I'M TIRED 2

I'M TIRED 2
Supir


__ADS_3

"Nona Kayrah Edward?"


Kayrah mendongak saat dirinya dipanggil oleh seseorang menggunakan bahasa Inggris.


"Ya, saya"


Seseorang itu adalah pria bertubuh kekar yang sudah Kayrah tebak bahwa dia adalah orang suruhan adiknya, Kayron.


Pria itu menghampiri Kayrah lalu berkata, "Maafkan saya yang terlambat nona"


Kayrah tersenyum ramah lalu berdiri, "Tidak apa"


"Kalau begitu, mari saya bawakan kopernya"


Kayrah mengangguk lalu memberikan tas koper yang sedari tadi dibawanya. "Terimakasih"


"Ya nona"


Kayrah berjalan terlebih dahulu diikuti oleh pria itu yang berjalan di belakang Kayrah bagai seorang pengawal.


Ada sedikit rasa curiga di hati Kayrah ketika orang bertubuh kekar itu terus memandanginya.


"Apakah nona mengetahui saya?"


Kayrah sedikit bingung dengan pertanyaan yang diajukan pria bertubuh kekar itu. Kayrah berbalik dan menatap pria bertubuh kekar itu sambil mengerutkan alisnya.


"Apa maksudnya?"


"Kenapa nona mau memberikan koper nona pada saya?"


"Bukankah Anda adalah orang suruhan adik saya?" Sekarang Kayrah sungguh bingung dengan pria kekar di hadapannya ini.


"Apa nona tidak curiga kalau saya bukan orang suruhan adik nona?" Tanya pria itu sambil tersenyum tipis.


Kayrah mengangkat bahunya. "Bila memang begitu, belum terlambat untuk mengurusnya nanti"


"Apakah nona tidak takut saya membawa banyak orang-orang saya?"


"Sudah kukatakan kalau belum terlambat untuk mengurusnya nanti" ucap Kayrah jengah.


Pria bertubuh kekar itu tersenyum kecil sekali lagi. Sedikit ada rasa tidak tega muncul di hati pria itu.


"Dimana mobilnya?" Tanya Kayrah sambil mengangkat alisnya.


"Mari kemari nona" pria bertubuh kekar itu berjalan terlebih dahulu untuk menunjukkan dimana dia memarkirkan mobil itu.


Kayrah hanya mengikuti tanpa banyak bicara lagi.


Saat melihat pria bertubuh kekar itu memasukkan kopernya ke salah satu mobil ketika mereka sudah sampai di tempat parkir, Kayrah mengerutkan alisnya bingung.


Merasa ada yang aneh, Kayrah tidak banyak bicara, hanya tersenyum simpul lalu memasuki mobil itu.


Setelah memastikan Kayrah duduk dengan nyaman, pria bertubuh kekar itu ikut masuk dan duduk di kursi pengemudi.


"Tidak ada yang tertinggal nona?"

__ADS_1


Kayrah menatap pria kekar itu sambil tersenyum lebar, "Tidak ada" jawab Kayrah riang.


Pria bertubuh kekar itu bergidik ngeri karena yang dilihatnya sangat jauh berbeda dengan ekspresi yang ditampilkan oleh Kayrah.


Pria kekar itu menelan ludahnya susah payah lalu menjalankan mobil tanpa banyak bicara lagi.


"Apa nona mengetahui jalan menuju rumah nona?" Tanya pria kekar memecahkan keheningan yang terjadi.


Kayrah menggeleng, "Aku baru pertama kemari"


"Benarkah?"


Jalan didepan mereka mulai bercabang dan mobil yang ditumpangi Kayrah pun memilih jalur kiri.


Kayrah mengangguk sambil terus menatap jalur kanan yang hanya dilewatinya.


Sekali lagi Kayrah tersenyum simpul melihat hal ini. Meskipun dia baru pertama kemari tetapi dia sudah mempelajari jalan yang akan dilewatinya dari bandara menuju rumahnya.


Kayrah menghidupkan handphonenya lalu menelfon seseorang sambil memejamkan matanya.


Tut...


"Halo Kay! Udah sampai belum?" Tanya Kayron menggunakan bahasa Indonesia.


"Kamu ingin kakakmu ini berolahraga sejenak?" Tanya Kayrah yang juga menggunakan bahasa Indonesia.


"Eh? Maksudnya apa?"


"Kamu dimana?"


Kayrah diam sebentar sambil menatap mata pria kekar yang sedang mengamatinya dari kaca spion. Kayrah tersenyum ramah saat pandangan keduanya bertemu.


"Ciri-ciri supir yang kamu kirim untuk menjemputku bagaimana?"


"Hah? Kenapa?"


"Udah jawab aja" ucap Kayrah sambil tertawa riang.


