
Hay... Hay... Hay...
Berjumpa lagi dengan Author "I Love You Kapten Songong" 🤗💕
Terimakasih kasih atas semua Likes anda Komentar Membangun nya 🙏🙏
Maaf banget Author baru bisa Up hari ini, karena ada banyak kendala dalam melanjutkan ceritanya. 🙏🙏
InsyaAllah besok Up episode selanjutnya 😊
*
*
*
*
Author poV
Dirumah Tante Puspa
Setelah sampai dirumah tante, ica langsung masuk ke kamar dengan merebahkan tubuh diranjang.
Ica menangis sambil menutup mukanya dengan bantal, agar suara tangisan tidak sampai terdengar keluar kamar. Tak terasa kini sudah pukul 9 malam, Ica tak kunjung keluar dari kamar.
Mungkin ica tidak keluar dari kamar disangka tante sedang asyik menonton drama Korea, karena tante Puspa tau, kalau Ica selalu berlama-lama di kamar seharian jika sedang menonton film kesukaannya.
***
Di kediaman Kapten Dika.
Pukul 8 malam, kapten Dika sampai dirumah nya. Ia langsung masuk ke kamar tamu dengan tergesa-gesa, yang mana sebelumnya itu adalah tempat Ica untuk tidur.
Ia mendapati ruangan yang masih sama, ada bucket bunga yang tepat diatas ranjang berserta suratnya, yang berarti Ica tidak memasuki kamar ini.
Ia beralih kekamar nya, Kapten Dika melihat bucket bunga yang sudah rusak di lantai kamar, ada kotak, barang barang serta foto foto masa lalunya bersama Clara berhamburan diatas lantai kamar, dengan sepasang cincin yang berada diatas ranjang, seketika Kapten Dika marah sejadi-jadinya.
" Arghhhh.... Icaaa!!! " Teriaknya dengan frustasi.
Sambil melemparkan vas bunga ke lemari yang berada didepannya.
Pyaaarrrrr.... Bunyi pecahan kaca pada lemari dan vas bunga.
Mendengar bunyi pecahan, Mama langsung masuk kedalam kamar Kapten Dika.
" Ada apa sayang!! " Tanya Mama langsung memeluk Kapten Dika yang melihat keadaan kamarnya.
" Mah, sepertinya aku gagal untuk mendapatkan cintanya. " Ujarnya sedih.
__ADS_1
Mama melihat foto foto Clara bersama Kapten Dika " Kamu tidak gagal, ini hanya kesalah fahaman " Ujar Mama menenangkan.
" Siapa mah, yang meletakkan semua foto foto ini dan cincin itu dikamar mah? " Tanya Kapten Dika.
" Mama tidak tau sayang, sekarang kamu lebih baik menemuinya untuk menjelaskan semua ini." Tutur Mama melepaskan pelukan.
Mendengar ucapan Mama, Kapten Dika langsung berjalan pergi menuju rumah tante Ica.
Sampainya dikediaman tante Ica tersebut, ia memarkirkan mobilnya yang kebetulan pagar rumahnya terbuka.
Tok tok tok...
" Ica, ca... Assalamu'alaikum... " Ujarnya sambil mengetuk pintu.
" Wa'alaikumsalam... " Ujar om Ica membuka pintu.
Melihat siapa tamu tersebut, matanya terbelalak kaget. " Siap Kapten.. " Ujar om Ica memberikan penghormatan. Yang mana Kapten Dika ini adalah atasan barunya.
Kapten Dika pun membalas hormatnya dengan kebingungan.
*** apakah aku salah rumah?? Kenapa aku datang di rumah prajurit bawahan ku. " *** fikir Kapten Dika.
" Masuk Kapten.. Silahkan duduk." Ujar om Ica
"Maaf sebelumnya Kapten, Ada keperluan apa kapten datang kemari? " Tanya Om Dedi (Om Ica).
" Mohon maaf sebelumnya, Saya kesini ingin mencari Ica, apakah ini rumah Ica?? Atau mungkin saya salah alamat." Jawab kapten Dika dengan bingung
" Anissa Rahma " Potong Kapten Dika.
" Ahhh, itu nama ponakan saya Kapten. Sebentar, saya panggilkan. " Kata om Dedi, ia lalu memanggil ica.
*** Kacau, ternyata Bapak bapak yang menjadi sasaran amukan ku itu Om nya Ica... Apakah dia mau merestui ku?? " Gumam Kapten Dika.
Om dedi pun berjalan menuju kamar yang ditiduri oleh Ica "Ca, ada yang mencari kamu.. Ca... Ica...." Ujar om dedi sambil mengetuk pintu kamar.
" Bentar om, Ica lagi ganti... Emang Siapa Om yang mencari aku? " Tanya Ica sambil berteriak didalam kama.
" Itu ada Kapten Dika. " Jawab Om dedi
" Apa? Kapten Dika?? Aku ngga mau ketemu Om, bilang saja Ica sudah tidur.. " Ujarku malas belum membuka pintu kamar.
Tok.. Tok.. Tok... Bunyi ketukan pintu yang terdengar keras.
