I Love You Kapten Songong

I Love You Kapten Songong
Rencana


__ADS_3


*



*



*



Dipagi hari yang cerah, aku melakukan segala rutinitas pagiku seperti biasanya, namun ada yang berbeda, kini aku sedang membantu tanteku berkutat di dapur.



" Om kamu tadi malam pulang, terus balik pergi lagi, dan katanya yang lama saja kamu liburan disini, sekalian nemenin tante " Ujar tante dengan senyuman.



" Pengennya sih gitu tan, tapi ica ini mau ngurusin masalah magang... Tapi tenang aja kok tan, Insyallah Ica bakalan magang disini... Makanya tante do'ain Ica ya, biar diterima magang disini, jadinya nanti biar bisa lama lama disini. " Ujarku pada tante.



" Kalau itu, pasti tante do'a in yang terbaik untuk mu" Kata tante.



***



Waktu sudah menunjukkan pukul 11, yang mana aku dirumah berdua bersama zizah, dengan kegabutan, dikarenakan tanteku pergi untuk menghadiri acara arisan setiap 2 minggu sekali.



Tiba tiba ada chat masuk dari kapten Dika.


" Abang jemput sekarang " Isi chat nya tersebut.



" Iya, tapi tanteku lagi pergi Bang, sementara azizah lagi sama aku, terus gimana?? Azizah diajak?? "Balasan ku padanya.



" Yasudah, ajak saja, kamu izin terlebih dahulu sama tante mu. " Balasnya dan ku iyakan.



Beberapa menit kemudian ia sampai di depan pagar rumah tanteku. Segera aku dan azizah naik kedalam mobilnya.



" Kita langsung kerumah ya. " Ajaknya.



" Iya... Perkenalkan Om, nama aku Azizah. " Ujarku mengajari Azizah sambil menuntunnya untuk mengulurkan tangan.



Ia memandangi kami sebentar sambil mengendarai mobilnya " Cantiknya, panggil saja Om Dika. " Jawabnya sambil mengelus rambut kepala azizah dengan tangan kirinya.



" Iyaa... Om kita mau kemana? " Tanya azizah penasaran.



" Emmm kita ke rumah Om dulu ya, emangnya Azizah ingin pergi kemana? " Seru Kapten Dika.



" Mau pergi main. " Jawab azizah dengan malu malu.



" Om Dika ini, Adiknya Mas Rizal kemarin itu yang main kerumah, zizah inget nggak? " Tanyaku.



Mendengar ucapan ku, Kapten Dika pun mengerutkan dahinya " Apa?? Bang Rizal dipanggil Mas, sedangkan aku Om??? " Kesalnya.



" Hahaha... Kan abang memang sudah Om Om... Dasar nggak nyadar... " Candaku.



" Enak saja... Zizah jangan panggil Om Dika ya, panggil Mas Dika aja, nanti kalau panggil Mas Dika, Mas beliin es cream deh... " Ujarnya sambil mengelus kepala azizah lagi.



" Dasar, tukang nyogok... Yang fokus nyetirnya Bang. " Seru ku padanya.



" Biarin... Gimana? Azizah mau nggak? " Katanya.



" Iyaa.. " Jawab zizah.



" Sip, anak pinter... " Kata kapten Dika.



" Bang, nanti mampir ke toko roti ya, nggak enak aku dateng nggak bawa apa apa. " Seruku padanya.



" Lah bukannya kamu bawa paperbag 2, masih kurang??" Tanyanya dengan heran.



" Yang satu itu, perlengkapan punya azizah, satunya itu rahasia." Jawabku dengan senyuman.



" Terus aja main rahasia rahasiaan!!" Ujarnya dengan kesal...



" Udah lah, nanti juga tau, yang penting nanti anterin ke toko kue." Seruku.



" Hmm... Mau apa lagi??? " Tanyanya.



" Sudah itu aja " Jawab ku.



Tak terasa, kami telah sampai di kediaman Kapten Dika. Aku dan zizah turun dari mobil, menuju dalam rumah.



" Assalamu'alaikum... " Salam kami.



" Ayo masuk, abang yang punya rumah kok. " Ujarnya berjalan mendahului kami dengan membawa kue serta menenteng paperbag di tangan kirinya.



Mama berjalan kearah kami "Waalaikumsalam... Aduh aduhh, anak cantik ini siapa ya" Jawab mama sambil memeluk ku, lalu berjongkok didepan azizah.



" Jangan jangan anak kalian ya!!! Pantas saja Dika buru buru minta Mama untuk melamar kamu. " Terang Mama melihat kearah kami.


__ADS_1


Deggg....


Mendengar kata katanya, aku pun kaget dan mengerutkan kening.



