
*
*
*
Pada pukul 5 pagi, suara Dering alarm ku berbunyi dengan nyaring.
Tringgggg... Tringggg....
Aku terbangun dan mematikan dering alarm, dan tak lupa aku membangunkan Dira untuk menanyakan arah kiblat.
" Dek, dek, bangunnn, arah kiblat dimana ya.. " Tanyaku sambil membangunkan dia dengan pelan.
" Hmmmm, arahhhh kiblat" Seru nya sambil matanya setengah terpejam.
" Iya, arahnya dimana? " Tanyaku lagi.
" Ke arah sana kak, menghadap ke sana, serong dikit ke kanan" Jawabnya dengan kantuk sambil menunjukkan menggunakan tangan nya.
" Oke, makasih dek, uda sana tidur lagi.. " Seru ku lagi padanya.
Setelah ku melaksanakan sholat subuh, aku pergi ke arah dapur untuk melakukan rutinitas pagi yang biasa aku lakukan dirumah ku, tetapi disini aku bingung mau melakukan apa ketika berjalan ke dapur.
Ketika aku sampai di dapur " Eh, non uda bangun toh, mau bibi buatin apa non? " Tanya bik Mar, yang merupakan asisten rumah tangga keluarga kapten Dika.
" Ngga usah bik, ica bikin sendiri aja, nanti ica malah ngerepotin bibi. " Jawabku
" Hoalah non non, wong bibi malah seneng, ra ngeroso di repot no kok... Eh, maaf non, bibi keceplosan pake bahasa planet bibi..." Ujarnya sambil menggunakan logat Jawa Surabaya.
" Ahhh, gak papa bi, ica tau bahasa Jawa kok, yang penting jangan bahasa halusnya, karena Ica kurang paham bahasa jawa halus... Orang tua ica juga asalnya orang sini, jadi paham bahasa itu. "
" Hoalah... Oke siap non, non mau minum apa ini, biar sekalian bibi buatin. "
" Ica mau susu hangat aja bi. " Jawabku
" Yasudah, non duduk di situ, ntar bibi buatin. " Ucapnya sambil menunjuk ke meja makan.
" Iya bi, Ica pergi ke kamar dulu ya bi, mau ambil HP. " Kata ku.
" Njeh non. " Serunya.
Aku pun berjalan kearah kamar tidurku untuk mengambil handphone.
"Ahhh, kakak toh, dira kirain siapa.. " Kata Dira seraya aku mencari handphone di bawah bantal.
" Iya, maaf uda membuat kamu bangun. " Jawabku..
" Iya gak papa kak, lagian ini pasti uda pagi. " Seru nya sambil menggeliat (ngulet).
" Tunggu sini kak, aku mau cuci muka dulu, habis itu kita ke Taman belakang rumah, nongki nongki pagi hehehe... " Ucapnya lagi sambil menuju ke kamar mandi.
Aku geleng-geleng dengan tingkah lakunya.
Setelah itu, aku mengambil segelas susu yang sudah dibuat oleh bik Mar, lalu berjalan dibelakangnya.
Aku takjub akan tatanan taman belakang yang dibuat, harum semerbak bunga bunga yang bermekaran, serta dihiasi elemen elemen taman penambah estetika suatu taman.
__ADS_1
Disamping itu, aku disuguhi oleh pemandangan air kolam renang yang berwarna biru, dengan ditambah kursi kursi santai di tepi kolam renang.
" Duduk disini kak" Ujarnya sambil menepuk tempat duduk
" Biasanya pagi pagi dira sama mamah duduk di sini, sambil menikmati pemandangan, kadang kadang juga jalan jalan di sekitar an rumah sini... Pasti kakak bingung ya mau ngapain " Tanya nya
" Iya kakak bingung mau ngapain, ke dapur sudah ada bibi, apa kita jalan jalan keliling perumahan sini saja" Ujar ku.
" Gak ah, Dira lagi males jalan jalan... Disini aja dulu kak, bentar lagi mama pasti kesini, apa kita berenang aja? " Godanya
" Jangan ngaco Dira... Ini masih pagi, belom juga jam 7 uda mau berenang, dingin tau... Kita tunggu mama saja" Seru ku
" Hahaha, bercanda kak... Ntar jam 8 an kita berenang yuk Kak, uda lama Dira nggak berenang, semenjak nggak ada kak Dika, Dira jarang berenang. " Cerita nya
" Nggak ah, kamu aja yang berenang... Kakak nggak bisa berenang, apalagi keliatan nya itu dalam... Kenapa Dira uda lama nggak berenang, kan ada bang Rizal. " Kataku
" Kalo kakak nggak bisa berenang Dira ajarin dehhh... Lagipula sisi yang sebelah situ cuma 1 meteran, nah agak kesana baru lumayan dalam... Pokoknya kakak harus ikut berenang, Dira jarang berenang sama bang Rizal, karena bang Rizal itu sibuk, kadang juga kalo weekend pasti molor sampe siang, sekali nya berenang pasti reseh sama Dira... " Seru nya.
" Kakak liatin aja deh hehehe... " Jawab ku dengan tertawa
Tiba tiba datang lah Mama berjalan menuju kearah kami, " Hayooo, ngobrol in apa sih, kok asyik banget kayaknya? " Tanya mama berjalan menuju kearah kami.
" Ini loh mah, ngajak kak ica berenang, tapi kak ica nggak mau." Adu Dira.