" Ica... Ca.. Kamu harus keluar... " Ujar Om Dedi.
" Ada apa ini ribut ribut, malam malam buat berisik." Ujar tante Ica berjalan menghampiri Om Dedi.
Aku membuka pintu kamar " Apa Om, Ica nggak mau ketemu Kapten Dika, kalau perlu usir aja dari sini. Gak tau waktu apa? Malam malam bertamu kerumah orang, lagian ini juga rumah Om, jadi Om punya hak untuk bisa mengusirnya. " Tegasku.
__ADS_1
Melihat mata Ica yang sembab, om Dedi terlihat cemas " Kamu ada masalah apa sama atasan Om? Jangan buat om dalam masalah? Jika kamu ada masalah, jangan lari dari tanggung jawab, kapan keluarga kita mengajari kamu lari dari tanggung jawab.. Pokoknya Om nggak mau tau, kamu harus selesaikan masalah ini dengan baik baik. " Tegas Om Dedi
" Benar kata Om kamu, lagian kamu ada masalah apa dengan atasan Om kamu, cerita sama tante dan Om mu ini. Jika kamu bercerita dengan jujur, dan kamu benar, kami akan mempertimbangkan nya lalu mengusirnya. " Tutur tante Ica.
Ica pun menceritakan kejadian yang membuat ia marah, kesal, dan sakit hatinya " Begini Om, tante................... "Cerita Ica sambil menangis.
Ketika Tante puspa mendengar cerita Ica ia langsung memeluknya" Sudah sudah... Jangan menangis... Om Dedi akan segera mengusirnya, ya kan yah.. " Tante Ica menenangkannya.
" Yasudah, demi kamu, Om akan mengusirnya." Jawab Om Dedi pasrah.
Om Dedi berjalan menghampiri Kapten Dika "Maaf menunggu lama... Tanpa mengurangi rasa hormat, saya mohon Kapten pulang saja, Karena ini sudah malam, terlebih Ica sekarang sudah tidur dan tidak bisa diganggu Kapten. " Kata Om Dedi.
" Saya Mohon, tolong beri saya kesempatan berbicara kepada Ica sebentar saja. Saya ingin meluruskan kesalah fahaman ini, saya mohon sebentar saja Om. " Ujar Kapten Dika memohon.
" Maaf Kapten, saya tidak bisa membantu... Besok saja Kapten datang kemari lagi. " Seru Om Dedi memohon.
Kapten Dika menghela nafas, " Serma Dedi!!! " Kata Kapten Dika dengan penekanan.
Mendengar suara Kapten Dika, Om Dedi pun langsung memberikan hormat berdiri tegak dengan sikap yang sempurna. " Siap Kapten. " Ujarnya sambil meletakkan jari-jari tangan ditekan. bersama-sama dan ditempatkan di dekat pelipis mata kanan dengan telapak tangan yang menghadap ke bawah.
Kapten Dika pun membalas hormatnya " Serma Dedi, Tanpa mengurangi rasa hormat, saya mohon panggilkan Ica kesini. Saya ingin menyelesaikan masalah ini, agar masalah ini tidak berkelanjutan. " Seru Kapten Dika dengan terpaksa.
Om Dedi masih berdiri tegak " Siap Kapten! " Jawab Om Dedi dengan ragu ragu. Om Dedi pun memberikan hormat lagi dan berjalan menuju kamarku.
Om Dedi langsung berjalan masuk kekamar ku, yang mana pintu kamarku terbuka " Ca, Om minta tolong kamu temui Kapten Dika sebentar saja, Om sudah mengusirnya tapi dia tetap kekeh akan pendiriannya... Bahkan kamu dengar kan tadi dia sudah berkata apa.. " Ujar Om Dedi memohon.
" Sekarang begini saja, kamu temui saja Kapten Dika itu, dengarkan penjelasan nya. Kalau memang dia bersalah, kamu bisa memutuskan apa yang terbaik untuk kalian. " Ucap tante yang duduk disampingku.
" Tapi tante, untuk saat ini aku ngga mau ketemu dia. " Jawabku.
" Katanya kamu sudah dewasa, apalagi kata mamah kamu, kamu akan segera menikah. " Ujar tante.
" Yaudah... Iya iya, aku mau nemuin Kapten Dika. " Kesalku sambil berdiri.
" Yasudah sana.. Jangan sampai berantem seperti kucing dan anjing..." Canda Om Dedi.
Aku berjalan menuju ruang tamu, yang mana disana ada keberadaannya.
Kini aku duduk di kursi depannya " Mau bicara apa?" Kesalku.
" Abang cuma mau jelasin, kalau itu semua nggak seperti yang kamu fikirkan. Abang sudah nggak cinta dengan dia, bahkan barang barang itu semua akan abang bakar. " Tuturnya.
" Kenapa nggak langsung dibakar?? Sayang mau ngebakarnya?? Atau mau pamer kemesraan karena masih sayang!! " Potongku.
*
*
*
__ADS_1
Jangan lupa likes and comment 🙏🙏