I Love You Kapten Songong

I Love You Kapten Songong
Bella


__ADS_3


*



*



*



Aku pun mengikutinya masuk ke dalam, dan menuju tempat duduk ku tadi. Aku melihat ia duduk di samping kapten Dika, sedangkan Kapten Dika sibuk bermain gadget tanpa menghiraukan nya.



" Siapa dia ka? " Tanya nya ke Kapten Dika



" Ahhh, kenalkan, dia calon tunangan ku.. " Jawab Kapten Dika sambil merangkul ku.



" Oh, jadi ini calon tunangan kamu... " Ucapnya sambil tersenyum meremehkan.



" Saya Bella, tunangan bang Rizal " Serunya lagi sambil tersenyum.



" Saya Ica kak.... " Jawabku sambil tersenyum


Tidak ada obrolan antara aku dan Bella, kami sibuk dengan handphone masing masing.



" Sayang, jangan sibuk main HP geh dari tadi... Jangan diemin aku terus dari tadi.. " Serunya sambil memegang tanganku.



Bella pun menoleh kearahku melihat tingkah laku Kapten Dika "lepasin, malu tau ada kak Bella disini. " Jawabku yang masih kesal sambil melepaskan tangannya.



Datanglah mama berjalan menuju kami yang akan mengajak pergi ke butik.



" mama uda siap, Ayo kita berangkat!" seru mama sambil berjalan dengan diikuti Dira menuju teras rumah.



" Dika ikut... Bye bye mah... " Seru Kapten Dika tiba tiba menarik tangan ku, untuk mengikutinya menuju garasi mobil. Mama pun hanya bisa geleng-geleng atas prilaku Dika.




*



*



*



Aku dan Kapten Dika menaiki mobil yang berwarna putih, sedangkan mama dan yang lainnya menaiki mobil yang berwarna hitam yang di kendarai oleh pak Jarot.



" Kenapa sih bang harus tarik tarik, sakit tau. " Omel ku padanya sambil memegang lengan ku yang ditarik olehnya.



" Maaf ya sayang. " Jawabnya sambil mengendarai mobil menuju butik



" Gak usah sayang sayang an deh bang. " seru ku yang masih kesal dengan sikapnya yang tadi.



" Iya deh Iya... "



" Setelah dari butik, kita ke bandara ya... Jemput Andre.. " Ucapnya lagi



" Iyaa... Memangnya nanti malam ada acara apa bang? " Tanya ku.



" Lamaran kamu sama aku" Jawabnya dengan enteng.



Aku pun mencubit lengan kiri nya "awwww... Sakit tau" Jawabnya



" Aku nggak amnesia bang, yang sakit itu sebelah kanan ya.. Lagi pula abang ini ngomong nya enak amat, kayak nggak punya rahang, siapa juga yang mau dilamar." Omel ku



" Hahahaha... Bercanda loh, ojo nesu nesu... Smileee.. " Godanya



" Nanti malam itu acara lamarannya Riska sepupu ku, anak dari tante Mira, adiknya mamah" Jawabnya lagi.



" Nah gitu kan enak dari tadi... " Seru ku



Tak terasa, mobil yang kami naiki telah sampai di tempat yang dituju, yaitu butik langganan mama. Kami pun masuk ke butik tersebut dan menemui pemilik butik tersebut.



" Hallo jeng gimana kabarnya.. " Seru mama sambil cipika-cipiki dengan pemilik butik tersebut.



" Baik jeng, mari duduk duduk... " Seru pemilik butik tersebut mempersilahkan untuk duduk.



" Kok dateng nya rame an jeng, saya fikir cuma berdua sama Dira saja.. Oh iya, Dika kapan datang nya? " Tanya pemilik butik tersebut.



" Kemarin tante" Jawab Kapten Dika dengan senyuman.



" Aduhhh aduhhhh, 2 perempuan cantik cantik ini siapa des, calon menantu pasti, awas aja kalo resepsi nggak kabar kabar..." Seru pemilik butik tersebut.

__ADS_1



" Hahaha, yang ini Bella, calonnya Rizal, kalau yang satunya namanya Ica, calonnya Dika. " Kata mama sambil memperkenalkan.



" Kalo ini Dira tante hahaha... " Canda Dira... Dan semuanya ikut tertawa akan candaan Dira.



