
Sudah berhari-hari sejak awal datangnya Aldebaran ke rumah sakit untuk menjenguk Kayrah. Sejak saat itu, setiap hari Aldebaran sempatkan untuk menjenguk Kayrah agar 'Gadis yang akan dicintainya' tidak kesepian di rumah sakit.
Memang sampai hari ini Kayrah sama sekali tidak kesepian karena Aldebaran selalu menemaninya setelah kelas di kampus usai.
Sebenarnya Kayrah merasa ada yang janggal. Sampai hari ini Kayron tidak sekalipun menjenguknya. Dirinya tidak tau bagaimana kabar Kayron di rumah karena dirinya bahkan belum pulang ke rumah sampai hari ini.
Cklek...
Kayrah mengalihkan pandangannya pada seseorang yang berdiri di depan pintu sambil membawa sekotak makanan.
"Loh, udah bisa di gerakin?" Tanya Aldebaran yang sedikit terkejut ketika melihat Kayrah yang duduk di sisi tempat tidur sambil mengayunkan kakinya.
"Udah dong!" Jawab Kayrah senang.
"Syukurlah. Gue sempat pusing kalo Lo beneran sakit selama tepat satu Minggu" ucap Aldebaran sambil menutup pintu ruangan lalu mendekati Kayrah.
Dari saat Aldebaran mengunjunginya untuk pertama kali sampai saat ini dan mungkin sampai masa mendatang, ketika mereka berbicara maka Kayrah dan Aldebaran akan menggunakan bahasa Indonesia untuk bahasa komunikasi mereka.
Kata Aldebaran, "Biar nggak lupa sama bahasa kelahiran Lo juga bahasa masa kecil gue"
Kayrah pun dengan senang hati menyetujui permintaan itu karena bagaimanapun dirinya juga harus berkomunikasi dengan bahasa Indonesia agar saat kembali ke tanah kelahirannya itu dirinya bisa dengan lancar berucap.
"Memang kenapa?" Tanya Kayrah sambil menatap Aldebaran yang menyiapkan makanan
Aldebaran menghela nafas. "Sebenarnya nggak apa sih, jenguk Lo sama aja kayak refreshing di tengah pusingnya ujian bagi gue"
"Ujian?" Ulang Kayrah sambil mengangkat alisnya.
"Ya, udah dari tiga hari yang lalu" jawab Aldebaran sambil duduk di kursi lalu menyuapi Kayrah dengan makanan yang di bawakannya.
Meskipun Kayrah sudah bisa menggerakkan badannya tapi Kayrah tidak masalah dengan perlakuan Aldebaran saat ini karena dia sudah terbiasa dengan ini semenjak Aldebaran mengunjunginya pertama kali.
Kayrah menerima suapan itu lalu berkata di tengah-tengah makannya, "Terus kok kamu masih sempet kesini?"
"Gue mau ngambil hati Lo" ucap Aldebaran cepat sambil menyodorkan sendok yang berisi makanan lagi.
"Buat apa?"
"Lo harus tanggung jawab karena gue udah jatuh cinta sama Lo. Lo bukan lagi 'Gadis yang akan gue cintai' tapi sekarang Lo adalah gadis yang gue cintai"
Kayrah yang sudah membuka mulutnya sambil perlahan memajukan wajahnya pun tiba-tiba berhenti.
"Kenapa berhenti?" Tanya Aldebaran bingung.
Rambut pirang Kayrah perlahan jatuh menutupi wajahnya yang memerah karena ucapan Aldebaran. Kayrah memakai kesempatan itu untuk memakan nasi yang di sodorkan oleh Aldebaran.
__ADS_1
Saat Kayrah mengunyah makanannya, Aldebaran meletakkan makanan yang dibawanya lalu dengan lembut Aldebaran menyingkirkan rambut pirang yang menutupi wajah Kayrah.
Terlihatlah wajah Kayrah yang memerah juga terkejut oleh perlakuan Aldebaran yang tiba-tiba. Aldebaran yang melihat itu tidak bisa menahan tawanya lagi.
"Pffft! Ahahaha!" Tawa Aldebaran terdengar di ruangan yang hanya ada mereka berdua.
Kayrah menjadi salah tingkah ketika mendengar suara tawa Aldebaran yang membuatnya tambah malu.
"Ahahaha! Meskipun Lo hebat karena udah bisa bergerak dua hari sebelum satu Minggu tapi Lo nggak hebat buat kontrol rona pipi Lo"
"Itu pujian atau ejekan?" Tanya Kayrah ketus.
"Hahahaha!" Aldebaran semakin tertawa melihat respon Kayrah yang ketus.
"Ish! Aku anggap itu sebagai pujian!" Kayrah bersedekap dada sambil memanyunkan bibirnya sambil sesekali melirik Aldebaran yang masih tertawa.
Diam-diam Kayrah mengulas sebuah senyuman karena sadar bahwa dia adalah satu-satunya orang di Amerika yang melihat sisi Aldebaran saat ini.
.
****
.
