I'M TIRED 2

I'M TIRED 2
Prolog


__ADS_3

Inggris, rumah Riana.


Gadis berambut pirang itu sedang menatap bunga yang tumbuh indah di hadapannya dengan pandangan kosong.


Tidak ada yang tau apa yang di pikirannya tetapi yang sudah pasti terlihat jelas adalah keadaan gadis berambut pirang itu tidak dalam baik-baik saja.


"Irah... Mari kita berangkat"


Gadis berambut pirang itu mengangguk tanpa menoleh. Sudah pasti gadis itu tau siapa yang berbicara.


Suara lembut yang merupakan ciri khas dari Tantenya itu sudah begitu dia kenal karena suara itu sudah menemaninya selama lima tahun ini.


"Tante...  Apa aku tidak bisa menyerah saja?" Tanya Kayrah tiba-tiba.


"Bicara apa kamu, nak?" Riana mengelus rambut Kayrah dengan lembut. Sambil tersenyum Riana berkata, "Kamu harus sembuh"


"Sembuh? Bagaimana aku bisa berusaha untuk sembuh bila ayah dan bunda ku tidak mensupport ku?" Tanya Kayrah sendu.


Riana diam karena tidak bisa menjawab pertanyaan Kayrah yang memang betul apa adanya.

__ADS_1


Sudah dari lima tahun yang lalu Riana selalu mengutuk Keynan yang tidak berada di samping Kayrah saat keadaan gadis ini tidak baik-baik saja.


Riana tidak habis pikir, bagaimana bisa Keynan seperti itu. Keynan bahkan sudah punya pengalaman kehilangan orang yang dia sayangi, Keysha.


"Bicara apa kamu? Ayahmu punya kesibukan sendiri. Dia harus cari uang untuk pengobatanmu"


Suara berat itu tiba-tiba terdengar membuat Riana berbalik dan menatap abangnya dengan tajam.


Tentu Kayrah tidak menoleh karena dia juga sudah tau siapa pemilik suara itu.


"Seharusnya ayah dan bunda juga tau karena bagaimanapun ayah adalah seorang dokter. Seorang pasien butuh semangat dari orang-orang yang dia sayang agar dia tidak merasa putus asa dan punya tujuan untuk bisa sembuh" jelas Kayrah tanpa semangat.


Perkataan Kayrah itu membuat Rangga dan Riana bungkam karena perkataan itu memang jelas apa adanya, tidak bisa mereka bantah.


Tiba-tiba seorang gadis berumur tiga belas tahun memeluk Kayrah dengan erat. Gadis itu menatap Kayrah sambil tersenyum. "Kak, kakak jangan sedih!" Kata gadis itu riang.


Kayrah tersenyum kecil. Adiknya ini yang selalu bisa membuatnya tersenyum apapun keadaannya.


Seorang laki-laki berumur enam belas tahun juga memeluk Kayrah dari belakang. "Kak, percaya deh, aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kakak. Jadi, kakak harus sembuh biar aku senang karena doa ku terkabulkan"

__ADS_1


Kayrah terkekeh pelan, "Kakak akan berusaha" ucap Kayrah yang kembali mendapatkan semangatnya karena kedua adiknya ini.


Mendengar suara tawa Kayrah membuat semua yang ada di sana mengembangkan senyum mereka. Mereka merasa lega karena Kayrah sudah bisa mengeluarkan sebuah tawa dari mulutnya.


"Ayo pergi. Nanti kamu ketinggalan pesawat" ucap Riana yang membubarkan semua dari kesenangan sesaat mereka.


Riana tersenyum lembut sambil menggenggam tangan Kayrah sedangkan Rangga mengemasi koper yang akan dibawa oleh Kayrah.


Kayrah mengangguk lalu berdiri.


"Kak, nanti kalau liburan, kakak kesini lagi ya?" Pinta gadis kecil itu penuh dengan harap.


Kayrah mengangguk seraya mengelus rambut gadis itu lalu mengecup keningnya. Kayrah pun melakukan hal yang sama pada anak lelaki Rangga.


"Kakak pergi dulu ya" pamit Kayrah sambil mengulas senyum yang lebar.


Gadis dan lelaki itu mengangguk dengan pelan. Ada sedikit kesedihan terpancar dari mata kedua anak itu karena bagaimanapun mereka tidak ingin berpisah dengan Kayrah yang sudah menemani mereka sejak lima tahun yang lalu.


"Sampai jumpa!" Ucap mereka bersamaan dengan memakai bahasa Indonesia.

__ADS_1


like.


__ADS_2