" Tunggu sebentar ya des,, gaun yang kamu pesan lagi di ambilkan oleh karyawan ku. " Seru tante tersebut.



" Iya, tenang saja, kami nggak buru buru kok. " Jawab Mama.



" Atau sambil menunggu mau liat liat dulu koleksi baru disini, siapa tau ada yang disuka.."



" Iya, tenang aja Rin, nanti pasti saya lihat lihat koleksi baru kamu. "



" Nah, itu gaunnya... " Seru pemilik butik tersebut.



" Ini gaun untuk mbak bella, ini untuk mbak Dira, dan ini untuk mbak Ica. " Ujar karyawan tersebut, kami pun mengambil gaun tersebut dan mencobanya.



" Di coba dulu gaunnya, saya izin keluar sebentar untuk menerima telfon " Jawab pemilik butik tersebut dan di Iya kan oleh kami.



Kami mencoba gaun tersebut, di fitting room... Aku kesusahan dengan resleting belakang (punggung) dan mencoba memanggil Dira karena dia sudah selesai terlebih dahulu memakai gaunnya.



***kenapa susah amat resleting ini baju... Mana ini terlalu sexy untuk aku pakai.*** gumamku dalam hati



" Dek, Dira, tolong in kakak dong, benerin resleting baju ini" Ucapku seraya mengeluarkan kepala di balik tirai fitting room.



" Sini biar aku saja" Seru Kapten Dika yang melihat Kepala ku nonggol di balik tirai.



" Dikaaaa" Seru mama



" Ahhh Iya kak.. " Jawab Dira sambil berjalan menuju fitting room ku.



Dira pun menutup resleting gaunku, dan mengajak ku keluar dari fitting room. Aku memakai gaun berwarna Navy, long dress Sabrina dengan belahan panjang samping dari bagian bawah hingga paha.



" Gimana mah, sudah bagus kan mah, pas dengan badan kak Ica" Seru Dira.



" Iyaaa, cocok sekali. " Jawab Mama.



" Mah, menurut Ica model nya bagus, tetapi belahan paha ini terlalu tinggi, bisa nggak mah, belahan paha ini agak diturunkan, menurut Ica ini terlalu sexy.. " Tanya ku sambil menutupi belahan gaunku menggunakan tangan ku.




" Maaf ya mah" Seru ku.



" Tidak apa apa sayang, nanti Mama bilang sama tante Ririn, tenang saja tante Ririn itu teman baik Mama" Jawab Mama.



" Kalo sexy sexy, keenakan kakak mah, liat yang bening bening" Goda Dira.



" Apaan kamu ini dek" Jawab Kapten Dika.


Begitu pula dengan kak Bella, ia keluar dari fitting room, menuju ke arah kami. Aku memuji akan bentuk tubuh dan paras cantik muka nya, tetapi aku tidak suka dengan baju yang ia pakai, menurut ku terlalu sexy.



*** ya Allah, baju yang dipakai kak Bella apa belum selesai di jahit sih, kenapa sexy sekali. Aku kok melihat nya sedikit geli ya, setengah gunung kembar nya terpampang menyembul keluar... Iya sih, Mentang-mentang punya dia besar, bisa di pamer pamer in, Seolah gunung kembar nya akan keluar dari peristirahatan nya..*** batin ku dalam hati.



" Bella suka mah, hasilnya sesuai ekspektasi Bella" Seru kak Bella kepada kami.



Kini Kak Bella menggunakan baju berwarna navy juga, karena warna gaun yang kami pakai, Dira, mama, dan tentunya aku, dengan warna yang sama yaitu Navy.



Bella menggunakan long dress sexy dengan bentuk leher v-neck long, dengan bagian punggung terbuka.



" Wahhhh, kak Dika, melihat kak Bella sampe nggak berkedip " Goda Dira, dan aku lihat arah pandangan Kapten Dika.



" Mana ada, kakak loh sudah ada kak Ica, buat apa melihat kak Bella. " Kata Kapten Dika sambil meletakkan tangannya di pundak ku.



" Siapa tau, rumput tetangga lebih hijau dari pada rumput sendiri" Goda Dira lagi.



