I Love You Kapten Songong

I Love You Kapten Songong
Menjelaskannya


__ADS_3

*


*


*


Di pagi hari yang cerah, aku terbangun dikamar dengan dominasi warna Monocrom, yang mana kamar ini aku sangat hapal sekali siapa pemilik nya.


Aku kaget, kenapa aku bisa berada dikamar ini! Apa Terlalu Kebo kah tidur ku, sampai dipindahkan dari mobil ke kamar ini tidak terasa, tidak bangun?


Aku duduk di tepi ranjang, memikirkan semua gambaran memori sebelumnya.


*** Tadi malam aku jatuh dari motor, lalu dibawa kebidan untuk diobati, lalu bang Dika menjemput ku, terus karena aku malas berbicara dengan dia, aku tidur dimobil. *** isi fikiranKu.


" Apa?? Kenapa aku bisa tidur disini?? " Ujarku kaget dan memeriksa semua baju ku yang masih lengkap memakai baju.


" Dia nggak tidur disini sama aku kan!! Baju ku juga masih utuh kok. Ahhhh aku lupa menghubungi tanteku, pasti tante khawatir. " Monolog ku sendiri sambil mencari handphone.


Disaat aku mencari handphone, datanglah Kapten Dika sambil membawa mangkok yang berisi bubur ayam.


" Lagi cari apa? " Tanya nya berjalan mendekat kearahku.


" Em anu... Liat handphone ku nggak bang? Aku mau menghubungi tanteku, takut mereka khawatir." Kataku.


" Handphonemu abang bawa. Udah nggak usah khawatir, abang sudah menghubungi om kamu... Sekarang ayo makan." Ujarnya


" Yasudah kalau gitu. Oh iya, Abang bilang apa sama Om ku? Bilang aku kecelakaan gitu? " Tanyaku.


" Iya... Lagian mau bilang apa, jika kamu pulang kerumah dalam keadaan seperti ini? " Tanya nya balik.


" Ya... Iya sih... Terus katanya om ku apa bang?" Tanyaku.


" Tadi malam, om sama tante kamu mau kesini, tapi abang bilang kamu sudah istirahat, jadi mungkin nanti kesini.. " Ujarnya sambil menyuapi ku


" Ishh, kenapa juga tanganku sampe luka seperti ini, jadi susah kalau mau ngapa ngapain." Kesalku pada tangan kanan ku yang terluka.


" Makanya, jadi orang itu jangan aneh aneh... Kenapa kamu bisa luka luka seperti ini? " Tanyanya.


" Tapi abang janji ya jangan marah sama aku maupun Dira. " Ujarku.


" Apa??? " Tanyanya.


" Janji dulu. " Protes ku.


" Ehemmm... Emangnya apa? " Tanyanya lagi.


" Sebenarnya, aku kemarin mau jemput Dira, karena mobil yang dia pake itu nabrak pembatas jalan, terus bumper nya penyok. Dia takut kena marah Mama karena mobil yang dia gunakan itu mobil baru mama. " Ujarku.


Ia memotong kata kataku " Stop, kata kamu dia pake mobil mama?" Tanyanya.


" Iya, dia pake mobil mama. " Jawabku.

__ADS_1


" Mobil Mama itu abang yang pake dari kemarin, sedangkan Dira tadi malam dia pergi bersama teman temannya " Ujarnya heran.


" Beneran bang, aku ngga bohong, kalau nggak percaya, liat aja chat an nya. " Jawabku.


" Iya abang percaya, ini handphone kamu." Ujarnya sambil mengeluarkan handphone ku dari dalam kantongnya dan memberikan nya padaku.


Aku melihatnya melamun " Kok abang diem aja, nggak percaya sama aku? Ini kalau masih nggak percaya" Kataku sambil memberitahu Chat an ku.


" Ahhh... Bukan apa apa kok, abang percaya sama kamu. Coba abang liat nomor handphone nya. " Jawabnya.


*** Sejak kapan Dira ganti nomor!! Atau jangan jangan ini ulah orang tersebut, dengan mengganti targetnya menjadi Ica bukan Dira... Tapi apa motif orang tersebut mencelakai mereka. *** gumam Kapten Dika dengan termenung.


" Bang aku uda kenyang... Abang pergi dulu ya, aku mau mandi. " Kataku.


" Yakin mau Mandi? Bukannya masih sakit? " Tanyanya.


" Ya sebenernya males mandi terus ini juga masih perih cenut cenut, tapi aku uda 4 harian ngga keramas, mana lagi kemarin sore ngga mandi, langsung buru buru jemput Dira, rasanya lengket banget badanku. "


" Yasudah kalau mau mandi, nanti habis mandi abang ganti perban di tangan kamu itu. Tapi kamu yakin bisa mandi sendiri?? " Tanyanya memastikan.


