I'M TIRED 2

I'M TIRED 2
Ada apa?


__ADS_3

Kayrah membuka pintu rumah dengan keadaan menangis sesenggukan. Air matanya tidak berhenti turun karena hatinya yang berdenyut sakit.


"Udah pulang?" Tanya Keynan yang masih fokus pada telivisi di hadapannya.


"Hiks hiks..." Kayrah tidak menjawab. Hanya ada isak tangis yang terdengar.


"Hm?" Keynan berbalik untuk menatap apa yang terjadi. Betapa terkejutnya Keynan saat melihat putrinya sedang berdiri di depan pintu sambil berusaha menghentikan tangisnya.


"Kamu kenapa?!" Keynan langsung meloncat dari kursi dan menghampiri Kayrah dengan wajahnya yang cemas.


"Ayah... Hiks..." Air mata Kayrah turun lebih deras saat melihat Keynan.


"Sayang... Kamu kenapa?" Tanya Keynan dengan lembut sembari menghapus air mata Kayrah yang jatuh meskipun itu sia-sia.


"Ayah..." Kayrah menjatuhkan tubuhnya pada pelukan Keynan. Dia menangis di sana membuat Keynan hanya bisa mengelus rambut anaknya.


"Ya. Ayah di sini."


"Ayah... Ayah... Kayrah sakit..."


"Apa yang sakit sayang? Hm? Sini biar ayah periksa."


"Hiks... Ayah... Dada Kayrah sakit... Sakit sekali ayah..."


"Apa? Mana yang sakit?" Keynan mencoba melepaskan pelukan Kayrah tapi Kayrah tidak mau melepaskan pelukannya. "Kayrah, biar ayah periksa dulu. Takutnya nanti ada apa-apa..."


Kayrah menggeleng di dalam pelukan Keynan. "Bukan... Bukan jantung Kayrah..."


"Lalu apanya yang sakit sayang?" Keynan masih bersabar.


Cklek...


Keynan yang masih memeluk Kayrah langsung menatap putranya yang baru tiba dengan tajam. Kayron menghela nafas saat disuguhi pemandangan seperti ini setelah membuka pintu.


"Apa yang terjadi?" Tanya Keynan penuh aura dingin.


Kayron terdiam. Menatap kakaknya yang menangis di pelukan ayah mereka lalu berkata, "Mereka putus."


"Siapa?"


"Kakak dan Aldebaran."


"Kenapa bisa begitu?" Keynan mengangkat alisnya.


"Mana aku tau. Tanya aja sama kakak." Jawab Kayron kesal.


Keynan menatap datar putranya yang sungguh kurang ajar itu. Keynan menghela nafas, mencoba bersabar karena bagaimanapun Kayron tetaplah anaknya juga. Keynan mengelus rambut Kayrah sambil berkata dengan penuh kelembutan.

__ADS_1


"Kayrah..." Tubuh Keynan membeku begitupun dengan Kayron saat melihat Kayrah menutup matanya dan isakan tangisnya pun sudah tidak terdengar lagi.


"Sayang..?" Bisik Keynan pelan.


Kayron menatap ayahnya sejenak sebelum menatap lekat-lekat wajah Kayrah yang terlihat damai. Kayron mengerutkan alisnya dan mencoba menyingkirkan rambut pirang Kayrah yang menghalangi wajah cantiknya.


"Enghh..."


Jantung Keynan dan Kayron hampir copot saat tiba-tiba tubuh Kayrah jatuh tidak bertenaga. Beruntung Keynan dengan cepat memeluk tubuh putrinya yang sudah lemas itu.


Tubuh Kayron membeku dengan tangan yang ikut menahan tubuh kakaknya itu. Mulut Kayron terbuka lebar saat mendengar suara dengkuran pelan dari kakaknya.


"Tidur?!" Kayron menepuk jidatnya. Menyesal sudah khawatir akan kondisi kakaknya meskipun hanya sebentar.


Keynan pun sama dengan putranya. Sejenak dia berpikir putrinya pingsan di pelukannya. Tidak taunya malah tidur karena kelelahan menangis.


Dua lelaki berambut pirang itu secara serentak menggelengkan kepala mereka.


.


***


.


Menit terus terlewati lalu berganti pada jam yang dengan cepat berlalu. Hari demi hari berganti dengan sinar mentari yang selalu mengawali aktivitas di pagi hari.


Kayron pun sama. Dia frustasi setengah mati saat kakaknya tidak secerewet dulu. Padahal Kayron sudah terbiasa dengan ucapan-ucapan yang tidak ada habisnya keluar dari mulut Kayrah.


Sekarang hal itu sudah tidak terjadi lagi. Meskipun Kayron masih pura-pura bersikap tidak peduli pada kakaknya, tapi melihat Kayrah yang tidak banyak bicara seperti sebelumnya membuat Kayron tertekan.


"Apa pipi kedua anakmu kayak mochi?" Tanya Jack antusias saat mereka sedang dalam perjalanan menuju ke tempat Karsein dan Ariadna berada.


Jack sedang menyetir mobil tapi terus bertanya pada Kayrah untuk mencairkan suasana.


Kayrah mengangguk lesu. "Mereka masih imut-imutnya."