"Dia botak terus udah paruh baya. Kenapa sih? Ada masalah?"


Kayrah yang mendengar itu langsung tertawa terbahak-bahak. "This is very Funny"


Pria bertubuh kekar yang sebelumnya menatapnya dengan penuh curiga langsung tersenyum tipis.


Sebelumnya pria itu tidak tau apa yang dibicarakan oleh Kayrah tetapi ketika Kayrah tertawa dan mengatakan itu sangat lucu membuat pria bertubuh kekar berpikir bahwa Kayrah menelfon hanya karena ingin mencari hiburan.


"Apasih?" Kayron yang berada di sebrang langsung menyadari keanehan ini. Karena percakapan mereka tidak ada yang lucu maka darimana kakaknya bilang itu sangat lucu?


Kayrah masih tertawa. Dia menyadari agar pria kekar itu tidak curiga, dia harus memasang ekspresi bahagia.


"Hahaha! Kamu tau nggak sih kalau yang nyupir mobil sekarang itu pria yang masih muda bertubuh kekar dan berperawakan menyeramkan?"


"Apa?! Kamu dimana?!"


Kayrah makin tertawa lebih keras. "Astaga! Kamu memang tidak sayang pada kakakmu ini Ron. Kakakmu pulang bukanya dijemput secara pribadi malah nyuruh supir. Kejadiannya jadi kayak gini kan?"

__ADS_1


"Cepat katakan! Kamu dimana sekarang?!"


Kayrah tertawa lagi, "Kalau ginjal, hati, paru-paru, atau organ lain milik kakakmu ini dijual maka belilah ya! Hahaha"


Tut....


Kayrah langsung mematikan telfon itu ketika dia sudah selesai berbicara. Kayrah mematikan handphonenya lalu menatap pria kekar yang masih mengawasinya dari kaca spion.


"Apakah masih jauh?" Tanya Kayrah menggunakan bahasa Inggris.


"Tidak nona, ini hampir sampai"


Kayrah tersenyum sekali lagi membuat perasaan pria kekar itu campur aduk.


Pria kekar itu sesekali melirik Kayrah. Ketika melihat mata polosnya membuat pria itu tidak tega.


Mobil berhenti menunjukkan bahwa mereka sudah sampai tujuan. Terlihat rumah mewah bergaya kerajaan berdiri di sana.


Kayrah tersenyum sambil mengamati sekitar rumah itu lalu Kayrah dengan senyum lebarnya sudah berniat untuk keluar tetapi sebelum itu Kayrah dikejutkan oleh hal lain.


"Nona tunggu!"


Kayrah menatap pria kekar itu dengan bingung.


"Nona setelah masuk, nona jalan lurus saja lalu sebelum jalan bercabang nona harus berhenti dan buka pintu yang ada di sebelah kanan pertama sebelum jalan bercabang maka nona akan menemukan sopir nona. Setelah itu, saya yakin sopir nona akan tau jalan menuju rumah nona yang sesungguhnya"


Kayrah bingung. "Mengapa anda melakukan ini?"


Pria kekar itu terkejut lalu tertawa miris, "Sudah saya duga kalau nona pasti sudah tau masalah ini sedari tadi. Saya merasa nona adalah orang yang cerdas jadi tolong turuti saja apa yang saya ucapkan maka hidup nona tidak akan berakhir disini"


Kayrah tersenyum lalu mengangguk sebagai jawaban.


Bila ada cara yang efektif maka untuk apa dia capek-capek bertarung melawan seluruh orang yang ada di rumah besar ini?


Kayrah membuka pintunya lalu masuk ke dalam tanpa membawa koper karena dia yakin mobil ini akan dia bawa lagi bersama sopir yang sesungguhnya nanti.


"Nona!"


Kayrah berhenti melangkah dan berbalik untuk menatap pria kekar itu.


"Semoga nona sehat selalu"


Pria kekar itu tersenyum begitu tulus membuat Kayrah kebingungan dengan perasaan yang tidak nyaman.


"Terimakasih!"


Kayrah mengabaikan hal itu karena untuk saat ini yang terpenting adalah menyelamatkan supirnya.


Alasan mengapa Kayrah tidak melawan saat dibawa kemari adalah karena dia yakin bahwa supirnya sedang berada di markas ini!


Kayrah mencari pintu yang sudah dijelaskan oleh pria kekar itu dan tidak lama setelah mencari, dia menemukannya.


Kayrah membuka pintu itu dan menemukan pria paruh baya yang botak sedang terkulai lemas dengan penuh luka-luka.


"Pak!" Kayrah membawa kepala pria itu menuju pahanya. "Apa bapak masih kuat untuk bertahan?" Tanya Kayrah panik.

__ADS_1


like.


__ADS_2