I Love You Kapten Songong

I Love You Kapten Songong
Pergi Bersama


__ADS_3


*



*



*



Selepas kepergian bang Rizal, aku langsung memburu pertanyaan kepada tanteku, dikarenakan dalam fikiran ku banyak sekali yang ingin aku tanyakan kepada tanteku ini.



" Tante... " Panggil ku padanya ketika kami berjalan masuk kedalam rumah.



" Hmmm.... " Sautnya padaku.



" Tante tadi tanya apa aja sama bang Rizal?? " Tanya ku langsung.



" Nggak tanya apa apa tuh... Kamu mah curigaan sama tante ihhh... " Jawabnya dengan senyuman.



" Ya tante sih, biasanya suka penasaran, sama suka bener ngusilin aku. " Ujarku



" Hahaha... Lagian tante seneng kalo ngusilin kamu itu... Tante juga tadi nggak tanya apa apa kok, tante cuma mau kasih tau ke kamu, kalo tante sangat setuju jika rizal nanti jadi suami kamu... Tante aja setuju pasti mama kamu juga setuju... " Seru tante dengan senyuman..



" Tanteeeeee... Ica itu nggak suka sama Bang Rizal, yang Ica suka in itu adiknya bang Rizal tan... Tante salah paham, bang Rizal tadi cuma anterin Ica aja, karena dirumah nggak ada yang bisa anterin Ica kesini. " Ujarku kaget dengan perkataan tanteku.



" Tapi tante setujunya kalau kamu sama Rizal tuh... Buat apa cowok nggak bertanggung jawab kayak gitu, kamu sukain... Mending juga Rizal dari pada adiknya itu... Buktinya kamu di anterin Rizal yang bukan siapa siapa kamu, sedangkan adiknya Rizal yang kamu sukain itu mana??? Katanya dia juga suka kamu, Nggak ada tanggung jawabnya sama sekali... " Ujar tante sambil melihat kearahku.



" Tante, bukannya bang Dika nggak ada tanggung jawabnya, tapi dia bener bener nggak bisa anterin aku... Aku nya aja yang maksa pulang hari ini, dan mau kesini naik ojek online, maka dari itu bang Dika minta tolong ke bang Rizal untuk nganterin aku." Bantah ku.


" Yasudah, Terserah kamu, tante kan cuma ngasih saran kok.. kamu sukanya sama siapa terserah kamu, keputusan ada di kamu, cuma kalo menurut tante sih, tante tetap pilih Rizal... Yasudah ayuk kita makan, lalu kamu istirahat pasti capek kan... Masa baru dateng uda marah marah sama tante, senyum yang cantik biar nggak cepat tua, nanti adiknya Rizal berpaling kalau kamu jelek... " Ujar tante dengan senyuman.



" Ish tante ini, ada ada aja... Emmm.. ntar sore kita jalan jalan ya tan.. " Ujarku



" Iyaa.. Tapi mau jalan jalan kemana?? " Tanyanya.



" Kemana aja terserah tante... Om Dedi kira kira pulang jam berapa nanti tan... " Tanyaku



" Mungkin malam, atau mungkin malam ini nggak pulang. " Jawabnya.



" Terus kalau kita jalan jalan Alvin sendirian dirumah nggak papa kan tan. " Ujarku.



" Ya gak papalah, dia kan uda besar, masa uda SMA nggak berani dirumah sendiri, emangnya kamu!! Palingan dia ngajak temen temen nya main ps kesini. " Kata tanteku sambil bermain handphone, sedangkan azizah yang sibuk bermain Barbie.



" Tante ini, mentang mentang aku penakut orangnya.. Yasudah lah, Ica mau makan terus tiduran... " Jawabku.



Setelah aku makan siang, aku pun tiduran sambil memainkan handphone, lama kelamaan karena tadi malam begadang dan akupun akhirnya tertidur.



Tak terasa waktu pun terus bergulir, waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore hari, yang mana aku telah selesai mandi dan bersiap siap pergi bersama tanteku tersayang.



Ketika aku dan azizah sedang duduk menunggu tante Puspa, terdengar suara ketuk an pintu.


Tok tok tok.....



