I Love You Kapten Songong

I Love You Kapten Songong
Kekesalan 2


__ADS_3


*


*



Seketika itu aku menangis, dengan hati yang begitu berkecamuk. Tanpa membereskan kardus pada tempat semula, aku memasukkan kembali cincin pada kotaknya, dan melemparkan nya di atas ranjang, lalu aku langsung pergi menuju taman bunga dekat kolam renang.



Disitu aku duduk di bangku taman, dengan derai air mata yang tak kunjung berhenti.



Tiba-tiba Bik Mar datang menghampiriku dengan membawa minuman serta camilan.


Dengan cepat aku menghampus air mata " Non, bibi letakan disini ya minuman nya. " Ujarnya memberitahu sambil memperhatikan ku.



" Iya bi. " Jawabku.



" Itu kenapa non matanya, seperti menangis... Kalau non ada masalah, mau curhat, bisa cerita kesaya non, siapa tau dengan membagi cerita, rasa sedih nya bisa berkurang." Tuturnya membuka suara.



" Ah nggak kok bi, ica cuma kangen dengan orangtua dirumah saja. " Bohongku.



" Oh iya non... Memang kalau jauh dari orang tua itu membuat kita sedih, khawatir... Tapi lama kelamaan bisa terbiasa kok Non. " Jawab bibi.



" Iya bisa terimakasih... Emmmm bi, boleh tanya sesuatu. " Kataku.



" Iya boleh, silahkan Non. " Bibi mempersilahkan.



" Bibi duduk disini, samping ica.. " Ujarku menepuk-nepuk bangku samping ku.



Bibi pun duduk " Menurut Bibi, Bang Dika itu orangnya seperti apa? Ica mohon Jawab yang jujur ya bi. " Ujarku lagi dengan memohon.



" Selama Bibi bekerja di sini, Menurut Bibi, den Dika itu baik Non, sopan dengan kami, sama para pekerja disini. Memang, dulu den Dika itu jarang pulang kerumah, ya karena menyibukkan diri dengan pekerjaan nya, demi mengalihkan fikiran nya mungkin Non. Bibi senang dengan Den Dika yang akhir akhir ini terus tersenyum, tertawa, dan tidak se pendiam dulu. Mungkin karena Non, den Dika berubah jadi seperti ini. Den dika yang dulu, amat sangat pendiam, pemarah, tidak merawat diri dan jarang sekali ia terlihat senang. Mungkin Non tau, apa penyebab den Dika seperti itu dulu. " Cerita Bibi.



" Iyaa, saya tau bi... Apa Bibi pernah melihat mantan kekasih bang Dika yang bernama Clara tersebut. " Tanyaku.



" Dulu sih Bibi sering melihat nya saat main kerumah, dan akrab dengan yang lainnya. " Ujar Bibi.



" Ohh, terus anak sama suami Bibi kemana? Seperti nya ica tidak pernah melihat Bibi pulang kerumah." Tanyaku penasaran.


" Suami Bibi itu pak Jarot, pasti kamu kenal. " Ujar bi Mar.



" Pak Jarot itu suami Bibi?? " Tanyaku memastikan.



" Iyaa, Bibi dan pak Jarot suami istri. Kami tinggal di kamar belakang sana, kalau rumah Bibi di samping komplek sini non. Alhamdulillah Non, keluarga ini baik, jadi kami bisa menyekolahkan anak kami hingga kuliah, dan sekarang bisa bekerja di kantor den Rizal. " Ujar Bibi.



" Alhamdulillah ya bi.. " Ujarku.



Tiba tiba, ada suara yang memanggilku, dengan hafal aku mengetahui ini suara milik siapa.



" Mbak... Mbak Ica.. " Panggilnya.



" Yasudah Bi, Ica pamit dulu, karena sudah dipanggil azizah. " Pamit ku dan dianggukan oleh bi Mar.



Aku berjalan ke sumber suara, dengan tergesa-gesa. "Azizah.." Panggilku.


Ia menoleh, dengan tangan kanan yang digandeng oleh Oma. Ketika aku dilihatnya, ia pun langsung memeluk ku.



" Mbak, kita menginap disini ya. " Ujarnya dengan memelukku.



" Nanti kalau azizah menginap disini, bunda tidur sama siapa dirumah. Kan kasian bunda." Tanyaku.


Sedangkan


oma yang kini masih berdiri menatap kami "Kan ada ayah.. " Jawabnya manja.


__ADS_1


" Yasudah, nanti tanyakan sama bunda saja ya." Ajak ku.



" Iyaa..." Jawabnya dengan senang.



" Zizah tadi main kemana saja sama Oma dan Mama." Tanyaku.



" Zizah jalan jalan, ketemu teman baru, dan dibelikan Oma boneka yang besar sekali, ayoo mbak liat boneka zizah. " Ajak zizah dengan mengandeng tanganku, dan menggandeng tangan Oma.



Aku dan Oma digandeng zizah, menuju ruang keluarga, untuk menunjukkan bonekanya.


Sesampainya diruang keluarga " Besar kan Mbak " Ujar zizah langsung berhamburan memeluk boneka barunya.