"Pasti mereka sangat lucu! Aku pengen cepet-cepet mainin pipinya yang empuk itu! Oh! Lalu menurutmu apakah anak-anak itu akan--Kayrah?"


Kayrah tersentak kaget saat Jack memanggilnya yang sedang melamun. "Eh, apa kak Jack? Bisa diulangi?"


Jack tersenyum tipis dengan tatapan sendunya. Perilaku Kayrah sangat aneh akhir-akhir ini bahkan tidak jarang Kayrah melamun saat sedang bersamanya.


Sebagai seorang kakak, Jack merasa sedih melihat adiknya yang seperti tidak punya semangat itu.


"Kak, jangan melamun terus dong. Ayo semangat!" Stevano yang duduk di belakang dengan Kayron pun berkata dengan penuh semangat.


Kayrah termenung sejenak sebelum berkata sambil tersenyum lebar. "Baiklah."

__ADS_1


Sekarang di dalam mobil hanya ada Jack, Kayrah yang duduk di sampingnya, Stevano dan Kayron yang duduk bersama di belakang.


Jika ada teman kampus Kayron yang melihat pasti mereka langsung mengerutkan kening. Biasanya bila ada Kayron pasti akan ada Stevano dan Aldebaran tapi sekarang tidak ditemukan tanda-tanda Aldebaran berada di sekitar.


Memang Aldebaran tidak pernah main lagi bersama Stevano dan Kayron bahkan Aldebaran sudah tidak terlihat lagi di kampus. Ada rumor yang mengatakan bahwa Aldebaran sudah berhenti kuliah.


Hanya Kayron yang tau kalau Aldebaran akan pindah dari negara ini. Tidak heran jika Aldebaran juga akan pindah tempat kuliah.


Untuk Keynan yang tidak ikut dengan mereka, karena Keynan merasa tidak nyaman bersama dengan para anak muda. Jadi Keynan memutuskan untuk berangkat sendiri dengan alamat yang sudah diberitahukan oleh Kayron.


Awalnya Keynan terkejut ketika melihat Jack yang muncul di hadapannya dengan membawa mobil. Tapi dengan cepat Kayrah membisikinya tentang apa yang terjadi secara singkat pada Keynan.


Akhirnya Keynan menerima situasi ini. Tapi tetap saja Keynan menyuruh Kayron agar 'menjaga' Kayrah dari Jack selama perjalanan.


Kayron dengan berat hati akhirnya ikut ke dalam mobil Jack. Stevano yang tau kalau Jack adalah kakak tingkat yang tiba-tiba di musuhi oleh Kayron saat pertandingan basket lalu, langsung terkikik menahan tawanya saat melihat wajah ogah-ogahan Kayron yang memasuki mobil.


"Eh? Apa yang terjadi?"


Saat Kayrah berencana untuk menunjukan keceriaannya lagi, tiba-tiba Kayron berkata sembari mengerutkan keningnya.


Kayrah menatap apa yang dilihat oleh Kayron dan betapa terkejutnya Kayrah saat melihat rumah yang ditinggali oleh kedua anaknya sekarang terdapat banyak preman.


"Berhenti kak Jack!" Karena tujuan mereka sudah berada di depan mata akhirnya Kayrah meminta berhenti.


Jack menghentikan mobilnya dan langsung saja Kayrah turun dari mobil tanpa banyak bicara. Tiga lelaki yang berada di dalam mobil juga mengikuti Kayrah dari belakang.


"Siapa kalian?!" Kayrah menatap tajam para preman di hadapannya.


Tubuh preman yang besar nyatanya tidak membuat Kayrah takut. Kayron yang melihat itu hanya bisa menepuk jidatnya. Sifat kakaknya ternyata masih sama seperti dulu, bedanya hanya sedikit banyak melamun saja akhir-akhir ini.


"Siapa kau?" Bukannya menjawab pertanyaan Kayrah, para preman malah bertanya balik.


Tanpa ba-bi-bu lagi, Kayrah langsung menghajar preman yang berada di dekatnya. Kayron dengan cepat bergabung dengan Kayrah karena bagaimanapun dia tidak ingin kakaknya terluka barang lecet sedikitpun.


Stevano juga mengikuti Kayron sedangkan Jack malah terpukau saat melihat Kayrah dengan tubuh mungilnya sedang menghadapi para preman yang bertubuh besar.


Tiba-tiba Jack melihat sekelebat bayangan yang muncul entah darimana. Bayangan seorang gadis berambut pirang sedang menghajar orang-orang yang menyakitinya. Bedanya tubuh gadis berambut pirang itu lebih kecil dari tubuh Kayrah saat ini.


Jack memegangi kepalanya seraya menggeleng pelan. Saat pusing yang dia rasakan sudah mereda, Jack ikut bergabung dengan Kayrah dan kawan-kawan.


Tidak butuh waktu lama sebelum Kayrah dan kawan-kawan berhasil menaklukkan semua preman yang ada. Keynan yang baru saja datang terkejut karena melihat banyak tubuh preman tersungkur.


"Ada apa ini?" Keynan mendekati Kayron yang baru saja meletakkan salah satu tubuh preman setelah menghajarnya sampai pingsan.


.


Like.

__ADS_1


__ADS_2