" Ahhh bukan mah bukan,,, ini anaknya tante Ica, karena tante lagi pergi, jadi aku ajak sekalian dia kesini." Ujarku dan beralih menatap Kapten Dika dengan melotot.



" Namanya siapa sayang?" Tanya mama yang masih jongkok di depan azizah lalu mengelus pipinya.



" Azizah " Ujar zizah pelan.



" Azizah Ikut mama Main yukk, mama punya kue dan es cream... Azizah mau nggak? " Tanya mama dan azizah menganggukkan kepala karena setuju.



Mama pun menggandeng azizah dan berjalan kearah belakang.



" Dira dimana Bang? " Tanya ku.



" Dira sekolah. Ada yang mau abang bicarain. " Ujarnya dengan duduk disofa.



" Iya, aku juga. " Jelas ku.



" Apa? Ladies first!! " Terangnya.



" Jelasin kenapa mama tadi bicara seperti itu. " Tanyaku padanya.



" Sebenarnya abang ingin sesegera mungkin melamar dan menikahi kamu. " Jawabnya to the Poin.



" Bang, kita baru saja kenal, apalagi baru kemarin kita setuju untuk bersama... Aku belum siap untuk ketahap itu, sementara aku masih kuliah, dan masih ingin menggapai impian ku. " Terus terangku



" Abang takut khilaf jika berlama lama ada didekat kamu... Katanya pas itu kamu nggak mau berlama-lama menjalin hubungan, apalagi kamu tau, abang sudah cukup dewasa untuk menikah. " Serunya padaku.



" Ahhhh... Bagaimana ya... " Ujarku dengan bingung dengan memijat pelipis dengan memandang langit langit ruangan.



Aku kembali menatapnya " Masalah nya, aku saja belum sempat memikirkan sampai kesana, akupun belum ada pembicaraan ini dengan keluarga ku Bang... Kalau memang abang ingin menikah secepatnya, carilah wanita lain Bang yang sudah siap menikah, dan tentunya itu bukan aku. " Ujarku lagi.



Ia memijat kening kepala " Tetapi Abang maunya sama kamu.. Setidaknya abang melamar kamu dahulu, biar ada ke jelasan dan status. " Jawabnya



" Tetapi, jika aku bukan wanita yang baik seperti abang fikirkan bagaimana?... " Jelasku



" Abang sudah menerima apa yang ada didiri kamu, semuanya abang suka. " Serunya padaku.



"Really?? " Tanya ku meyakinkan.




" Apa?? " Tanyaku memastikan.



" Ngga ada siaran ulang... " Ujarnya dengan sebal.



" Yaudah, ngga janji deh kalau kayak gitu jawabnya. " Seruku melihat mukanya yang kesal.



" Dengar baik baik dan nggak ada siaran ulang... " Terang nya.



Ketika ia akan mengucapkan kembali, dengan cepat aku menutup kedua telingaku " I love you." Ujarnya.



"Apa??? " Tanyaku sambil menutup telinga dengan menahan tawa.



" Makanya kuping nya itu dibuka. " Ujarnya kesal mencoba membuka kedua tanganku.



" Hahahaha... " Tawaku kala melihat mukanya yang sedikit memerah karena malu ketika mengucapkan kata kata tersebut.



" Iya sudah, Nanti aku cerita dengan keluarga ku dahulu... Sini peluk dulu yang katanya tadi malem kangen... " Ujarku merentangkan tangan sambil duduk.



" Kalau kayak gini ceritanya, abang bakalan janji khilaf ke kamu..." Ujarnya berbisik ditelinga sambil memeluk ku.



" Yaudah lepasin kalo gitu, biar nggak khilaf... " Seruku mencoba melepaskan pelukan ku.



" NNgga, kamu sudah janji tadi malam mau peluk sepuasnya. " Terangnya padaku.



" Kalau masih peluk, ngga akan aku kasih tau rahasia loh. " Kataku padanya.



Dia langsung melepaskan pelukan, dan memandangku " Apa? " Tanyanya to the poin.



Aku memberikan paperbag yang berada diatas meja " Ini kado untuk Abang, maaf ica cuma bisa memberikan ini bang, dibandingkan abang yang selalu memberikan hadiah mewah untukku... " Ujarku padanya.



Mendengar ucapan ku, ia langsung memeluk ku kembali.



"Nanti kalau ica sudah punya uang, atau dapet gaji, InsyaAllah Ica akan belikan yang lebih dari ini. " Ujarku lagi ketika dalam pelukan nya.



" Ngga usah, ini sudah lebih dari cukup. " Katanya.



" Tapi itu bukan barang yang istimewa bang. " Jawabku.


__ADS_1


" Memiliki kamu saja adalah hal yang paling istimewa untuk abang. " Ujarnya.



