelanjutin sinetron mamah, lagi seru serunya ini " Seru Mama
" Yaudah, iya mah" Jawabku dan telfon langsung dimatikan oleh mama.
***untung aja Mama luluh dengan omongan ku, kalo nggak bisa berabe urusannya*** Gumam ku dalam hati.
*
*
*
Hay semua... Terimakasih sudah mau membaca novelku 😁🙏
See You Next Episode 😍😍
Jangan Lupa jaga Kesehatan di musim pandemi ini yahhhh 🙏🙏
__ADS_1
Dan jangan lupa juga Like anda comment 😁🙏