I Love You Kapten Songong

I Love You Kapten Songong
Terjatuh


__ADS_3

--- Author akan up Setiap Hari Senin dan Kamis---


Jangan Lupa Vote sebanyak-banyaknya ya, agar dapat memberikan semangat kepada Author dalam membuat cerita 😊🙏🙏


*


*


*


Aku meminta izin dengan tanteku untuk menjemput Dira. Setelah diperbolehkan, aku pergi kerumah Kapten Dika untuk mengambil motor, lalu menjemputnya.


Aku sampai di kediaman kapten Dika. Aku masuk dan bertanya pada satpam yang bertugas disana, sambil melihat kanan kiri, apakah ada mama atau Oma,dan beruntung nya mereka belum pulang.


" Selamat Sore pak!!" Sapaku pada satpam yang bertugas.


" Selamat sore juga non, non naik apa kesini kok bapak nggak liat ada kendaraan masuk. " Ujarnya padaku.


" Naik ojek online Pak. Oh iya Pak, pak Tono dimana ya? " Tanyaku.


" Pak Tono kalau Sore gini ada digarasi kalau nggak di samping rumah non... Emang kenapa nyariin pak Tono, nyari itu den Dika gitu loh Non. " Candanya.


" Ahh bapak ini, bang Dika mah nggak usah dicari, ntar ketemu sendiri hahaha.. " Candaku.


" Saya ini kesini Mau ambil motor digarasi, untuk jemput Dira Pak, karena mobilnya pecah ban. Yasudah Pak, terimakasih, ica langsung ke Pak Tono saja. " Bohongku.


" Oh iya Non, pantesan Non Dira belum juga balik. Yaudah non sana, nanti keburu malam. " Jawab Pak satpam


Aku berjalan menuju garasi, dan melihat Pak Tono sedang mengelap mobil yang jarang dipakai.


" Selamat sore Pak Tono" Sapaku.


" Selamat sore juga Non, ada apa ya Non" Tanya nya bingung.


" Gini Pak, saya disuruh ambil motor yang warna merah digarasi, untuk menjemput Dira di bengkel mobil. " Ujarku.


" Ahhhh, kenapa Non Dira tidak menelfon saya ya, kalau gitu biar saya yang jemput non Dira aja non.. " Jawab Pak Tono.


" Nggak usah Pak biar saya aja, sekalian ada tempat yang ingin kami datangi. " Seruku.


" Yasudah kalau begitu Non... Motor merah yang mana non " Ujarnya.


Aku melihat beberapa jenis motor digarasi "Yang ini saja pak, yang biasa... Kelihatannya pendek, biar kaki saya sampe.. "Candaku dengan tertawa.


" Tapi gimana ya non, ini motor kesayangannya den Dika, kalau mau nanti saya coba izinkan ke beliau. Atau motor yang lainnya saja Non bagaimana. " Seru pak Tono ragu.


Aku pun berfikir sejenak, *** Mau dihubungi lewat apaan? Kan HP nya ada di aku*** gumam ku.


" Yang ini saja pak, kalau yang lainnya saya takut makenya, seperti nya berat, apalagi bagus bagus dan lebih keren dari ini... " Ujarku yang kini didepan motor merah yam**a Vixion keluaran lama yang sudah di custom pada bagian sana sini.


" Yasudah, saya hubungi temennya dulu pak, soalnya handphone nya beliau ada disaya. " Jawabku sambil menunjukkan handphone.


Aku pun mencoba menelfon bang Andre, namun tidak di angkat. Akhirnya aku mengirimkan pesan kepadanya.


" Pak, temannya sudah saya hubungi tapi nggak ada jawaban, Tapi sudah saya kirim pesan, jadi bapak tenang saja... Nanti saya deh yang tanggung jawab kalau ada apa apa.. Ya pak... " Ujarku pada pak Tono.


" Yasudah kalau begitu, tapi hati hati ya Non, jangan sampai terjadi apa apa.. Ini kuncinya dan helmnya ada disana. " Ujarnya sambil memberikan kunci dan STNK...


" Terimakasih bapak, ica bakal hati hati kok... " Jawabku dengan senyuman sumringah.


Aku pun mengendarai motornya melewati rumah Kapten Dika menuju lokasi yang dikirimkan Dira melalui Google maps.

