I'M TIRED 2

I'M TIRED 2
Aksi


__ADS_3

Perlahan bapak itu membuka matanya. "Ah, anda..."


"Saya saudara kembar Kayron" ucap Kayrah mantap.


Bapak itu tersenyum kecil, dengan nafas yang tidak teratur bapak itu berkata. "Syukurlah anda baik-baik saja. Maafkan saya yang lalai menjaga anda"


Kayrah menggeleng. "Yang terpenting sekarang adalah keselamatan anda. Bapak bisa berjalan?"


Bapak itu menggeleng pelan, "Nona tinggalkan saja saya disini. Anda cepatlah kabur karena disini adalah markas geng terkejam di Amerika. Tempat ini sangat bahaya untuk anda"


Kayrah diam dan menggertakkan giginya kuat-kuat. "Apa bapak tau geng black rose?"


Bapak itu melebarkan matanya, "Bagaimana saya tidak tau? Geng itulah yang membuat geng ini kacau balau sekarang. Geng ini sekarang bahkan sangat takut dengan geng black rose"


"Percayalah geng black rose akan melindungi kita!" Ucap Kayrah dengan amarah yang menggebu-gebu.


"Apa?"


Sebelum Kayron ke Amerika, Thalita sudah terlebih dulu membuka cabang baru geng black rose di Amerika. Thalita percaya dengan adanya cabang baru geng black rose di Amerika maka kedua anak Keynan akan baik-baik saja.


"Kkhh--"


Kayrah tanpa aba-aba langsung mengangkat tubuh bapak itu membuat sang empu menjadi sangat terkejut dengan kekuatan yang dimiliki gadis yang baru menginjak kepala dua ini.


"N-nona!"


"Diam, saya akan membawa bapak pergi dari tempat ini"


Kayrah keluar dengan diam-diam. Samar-samar Kayrah mendengar suara rintihan dan tangisan yang keluar dari kamar-kamar yang dia lewati.


Kayrah hanya bisa pura-pura tuli menghadapi hal itu karena dia tidak mau terseret dalam masalah ini.


"Keparat kau!"


Kayrah langsung bersembunyi di balik dinding saat mendengar langkah kaki yang mendekat ke arahnya. Suara langkah itu semakin jelas diikuti oleh suara pecutan yang menyayat hati.


Kayrah melebarkan matanya saat melihat pria kekar yang sudah membantunya tadi sedang diseret sambil di pecut berulang kali.


Sekali lagi Kayrah menggertakkan giginya, "Sialan!"


Sepertinya sejak saat Kayrah menginjakkan kakinya kemari dia secara tidak langsung sudah terjerat ke masalah ini.


Setelah memastikan tidak ada orang, Kayrah langsung berlari ke mobil yang tadi di tumpanginya.


Kayrah meletakkan bapak itu di kursi belakang lalu Kayrah menatap kursi pengemudi. Kayrah menggembungkan senyumnya ketika melihat kuci yang masih terpasang di sana.

__ADS_1


"Bapak tunggu sini ya. Masih ada masalah yang harus saya urus" Kayrah tersenyum lalu menutup pintu mobil itu dan berjalan memasuki rumah mewah itu lagi.


Kayrah mendatangi satu persatu kamar yang ada di rumah itu. Mulai dari yang terdepan, Kayrah menghajar orang-orang yang dianggapnya adalah anggota geng pemilik rumah ini.


Kayrah menghajar tanpa suara membuat semua orang yang akan dihajarnya sangat terkejut. Para tahan yang dikurung di ruangan yang dilewati Kayrah langsung di evakuasi sendiri oleh Kayrah ke sekitar mobil yang ada supir itu.


Setelah itu Kayrah kembali lagi masuk ke rumah besar nan elegan itu.


Sampai pada akhirnya Kayrah sampai di sebuah ruangan yang terdapat banyak orang. Ditengah-tengah orang itu ada pria kekar yang menolong Kayrah sedang berlutut dengan banyak bekas cambukan di badannya.


Pria kekar itu masih sadar dan dia sangat terkejut melihat Kayrah datang. "Nona cepatlah kabur!"


"Akhirnya kau datang"


Seorang lelaki yang duduk dengan angkuhnya di depan pria kekar itu berkata dengan dagu diangkat.


"Kau sudah menungguku?" Tanya Kayrah sambil mengatur nafasnya.


Bagaimanapun juga menghajar begitu banyaknya orang yang ada di rumah besar ini seorang diri sudah pasti menguras banyak tenaga.