" Diraaa " Bentak Mama. Kapten Dika merasa menang, ia pun menjulurkan lidah untuk mengoda adiknya.



" Yasudah, sekarang kita ganti baju lagi, setelah itu kita mencari keperluan yang akan dibutuhkan untuk malam nanti... Ica... Kamu pilih tas dan sepatu yang kamu suka, kalau bingung kamu bisa minta bantuan sama Dira ataupun kak Bella ya nak.. Mama mau bertemu dengan tante Ririn dahulu, untuk berbicara masalah gaunmu.. " Seru mama dan ku iya kan.


Kami pun berganti pakaian, setelah itu memilih milih tas maupun sepatu untuk dipakai keacara nanti malam.



" Kak Bella, kak Ica, bagus nggak Dira pakai ini" Seru Dira kepada kami.



" Bagus" Seru Bella dan aku.



" Perasaan model seperti ini kamu sudah ada dek. " Ucap kapten Dika memperhatikan.


__ADS_1


" Mana ada" Jawab Dira.



" Kamu bagus sepertinya menggunakan ini ca" Seru Bella memberikan sepatu high heels berwarna hitam.



" Iya kak, ini bagus buat kakak, coba dipakai kak, pasti cocok." Ucap Dira.



" Ah iyaa, ini saya coba" Jawab ku pasrah sambil tersenyum



" Tuh kan kak bagus" Seru Dira.



" Tapi ini apa tidak terlalu tinggi?" Tanya ku



" Tidak apa apa, gunanya memakai high heels kan supaya terlihat lebih tinggi, saya aja pakai yang ini kok. " Seru Bella menanggapi.



" Ya sudah kak" Jawab ku.



" Ya sudah, kalian saja yang memilih tas untuk Ica, dia mau aku bawa kesana. " Seru Kapten Dika menggandeng tanganku, membawa ke area pakaian.



" Ini coba kamu pakai, ini juga, ini, ini dan ini" Serunya sambil mendorong ku ke area fitting baju.



" Aku nggak mau" Ucap ku sambil berhenti.



" Coba dipakai. " Suruhnya.



" Aku ngga mau, lagian baju ku masih banyak. "



" Harus mau, kalo nggak, aku bakal cium kamu disini. " Godanya.



Mendengar ucapannya itu, aku langsung berjalan menuju ke fitting room, karena aku tau dia orang nya nekat... " Aishhh.. Aku Berasa seperti jadi mainan Barbie nya, coba coba baju. " Omel ku



" Apa? " Tanyanya.



" Nggak! " Seru ku masuk ke dalam fitting room.


Aku berganti pakaian dan mencoba baju yang iya pilihkan. "Puasss... Uda, aku pake nih.. " Kesal ku pada nya.



" Oke, bagus... Mbak, saya mau yang itu semua di bungkus.. " Seru nya pada karyawan butik.



"Bang Dikaaaa" Bentak ku, dan dia tetap kekeh atas pendirian nya.



" Nak, kenapa sih kok keliatan kesal" Tanya mama datang menghampiri ku.



" Itu mah, bang Dika beli baju banyak buat Ica... Ica kan uda punya banyak baju, masih aja di beliin baju. " Jawabku.



" Uda gak papa sayang, sekali kali... Oh iya, gaun punya mu baru bisa di ambil nanti sore.. Jadi nanti sore kamu sama Dika kesini ambil bajunya ya nak... Masih ada yang mau di beli lagi?" Ucap mama.



" Iya mah nanti Ica sore kesini lagi.... Sudah tidak ada lagi mah yang ingin Ica beli, ini sudah lebih dari cukup.."



" Yasudah kalau gitu kita pulang.. " Seru mama



" Iya mah. Tunggu sebentar, ica mau ganti baju dulu." Jawabku



Setelah itu, Kami berjalan menuju Dira, kak Bella dan bang Dika yang tengah menunggu.



" Mah, kakak izin nggak bisa pulang sekarang, Ica dan kakak mau langsung jemput Andre dulu di Bandara. " Kata kapten Dika.



" Iya sudah, kalian hati hati dijalan ya nak. "



" Iya mah" Jawabku dan Kapten Dika dengan serempak.




*



*



*



*





See You Next Episode 😍😍




__ADS_1


Jangan lupa Likes anda Comment 😊😁


__ADS_2