__ADS_1


Aku mencari tempat yang Dira kirimkan kepadaku, namun nihil, aku tidak menemukan keberadaan Dira maupun mobilnya. Terlebih lagi baterai handphone ku kini kian habis, bahkan daerah yang aku lewati saat ini lumayan sepi, dan langit semakin gelap.


" Dira kamu dimana??? Kenapa handphone kamu nggak aktif disaat aku seperti ini. Mana batre handphone mau mati, aku juga ngga tau jalan kalau nggak pake Google maps " Monolog ku sambil mengendarai motor.


Aku pun mencari orang sekitar untuk bertanya arah jalan pulang. Aku berfikiran mungkin Dira sudah di bengkel, karena ia tidak ada di lokasi yang ia kirimkan.


Ketika aku selesai menanyai orang yang berada di warung kopi, tiba tiba dari belakangku, ada mobil berwarna hitam yang akan menabrak ku.


Brakkkk.....


Setelah itu Mobil tersebut melaju dengan cepat melewatiku "Arghhh... Sialan... Kenapa nggak kena tabrak sih... Semoga dia parah jatuhnya " Ujarnya seseorang didalam mobil.


_Ditempat lain...


Dering telfon terdengar di handphone milik Sertu Andre.


" Kamu sekarang dimana ca? " Tanya kapten Dika khawatir, yang mana kini handphone sertu Andre dipegang olehnya.


" Maaf sebelumnya mas, saya lancang membuka handphone Mbak nya. Saya cuma mau memberikan informasi, kalau pemilik handphone ini sedang mengalami kecelakaan, sekarang beliau kami bawa di bidan desa kami." Ujarnya orang tersebut.


" Apa???? Sekarang dia ada dimana??? Desa apa??? " Tanya kapten dika kaget.


" Desa Bxxxx, di jalan. xxxx... Nanti Mas cari saja ada plang tulisannya Bidan Berlina, atau nanti bisa telfon saya lagi mas. " Jawab orang tersebut.


" Baik mas terimakasih, saya sekarang kesana mas, tolong jaga beliau ya mas. " Seru Kapten dika.


" Ndre, HP lo, gua bawa!" Ujarnya kepada sertu Andre. Kapten Dika pun langsung bergegas menuju desa tersebut dengan tergesa-gesa.


Setibanya Kapten Dika di bidan, ia langsung masuk ke tempat praktik (rumah) tersebut.


" Assalamu'alaikum, permisi mas, saya keluarga dari yang kecelakaan tadi, sekarang dia dimana ya?" Tanya Kapten Dika yang mana masih menggunakan baju Loreng nya (PDL).


" Waalaikumsalam, masuk saja mas, beliau ada didalam. Ini handphone mbak nya tadi. " Jawab orang tersebut.


Aku melihat Kapten Dika berjalan menuju kearah ku. " Bagaimana Bu keadannya. " Tanyanya pada Ibu Bidan.


" Mbaknya hanya luka luka pada bagian tangan dan kaki, tapi selebihnya Alhamdullilah tidak parah mas. " Jawab ibu bidan tersebut.


" Iya, terimakasih bu. " Ujar Kapten Dika dan di iyakan oleh bidan tersebut.


" Gimana apa yang sakit? " Tanyanya padaku.


" Semuanya badan ku pegel, apalagi bagian tangan ini, perih banget. " Jawabku.


" Kok bisa sih kamu jatuh, apalagi naik motor sampai kesini... Ahhhh iya... Dimana motor Abang, lecet atau gimana keadannya... " Ujarnya cemas.


" Ngga tau, tanya aja sama bapak bapak yang di luar" Kesalku.


Mendengar ucapan ku, dia langsung pergi keluar menemui bapak bapak tersebut.


*** Udah gitu aja, aku ngga di khawatir in!!! Dasarrr... Dateng dateng bukannya khawatir kek sama aku, malah yang ditanyain motor nya, sebenarnya dia lebih sayang aku apa motor itu sih!!! *** gumam ku kesal melihatnya pergi menemui bapak tersebut diluar.


Beberapa menit kemudian dia menghampiri ku lagi.


" Ayo kita pulang" Ujarnya sambil mencoba menggendong ku ala bridal.


" Eh bentar bentar... Abang mau ngapain!! " Potongku ketika dia meletakkan tangan di kaki ku.


" Ya mau gendong lah, urusan disini semuanya sudah selesai. " Ujarnya sambil menatap ku.


" Terus motor nya gimana? Siapa yang bawa. " Tanyaku.