" Assalamu'alaikum... Tante Puspa... Azizah..." Ujarnya dengan mengetuk pintu.



Aku pun berjalan untuk membuka kan pintu



" Waalaikumsalam... Eehhhh.... Mas Riski to... Ayok masuk mas " Ujarku sambil melihat tamu tersebut.



" Lohhh... Kamu disini toh... Kapan kesini?, kok nggak kasih kabar?" Tanyanya padaku.



" Baru tadi pagi sampe sini Mas, sengaja biar surprise.. Padahal rencananya mau main kerumah Mas Rizki, eh malah Mas Riski nya yang kesini duluan... " Seruku padanya.



" Tamunya siapa ca?? " Suara tante.



" Mas Riski tan... " Jawabku kepada tante.



" Ah Iya, ada perlu apa Mas? " Tanyaku pada Mas Riski.

__ADS_1



" Ini loh mau kasih oleh oleh untuk tante mu. " Jawabnya.



" Makasih ya mas... " Kataku dan di iyakan olehnya.



" Eh Rizki, bawain oleh oleh kesukaan tante yaa... " Ujar tante tiba tiba.



" Iya tan, tadi mau main kesini sama ibu, eh ibu lagi ada kumpulan arisan... Ya sudah jadinya aku sendiri yang anter... Pada mau kemana ini, kok uda rapi semua..." Ujarnya.



" Ohhh, kita mau jalan jalan, refresing... Kamu mau ngikut refresing juga nggak?? Kalo mau, ayo kita jalan jalan... " Ajak tante ke mas Rizki.



" Gak lah tan, ntar aku cantik sendiri lagi.. " Jawabnya dengan senyuman.



" Hahaha... Kalo nggak mau cantik sendiri ajak Alvin noh, kasian dia dirumah sendiri. " Seru tante yang melihat Alvin sedang duduk memainkan handphone.



" Vin, ayo jalan jalan, dari pada kamu mabar terus, ntar kasian matanya.. " Celetuk Mas Rizki kepada Alvin.



" Vin Udahan main nya,, ayo kita pergi rame rame!! " Ujarku pada Alvin.



" Ihhh... Lagi seru serunya ini, nanti kena AFK mbak!!!" Jawabnya dengan kesal sambil menatap handphone nya dengan serius.



Aku pun berjalan menuju Alvin, dan duduk disamping nya " Udah lama kita nggak jalan jalan, Ntar kalo kena AFK, Rank nya turun mbak deh yang nge Push Rank..." Seru ku pada Alvin



" Serius??? Emang mbak bisa mainnya???" Tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya kearahku.



" Ya Bisa lah, ngejek mbak ya kamu" Kesal ku padanya.



" Yaudah, Oke. Aku ikut.. Tunggu sebentar, aku ganti baju dulu. " Jawabanya langsung berjalan pergi menuju kamarnya.



Tak menunggu waktu lama, kami pun berangkat menuju Mall dengan mengendarai motor. Aku, tanteku, dan azizah menaiki motor kesayangan tanteku, sedangkan Alvin, ia menaiki motor bersama dengan mas Riski.



Sesampainya di Mall, Azizah langsung merengek bahkan menangis karena ingin pergi bermain di area fun world, jadi mau tak mau, kami pun langsung menuju area tersebut.




" Bundaaa.. Zizah mau main itu, ayo kesana lagi bun... " Ujar azizah sambil merengek.



" Bunda capek zizah, kita beli minum sambil makan dulu ya.. " Kata tanteku dengan kesal.



" Nggak mau... Main itu pokoknya" Rengek azizah sambil menujuk permainan yang dia inginkan.



Aku pun mengalah, dari pada ia menangis malah membuat kami malu, seperti sedang menculik anak.


" Yasudah, habis main disana kita makan ya, kak ica sudah capek, apalagi bunda kamu. " Seru ku pada zizah, dan ia pun menganggukkan Kepala.



" Yasudah, kamu ajak zizah 1 kali permainan lagi. Tolong jagain zizah, tante uda nggak kuat, haus dan laper, tante tunggu difoodcourt ya" Ujar tante.