Aku melepaskan pelukan kami " Ish... Sekarang kok Abang makin kesini makin beda sih... Makin pinter ngegombal nya." Tuturku.



" Beda? " Tanyanya singkat.



" Iya beda, dulu Abang beku seperti es, makin kesini Abang udah nggak beku seperti es batu apalagi dulu sering membuatku kesal, dan mempunyai sifat yang menyebalkan, songong, pokoknya aku sebal." Terangku.



" Kata kamu dulu, kamu tidak menyukai sifat Abang yang dulu, maka dari itu, makin kesini Abang belajar merubah sikap, mencoba seperti yang kamu inginkan. " Terangnya.



" Ahh yang bener... Masa sihh.." Godaku sambil mencolek colek pinggang nya.



Merasa risih dengan colekan ku, dia langsung menggenggam tanganku



" Cukup, atau saya cium!! " Ujarnya dengan tegas.



Mendengar ucapannya, aku terdiam, kalau dia sudah menunjukkan taringnya seperti ini, aku tidak berani. Jujur saja, sebenarnya aku takut kalau dia sudah menampilkan muka yang menurut ku menyeramkan dan ucapan yang keluar dari mulutnya dengan intonasi tegas.


Aku pun mencoba menghempaskan tangannya yang menggenggam tanganku.



Dia tetap mempertahankan genggaman tangan nya " Jangan marah, kan cuma bercanda. " Ujarnya dengan senyuman



" Bercanda nya kebangetan.... " Jawabku sambil memukul dadanya.



" Hahaha Maaf... " Ujarnya kini ia langsung memeluk ku.



Pada akhirnya aku mengalah dalam pelukan nya. Kami duduk berdua diruang keluarga dengan mengobati rasa rindu, bertukar cerita dan tentunya diselingi oleh candaan.



Ketika kami sedang mengobrol, mama, Oma, dan azizah berjalan menuju kearah kami, dengan Oma yang menggandeng tangan azizah.


" Sayang, Mama sama Oma pergi sebentar, ada urusan... Azizah mama ajak ya. " Seru mama kepadaku.



" Nanti azizah merepotkan Mama dan Oma bagaimana. " tanyaku.



" Tidak merepotkan kok sayang, cuma ke tantenya Dika, sekalian ngajak azizah jalan jalan. " Jawab mamanya.



Aku pun berdiri dan menghampiri Mama " Iyaa mah... Azizah jangan nakal, dan jangan ngerepotin Mama dan Oma ya. " Ujarku duduk berjongkok didepan azizah.



" Iyaa " Kata azizah sambil menganggukkan kepala.



" Dika, jangan aneh aneh ya ketika Mama dan Oma pergi... " Kata Mama memberi peringatan.



" Ngga janji mah, bakalan hilaf pasti." Ujarnya Kapten dika dengan senyuman.



" Dikaaaaa... " Tegas Mama.



" Iya ma, Iya, Dika ngga aneh aneh kok. " Jawabnya, mamapun pergi bersama oma dan azizah.





***



Ditempat lain.



" Bang, gue punya informasi, kata Dira, Dika ingin segera melamar Ica kekasih nya tersebut." Ujar lelaki tersebut duduk di restoran.



" Bagusss... Rencana kita akan segera dimulai... Ngga sia sia gue nyuruh lo buat pacaran sama tuh anak... " Kata lelaki tersebut yang mana kini duduk berhadapan.



Lelaki tersebut meminum minuman nya "Hahaha.. Apa sih yang nggak bisa gue lakuin... Kenapa nggak langsung nargetin adiknya saja sih, biar nggak nunggu lama lama. " Kata lelaki tersebut.



" Kamu tau sendiri, gue selalu mencoba buat dia celaka, tapi apa hasilnya?? Nggak ada hasil kan, bahkan sekarang ini penjagaan untuk adiknya diperketat. Maka dari itu kita harus pelan pelan agar rencana kita berhasil. " Jawab lelaki tersebut dengan senyuman jahat.



" Bagaimana dengan kabarnya, sudah lama gue tidak bertemu bahkan main kerumah lo bang. " Kata lelaki tersebut.



" Kabarnya baik, tetapi kamu tau sendiri, sikap nya sama seperti dulu, pendiam di kamar, sering ke clubbing, menginap dihotel, marah nggak jelas, bahkan akhir akhir ini dia sering meminum obat penenang yang banyak, dan sering masuk rumah sakit akibat overdosis. '' ujar lelaki tersebut.



" Gue akan buat keluarga mereka menyesal dengan apa yang telah diperbuat, gue akan bantu sebisa mungkin bang, karena kita masih saudara. " Tutur lelaki tersebut.



" Ini baru adik sepupu gue.. " Jawabnya.




*



*



*




See You Next Episode 😁🙏




Jangan lupa Likes And Comment 😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2