__ADS_1


" Nanti di ambil pak Tono. " Jawabnya.


" Awas ya, jangan marahin pak Tono, kalo abang sampe marahin pak Tono, aku ngga mau ngomong sama abang. " Peringatan ku.


" Iya ngga janji, asalkan kamu cerita, kenapa kamu bisa disini? Apalagi naik motor abang! " Katanya.


" Iya iya, janji.. " Mendengar ucapan ku, ia langsung menggendong ku ala bridal.


" Ahhhh... Turunin bang!! Ngapain sih di gendong gendong segala!!! Kaki ku ini bisa jalan, ngga lumpuh!!! Turunin bang!!! " Pintaku kesal.


Bidan tersebut berjalan kearah kami, dan melihat kelakuan kami.


" Udah diem aja. Kalau masih cerewet bakal abang cium mulut kamu itu, biar diem." Ujarnya membisikkan ditelinga ku.


" Aduh aduh, yang namanya pengantin baru ini gini ya... Masih lengket lengket nya... Saya sampai iri dengan kalian.. Semoga cepat diberi momongan yang banyak ya... " Kata Bidan yang melihat kelakuan kami.


Mendengar kata Bidan tersebut, Aku kaget dengan ucapan Bidan tersebut, bahkan sebelum aku protes dengan ucapan Bidan tersebut, Kapten Dika mencubit paha ku pelan.


***Pengantin baru dengkulmu Bu... Perasaan dari tadi dia nggak ada romantis romantis nya, malah dia romantis sama motornya*** gumamku kesal


" Amiin... Do'a kan saja bu, agar cepat diberi momongan. " Jawab Kapten Dika dengan senyuman.


" Yasudah, Mbak nya langsung dibawa pulang aja, dan ini obatnya. Terus jangan mentang mentang habis saya do'ain, malamnya kalian olahraga malam, kasian mbaknya habis jatuh, pasti sakit semua badannya. " Candaan Bidan tersebut.


" Iya bu terimakasih. Saya pamit pulang " Salamnya dan diiya kan oleh Bidan tersebut.


Kami pun langsung meninggalkan kediaman Bidan tersebut.


" Sejak kapan kita suami istri!! abang ngelamar aku aja belum apa lagi nikah! " Kesalku memecah keheningan.


" Berarti mau cepet cepet di nikahin ni sama abang?" Godanya sambil mengendarai mobil.


" Mana ada!!! Belum juga siap... Aneh aneh juga bu Bidan tadi ya bang, siapa juga yang mau olahraga Malam malam gini, apa lagi badan sakit semua. " Curhat ku pada Kapten Dika.


Mendengar ucapan ku, dia pun tertawa senang.


" Ishhhh abang ini, diajak ngomong tambah ketawa... Kan emang bener masa olahraga malem malem, Iya kalau main futsal, sepak bola malem malem sih masih nyambung, tapi kalo joging, nanti ketemu sama yang tidak kasat mata gimana coba?." Cibirku.


" Bukan olahraga Malam yang seperti itu maksud Bidan tadi Ica ku sayanggg... " Ujarnya.


" Kalau bukan yang itu terus olahraga yang mana? " Tanyaku bingung.


Dia pun menghela nafas " Nanti kalau sudah nikah abang ajarin kamu " Katanya dengan senyuman.


" Ngapa harus setelah nikah, kan habis sembuh ini tangan aja bisa Bang!! Penasaran aku bang.." Tolakku.


Dia pun tersenyum nakal " Yaudah, setelah kamu sembuh abang bakal ajarin, tapi kamu jangan menyesal ya" Ujarnya.


" Ya nggak menyesal kalau itu bagus buat tubuh... Apaan sih bang, dari tadi perasaan senyam senyum, emang ada yang lucu... " Ujarku kesal melihat dia terus melirik ku sambil tertawa sendiri.


" Ngga papa, kamu makin hari makin imut aja, tapi sayangnya polos. " Jawab nya.


" Udah lah, aku males, dari tadi abang diajak ngomong cengengesan... Mending aku tidur... Bye... " Ujarku kesal dan mencoba menidurkan badan.


Mungkin ini juga efek obat yang sudah aku minum tadi, yang membuat aku cepat tertidur.


*


*


*

__ADS_1


See You Next Episode 😊


Jangan Lupa Likes And Comment 🙏🙏😊


__ADS_2