" Iyaa... Nanti ica Chat. "



" Bunda, Aku ikut. " Ujar Alvin sambil sibuk dengan handphone nya.



" Lahh, kalau kamu ikut, kak Ica sama siapa, ntar dia kesasar lagi, tau sendiri kakakmu ini kayak mana. " Crocos tante.



'' sama Riski aja tan, tante tunggu di foodcourt saja, nanti kami menyusul. " Sela mas Riski.



" Yasudah, tante minta tolong jagain ica, sama anak tante ini, jangan sampe llecet!!! " Peringatan tante.



" Siap tante. " Jawab mas Riski, mendengarkan jawaban mas Riski, tantepun berjalan bersama Alvin meninggalkan kami.



Tinggal Aku, zizah dan mas Riski disini, sambil melihat azizah memainkan permainan yang ia inginkan.



" Icaaa!! " Seru seseorang memanggilku.


Mataku pun mencari dimana sumber suara yang mencariku ini.



" Ahhh... Mbak Bella.. " Ujarku terkejut ketika melihat mb Bella Jalan menuju kearahku.


__ADS_1


*** ahh... Kenapa ada mbak bella sih, dan ngapain juga dia main kesini*** Gumam ku dalam hati.



Aku pun mencoba mengakrabkan diri, namun sebenernya aku tidak terlalu suka dengannya.



" Habis dari mana mbak? " Tanyaku padanya.



" Ya seperti biasanya, cuci mata biar tidak bosan dirumah... " Ujarnya dengan senyuman.



" Sama Bang Rizal? " Tanyaku memastikan.



*** Berarti Perempuan jalang ini tidak tahu kalau aku dan Rizal sudah putus??? Bodoh sekali... Aku harus memanfaatkan ini untuk menghancurkan hubungan kalian*** Gumam Bella.



Mendengar pertanyaan ku, mb bella hanya tersenyum padaku.



" Ahhh,, mbak boleh minta nomor kamu, barangkali kita nanti bisa bertukar kabar ataupun informasi" Ujar mb Bella dengan mengalihkan pembicaraan.



" Iya mbak, 08............" Jawabku.



" Mbak save ya... Mbak mau langsung pergi ya, karena sudah ada janji, nanti kalau ada waktu luang main kerumah, sama cowok baru itu. Kalian sungguh cocok seperti keluarga kecil yang bahagia. " Seru nya padaku.



" Mbak, dia bukan cowok ica... " Ujarku dan dibalas dengan senyuman sambil berjalan pergi.



Mas Riski dengan menggandeng zizah pun menghampiri ku " Siapa dia? " Tanyanya.



" Teman mas. " Jawabku.



" Ohhh.. Sejak kapan kamu punya teman sebening itu" Tanyanya lagi.



" Udah mas, jangan dilirik, dia uda ada yang punya... Lagian mas Riski juga sudah punya calon, ngapain masih ngelirik yang lain. " Cibir ku.



" Mas kaget aja, baru dateng tadi pagi, dan sekarang sudah punya temen disini, dan sebening itu. " Candanya.



" Itumah belum apa apa mas, seatero Jagad ini juga tau kali, temenku itu banyak, tersebar dipenjuru dunia lagi. " Candaku dengan senang



" Iyain aja, ngurusin kamu yang sedang ngehalu itu bakalan nggak akan ada habisnya. " Ujarnya.



" Dasar... Mas Riski nggak bisa diajak bercanda." Kesalku padanya, dangan menggandeng zizah berjalan pergi darinya.



" Hehh.... Jalan ke foodcourt bukan kesana, belok kanan. " Ujarnya.



" Uda tau, tadi cuma mengetes jalan, siapa tau deket. " Ujarku berjalan didepannya dengan kesal.



" Hahaha,, yang bener itu belok kekiri, belok kekanan itu mau ke area pakaian. " Ujarnya lagi dengan tertawa senang.



" Ishhh... Sana, Mas Riski duluan aja yang jalan!!! " Kesalku padanya.



Tak menunggu waktu lama kami pun sampai di foodcourt dan menikmati kebersamaan kami.




***



*



*



*



*




See You Next Episode 😁




Jangan Lupa Likes anda Comment 😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2