Lelaki itu tertawa, "Kau sudah membuat kekacauan di gengku. Meskipun kau melakukan itu diam-diam, kegiatanmu tidak bisa lepas dari mata dan telingaku"


Lelaki itu berdiri lalu mendekati Kayrah. Lelaki itu menyentuh pipi Kayrah yang lembut lalu menyentuh seutas rambut Kayrah dan menciumnya.


"Tidak ku sangka kau adalah seorang perempuan cantik. Nona manis, bila kau menemaniku malam ini maka aku akan memaafkanmu" ucap lelaki itu pelan di telinga Kayrah.


Kayrah mendekatkan bibirnya ke telinga lelaki itu lalu berbisik, "Bagaimana bila tuan menjadikanku istri tuan? Aku bisa menemani tuan setiap malam bukan hanya semalam saja"


Karena nafas Kayrah yang masih tidak teratur, lelaki itu bisa mendengarnya membuat lelaki itu bergairah.


Lelaki itu tertawa lalu dengan kurang ajarnya, lelaki itu menyentuh paha Kayrah. "Baiklah nona manis. Apakah kau mau menemaniku setiap malam?"


"Tentu saja" Kayrah tersenyum lebar lalu memegang tangan lelaki itu yang ada di pahanya dan memutarnya dengan mudah. "Aku tidak mau"


"Arghh!"


Kayrah menendang wajah lelaki itu membuat sang korban terpental mundur. "Melihatmu begitu angkuh membuatku berpikir bahwa kau adalah pemimpin geng ini"


Setelah mengatakan hal itu anggota geng yang belum menampakkan wajahnya tadi langsung mengepung Kayrah dari berbagai sisi.


Hal itu membuat pria kekar melongo tidak percaya. Orang-orang itu adalah senjata rahasia geng ini. Dia tidak menyangka bahwa gadis yang dibawanya itu bisa membuat senjata rahasia geng ini keluar.


"Jadi sekarang main keroyokan?" Tanya Kayrah menantang.


Lelaki yang adalah pemimpin geng ini yang masih tersungkur langsung bangun dan menatap Kayrah dengan penuh geram.

__ADS_1


Samar-samar semua orang yang ada di ruangan tau kalau hujan sedang turun di luar sana.


Pemimpin geng ini tersenyum miring lalu mengeluarkan sebuah remote dan menekannya.


Duar....


Duar....


Kayrah menjadi waspada sepenuhnya ketika bangunan yang ada di kanan dan kirinya meledak.


Sekarang hanya ada mereka di tengah-tengah runtuhan ledakan itu membuat Kayrah menjadi kesal karena pemimpin ini tidak memikirkan anggotanya yang pingsan setelah Kayrah hajar tadi.


Air hujan membasahi orang-orang yang ada di runtuhan itu termasuk Kayrah yang menatap musuh-musuh di hadapannya dengan ganas.


Pemimpin geng ini tertawa sinis. "Di tempat yang kau pijak itu terdapat bom. Aku akan mati bersamamu agar kau bisa menemaniku setiap malam di alam sebrang, nona manis"


Tidak tunggu lama sebelum Kayrah menghajar salah satu orang di sekitarnya dan mengambil senjata yang dipegang orang itu.


Kayrah melempar senjata itu ke arah tangan pemimpin musuh membuat remote yang dipegangnya terpental.


Kayrah tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia mengambil remote itu dan melemparnya ke arah semak-semak.


Beruntung bangunan ini telah roboh membuat semak-semak yang ada di sekitar menjadi terlihat.


"Sialan!" Umpat pemimpin itu.


Kayrah yang mempunyai kelenturan tubuh seorang wanita dan kekuatan seorang pria bisa dengan mudah menghabisi musuh-musuh itu.


Pemimpin musuh melongo sejenak sebelum dihajar juga oleh Kayrah sampai pingsan di tempat.


Setelah selesai membersihkan orang-orang itu, Kayrah mendekati pria kekar.


"Terimakasih" Kayrah mengulurkan tangannya, "Mari pergi dari sini"


Pria kekar itu masih tidak percaya dengan kejadian yang terjadi di hadapannya. Tetapi setelah melihat keadaan bangunan yang ada di hadapannya, pria kekar itu mau tidak mau harus percaya.


Pria kekar itu menyambut uluran tangan Kayrah. "Saya tidak percaya akan terjadi seperti ini. Nona, terimakasih banyak"


Kayrah tersenyum dan mengangguk.


Guduk... Guduk... Guduk...


Perlahan suara helikopter terdengar membuat semua orang yang mendengar langsung menoleh kearah datangnya suara.


Terlihat helikopter berlogo geng yang membuat pria kekar itu terkejut bukan main.

__ADS_1


"Geng black rose!"


like.


__ADS_2