" Dira, kalo kakaknya nggak mau jangan dipaksa, udah sana ajak kak Dika saja. " Kata mama
" Maafin Dira ya nak, memang Dira sifatnya seperti itu, selalu saja memaksa, manja, dan suka merengek, minta inilah itu lah, sampe mamah pusing sendiri dengan tingkahnya. " Keluh Mama, sedangkan orang yang dibicarakan malah senyum senyum.
" Oke makasih kakak, cinta deh sama kakak" Seru Dira sambil memeluk ku.
Mamah yang melihat kami berpelukan ikut tersenyum bahagia, dan geleng-geleng karena kelakuan kami.
" Permisi non, ibu, ini rotinya, sama susunya, silahkan dinikmati." Ujar bik Mar datang membawa roti dan susu.
" Ayo dimakan, setelah itu siap siap berenang, tapi duduk disini dulu, temenin mama ya.. " Ucap nya sambil meminum susu.
" Iya mah, lagi pula ini masih pagi, yang ada kak ica kedinginan, pagi pagi uda berenang hehehe " Jawab Dira dengan candaan.
Setelah kami menikmati roti dan susu, serta diselingi oleh obrolan obrolan pagi, datanglah bik Mar membawa baju renang milik Dira, dan satunya untuk aku pakai, lalu menyodorkan kepada Dira.
" Kakak pakai ini" Ujarnya sambil memberikan baju renangnya kepada ku.
" Nggak ada baju yang biasa saja dek, lebih tertutup gitu bagian ininya " Seru ku sambil menunjuk bagian dada baju tersebut.
" Ada sih kak, ku pikir kakak suka yang sexy seperti kak Bella, hehehe... Kalau gitu kakak pakai yang ini punya Dira yang agak tertutup, biar Dira pakai yang itu" Jawabnya sambil tersenyum.
" Oke... Terimakasih... " Jawabku dengan senyuman. Setelah itu, kami memakai baju tersebut dan mulai berenang.
"Kalo berenang kok nggak ngajak ngajak sih, padahal kakak kangen berenang bareng kamu ra. " Seru Kapten Dika tiba tiba datang.
" Hahaha, yaudah sini Kak.. " Seru Dira
" Ehhhh, jangan ikut berenang deh kak, kakak jangan berenang dulu, itunya masih basah" Seru Dira lagi.
__ADS_1
" Hah, maksudnya itu apa " Tanya mama yang tidak tahu apa apa.
" Ah, itu loh mah, tadi Dira barusan ngasih day cream ke muka kakak, soalnya sekarang muka kakak agak kusam an" Bohong Dira.
" Kira mama apaan. " Ucapnya.
Tiba tiba terdengar suara byurrrr....
Kapten Dika menceburkan diri ke kolam renang.Tanpa menghiraukan bekas luka jahitan ditangan nya, kapten Dika tetap masuk ke kolam renang, dengan menggunakan kaos berwarna hitam serta celana pendek nya, berenang menuju kearah kami.
" Kakakkkk" Jerit dira dengan keras.
" Apa adekku sayang? Jangan marah marah geh, nanti cepet tua, ntar Mama sama anak seperti seumuran " Seru kapten Dika berdiri di depan kami. Mama yang mendengar suara Dika pun ikut tertawa melihat kelakuan mereka, tanpa tau sebab nya.
Aku pun mendekat ke arah kapten Dika dan berbisik kepadanya "Bang, kalau dibilang in itu nurut kenapa, ntar kalo lukanya tambah parah gimana, sekarang pokoknya abang naik keatas" Bisik ku kepada nya.
Dia pun membalas bisikan ku " Uda gak papa, udah sembuh, ayo Abang ajarin berenang. "
Mendengar jawaban darinya, aku merasa kesal dengan tanggapan nya tersebut, " Dira, kakak naik keatas ya, kakak sudah kedinginan." Seru ku pada Dira sambil berjalan naik ke atas dengan kesal.
" Iya Kak, Dira juga sudah kedinginan. " Serunya, sambil ikut naik keatas bersamaku.
Aku naik keatas, dan pamit kepada mama untuk mandi serta berganti pakaian.
Selesai mandi dan berganti pakaian, aku bersiap siap ikut bersama mama dan yang lainnya untuk pergi ke butik langganan mama.
Setelah siap, aku menunggu sambil bermain handphone di ruang keluarga untuk menunggu yang lainnya.
" Serius amat balesin chat nya, chat an dengan siapa? " Tanya Kapten Dika tiba tiba duduk di sampingku.
" Apaan sih, mau tau aja." Jawabku dengan malas.
Terdengar suara bell berbunyi, aku pun langsung berdiri dan berjalan untuk membuka pintu.
Seketika aku di buat takjub dengan perempuan yang berada di depan ku, penampilan yang begitu memukau, dengan wajah yang cantik, proporsi badan yang bagus, elegan serta sexy.
"Cari siapa mba? " Tanyaku pada perempuan tersebut.
" Mau bertemu dengan mama dan Dira " Ujarnya sambil nyelonong masuk ke dalam rumah.
*** ya Allah, ni orang kayak nggak ada sopan sopan nya, main masuk masuk aja, semuanya sih Oke, tapi attitude nya kurang*** Gumam ku sambil geleng geleng melihat tingkah lakunya yang sombong.
*
*
*
See You Next Episode
Jangan lupa likes and Comment..
😁😊
__ADS_1