" Yaiyalah, terus kalo nggak mandi sendiri dimandiin abang gitu? " Tanyaku.


" Ya kalau kamu mau abang siap mandiin kamu." Jawabnya.


" Itu sih maunya Abang..." Ujarku beranjak dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.


Dia melihat ku keluar dari kamar mandi "Kenapa keluar lagi? Berubah fikiran? " Tanyanya menggodaku.


" Mana ada... Bang, Pinjam handuk dong. " Ujarku.


"Abang ngapain masuk kamar mandi? " Tanyaku.


"Mau keramas in rambut kamu, emang bisa kamu keramas sendiri? " Jawabnya sambil melirik ke tanganku yang terluka.


" Iya iya, bantuin aku keramas, tapi jangan yang lain lainnya, terus jangan cerewet masalah rambut ku yang bau, karena aku nggak keramas 4 hari an... " Seruku.


" Sejak kapan abang cerewet? Dasar jorok! " Katanya


" Bodo amat, jorok jorok gini buktinya abang suka!!!" Kesalku


Kini, aku mencuci rambut (keramas) dibantu olehnya, duduk disamping bathtub, dengan kepala yang kearah bath tub.


Setelah selesai keramas, aku meminta tolong kepadanya untuk meminjam baju Dira dan memanggilkan Dira atau bik Mar untuk membantu melepaskan kaos pendek yang kini kupakai.


Selepas mandi, aku memakai pakaian yang telah ia letakan di ranjang, dengan bersusah payah.


Tok... Tok... Tok...


" Ica, ca... " Suara pintu kamar diketuk olehnya.


" Iya bentar... " Sahut ku.

__ADS_1


Aku pun membuka pintu kamar "ada apa bang?" Tanyaku


" Sudah mandi? Dan Ada perlu apa lagi? " Tanya nya.


" Udah, tapi mandi Bebek." Seruku.


" Dasar jorok!!" Katanya dengan menutup hidungnya dengan tangan.


" Bodo amat!!! Emmm... Disini ada tukang pijat perempuan nggak? Badanku semua pegel, kaki rasanya kayak kesleo, punggung ku kayak remuk, sakit semua." Ujarku padanya.


" Uda itu aja?" Tanya nya.


" Uda, nggak ada lagi, abang nggak berangkat kerja?" Kataku.


" Engga, nanti siang. Yaudah kamu tunggu sini, abang cariin tukang pijat." Ujarnya dan berjalan menjauhiku.


Setelah aku dipijat, tante, Om serta azizah datang menemui ku dirumah kediaman kapten Dika.


" Ca, Tante dan om kamu sudah datang, mereka ingin menemuimu " Ujar kapten Dika mengetuk pintu kamar .


Aku membuka pintu kamar " Aku aja yang kesana, lagian cuma tangan doang yang lukanya lumayan, kaki juga masih mampu untuk jalan. " Kataku.


Mendengar ucapan ku, ia langsung memapahku dan berjalan menuju ruang tamu.


Melihat kedatangan ku, tanteku langsung berdiri menghampiri ku dengan cemas.


" Ya Allah ica, sakit nggak? Parah nggak luka-luka nya? Nggak ada yang parah kan?? Kok bisa kamu bisa jatuh seperti ini? Kaki kamu coba liat, ada yang patah tidak? " Tanyanya dengan cemas padaku.


" Tanya nya satu satu dong tan, ica bingung mau jawabnya. " Mendengar jawaban ku, mama, dira, dan bang Rizal tersenyum. Jangan tanya Oma kemana, kini oma sedang diajak azizah pergi ke taman belakang.


Banyak obrolan yang terjadi diantara kami, dengan diselingi oleh canda tawa tentunya.


***


Kini Aku kembali lagi kerumah tanteku, dengan luka perban di tanganku. Sebenarnya, lusa aku akan pulang dari kota ini, dan kembali ke kota asalku.


Jujur, aku masih sangat ingin disini, tapi apa boleh buat, dikarenakan 3 hari lagi dosen pembimbingku ingin bertemu kami para mahasiswa bimbing nya secara mendadak.


Itupun pembagian kelompok magang baru diberitahukan kemarin siang, dan sorenya langsung intruksikan agar berkumpul pada hari tersebut.


Aku sudah membicarakan masalah kepulangan ku kepada kapten Dika, tante, dan om ku. Mereka sangat menyetujui jika kapten Dika ikut mengantarkan aku pulang kerumah, dan membantuku ketika dikampus.


Mungkin mereka masih khawatir dengan luka luka ku ini, padahal aku yang sakit ini tidak masalah, apalagi ketika aku sampai Bandara, aku akan dijemput oleh adikku, dan tentunya di kampus juga bakal dibantu, karena kami satu kampus dengan predikat dia adalah mahasiswa baru.


****


*


*


*

__ADS_1


See You Next Episode


Jangan lupa like and Comment 🙏😊


__ADS_2