Kayrah bersenandung ria sambil memakai sepatunya dengan senyuman yang sangat lebar.
Hari ini Kayrah berencana ke kampus Kayron dengan membawa dua kotak makanan. Satu untuk Kayron dan satu lagi untuk Aldebaran. Dia rindu pada adiknya itu karena semalam sepertinya Kayron tidak pulang. Padahal Kayrah sudah menunggunya sampai ketiduran di sofa.
Oleh sebab itu sekarang Kayrah akan mengunjungi Kayron untuk mengomeli adiknya yang sangat dia rindukan itu. Karena Kayrah sudah tau hari ini masih ujian dan kelas akan pulang lebih awal maka Kayrah berangkat satu jam sebelum bel pulang di bunyikan.
Kayrah berjalan dari rumahnya sampai ke kampus Kayron. Karena mobil di bawa oleh Kayron dan kebetulan dia tidak bisa bersepeda motor maka pilihan satu-satunya untuk Kayrah adalah jalan kaki.
"Tidak apa, nanti pulangnya minta diantar aja sama Al" gumam Kayrah sambil tertawa kecil.
Karena jarak antara rumah Kayrah dan kampus sedikit jauh maka juga membutuhkan waktu sedikit lebih lama dari dugaan. Kayrah sampai di depan kampus Kayron dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Syukurlah belum pulang" gumam Kayrah saat melihat jam tangannya yang belum menunjukkan waktu pulang.
Kayrah memilih duduk di bawah pohon yang rindang. Cuaca hari ini sedikit panas dan lagi Kayrah sangat kelelahan karena berjalan ke kampus ini.
Kayrah bersandar di pohon yang berada di belakangnya. Perlahan tapi pasti terdengar suara bel berbunyi menandakan waktu ujian sudah berakhir tapi tidak ada tanda-tanda Kayrah akan bangkit dari duduknya.
Kayrah menghela nafas. Sepertinya berjalan dari rumahnya sampai ke kampus Kayron menjadi beban berat untuk jantungnya. Detak jantungnya saat ini tidak normal membuat Kayrah sangat tidak nyaman.
"Istirahat sebentar lagi..." Gumam Kayrah yang bibirnya mulai pucat. "Baru kemarin aku pulang dari rumah sakit, masa aku harus ke rumah sakit lagi hari ini?"
__ADS_1
Kayrah menggelengkan kepalanya. Sebisa mungkin dia akan menahan ini, paling tidak sampai dia bisa menemani Aldebaran menghabiskan makanan yang Kayrah masak dengan tangannya sendiri.
"Ron! Ron! Nanti kita nonton yuk! Katanya ada film romantis yang bagus banget!"
Kayrah mengerutkan keningnya ketika terdengar suara perempuan di balik pohon yang dia pakai untuk bersandar.
"Baiklah. Sekarang kita akan kemana?" Terdengar suara laki-laki.
Kayrah membuka matanya seketika saat suara yang sangat dia kenal terdengar.
"Jalan-jalan aja! Ayoo! Kita habiskan waktu sampai nanti!" Ucap si perempuan.
"Iya, iya. Kebetulan sekali aku lagi nggak mau pulang" balas laki-laki.
*Tidak salah lagi! Batin Kayrah. Itu suara Kayron dan kekasihnya, Caroline*!
"Kenapa?" Tanya si perempuan.
"Dia sudah pulang. Padahal belum satu Minggu" ucap laki-laki dengan nada kesal.
"Ya sudah, kamu boleh menginap di rumahku"
Kayrah terkejut mendengarnya tetapi dia menahan diri untuk tidak keluar dari balik pohon. Kayrah menggempalkan tangannya kuat-kuat sambil menahan air matanya.
"Tidak perlu. Nanti kita pulang malam saja. Dia pasti sudah tidur jadi aku tidak akan melihat wajahnya" ucap laki-laki santai.
Deg. Deg. Deg.
Detak jantung Kayrah makin tidak karuan. Kayrah meletakkan kepalan tangannya ke dadanya untuk menahan rasa sakit yang dia rasakan.
Kayrah bersyukur karena saat ini dia tidak memakai jam pintar detak jantungnya. Kalau dia memakai jam itu saat ini maka sudah pasti suaranya akan berisik karena tingginya detak jantung Kayrah saat ini bahkan dua kali lipat dibandingkan biasanya.
"Ron, aku mau tanya"
"Apa?"
"Em... 'dia' itu... Kakakmu kan?" Tanya si perempuan dengan nada penuh harap.
Kayrah sekali lagi menggempalkan tangannya kuat-kuat. Meskipun dia bisa melihat siapa orang yang berada di balik pohon ini tetapi Kayrah tidak melakukannya karena takut.
Kayrah takut orang itu benar-benar adiknya, Kayron!
"...ya" balas Kayron setelah terdiam cukup lama. "Dia adalah kakakku, Kayrah... Edward"
Deg! Deg! Deg!
__ADS_1
like. Jaga kesehatan kalian yaa!!