" Bilang apa sama Oma? " Kataku sambil mengelus kepala nya.



Zizah langsung berdiri dan memeluk Oma dengan gembira " Terimakasih Oma, zizah sayang Oma. " Katanya.



" Iya, Oma juga sayang sama zizah. " Ujar Oma yang kini menyamakan tinggi zizah sambil memeluknya.



Tringgggg....



Dering telfon ku berbunyi.



" Waalaikumsalam tante... " Jawabku.



" Ca, dimana azizah... Cepat segera pulang ya.." Kata tante di dalam telfon.



" Ini azizah tante. " Jawabku dan memberikan telfonnya ke Azizah.



" Bundaa, zizah minap dirumah Oma ya. " Ujar zizah.



" Oma itu siapa? Omanya mas Rizal?? " Tanya tante.




" Kan besok zizah sekolah, nanti kali menginap disana zizah ke sekolah pakai baju apa? " Tanya tanteku.



" Oh iya, kalau libur berarti nggak papa ya bunda. " Jawab zizah.



" Zizah sekarang pulang, sudah mau malam, bunda kangen sama zizah ini... Kapan kapan nanti menginap disana ya sayang. " Ujar tante.



" Iya bunda, tapi janji ya, zizah minap disini. " Tanya zizah.



" Iya sayangku."



" Iya, zizah pulang. " Ujarnya pasrah dan memberikan telfon kepadaku.



" Oma, kata bunda kalau zizah minap disini besok kesekolah zizah nggak punya baju, jadi kalau libur aja zizah minap disini. " Aduan zizah.



" Iya sayang. " Ujar Oma dengan senyuman.



*** Gilak, si nenek nenek ini bisa senyum dengan zizah!! Dibandingkan aku, mulutnya seperti memakan silet yang menyayat pendengaran serta hatiku. *** gumam ku melihat Oma yang tersenyum kepada zizah.



" Oma, zizah mau pulang, uda mau malam. " Kata zizah.



" Nanti saja bagaimana, menunggu mas Dika yang menjemput, " Tawar Oma.



" Tidak Oma, bunda zizah kangen, zizah disuruh pulang, uda mau malam. " Jawab zizah.



" Yasudah, sini Oma cium dulu. " Ujar Oma, lalu mencium zizah.

__ADS_1



Mama Kapten Dika datang membawa camilan untuk zizah. " Ini mama bawakan donat yang zizah pilih tadi." Ujar mama datang menghampiri kami.



" Mama, zizah mau pulang. " Ujar zizah langsung.



" Makan donat dulu bagaimana" Tanya mama.



" Ngga, zizah mau pulang. " Katanya dengan merengek.



" Yasudah, sini cium mama dulu. " Suruh mama, zizah pun langsung mencium pipi mama.



" Sayang, kamu diantar oleh pak jarot saja ya, soalnya zizah sudah cepat cepat mau pulang, takutnya kalau menunggu Dika, pasti masih lama. " Ujar Mama.



" Iya baik ma.. " Kataku.



"Oma... Mama... Ica dan zizah pamit pulang, Ica minta maaf sudah merepotkan Oma dan Mama. " Ujarku lalu menyalami mereka.



Menurutku Kini wajah Oma tidak seburuk sebelumnya yang mana ia selalu memperlihatkan wajahnya yang sangat tidak menyukai ku, dibandingkan dengan sekarang yang kini tengah tersenyum.



Kami berjalan keluar rumah, dan menunggu pak Jarot yang mengambilkan boneka zizah untuk dibawa pulang.



Setelah itu, kami menaiki mobil, dan melambaikan tangan kepada Oma dan Mama.



***



Author poV




Ditempat lain



Kapten Dika menerima pesan dari Ica, dia langsung membacanya. Dengan rasa senang sekaligus bingung yang menerpa dirinya. Ya, Kapten Dika senang, Why??? Karena rencananya berhasil untuk memberikan surprise berupa bunga yang telah ia siapkan di kamarnya dan kamar tamu (kamar yang telah ica pakai).



Jadi ia meletakkan bunga pada kedua kamar tersebut, untuk mengantisipasi bila ica akan ke kamar tamu, bukan kamar Kapten Dika, maupun sebaliknya.



Kapten Dika bingung dikarenakan, ia mendapatkan pesan yang menurutnya sangat aneh, karena bahasa yang digunakan seperti orang yang tidak saling mengenal/tidak dekat, dan tidak seperti ica biasanya.



" Argghhh Kenapa lagi ini??? " Ujar Kapten Dika dengan memijat kening kepalanya.



Dengan cepat ia membalas pesannya, dan nyoba menghubungi ica, namun nihil, kini nomornya tidak aktif.



"Shhiittttt" Kapten Dika kesal.



*** Atau mungkin ini hanya perasaan ku saja yang berlebihan... Ia mungkin terlalu senang sampai merasa bingung mau mengucapkan terimakasih. *** gumam kapten dika.





*



*



*




Terimakasih Sudah membaca novelku 🙏, dan Jangan Lupa likes and Comment 🙏🙏😊




__ADS_1


See You Next Episode 😁


__ADS_2